INISIASI BANK INFAQ DI PESANTREN, DOSEN FEBI KEMBANGKAN LEMBAGA TRANSFORMASI SOSIAL MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID19

FEBI News| Kalangan UMKM harus diprioritaskan setelah masa pandemi covid-19 ini atau saat penerapan normal baru (new normal), perihal ini untuk mendesak pemerintah memprioritaskan pemulihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu caranya dengan dengan memberikan kemudahan permodalan. Faktor utama penghambat UMKM tumbuh berkembang adalah masih sulitnya akses pada permodalan, masalah lainnya yang muncul dan kerap dikeluhkan selama 20 tahun pada sektor UMKM adalah sulitnya mencari kredit modal kerja ataupun kredit investasi.

Sekitar 60 persen ekonomi Indonesia yang menciptakan 97 persen lapangan kerja terkendala inklusif keuangan, masalah tersebut bisa teratasi dengan adanya teknologi FinTech karena dinilai bisa menjadi solusi pembiayaan dan permodalan. Keberadaan teknologi bisa dihadirkan FinTech atau jasa keuangan berbasis teknologi, mulai dari peer to peer lending hingga produk-produk lain yang bisa menghadirkan solusi permodalan.

Salah satu platform digital yang bergerak di bidang keuangan dengan pendekatan Islamic social finance yang dinamakan Bank Infaq. Misi dari Bank Infaq ini adalah mengelola infaq secara profesional, dan hasilnya digunakan untuk membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya dan mencegah dari pinjaman abal-abal dan tidak fair, dalam pengembangan industri keuangan secara digital harus dilakukan dengan hati-hati, harus didukung governance yang kuat dan tata kelola yang kuat.

Karena itu dengan pendekatan digital, financial conclusion akan meningkat terlebih di masa pandemic Covid-19 ini. Sudah banyak teladan suksesnya, seperti Jogokaryan dan grameen Bank. Bank Infaq membantu pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usaha mereka tanpa khawatir terjerat cekikan bunga rentenir. Bank Infaq juga membantu mereka terhindar dari rentenir digital yang kini marak. Gerakan Bank Infaq ini berbasis komunitas di perumahan, masjid-Masjid, kelompok masyarakat dan majelis-majelis taklim. Gerakan ini mengelola infaq dengan memanfaatkan teknologi digital.

Di era modern, infaq makin diterima. Apalagi, banyak financial technology (fintech) yang memiliki platform urun dana (crowdfunding) yang pasarnya bisa mencapai Rp 75 triliun. Gerakan Bank Infaq dapat menjadi solusi di tengah sulitnya akses masyarakat, terutama UMKM, ke permodalan. Bank Infaq insya Allah menumbuhkan manfaat nyata serta menciptakan perubahan.

Perihal inilah yang disampaikan Saudara Muh. Alan Nur, S.E., sebagai narasumber dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Pondok Takmirul Islam khususnya kepada para jamaah di Ma’had ‘Aly Takmirul Islam Surakarta sesuai protokol kesehatan. Acara diselenggarakan oleh Budi Sukardi, M.S.I selaku Dosen FEBI IAIN Surakarta serta dihadiri oleh para pimpinan dan tenaga pendidik serta memberikan kontribusi untuk mendirikan Bank Infaq di Ma’had ‘Aly Pesantren Takmirul Islam Laweyan Surakarta sebagai terobosan dalam memberikan kemaslahatan ummat secara umum, dan menjadikan masyarakat sekitar lebih berdaya dalam menghadapi kendala modal dan pembiayaan di masa era new normal pasca pandemi Covid19.

TINGKATKAN NALAR KRITIS MAHASISWA DALAM MENGHADAPI SEMESTER GASAL, HMPS PERBANKAN SYARIAH FEBI HADIRKAN DEKAN FEBI IAIN SURAKARTA

FEBI NEWS| Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah IAIN Surakarta telah menyelenggarakan acara Diskusi Mahasiswa Perbankan Syariah (KUMAN’S)  yang merupakan salah satu program kerja dari divisi Human Resources. Adapun tema diskusi yang diangkat yaitu “Kiat Mengemban Ilmu di Semester Gasal Dalam Menghadapi Era New Normal”. Acara yang dimoderatori oleh Hamid Anjar ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 Juli 2020 menggunakan aplikasi Zoom.

