Hasilkan Karya Tulis Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa, Komunitas Jurnalis FEBI Gelar Grand Launching dan Talkshow Buku Hikmah Pandemi di Bulan Suci

FEBI NEWS| Melalui media Zoom Meeting dan Live Youtube FEBI TV, Komunitas Jurnalis FEBI (KJF) IAIN surakarta telah menyelenggarakan acara “Grand Launching dan Talkshow” sebagai bentuk peresmian atas diterbitkannya buku “Hikmah Pandemi Di Bulan Suci”. Acara berlangsung pada. Selasa, 13 Oktober 2020 secara daring ini berhasil mendatangkan semua penulis buku sebagai pembicara, termasuk Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Helti Nur Aisyiah, M.Si , Mohamad Irsyad, Lc. M.E, yang ketiganya merupakan dosen sekaligus pembina KJF. Selain itu, acara yang terbuka untuk umum ini telah mendapat antusiasme dari sejumlah peserta yang tidak hanya berasal dari IAIN surakarta, melainkan juga kampus lainnya.

Dalam acara tersebut, Bincang buku berlangsung ketika masing-masing penulis telah memaparkan bagaimana inti dari setiap tulisan mereka, menariknya lagi mereka juga menyampaikan pesan tersirat dari setiap karyanya yang begitu memotivasi. Kemudian, untuk memacu semangat peserta dalam berkarya, para penulis memberikan tips dan tricknya untuk tetap produktif dalam menulis meski ditengah pandemi semacam ini. Sesuai dengan judul buku yang diangkat, bahwa dibalik atas setiap ujian yang menimpa kita, selalu ada hikmah yang dapat kita petik. Begitulah yang kerap kali disampaikan oleh para penulis.

Melalui sebuah karyanya yaitu Buku antologi berjudul “Hikmah Pandemi Di Bulan Suci” garapan pembina dan anggota KJF ini, Komunitas Jurnalis FEBI ingin mengajak dan memacu semangat para peserta maupun Mahasiswa FEBI dan anggota KJF khususnya, untuk tetap berkarya dan menumbuhkan sikap produktifnya meski dimasa pandemi. Kini, buku tersebut telah resmi diterbitkan, dan untuk memudahkan para penikmatnya, buku ini juga dapat di akses pada play store atau dapat mencetaknya melalui Pre Order di KJF. Semoga kedepan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam IAIN surakarta, dapat mencetak banyak penulis-penulis hebat salah satunya melalui peran KJF didalamnya.

Redaktur: Meli/KJF

Sosialisasikan Panduan Praktis E-learning, FEBI gelar Simulasi untuk Seluruh Dosen

FEBI News| Sebagai bagian dari upaya untuk mengoptimalkan pembelajaran dalam format pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau kuliah daring, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam melalui Unit Konsorsium Dosen pada tanggal 14 Oktober 2020 melaksanakan kegiatan diskusi rutin bagi dosen di lingkungan FEBI IAIN Surakarta dengan tema “Simulasi Penggunaan e-Learning IAIN Surakarta”, dengan menghadirkan narasumber kepala PTIPD IAIN Surakarta Bapak Ahmad Hafidh, M.Ag. Kegiatan diskusi dilaksanakan secara offline juga dengan memfasilitasi para peserta lain yg hadir secara online melalui aplikasi Zoom.

Kegiatan diskusi diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Dekan FEBI Bapak Dr. M. rahmawan Arifin, SE, M.Si. setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan inti diskusi yaitu paparan materi yang disampaikan oleh narasumber. Materi diskusi diawali dari deskripsi umum berkaitan dengan gambaran singkat tentang model kuliah online yang memiliki dua pendekatan yaitu pndekatan sinkronus dan asinkronus, selanjutnya materi tentang panduan praktis yang lebih sederhana dari yang sudah ada dalam panduan praktis Sikulon, yaitu penjelasan singkat dan simulasi 4 ruang pokok dalam e-Learning Sikulon: (1) ruang beranda, (2) ruang pengguna atau dosen, (3) ruang kuliah, dan (4) ruang tatap muka. Acara semakin interaktif dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari peserta baik peserta yg hadir secara offline maupun online via Zoom.
Kegiatan diakhiri dengan penutupan oleh moderator sekaligus pembawa acara, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Pembelajaran Pesmadin FEBI IAIN Surakarta Angkatan Dua Sudah dimulai, Rata-rata Mahasantri Sudah Mampu Membaca al-Qur’an


