Pastikan Validitas Kinerja, FEBI Gelar Pendampingan Pengisian LBKD

Pastikan Validitas Kinerja, FEBI Gelar Pendampingan Pengisian LBKD

SURAKARTA – Kualitas tata kelola akademik di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan melalui pendampingan teknis pelaporan kinerja tenaga pendidik. Agenda penting ini dilaksanakan pada Selasa (12/1/2026) di Aula Mangkunegaran lantai 1.

Kegiatan ini berfokus pada pengisian Laporan Beban Kerja Dosen atau LBKD melalui aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER). Sebagaimana diketahui, integrasi data nasional kini menjadi standar utama penilaian kinerja. Oleh karena itu, akurasi data dalam sistem sangat menentukan reputasi institusi.

Sinergi LPM dan Fakultas dalam Pengisian LBKD

Acara pendampingan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 1 FEBI, Dr. Arif Muanas, M.Sc. Beliau menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pelaporan setiap aktivitas akademik dosen. Selain itu, pendampingan langsung ini dinilai mampu meminimalisir kendala teknis sistem.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Hj. Hafidah, S.Ag., M.Ag, hadir memberikan arahan. Beliau didampingi oleh Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Dr. Nur Asiyah, S.S., M.A. Kehadiran tim ahli ini memberikan pendampingan bagi dosen dalam memproses data.

“Proses pengisian LBKD harus dilakukan dengan cermat agar sesuai dengan standar mutu nasional,” jelas Dr. Hafidah. Beliau menegaskan bahwa transparansi laporan adalah kunci akuntabilitas dosen. Ungkapan tersebut menggarisbawahi komitmen universitas dalam menjaga integritas data pengajaran.

Transformasi Digital Melalui Aplikasi SISTER

Implementasi Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) dalam pelaporan kinerja merupakan bagian dari transformasi digital. Melalui sistem ini, seluruh portofolio dosen dapat terpantau secara terintegrasi oleh kementerian. Meskipun demikian, transisi teknologi terkadang memerlukan panduan khusus bagi para penggunanya.

Transisi dari sistem manual ke digital ini menuntut kesiapan teknis yang kuat. Pendampingan ini pun dirancang untuk menjawab setiap kesulitan yang dihadapi dosen di lapangan. Maka dari itu, diskusi interaktif dilakukan selama sesi pengisian berlangsung secara langsung.

Setiap dokumen pendukung diunggah dan diverifikasi secara teliti oleh tim pendamping LPM. Langkah preventif ini diambil guna menghindari kegagalan sinkronisasi data pada akhir periode. Akhirnya, dosen mendapatkan kepastian bahwa laporan mereka telah memenuhi syarat yang ditentukan.

Menjaga Standar Mutu Pendidikan di FEBI

Komitmen FEBI terhadap penjaminan mutu tidak hanya berhenti pada tahap pengajaran di kelas. Pelaporan yang akuntabel merupakan cerminan dari profesionalisme seluruh sivitas akademika fakultas. Anda sebagai bagian dari masyarakat akademik tentu akan merasakan dampak positif dari keteraturan ini.

Selanjutnya, hasil laporan ini akan menjadi dasar evaluasi pengembangan karier dosen kedepannya. Layanan pendidikan yang berkualitas sangat bergantung pada tertibnya administrasi dari para pengajarnya. Oleh karena itu, sinergi antar unit kerja harus terus dipelihara dengan baik.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi sinkronisasi data massal yang dipandu oleh tim teknis. Setiap masukan dari peserta dicatat untuk bahan evaluasi perbaikan sistem di masa depan. Harapannya, FEBI terus menjadi pelopor dalam ketertiban administrasi akademik di lingkungan universitas.

FEBI UIN Surakarta Tambah SDM Unggul Melalui Doktor Baru

Perkuat Kualitas Akademik, FEBI Sambut Dr. Dita Andraeny Sebagai Doktor Baru

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Penambahan kualifikasi akademik dosen terus dilakukan guna memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa. Hal ini ditandai dengan selesainya Ujian Terbuka Promosi Doktor salah satu dosen terbaiknya.

Kabar bahagia ini datang dari Ibu Dr. Dita Andraeny, S.E., M.Si. Beliau telah resmi menyandang gelar Doktor di Bidang Ilmu Ekonomi Minat Akuntansi. Pendidikan tinggi tersebut ditempuh di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Prestasi ini tentu menjadi angin segar bagi penguatan riset di lingkungan fakultas.