Pembicara dalam diskusi mahasiswa tersebut adalah Bapak Dr. Rahmawan Arifin, M. Si selaku Dekan FEBI dan Bapak Budi Sakardi, S. Si., M. Si selaku Kepala Program Studi Perbankan Syariah IAIN Surakarta. Pada kesempatan tersebut, Pak M. Rahmawan Arifin sebagai pembicara pertama  menyampaikan bahwa kuliah adalah masanya untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya, terutama ilmu kehidupan (Sains of Life), karena kontribusi ilmu yang diberikan kampus kepada mahasiswa tidak lebih dari 40℅. Maka dari itu diperlukan semangat, tekad,  fisik dan mental yang tangguh untuk menjadi mahasiswa yang mandiri, kreatif, dan inovatif.

Sedangkan pembicara kedua, Bapak Budi Sukardi menyampaikan bahwa mahasiswa harus senantiasa update informasi kampus dari web atau siakad, karena akan selalu ada informasi terkait perkuliahan yang akan diumumkan secara online. Lalu, meskipun pembelajaran semester Gasal dilaksanakan secara daring, mahasiswa harus tetap semangat belajar, terutama mahasiswa semester 7 yang sudah harus mendapat bimbingan skripsi. Pihak kampus pun akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk para mahasiswanya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan  dapat meningkatkan semangat belajar mahasiswa di era pandemi, serta sebagai ajang komunikasi terbuka antara mahasiswa dan birokrat kampus.

Redaktur: Dini (KJF)

PELAJARI TIPS DAN TRIK MENULIS KARYA ILMIAH, KELAS PEMINATAN AKADEMISI FEBI UNDANG PRAKTISI PENGELOLA JURNAL

FEBI NEWS| Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Surakarta telah berhasil selenggarakan acara Webinar kelas peminatan akademik yang wajib diikuti oleh  seluruh mahasiswa kelas akademik semester 7 Program Studi Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah dan Manajemen Bisnis Syariah. Acara ini dilaksanakan pada hari Selasa  21/7/2020 dengan sistem daring melalui media zoom.

Acara yang mengangkat tema “Trik Kepenulisan Karya Ilmiah” ini mendatangkan seorang pembicara yaitu Bapak Mohammad Rofiuddin M, SI. Pada kesempatannya, beliau menjelaskan bagaimana definisi dan trik dalam menulis karya ilmah. “Karya ilmiah merupakan naskah yang menyajikan karya penelitian dan cara untuk berbagi dengan ilmuwan lain, serta untuk meninjau penelitian yang dilakukan oleh orang lain. Karya tulis ilmiah meliputi karangan ilmiah, karangan semi ilmiah dan karangan non ilmiah”, tutur pak rofiuddin.

Bapak Rofiuddin juga menambahkan macam-macam tipikal audience ada dua yaitu sebagai wasit atau reviewer dan sebagai pembaca jurnal itu sendiri. Karya tulis ilmiah agar diterima audien harus meyakinkan bahwa penelitian yang dihasilkan itu penting, valid dan relevan dengan peneliti lain di bidang yang sama, artinya sangat perlu menyatakan bukti yang cukup dalam menetapkan hasil penelitian. Beliau juga menjelaskan bagaimana sistematika dalam menulis karya ilmiah, prinsip prinsip umum karya ilmiah itu sepertia apa , ciri-ciri karya ilmiah serta hal hal yang perlu di pertimbagkan dalam menulis karya ilmah. Oleh karena itu sebagai mahasiswa akademisi kita wajib terus belajar dan mencoba untuk menulis karya ilmiah.

Skill menulis karya ilmiah memang sangatlah penting bagi setiap mahasiswa tak terkecuali mahasiswa kelas peminatan akademisi. Semoga dengan diadakannya webinar semacam ini mahasiswa semakin merasa termudahkan serta termotivasi untuk membaiki skill menulisnya dan menambah wawasannya.