FEBI News| Pembelajaran Pesmadin FEBI IAIN Surakarta untuk angkatan kedua telah dimulai. Sejak Kamis, 8 Oktober 2020 para musrif/ah sudah melakukan pengajaran. Angkatan Pesmadin tahun 2020 diikuti oleh 1138 mahasiswa dalam hal ini mereka telas resmi menjadi mahasantri Pesmadin FEBI IAIN Surakarta. Sebelumnya telah dilakukan placement test untuk menentukan kelas mereka. Setelah pembagian kelas, mahasantri dan musrif/ah membuat grup media sosial (WA) untuk memudahkan komunikasi mereka dan juga menunjang kegiatan pembelajaran.

Pada tahun 2020 ini kelas Pesmadin FEBI IAIN Surakarta mempunyai 5 kelas Bengkel, 10 Kelas Asasi, 9 kelas Qiro’ah dan 7 kelas Ulya. Hal ini didasarkan atas hasil placement test yang dilakukan sebelumnya. Dari situ diketahui bahwa rata-rata mahasiswa baru FEBI IAIN Surakarta tahun 2020 dapat membaca al-qur’an namun masih perlu untuk meningkatkan pengetahuan tajwid dan pengamalannya.

Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, pesmadin tetap berusaha untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran secara optimal. Hal ini mengingat adanya batasan dalam beraktivitas, maka pembelajaran dilakukan secara fleksibel. Mengingat pada tahun sebelumnya pembelajaran dilakukan di kelas-kelas FEBI IAIN Surakarta. Namun, pada kesempatan dilakukan dengan sedikit perbedaan. Pada angkatan kedua ini pembelajaran dilakukan secara offline dan online.

Pembelajaran dilakukan secara offline jikalau hal itu memungkinkan untuk mahasantri dan musrif/ah berada dalam jangkauan tidak jauh dari kampus IAIN Surakarta. Untuk pembelajaran online dilakukan melalui media whatsapp, zoom, google meet dan media lainnya. Ini dilakukan untuk memudahkan penyampaian materi dan berjalannya kegiatan pembelajaran. Musrif/ah dituntut kreatif dalam menyampaikan materi yang akan diajarkan kepada mahasantri baru. Untuk itu mereka menggunakan media digital yang mendukung tersampaikannya materi ke mahasantri.

Kegiatan pembelajaran untuk sesi pertama ini di selesai pada Jum’at, 10 Oktober 2020. Adanya pembelajaran di sesi pertama ini diharapkan dapat menunjang pengetahuan mahasantri untuk mengikuti ujian Standar Kompetensi Lulusan (SKL) al qur’an dan ibadan yang akan diadakan pada awal November 2020. Selain itu, pembelajaran ini dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa baru yang sekaligus menyandang mahasantri dalam hal kemampuan membaca al-qur’an dan mengamalkan ajaran Islam.

DEMA FEBI IAIN SURAKARTA GELAR ACARA SEMINAR ONLINE BERTAJUK PRESPEKTIF MODERASI BERAGAMA SEBAGAI INSTRUMEN KEUTUHAN BANGSA

FEBI NEWS| Bertempat di Aula FEBI IAIN Surakarta, telah berlangsung acara Seminar Moderasi Beragama yang digelar secara daring melalui Google Meet dan luring dihadiri secara langsung dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Dengan mengangkat tema “Prespektif Moderasi Beragama Sebagai Instrumen Keutuhan Bangsa”, acara yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI IAIN Surakarta ini diadakan tepatnya pada 02 September 2020 lalu. Selain itu, turut dihadirkan pula Raha Bistara, S.Ag yang merupakan alumni dari IAIN Surakarta sebagai pembicara dan Muhammad Nuzulul Huda, S.E. sebagai moderator acara.

Diawali oleh sambutan dari Ibu Septin Puji Astuti, S.Si., M.T., Ph.D. selaku Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta, serangkaian acara Seminar resmi dibuka. Kemudian acara pun berlanjut pada penyampaian materi oleh Raha Bistara, S.Ag, dimana dalam kesempatannya, beliau memaparkan bahwa ”Belajar open minded sangatlah penting. Untuk menerima perbedaan agar tidak membawa kemunduran bagi agama Islam. Semakin seseorang mengenal dunia maka semakin terbuka pula wawasannya. Open minded akan mengarahkan seseorang untuk lebih bersifat toleransi dan ramah”.