Kontribusi Riset Strategis dalam Disertasi Doktor Baru

Penelitian mendalam telah dilakukan oleh Dr. Dita selama masa studinya. Disertasi yang disusun mengangkat tema efektivitas komite audit dan manajemen risiko. Selain itu, aspek karakteristik dewan komisaris serta struktur kepemilikan juga dibahas secara komprehensif. Fokus objek penelitiannya adalah perusahaan non-keuangan di Bursa Efek Indonesia.

Sidang promosi ini berlangsung di Ruang Aula Konimex, Gedung 4 FEB UNS pada lantai 3. Di hadapan dewan penguji, Dr. Dita berhasil mempertahankan argumen ilmiahnya dengan sangat meyakinkan. Sidang tersebut dipimpin oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua penguji.

“Gelar ini adalah awal untuk memberikan kontribusi riset yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Dr. Dita. Beliau menyatakan bahwa hasil penelitian ini dapat diaplikasikan pada tata kelola perusahaan modern. Ungkapan langsung ini mencerminkan dedikasi beliau sebagai akademisi yang visioner dan profesional.

Penguatan Mutu Akademik Melalui Pengawasan Tim Ahli

Kualitas disertasi ini telah diuji oleh para pakar ekonomi dan akuntansi yang sangat kredibel. Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D. bertindak sebagai sekretaris dalam ujian terbuka tersebut. Proses bimbingan juga didampingi oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. selaku promotor utama.

Dukungan teknis riset diberikan oleh Dr. Djuminah dan Ari Kuncara Widagdo, Ph.D. sebagai ko-promotor. Selain itu, penguji internal seperti Prof. Dr. E. Muhtar dan Dr. Evi Gantyowati turut hadir. Kehadiran Dr. Ratna Wijayanti dari ITB Widya Gama Lumajang memperkuat validitas eksternal riset ini.

Kehadiran lulusan S3 baru diharapkan mampu membawa warna baru dalam metode pembelajaran di kelas. Mahasiswa akan mendapatkan perspektif yang lebih mendalam mengenai pengendalian internal perusahaan secara praktis. Oleh karena itu, kurikulum berbasis riset terbaru akan segera diintegrasikan dalam materi perkuliahan.

Harapan Besar untuk Kemajuan Pendidikan Tinggi

Anda sebagai bagian dari sivitas akademika patut merasa bangga atas raihan prestasi ini. Keseriusan fakultas dalam membina Doktor akan berdampak pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Setiap langkah kecil dalam pengembangan SDM merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa.

Maka dari itu, apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada Dr. Dita atas perjuangan akademiknya. Semoga ilmu yang diraih dapat memberikan keberkahan bagi seluruh umat dan institusi. Semangat ini diharapkan menular kepada seluruh dosen muda lainnya di FEBI.

Akhirnya, momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya belajar sepanjang hayat bagi setiap orang. Prestasi akademik yang tinggi harus berbanding lurus dengan pengabdian kepada masyarakat. Mari kita dukung terus transformasi FEBI UIN Raden Mas Said menuju kampus unggul.

FEBI UIN Surakarta Gelar Finalisasi Review RPS 2026

Pastikan Kualitas Kuliah, FEBI UIN Surakarta Finalisasi Review RPS

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said terus berbenah demi kepuasan mahasiswa. Langkah ini dibuktikan melalui rapat koordinasi strategis pada Kamis (8/1/2026). Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, agenda utama yang dibahas adalah finalisasi Review RPS.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Arif Muanas, S.E., M.Sc.. Seluruh pimpinan jurusan hingga koordinator program studi hadir memberikan masukan. Hal tersebut menunjukkan keseriusan fakultas dalam menjamin mutu pembelajaran semester depan.

Sinergi Tim Ahli dalam Proses Review RPS

Kehadiran Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) menambah bobot profesionalisme dalam pertemuan tersebut. Proses Review RPS dilakukan untuk memastikan keselarasan materi kuliah dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dokumen pembelajaran harus disusun secara matang agar mahasiswa mendapatkan ilmu yang relevan.

Dr. Arif Muanas menekankan pentingnya standarisasi dokumen pengajaran bagi seluruh dosen, termasuk para CPNS. “Kita harus memastikan setiap capaian pembelajaran dapat terukur dengan jelas dan objektif,” tegas Dr. Arif. Ungkapan tersebut menggarisbawahi komitmen fakultas terhadap kualitas edukasi yang transparan.