Redaktur: Ajeng (KJF)

Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat di Era New Normal, Dosen FEBI Edukasi Bank Wakaf Mikro Pesantren

FEBI News| Bertempat di Hall Ma’had Aly Ponpes Takmirul Islam, Sabtu 25 Juli 2020 telah berlangsung pengabdian kepada masyarakat  dengan tema “Optimalisasi Bank Wakaf Mikro Pesantren untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Era New Normal”. Acara ini di inisiasi oleh Bapak Supriyanto, M.Ud. yang ikut dihadiri oleh Bapak Tri Agus Santoso, M.Pd.I. selaku Wakil direktur bidang administrasi Mahad Ali.

Adapun pembicara dalam acara ini yaitu Bapak Krisbowo Laksono, M.Hum. selaku Badan Pengurus Cabang HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Surakarta. Pemateri menyampaikan bagaimana prosedur pendirian dan literasi Bank Wakaf Mikro pesantren sebagai akses keuangan masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesejahteraan di era new normal.

Acara dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak sebagai cara mencegah penyebaran covid 19. Adapun pelaksanaan berlangsung lancar, khidmat dan terjalin diskusi yang interaktif. (Sp)

Tumbuhkan semangat berwirausaha, Dosen Febi edukasi Tata Kelola Keuangan bagi komunitas satpam

FEBI News| Dalam rangka mensukseskan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam sektor keuangan di era pandemiini, maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang tata kelola keuangan mandiri bagi profesi satpam di era pandemi.

Banyaknya angka pengangguran yang muncul pada era pandemic membuat orang akan bekerja semakin giat untuk bias mempertahankan pekerjaan yang ada. Bagi para pekerja yang masih memeliki pekerjaan, tak pelak dihadapkan pada meningkatnya kebutuhan ekonomi menghadapi era pandemic dan menuju ke kenormalan baru. Semua orang harus bisa melalui itu semua.

Profesi satpam adalah salah satu profesi yang mutlak memerlukan kehadiran fisik selama bekerja. Tak urung, tidak sedikit dari mereka yang harus kehilangan pekerjaan dengan alasan efisiensi. Di sisi lain, satpam yang masih bekerja pun juga harus extra dalam bekerja karena dihadapkan pada tanggung jawab dan protocol di era pandemic menuju kenormalan baru. Namun dari segi penghasilan, penghasilan tidak berubah. Hal ini akan membawa dampak pada perekonomian keluarga kalau tidak diimbangi dengan tata kelola yang mumpuni. Sehingga diperlukan pengenalan bagi mereka untuk bisa mengelola perekonomian secara mandiri dengan baik dengan berbagai alternative yang ada.
Hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh ibu Wahyu Pramesti, dosen FEBI IAIN Surakarta, Bapak Riyan sebagai narasumber. Memberi nuansa baru bagi profesi satpam untuk membuka wawasan mengenai tata kelola keuangan. Mereka yang selama ini jauh dari jangkauan tentang tata kelola keuangan, diberi wawasan tentang prinsip dasar ekonomi. Mengingatkan kembali bahwa penghasilan yang diperoleh mereka pertama kali digunakan untuk konsumsi, kemudian tabungan, dan terakhir investasi jika masih ada sebagai urutan skala prioritas.

Acara yang dilaksanakan pada Rabu 22 Juli 2020 tersebut mendapat sambutan positif dari peserta, beberapa peserta merasa antusias karena jarang sekali ada kesempatan berbagi ilmu dengan mereka. Para peserta yang memiliki usaha sambilan, mengalami kendala yang saat ini dihadapi oleh mayoritas pelaku usaha, yakni turunnya omzet penjualan. Saran-saran dari narasumber diharapkan bisa menjembatani dalam upaya penanganan yang dihadapi oleh peserta. Umumnya terkit kendala pemasaran yang sekarang berbasis online yang belum banyak dipahami oleh pelaku usaha tradisional.