Harapannya dengan terselenggaranya seminar nasional dengan tema moderasi beragama ini peserta lebih semangat membuka wawasan untuk saling melengkapi satu sama lain antara Agama dan Negara. Meskipun kegiatan seminar kali ini berbeda dengan seminar-seminar DEMA FEBI sebelumnya, hal ini tidak menyurutkan semangat para peserta untuk memberikan respon dan kesan yang positif yang disuguhkan oleh pemateri yang menarik untuk digali.

Redaktur:Ajeng/KJF

TALKSHOW FINTECH SYARIAH #2: PERAN MAHASISWA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PERUBAHAN APLIKASI FINANCIAL TECHNOLOGY SYARIAH DI INDONESIA

FEBI NEWS| 10 Oktober 2020, Bertempat di Aula FEBI IAIN Surakarta, FRESH FEBI sukses selenggarakan acara Talkshow Fintech Syariah untuk yang kedua kalinya dengan tema “Fintech Syariah: Peran Mahasiswa Terhadap Perkembangan Fintech Syariah di Indonesia”, yang berlangsung secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting. Selain itu, dalam acara ini turut dihadirkan seorang pembicara yaitu Saudari Lulu Syifa Pratama, S.E yang saat ini tengah menempuh studi Pasca Sarjananya di Fakultas Ekonomi Bisnis UGM. Tentunya pembicara yang penuh pengalaman ini turut didampingi pula oleh seorang moderator yakni saudari Suyanti yang merupakan Demisioner Fresh FEBI IAIN Surakarta.

Dengan dihadiri peserta kurang lebih 80 orang termasuk daring maupun luring, acara ini berlangsung dengan penuh antusias. Pada kesempatannya, pembicara yang akrab disapa kak syifa ini, menyampaikan banyak hal. Termasuk tentang perkembangan fintech syariah, macam macam fintech syariah yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peluang dan tantangan yang ada, serta sikap yang seharusnya mahasiswa ambil untuk turut berperan dalam perkembangan fintech syariah itu sendiri.

Diakhiri dengan closing statement dari pembicara, acara ini resmi ditutup. Semoga dengan diadakannya kegiatan semacam ini mampu menumbuhkan wawasan pada peserta termasuk mahasiswa FEBI IAIN Surakarta pada Fintech Syariah itu sendiri. Dan harapannya mahasiswa sekalian dapat menjadi ujung tombak kemajuan fintech syariah di Indonesia. Salam Ekonom Rabbani!

Redaktur: Ajeng/KJF

Talkshow Fintech Syariah Indonesia, FRESH FEBI IAIN Surakarta hadirkan General Secretary of Indonesia Sharia Fintech Association

FEBI NEWS| FRESH FEBI IAIN Surakarta selenggarakan Talk Show Fintech Syariah bertajuk “Fintech Syariah: Peluang dan Tantangan Indonesia” pada 05 Oktober 2020. Acara yang digelar secara virtual via Zoom meeting ini sukses mendapat antusisme dari ratusan peserta yang turut memeriahkan acara. Selain itu, dalam acara ini dihadirkan pula seorang pembicara yang merupakan Head of Yayasan Energi Nusantara dan General Secretary of Indonesia Sharia Fintech Association, yaitu Bapak Irvan Hermala dan turut dimoderatori oleh Wawan Saputra yang merupakan salah seorang anggota FRESH dan BAPERNAS FOSSEI.

Pada kesempatannya, bpk. Irvan Hermala atau akrab disapa pak irvan ini menyampaikan banyak hal tentang topik terkait, termasuk salah satunya ialah memberikan pemahaman terhadap peserta tentang fintech itu sendiri, kemudian sejarah fintech hingga perkembangannya dari tahun ke tahun di Indonesia. Namun ternyata, menurut beliau fintech di Indonesia masing begitu minim kontribusinya, sehingga hal tersebut berdampak pada perkembangan fintech saat ini.