Selain itu, keterlibatan aktif Sekretaris Jurusan sangat krusial dalam memverifikasi detail teknis setiap mata kuliah. Dokumen kurikulum dipastikan telah mengadopsi prinsip Outcome Based Education atau OBE. Dengan demikian, kualitas lulusan FEBI diharapkan semakin berdaya saing di level nasional maupun internasional.

Implementasi Taksonomi Bloom dalam Kurikulum Baru

Aspek kognitif mahasiswa menjadi perhatian utama dalam penyusunan instrumen pembelajaran semester genap ini. Penerapan Taksonomi Bloom disisipkan secara mendalam pada setiap jenjang materi perkuliahan yang dirancang. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tidak hanya menghafal, tetapi mampu menganalisis masalah ekonomi dengan tajam.

Selanjutnya, koordinasi dengan Sub Koordinator Akademik dilakukan guna memastikan jadwal kuliah berjalan sinkron. Sinkronisasi data ini sangat penting agar tidak terjadi kendala teknis saat perkuliahan dimulai. Transisi digital dalam pelaporan RPS juga terus diperkuat oleh tim GKM secara intensif.

Oleh karena itu, setiap dosen diwajibkan mengumpulkan dokumen yang telah direvisi tepat pada waktunya. Kepatuhan terhadap jadwal ini akan dipantau langsung oleh sistem penjaminan mutu fakultas. Dukungan dari seluruh elemen akademik menjadi energi positif bagi kemajuan bersama institusi ini.

Menuju Layanan Akademik Unggul dan Terintegrasi

Finalisasi persiapan ini mencerminkan dedikasi fakultas dalam menyambut kedatangan mahasiswa di semester baru. Setiap detail rencana pembelajaran dikaji ulang agar memberikan pengalaman belajar yang inspiratif dan bermakna. Anda sebagai bagian dari sivitas akademika tentu akan merasakan dampak positif dari perbaikan sistem ini.

Lebih lanjut, transparansi penilaian akan diutamakan dalam setiap proses belajar mengajar di kelas. Mahasiswa diberikan akses penuh untuk mengetahui target pembelajaran mereka sejak awal pertemuan pertama. Langkah ini diambil untuk membangun kepercayaan dan motivasi belajar yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa.

Akhirnya, rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga integritas akademik di lingkungan FEBI. Sinergi yang kuat antara pimpinan dan dosen menjadi kunci keberhasilan transformasi pendidikan ini. Mari kita sambut semester genap dengan optimisme dan semangat intelektual yang baru.

DSC00585

FEBI Borong Penghargaan di HAB ke-80 Kemenag RI

SURAKARTA – Semangat kebersamaan dan prestasi menyelimuti Ruang Theater, Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta pada Rabu (7/1/2026). Universitas menggelar Tasyakuran dan Panggung Penghargaan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI.

Acara megah ini dibuka secara resmi oleh Rektor, Prof. Dr. H. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. Kegiatan tersebut menjadi puncak dari rangkaian perayaan yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Berbagai perlombaan tradisional hingga kompetisi kreatif telah sukses dilaksanakan untuk mempererat kerukunan antarpegawai.

Dedikasi Akademik dalam Balutan Panggung Penghargaan

Puncak acara ini ditandai dengan penyerahan berbagai apresiasi kepada unit dan individu berprestasi. FEBI UIN Raden Mas Said tampil menonjol dengan menyabet berbagai kategori bergengsi dalam Panggung Penghargaan tersebut. Prestasi ini diraih berdasarkan evaluasi kinerja yang sangat ketat sepanjang tahun 2025.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dinobatkan sebagai fakultas dengan perolehan gelar Doktor terbanyak. Sebanyak 6 dosen FEBI lulus menjadi doktor. Hal ini membuktikan komitmen kuat dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia pendidik. Selain itu, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) juga mencatatkan rekor luar biasa.

MBS berhasil mengirimkan mahasiswa magang di DUDIKA-BUMN dengan jumlah terbanyak tahun lalu. Tidak ketinggalan, Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) turut mendapat apresiasi atas raihan akreditasi Unggul. Capaian ini menjadi kado istimewa bagi seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras.