Perkuat Nilai-nilai Moderasi Beragama pada Kurikulum, Prodi Manajemen Bisnis Syariah laksanakan Diskusi Draft dan Format RPS

FEBI News | Kamis, 23 Juli 2020. Seluruh Dosen Prodi Manajemen Bisnis Syariah FEBI IAIN Surakarta mengikuti diskusi pematangan draft dan format RPS tahun 2020. Diskusi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Pro. Kegiatan ini dalam rangka persiapan Workshop RPS yang akan dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada 27-30 Juli Agustus 2020. Diskusi ini dipimpin langsung oleh Kaprodi MBS Khairul Imam, M.S.I bersama Sekretaris prodi Zakky Fahma Auliya, MM.

Dalam diskusi ini terungkap bahwa pentingnya nilai-nilai moderasi beragama masuk dalam setiap materi mata kuliah di prodi MBS. Terlebih karena prodi MBS ini adalah berupa prodi Khas Manajemen Bisnis yang berlandaskan nilai-nilai keislaman (syariah). Hal tersebut sesuai dengan visi misi yang telah ditetapkan Institut. Berbagai masukan disampaikan oleh beberapa dosen dalam rangka menghasilkan RPS prodi yang lebih bermutu dan sesuai dengan kebutuhan pasca lulusnya mahasiswa.

Acara diskusi diakhiri dengan kesimpulan bahwa penting untuk seluruh dosen membuat konten RPS yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama namun tidak menghilangkan nilai substansi akademik sesuai mata kuliah masing-masing. (Amr)

Tingkatkan Pengetahuan dan Inspirasi tentang Ekonomi Kreatif di Era New Normal, Dosen FEBI IAIN Surakarta Gelar Entrepreneurship Sharing Session


FEBI News | Pandemi global yang disebabkan oleh menyebarnya Covid-19 secara signifikan mempengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. Selama masa pandemi, banyak warga masyarakat yang berkurang pendapatannya atau kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja yang marak terjadi dimana-mana. Hal ini pula yang terjadi di lingkungan desa Gentan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Bahkan, para pemuda yang baru saja lulus SMK maupun sarjana sangat kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Merespon hal tersebut, pada hari Senin, 20 Juli 2020, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta, Arif Nugroho, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk #Entrepreneurship Sharing Session dengan tema “Ekonomi Kreatif di Era New Normal”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gagasan, pengetahuan, dan inspirasi bagi generasi muda di lingkungan desa Gentan Baki Sukoharjo tentang bagaimana membangun sebuah usaha yang kreatif dan adaptif dalam rangka menyongsong era kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19. Bertindak sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Fitriya Dessi Wulandari, seorang Entrepreneur muda yang sukses mengembangkan bisnis peralatan kesehatan di masa pandemi Covid-19. Dalam kesempatan sharing session tersebut, narasumber menyampaikan bahwa membangun sebuah bisnis harus mampu melihat peluang dan kesempatan yang ada. Selain itu, memulai sebuah bisnis juga harus mempertimbangkan aspek inovasi, kreatifitas, dan kebaruan sehingga produk yang ditawarkan mampu menarik perhatian masyarakat dan bernilai jual tinggi. Lebih detail lagi, setelah narasumber selesai menyampaikan materi, peserta sharing session bebas bertanya dan berdiskusi dengan narasumber terkait ide bisnis dan pengalaman menjalankan sebuah bisnis yang sukses.

Acara yang dimoderatori oleh Meltysari Riscahyanti ini diikuti oleh sekitar 56 peserta yang tergabung dalam komunitas karang taruna desa Gentan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini terlaksana dengan lancar dalam bentuk seminar online dengan memanfaatkan platform Google Meet. Pelaksana berharap terselenggaranya kegiatan #Entrepreneurship Sharing Session ini dapat menambah wawasan dan inspirasi bagi generasi muda di desa Gentan Baki Sukoharjo untuk tetap semangat membangun usaha dan bisnis di era kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19.