Meskipun dihadapkan oleh pandemi yang tengah mewabah, tidak mengurangi sedikit pun esensi dari dilaksanakannya acara ini. Pentingnya edukasi terkait fintech syariah melatarbelakangi digelarnya acara talk show yang tak lain ialah guna menumbuhkan wawasan dan sikap kritis sekaligus menunjukkan over view fintech Syariah saat ini kepada peserta ataupun mahasiswa. Sehingga peserta pun memahami bagaimana peluang dan tantangan fintech Syariah itu sendiri yang menjadi PR bagi kita bersama.

Redaktur: (Ajeng/KJF)

Mencetak Sejarah, Pesmadin FEBI IAIN Surakarta Mewisuda Mahasantri Angkatan Pertama

FEBI News| Genap setahun program Pesantren Diniyah (PESMADIN) dilaksanakan oleh FEBI IAIN Surakarta. Salah satu program unggulan ini diahiri dengan prosesi wisuda mahasantri. Acara ini dilaksanakan pada hari Selasa, 06 Oktober 2020 di Aula FEBI IAIN Surakarta. Acara diawali dengan pembacaan surat-surat pendek lalu dilanjutkan pembukaan. Setelah pembukaan lalu dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ustad Nur Hidayah Al-Amin, Lc., M.E.Sy selaku pengasuh PESMADIN.
Dalam sambutannya Pengasuh PESMADIN menyampaikan bahwa setiap manusia wajib menuntut ilmu dan setelahnya wajib menyampaikannya. Sebaik-baik kamu belajar Al-Qur’an lalu mengajarkannya. Hari ini juga akan launching pembagian kelas untuk PESMADIN Angkatan 2020. Pak Amin juga menyampaikan pesan : bergeraklah, kalian mempunyai ilmu maka sampaikanlah/ajarkanlah. InsyaAllah dengan bergerak kita akan mendapat faedahnya.

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Ustad Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si selaku Dekan FEBI dan juga penanggung jawab PESMADIN. Dekan FEBI menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang sangat bersejarah, karena FEBI mewisuda mahasantri PESMADIN Angkatan 2019. Beliau juga menyampaikan tidak ada yang namanya mantan santri, yang ada hanya “saya pernah belajar di pesantren”. Jadi tanamkan dalam diri kita bahwa saya adalah santri selamanya. Kita harus menjadi orang-orang yang senang belajar. Kita semua harus mempunyai integritas. PESMADIN siapapun pemimpinnya, kapan pun, dan dimana pun harus tetap ada. PESMADIN : ibadahmu, tilawahmu, dan akhlakmu.

Dari Santri untuk Indonesia, Tabligh Akbar bersama Ribuan Mahasantri PESMADIN FEBI IAIN Surakarta

FEBI News| Pesantren Mahasiswa Diniyyah (PESMADIN) FEBI IAIN SURAKARTA menyelenggarakan TABLIGH AKBAR bagi mahasantri angkatan 1/TA 2019, dilaksanakan pada senin, 05 Oktober 2020, jam 19.00 WIB-selesai melalui aplikasi Zoom pro dan Live di FEBI Tv.

Sambutan yang pertama disampaikan oleh pengasuh PESMADIN IAIN SURAKARTA ustadz Nurhidayah AL-amin,Lc.M.E.SY. menyampaikan “terimakasih kepada Dekan FEBI IAIN Surakarta yang telah mensuport pesmadin dan permohonan maaf jika pelaksanaan pesmadin belum berjalan maksimal.” Pesmadin melaksanakan tabligh akbar sebagai media belajar mahasantri tentang ilmu-ilmu agama dari para ustad terkemuka.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Dekan FEBI IAIN SURAKARTA Dr. Mohammad Rahmawan Arifin,S.E.,M.Si. menyampaikan “ingat di jidatmu, di hatimu, di tanganmu bukan hanya terlihat sebagai mahasiswa tapi juga seorang santri, jangan sampai mengeklaim mantan santri, namun santri selamanya ada di hati.”

