Ekspos Hasil RPS: Mengintegrasikan OBE dalam Setiap Mata Kuliah

Bandungan, 26 Juni 2023 – Hari kedua Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kurikulum 2023 berbasis Outcome-Based Education (OBE) berlangsung intensif dengan serangkaian rapat komisi pada pagi dan siang hari. Sore ini, agenda berlanjut dengan rapat pleno yang mengekspos hasil penyusunan RPS per program studi oleh masing-masing koordinator program studi (Korprodi).

Acara yang diadakan di Ballroom Hotel Griya Persada ini diikuti oleh 59 dosen peserta workshop. Setiap Korprodi mempresentasikan hasil penyusunan RPS mereka, menekankan bagaimana mereka telah merumuskan tujuan dan capaian pembelajaran, strategi pendidikan, metode pembelajaran, prosedur penilaian, serta lingkungan/ekosistem pendidikan sesuai dengan pendekatan OBE.

Presentasi dari masing-masing dosen mengenai rumusan RPS sesuai dengan mata kuliah yang mereka ampu juga menjadi bagian penting dari rapat pleno ini. Setiap dosen menjelaskan secara detail bagaimana implementasi OBE dalam mata kuliah mereka akan mendukung pencapaian pembelajaran yang lebih efektif dan interaktif. Mereka berbagi kiat-kiat praktis dalam menyinkronkan kurikulum yang ada dengan prinsip-prinsip OBE, sehingga diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan yang relevan di tingkat global.

Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, SE, M.Si., Ak., CA., ACPA., pemateri utama dari UIN Sunan Kalijaga, turut hadir memberikan arahan dan masukan konstruktif selama sesi ekspos ini. “Kurikulum adalah jantung pendidikan, sehingga sukses tidaknya murid bergantung dari kualitas kurikulumnya,” ujar Prof. Misnen, menekankan pentingnya kualitas RPS yang disusun.

Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen dapat mengimplementasikan OBE secara menyeluruh dalam proses pembelajaran mereka, sehingga mampu mencetak lulusan yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.

Temu Ilmiah Regional Jawa Tengah 2024 Ditutup dengan Fieldtrip Inspiratif

Sukoharjo, 23 Juni 2024 – Hari ketiga dan terakhir dari Temu Ilmiah Regional (Temilreg) Jawa Tengah 2024 ditandai dengan agenda fieldtrip yang mengesankan ke tiga lokasi menarik: Kebun Raya Indrokilo, Pamedan Mangkunegaran, dan Masjid Sheikh Zayed Solo.

Kunjungan dimulai pukul 08.00 WIB di Kebun Raya Indrokilo, Boyolali. Peserta diberikan penjelasan mendetail tentang tujuh ikon kebun raya ini, termasuk Taman Paku yang menampilkan berbagai jenis tumbuhan paku yang langka, Lukisan Kolam dengan replika bahtera Nabi Nuh, dan Ecological House yang dilengkapi fasilitas EBU (Elektrolisis Banyu Udan) untuk mengolah air hujan menjadi air siap minum. Selain itu, mereka juga mengunjungi Gerbang Pasingsingan yang terinspirasi dari Chiang Kai Shek Memorial Hall di Taipei, Air Terjun Niagara, Taman Labirin, dan Taman Paku. Fasilitas sewa sepeda juga tersedia bagi peserta yang ingin berkeliling kebun raya.

Setelah itu, rombongan menuju Pamedan Mangkunegaran untuk menikmati Festival Kuliner Terbesar di Solo. Di sini, peserta dapat mencicipi berbagai kuliner dari banyak tenant dan menikmati pertunjukan musik yang meriah. Peserta diberi waktu bebas hingga pukul 15.00 WIB untuk berburu kuliner dan menikmati suasana festival.

Destinasi terakhir adalah Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, sebuah miniatur dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Di sini, peserta melaksanakan salat Ashar dan berkeliling masjid untuk mengagumi keindahan arsitekturnya yang megah. Fieldtrip ini menjadi penutup rangkaian agenda Temilreg 2024, memberikan pengalaman berharga dan pengetahuan baru kepada seluruh peserta.

Dengan kegiatan ini, Temilreg 2024 berhasil memberikan kombinasi antara pendidikan dan rekreasi, memperkaya wawasan peserta sekaligus menciptakan kenangan tak terlupakan.

Temu Ilmiah Regional Jawa Tengah 2024: Awarding Night Rayakan Puncak Prestasi

Sukoharjo, 22 Juni 2024 – Hari kedua Temu Ilmiah Regional Jawa Tengah 2024 mencapai puncaknya dengan digelarnya Awarding Night di Ruang Teater SBSN pukul 20.00 WIB. Malam penghargaan ini merupakan momen istimewa untuk memberikan apresiasi kepada peserta atas pencapaian mereka dalam tiga cabang lomba yang telah sukses dilaksanakan.