Pengabdian Dosen FEBI Diskusikan Dampak Ekonomi Pandemi Covid 19 Secara Psikologis

FEBI News| Masa pandemi covid 19 telah membuat banyak perubahan terutama pada kondisi ekonomi di Indonesia yang sangat berubah drastis. Kondisi perubahan yang tidak menentu ini berdampak pada psikologis seseorang dalam menghadapi iklim ekonomi di masa pandemi covid 19. Sabtu 11 Juli 2020 melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat yang didampingi oleh Fahri Ali Ahzar, M.Si. Pengabdian kepada masyarakat yang bertema”Dampak Ekonomi Pada Psikologis Di Era New Normal Pasca Pandemi Covid 19” ini disampaikan melaui narasumber yaitu Ibu Nandya Tiarani M.Psi serta moderator Siti Ulfi Rohmatin.  Adapun pelaksanaan pengabdian berkonsep melalui daring atau online yang diikuti oleh peserta yang bertempat tinggal sekitar Boyolali.

Dalam materi yang disampaikan oleh narasumber diketahui bahwasanya perubahan ekonomi atau kondisi ekonomi sekarang ini berpengaruh pada psikologis masyarakat. Psikologis tersebut berupa depresi pada pikiran seseorang terutama masyarakat yang bermata pencahariaan sebagai karyawan pabrik yakni berupa PHK. Mereka harus mencari pemasukan atau sumber uang dari kegiatan atau mata pencaharian yang lain untuk memenuhi kebutuhan. Begitu pula bagi para pelaku usaha yang sebagian juga terdampak kondisi ini. Misalnya adalah para pedagang kecil yang biasa berjualan disekitar kampus atau sekolah. Mereka juga mengalami depresi atau stress karena sekolah atau kampus yang tidak melakasanakan pembelajaran secara offline sehingga pemasukan mereka berkurang.

Selain itu dampak psikologis juga dialami para orang tua dan mahasiswa. Salah satunya adalah bagi orang tua mereka juga harus membayar biaya pendidikan bagi para anak-anaknya. Bagi mahasiswa sendiri mereka pun juga sama harus belajar secara online yang yang mana mungkin ada pemasukan orang tua yang berkurang dan mengharuskan mahasiswa untuk bekerja dengan tujuan agar mereka bisa  membeli kuota internet untuk berkuliah online.

Dari semua kondisi yang bermacam macam tersebut, narasumber menyarankan bahwasanya mausia sekarang memang sedang mengalami ujian sehingga alangkah baiknya tetap selalu sabar dan semangat dalam menjalani semua kondisini ini. Memang terkadang manusia harus berpikir keras akan tetapi hal itu tidaklah bagus bagi kondisi fisik terutata pikiran manusia. Hal ini karena jika manusia memikirkan sesuatu atau kondisi sekarang ini melebihi dari batas wajar akan merugikan diri sendiri, alangkah baiknya tetap melakukan kegiatan yang bernilai positif yang tentunya akan berdampak positif pada diri sendiri.

Integrasikan Konsep Ibadurrahman ke dalam Kurikulum, Prodi Akuntansi Syariah Selenggarakan FGD Fiksasi RPS

FEBI News| Pprodi akuntansi syariah selanggarakan FGD RPS pada 22 Juli 2020. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana koordinasi dan diskusi mengenai penyusunan RPS untuk kurikulum tahun 2020 yang diikuti oleh seluruh dosen AKS dan dipimpin langsung oleh Kaprodi AKS Ibu Anim Rahmayati, MSi.

Dalam kegiatan ini dibahas mengenai unsur-unsur yang  termuat dalam RPS yang meliputi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan  Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)  dalam setiap mata kuliah untuk mencirikan profil lulusan dari mahasiswa AKS. Tak lupa dalam penyususnan RPS ini memasukkan unsur moderasi beragama dan kampus merdeka serta penguatan core value institusi yang mencakup 4 (empat) nilai utama, yaitu: Religiosity; Modernity; Civility; danProfesionality yang tercermin dalam dalam karakter Ibadurrahman dalam setiap lulusan IAIN Surakarta. Adapun penjelasan rincian karakter Ibadurrahman sebagai berikut: Berintegritas tinggi; Berfikir dan bersikap kritis, progresif, dan kreatif; Memiliki daya juang tinggi; dan Bersikap moderat dan humanis.