Tausiyah yang pertama disampaikan oleh Ustadz H. Syahrul Afrizal Sitorus, Lc.MH. menyampaikan, MOTO ANAK PEMUDA “jangan kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”(QR. Ali Imran: 139). Terdapat dalil Berwirausaha diantaranya dalah “apabila telah ditunaikan shalat, maka betebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS. Al-jumu’ah: 10). Area wirausaha dalam islam, berwirausaha atau berbisnis dalam ekonomi bahkan semua ilmu di dalamnya. Terdapat dua area oprasional berpijak yaitu: Prinsip-prinsip dasar yang diteteapkan oleh Al-Qur’an dan sunnah dan Pengembangan positif masyarakat dan Ilmu pengetahuan dan teknologi ketentuan sukses dalam berwirausaha secara umum dapat dikatakan bahwa ketentuan yang ditetapkan Al-Qur’an dan Hadist dalam berbisnis, dapat digolongkan menjadi 3 yaitu: Hati dan kepercayaan, Moral pembisnis dan Pengembangan Harta Selain itu juga terdapat empat sifat dasar kewirausahaan adalah jujur, amanah, tpleransi dan memenuhi akad dan perjanjian. Terdapat manfaat belajar kewirausahaan bagi mahasiswa diantaranya: Pendidikan saja tidak cukup untuk menjadi bekal untuk masa depan, Kewirausahaan bisa diterapkan di semua bidang pekerjaan dan kehidupan, Ketika lulus bermanfaat di semua bidang pekerjaan, Memajukan perekonomian dan Membudayakan sikap unggul, prilaku positif dan kreatif.

Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Umar Alfandi S.Thi, menyampaikan pesan-pesan untuk mahasantri yang pertama, karakter, khlakul kharimah dan nilai-nilai agama jangan sampai dilepas karena itu milik kita, pesan yang kedua adalah jiwa kepemimpinan, mempin itu didepan harus memberikan tauladan dan uswah-uswah yang baik dalam prilaku, tanampan nilai-nilai agama. Santri Entrepreneur artinya santri juga berwirausaha, didalam jiwa santri memiliki jiwa kemandirian. Terdapat kendala-kendala dalam kehidupan bagaimana kita dapat mengahadapi kendala-kendala tersebut. Ketiga yaitu jiwa kemandirian, yaitu dapat berdiri sendiri, yang dapat memberikan inofasi, kreatifitas, toleransi dan berkehidupan sosial dalam kehidupan di masyarakat nanti peran santri dalam kehidupan di masyarakat harus memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Kaji Potensi Ekonomi Islam, Dua Guru Besar Berikan Motivasi Kepada Mahasiswa Baru Dalam Kuliah Umum

FEBI News |  Sebagai tahap awal dalam memasuki proses kuliah semester gasal tahun 2020, FEBI IAIN Surakarta selenggarakan Studium General dengan tema Potensi dan Peluang Ekonomi Islam di Indonesia di Era New Normal. Pembicara yang hadir adalah guru besar dalam bidang ekonomi Islam. Pembicara pertama Prof. Bambang Setiaji, M.Si Guru Besar Ekonomi Islam.  Pembicara kedua Prof. Musa Asy’ari Guru Besar Filsafat Ekonomi Islam FEBI IAIN Surakarta.

Di Awal acara Dekan FEBI IAIN Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si sebagai Opening Speaker memberikan motivasi kepada mahasiswa baru dengan konsep “IHSAN” yaitu akronim dari konsep Ikhlas, Humanity, Spiritualitas, Adaptif, dan Nasionalisme serta konsep Islam rahmatan lil’alamin. Setiap mahasiswa diharapkan bisa melaksanakan konsep tersebut selama kuliah di kampus dan pasca lulus kedepannya.

Pembicara pertama Prof. Bambang Setiaji, M.Si menyampaikan tentang potensi dan peran umat Islam dalam mengembangkan Ekonomi Islam baik secara nasional di Indonesia maupun mampu berperan besar secara global di dunia internasional. Peran Mahasiswa FEBI sangat dibutuhkan sebagai agen perubahan.

Pembicara kedua Prof. Musa Asy’ari berikan pemaparan terkait filafat ekonomi Islam yang sangat penting menjadikan pondasi keilmuan ekonomi Islam bagi mahasiswa FEBI. selanjutnya pembicara menyampaikan fenomena perkembangan ekonomi Indonesia di masa new normal covid 19 yang menuju jurang resesi, Prof. Musa  menyoroti fenomena ini dengan bentuk motivasi kepada peserta supaya tetap semangat menjaga imunitas pribadi, dan penguatan UKM berupa kreatifitas produk dan digitalisasi pemasaran.  Peran mahasiswa FEBI sebagai insan akademis yang membuat perubahan nyata bagi masyarakat, berupa kemakmuran dan rahmatan lil’alamin. Acara ini dipandu oleh moderator Irma Yuliani, SE., MM Dosen FEBI IAIN Surakarta.