Acara Awarding Night dibuka dengan penampilan band yang sangat meriah, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kegembiraan. Antusiasme para peserta yang memperoleh penghargaan sangat tinggi, dan sorak sorai serta tepuk tangan meriah mewarnai setiap pengumuman pemenang. Penghargaan diberikan kepada para juara di setiap cabang lomba, menandai pencapaian mereka yang luar biasa.

Acara mencapai klimaks dengan pengumuman juara umum ajang bergengsi Temu Ilmiah Regional Jawa Tengah 2024. Trophy terbesar dan paling dinanti diserahkan oleh Presidium Nasional kepada Ketua Umum KSEI FEB UNDIP, disambut dengan sorakan dan tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin. Momen ini menjadi puncak dari rangkaian kompetisi yang penuh semangat dan dedikasi.

Di akhir sesi, semua KSEI yang hadir melakukan sesi foto bersama dengan membawa penghargaan yang mereka peroleh dengan sangat bangga. Foto bersama ini menandai akhir dari acara Awarding Night dan memberikan kenangan manis yang akan selalu diingat oleh para peserta.

kadin-surakarta

KADIN Surakarta Berikan Pandangan Penguatan Entrepreneurship untuk Redesain Kurikulum FEBI Berbasis OBE

FEBI News- Semarang, 25 Juni 2024 – Dalam upaya memperkuat konsep entrepreneurship dalam redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di FEBI UIN Raden Mas Said, KADIN Surakarta memberikan pandangan konstruktif sebagai salah satu stakeholder yang berperan penting. Dra Liesmianingsih, perwakilan dari Presidium KADIN Surakarta sebagai Ketua Komite Tetap Bidang Sosial, Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan, menyampaikan pandangan ini pada acara yang berlangsung di Griya Persada Bandungan Semarang.

Sebagai salah satu bagian dari stakeholders FEBI, KADIN Surakarta menekankan pentingnya integrasi konsep entrepreneurship dalam kurikulum baru yang sedang dirancang. Lies menyatakan bahwa, “Penguatan aspek entrepreneurship dalam kurikulum sangat krusial untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta menciptakan lapangan kerja baru.”

Pandangan ini sejalan dengan tujuan FEBI untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan yang tinggi. Dengan demikian, lulusan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan berkontribusi positif dalam perkembangan ekonomi dan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2024. Seluruh dosen FEBI, tenaga kependidikan, serta berbagai stakeholder terkait, termasuk perwakilan dunia kerja, profesional, dan lembaga lainnya, berpartisipasi dalam acara ini untuk merumuskan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) yang sesuai dengan prinsip-prinsip OBE.

Dengan integrasi pandangan dan masukan dari berbagai pihak, FEBI UIN Raden Mas Said berharap dapat menghasilkan kurikulum yang inovatif dan komprehensif, yang mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Prof. Misnen-ungkap-strategi-pengembangan-kurikulum-obe

Prof. Misnen Ardiansyah Ungkap Strategi Penerapan OBE dalam Workshop RPS Kurikulum 2023

Bandungan, 25 Juni 2024 – Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kurikulum 2023 berbasis Outcome-based Education (OBE) resmi dimulai dengan dihadiri oleh 59 dosen di Ballroom Hotel Griya Persada, Bandungan. Acara yang digelar malam ini menghadirkan Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, SE, M.Si., Ak., CA., ACPA. dari UIN Sunan Kalijaga sebagai pemateri utama.

Prof. Misnen memulai workshop dengan menekankan pentingnya kurikulum dalam dunia pendidikan. “Kurikulum adalah jantung pendidikan sehingga sukses tidaknya lembaga pendidikan bergantung dari kualitas kurikulumnya,” ujar Prof. Misnen. Beliau menjelaskan bahwa OBE adalah sistem pendidikan yang fokus pada pencapaian pembelajaran, di mana pendidikan tidak hanya berpusat pada materi yang harus diselesaikan namun juga pada outcome atau hasil belajar.

Kurikulum OBE menekankan keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, efektif, dan interaktif. Dengan demikian, para siswa dapat mengembangkan keterampilan baru yang mempersiapkan mereka untuk bersaing di tingkat global. Pendekatan OBE mempengaruhi seluruh proses pendidikan, mulai dari rancangan kurikulum, perumusan tujuan dan capaian pembelajaran, strategi pendidikan, metode pembelajaran, prosedur penilaian, hingga lingkungan pendidikan.

Prof. Misnen menjelaskan secara gamblang kiat-kiat menyinkronkan kurikulum yang sudah ada dengan kurikulum berbasis OBE. Beliau memberikan panduan praktis kepada para dosen tentang bagaimana mengimplementasikan metode ini dalam pembelajaran sehari-hari. “Penerapan OBE akan berpengaruh pada keseluruhan proses pendidikan, sehingga penting bagi kita untuk memahami dan menyelaraskan kurikulum yang ada dengan pendekatan ini,” tambahnya.