Perkenalkan Marketplace, Dosen FEBI IAIN Surakarta Laksanakan Pengabdian Masyarakat Bagi Para Pelaku Bisnis Online

FEBI News | Dunia ekonomi dan bisnis secara global turut terkena dampak akibat adanya pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar dan social distancing, perilaku konsumen pun telah berubah. Pelaku bisnis harus bekerja ekstra keras untuk memasarkan produk ataupun jasa kepada konsumen agar dapat bertahan di tengah pandemi virus corona. Pemasaran online  dan digital branding pun dapat menjadi sarana komunikasi yang tepat bagi pelaku bisnis. Sehingga tidak mengherankan apabila di tengah pandemi ini, justru ada sektor bisnis yang berpotensi stabil bahkan mengalami peningkatan, salah satunya adalah marketplace. Marketplace adalah situs yang menghimpun beberapa online shop. Jadi, apabila kita membuka suatu situs marketplace, maka akan ditemukan banyak penjual yang menawarkan berbagai produk yang diinginkan dari berbagai toko. Dengan adanya marketplace, pemasaran produk dapat dilakukan dengan mudah serta peluang menjadi terbuka lebar karena produk dapat dilihat oleh calon pelanggan di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diprakarsasi oleh Puspa Novita Sari, S. Si, M.M. dengan tema “Pemanfaatan Marketplace sebagai Upaya Meningkatkan Penjualan Bisnis Online di Era New Normal”. Kegiatan ini diselenggarakan secara Webinar pada Sabtu, 18 Juli 2020 Pukul 10.00 WIB dengan peserta yakni pelaku bisnis baik yang sudah memiliki bisnis online maupun offline di wilayah Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan webinar ini menghadirkan Ellanariana Widayani, S.E. selaku Narasumber dan Arifin Dwi Susilo, S.H. selaku Moderator. Ellanariana Widayani, S.E. adalah pemilik usaha Grosir Hijab berlabel UNIQELLAHIJAB yang merupakan Star Seller di Shopee. Kegiatan ini diselenggarakan dalam 2 (dua) sesi yakni Sesi 1 dimana Narasumber memaparkan tren dan perkembangan marketplace di Indonesia sekaligus memperkenalkan beberapa marketplace yang bisa menjadi solusi atas pemasaran produk secara online. Sedangkan pada Sesi 2, peserta diajak langsung mempraktekkan penggunaan marketplace Shopee mulai dari membuat akun, posting produk yang akan dijual, tips memberikan caption yang menarik, hingga tips dan trik untuk menjadi Star Seller di Shopee.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapat ilmu dan masukan yang sangat bermanfaat. Seperti yang diungkapkan salah satu peserta pemilik usaha fashion pria @arjuna.cloth yang selama ini hanya memasarkan produknya melalui Instagram. Dengan webinar ini banyak tips yang bisa diperoleh bahwa menjual produk tidak hanya bisa dilakukan melalui social media, namun juga dapat dilakukan dengan menjual produk di marketplace agar dapat meningkatkan penjualan. Hal yang sama pun diungkapkan pemilik usaha toko pernak pernik homedecor di Kartasura yakni @keyz.gallery. Selama ini penjualan hanya dilakukan secara offline serta online di Instagram namun belum merambah ke marketplace. Melalui webinar ini pihaknya akan segera memasarkan produknya melalui marketplace agar produknya menjadi lebih dikenal dan dapat menjangkau target konsumen dengan penjualan yang lebih besar.

Sebagai penutup acara webinar, narasumber berpesan kepada para pelaku bisnis untuk selalu gigih dan pantang menyerah dalam menjalankan usahanya walaupun di tengah kesulitan selama pandemi Covid-19. Justru ini menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis dimana semenjak diberlakukannya social distancing banyak masyarakat enggan berbelanja keluar rumah sehingga lebih memilih untuk berbelanja secara online. Semoga dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memotivasi seluruh pelaku bisnis untuk dapat meningkatkan penjualannya dan terus berinovasi mengikuti perkembangan jaman. (Puspa N. S.)