Workshop ini merupakan langkah penting bagi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan global. Dengan mengikuti workshop ini, para dosen diharapkan dapat mengadopsi metode OBE dalam pembelajaran mereka, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap dan kompeten di dunia kerja.

Workshop Penyusunan RPS Kurikulum 2023 Berbasis OBE Resmi Dibuka Oleh Wakil Rektor UIN Raden Mas Said

Bandungan, 25 Juni 2024 – Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kurikulum 2023 berbasis Outcome-based Education (OBE) resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag. Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Griya Persada, Bandungan, ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dan tenaga pengajar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta.

Workshop ini diawali dengan laporan dari Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, yang menyampaikan pencapaian luar biasa fakultas dalam pendaftaran UM-SPAN PTKIN. FEBI berhasil melampaui target awal pendaftaran, menjadikannya sebagai fakultas terfavorit di UIN Raden Mas Said Surakarta. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah menjadi prodi unggulan terfavorit di kedua jalur pendaftaran UM dan SPAN PTKIN.

Dr. Raden Lukman Fauroni, yang hadir mewakili Rektor UIN Raden Mas Said, Prof. Toto Suharto, M.Ag, memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari dua malam ini. Dalam sambutannya, Dr. Raden Lukman menekankan pentingnya penyusunan RPS yang berbasis OBE untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Workshop ini bertujuan untuk menyusun RPS yang efektif dan inovatif sesuai dengan Kurikulum 2023, dengan fokus pada pencapaian hasil belajar yang diinginkan. Para peserta akan mendapatkan bimbingan dan arahan dari pakar-pakar pendidikan terkait metode penyusunan RPS berbasis OBE. Selain itu, workshop ini juga menjadi ajang diskusi dan berbagi pengalaman antar tenaga pengajar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih baik dan relevan.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan, serta mencetak lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

Acara ini merupakan bagian dari komitmen FEBI untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman.

UIN Raden Mas Said Surakarta dan Parallaxnet LLC Tandatangani MoU untuk Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Surakarta, 25 Juni 2024 – Pada Selasa, 25 Juni 2024, di Kantor Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, berlangsung penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan Parallaxnet LLC. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Nota Kesepahaman ini mencakup berbagai bidang penting, antara lain pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program MBKM yang akan diterapkan meliputi penyediaan kesempatan magang dan praktik kerja, penelitian dan riset, proyek kemanusiaan, serta studi dan proyek independen. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk menjadi profesional yang kompeten di bidangnya.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag, dan CEO Parallaxnet LLC, Mazhar Durrani. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Toto Suharto menyatakan, “Kerjasama dengan Parallaxnet LLC ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di UIN Raden Mas Said Surakarta. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi mahasiswa kami.”

Mazhar Durrani, CEO Parallaxnet LLC, menambahkan, “Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan UIN Raden Mas Said Surakarta. Parallaxnet berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi melalui teknologi dan inovasi. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di era digital.”

Parallaxnet LLC adalah laboratorium R&D yang berfokus pada aplikasi dan layanan terdesentralisasi untuk meningkatkan kemampuan internet. Perusahaan ini juga merevolusi pendidikan dengan pendekatan pembelajaran praktis yang mempersiapkan tenaga kerja untuk menghadapi perubahan cepat dalam lanskap teknologi abad ke-21. Program-program Parallaxnet menggabungkan kursus teknologi dan bisnis untuk memberikan pemahaman holistik tentang dunia digital.

Dengan penandatanganan MoU ini, UIN Raden Mas Said Surakarta dan Parallaxnet LLC berharap dapat memperkuat hubungan antara dunia akademis dan industri, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Kesepakatan ini menandai awal dari berbagai kegiatan kolaboratif yang akan dilaksanakan di masa mendatang, termasuk program magang, penelitian bersama, dan proyek-proyek inovatif lainnya.

FEBI UIN Raden Mas Said dan Parallaxnet LLC Sepakati Kerjasama Strategis

Surakarta, 25 Juni 2024 – Bertempat di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta, telah berlangsung penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta dan Parallaxnet LLC. Acara ini diadakan bersamaan dengan Career Development Programme yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja pasca-yudisium.

Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, dan CEO Parallaxnet LLC, Mazhar Durrani, menandatangani perjanjian tersebut sebagai perwakilan dari masing-masing institusi.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini mencakup berbagai aspek penting, di antaranya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program MBKM yang akan diterapkan meliputi penyediaan kesempatan magang dan praktik kerja, penelitian dan riset, proyek kemanusiaan, serta studi dan proyek independen. Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi mahasiswa, memperkaya pengalaman belajar mereka, serta mempersiapkan mereka untuk menjadi profesional yang kompeten di bidangnya.

Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin dalam sambutannya menyatakan, “Kerjasama dengan Parallaxnet LLC ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi pengembangan pendidikan di FEBI, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia melalui berbagai program yang inovatif.”

Mazhar Durrani, CEO Parallaxnet LLC, menambahkan, “Kami sangat antusias dengan kerjasama ini. Parallaxnet berkomitmen untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia melalui teknologi dan inovasi. Kami percaya, kolaborasi ini akan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi perubahan cepat dalam lanskap teknologi abad ke-21.”

Dengan penandatanganan MoU ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan Parallaxnet LLC berharap dapat memperkuat hubungan antara dunia akademis dan industri, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Acara ini juga menandai awal dari berbagai kegiatan kolaboratif yang akan dilaksanakan di masa mendatang.

Career Development Programme FEBI UIN Raden Mas Said: Membangun Start-Up Islami di Era Digital

Career Development Programme FEBI UIN Raden Mas Said: Membangun Start-Up Islami di Era Digital

Surakarta, 25 Juni 2024 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar acara Career Development Programme yang bertempat di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini ditujukan untuk mahasiswa FEBI yang telah menyelesaikan proses yudisium, memberikan mereka bekal berharga untuk mengarungi dunia kerja dan menjadi alumni yang siap bersaing.

Mengusung tema “How to Build an Islamic Start-Up Business”, acara ini menjadi ajang penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendirikan bisnis start-up berbasis syariah. Acara ini juga menjadi momentum penting dengan adanya penandatanganan kontrak kerjasama (MoU) antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan Parallaxnet America. Kerjasama ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak, terutama dalam hal pengembangan pendidikan dan teknologi.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya acara ini sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia bisnis yang terus berkembang. Sambutan lanjutan disampaikan oleh Dr. Abdullah Faishol, M. Hum, selaku Wakil Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, yang menekankan dukungan penuh universitas dalam pengembangan karir mahasiswa.

Mazhar Durrani, CEO Parallaxnet USA, menjadi narasumber utama dalam acara ini. Beliau berbagi pengalaman dan wawasan berharga tentang dunia bisnis internasional. Parallax Network, sebagai laboratorium R&D yang fokus pada aplikasi dan layanan terdesentralisasi untuk meningkatkan kemampuan internet, juga berperan dalam merevolusi pendidikan melalui pendekatan pembelajaran praktis yang siap menghadapi perubahan cepat dalam lanskap teknologi abad ke-21.

Program-program yang ditawarkan Parallaxnet menggabungkan kursus teknologi dan bisnis, memberikan pemahaman holistik tentang dunia digital. Tujuan utama Parallaxnet adalah menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang mereka, memahami hubungan simbiosis antara teknologi dan bisnis, serta menciptakan individu yang inovatif dan berkemampuan lengkap yang siap membentuk masa depan dunia digital.

Dengan adanya acara Career Development Programme ini, diharapkan mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan inovasi dalam bisnis start-up berbasis syariah. Kerjasama dengan Parallaxnet juga diharapkan dapat terus berlanjut, membawa manfaat besar bagi pengembangan pendidikan dan teknologi di Indonesia.

Seluruh Dosen FEBI Siap rumuskan RPS Berbasis OBE: Wakil Dekan 1 FEBI Sampaikan Overview Urgensi Redesain Kurikulum

Semarang, 25 Juni 2024 – Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FEBI, Dr. Arif Muanas, M.Sc, menyampaikan brief overview mengenai pentingnya melakukan redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 25-27 Juni 2024, di Griya Persada Bandungan Semarang.

Dr. Arif Muanas menekankan bahwa redesain kurikulum berbasis OBE ini sangat penting untuk memastikan bahwa pembelajaran yang diberikan dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. “Penting bagi kita untuk terus berinovasi dan menyesuaikan kurikulum agar lulusan kita memiliki sikap dan kemampuan intelektual, penguasaan teknologi, serta kecakapan umum dan khusus yang dibutuhkan di era saat ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, setiap dosen pengampu mata kuliah akan merumuskan dokumen Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) dengan mengacu pada prinsip-prinsip OBE. Fokus utama adalah pada sikap dan kemampuan intelektual, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penerapan kecakapan umum dan kecakapan khusus yang akan dimiliki oleh mahasiswa.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen FEBI, tenaga kependidikan, serta para stakeholder terkait. Para stakeholder ini terdiri dari perwakilan dunia kerja, profesional, dan lembaga lainnya yang relevan, yang diharapkan dapat memberikan masukan berharga dalam proses penyusunan kurikulum ini.

“Dengan melibatkan berbagai pihak, kita berharap kurikulum yang dihasilkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” tambah Dr. Arif Muanas.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya FEBI untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.