Sinergi Riset International dan Prestasi Non-Akademik

Sisi keunggulan riset fakultas juga diakui di level yang lebih tinggi dan kompetitif. Dosen FEBI, Rina Hastuti, M.M., Ph.D., terpilih sebagai Reviewer Terbaik Emerald tahun 2025. Prestasi individu ini menunjukkan bahwa kualitas akademisi fakultas telah diakui secara global.

“Penghargaan ini adalah buah dari konsistensi kita dalam menjaga mutu akademik dan riset,” ujar Prof Ivan, Dekan FEBI. Beliau menambahkan bahwa setiap apresiasi harus menjadi pemacu semangat untuk tahun berikutnya. Komitmen fakultas tetap konsisten pada tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Sementara itu, keceriaan juga meluap dari lapangan olahraga melalui prestasi para pegawai FEBI. Kontingen fakultas sukses menyabet Juara 1 Voli Sarung dan Juara 1 Estafet Air. Selain itu, piala juga diraih pada kategori Lari Sarung Putra dan Sarung Putri. Kombinasi prestasi akademik dan non-akademik ini memperkuat identitas fakultas yang dinamis.

Dampak Nyata untuk Kemajuan Institusi

Setiap raihan prestasi ini diharapkan memberikan dampak psikologis yang positif bagi seluruh pegawai. Motivasi kerja pun diprediksi akan meningkat seiring dengan adanya apresiasi yang adil dari universitas. Partisipasi publik dalam mendukung setiap program FEBI juga sangat terasa maknanya.

Selanjutnya, keberhasilan ini akan dijadikan standar baru bagi pelaksanaan program kerja tahun 2026. Evaluasi terus dilakukan agar setiap unit mampu melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Semangat kompetisi yang sehat ini menjadi energi besar bagi kemajuan UIN Raden Mas Said.

Akhirnya, tasyakuran ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu menjaga kedamaian dan harmoni di lingkungan kampus hijau. Mari kita terus bersinergi demi mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkarakter.

WhatsApp Image 2026-01-07 at 14.13.31

FEBI UIN Surakarta Perkuat Mutu Akademik Melalui Evaluasi Dosen

SURAKARTA – Penjaminan mutu pendidikan menjadi prioritas utama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said. Memasuki semester genap 2026, fakultas ini memperketat sistem pengawasan kinerja pengajaran. Hal ini dilakukan demi memastikan standar layanan akademik tetap berada pada level tertinggi.

Pihak manajemen fakultas secara resmi mengoptimalkan peran Gugus Kendali Mutu (GKM) dalam proses pengawasan. Instrumen utama yang digunakan adalah hasil Evaluasi Dosen yang diisi langsung oleh para mahasiswa. Langkah ini merupakan bentuk transparansi fakultas dalam mengelola kualitas sumber daya manusia secara objektif.

Transparansi Kinerja Melalui Evaluasi Dosen dari Mahasiswa

Data hasil penilaian mahasiswa kini menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan di tingkat fakultas. Melalui portal digital, setiap aspek pengajaran dinilai secara mendalam oleh mahasiswa setiap akhir semester. Aspek yang dinilai meliputi kedisiplinan kehadiran hingga kejelasan dalam penyampaian materi di dalam kelas.

Mufti A. selaku perwakilan GKM menegaskan bahwa hasil penilaian tersebut akan ditindaklanjuti secara serius. “Kami mengevaluasi dosen berdasarkan distribusi kehadiran serta kepatuhan pada prosedur perkuliahan,” jelas Mufti. Ungkapan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan semester genap di Gedung Rektorat.

Selain itu, metode perkuliahan yang digunakan oleh para pengajar juga menjadi poin evaluasi yang kritikal. Hasil Evaluasi Dosen akan diolah menjadi laporan berkala untuk menjamin akuntabilitas setiap program studi. Maka dari itu, para dosen diminta untuk terus berinovasi dalam memberikan pengalaman belajar terbaik.

Digitalisasi Laporan Melalui Jurnal Perkuliahan GKM

Guna mendukung objektivitas penilaian, sistem Jurnal Perkuliahan kini dikelola secara lebih ketat melalui sistem digital. Jurnal tersebut wajib diisi oleh setiap dosen segera setelah aktivitas mengajar di kelas berakhir. Informasi dalam jurnal ini nantinya akan disinkronkan dengan data evaluasi dari perspektif mahasiswa.

Selain itu, integrasi data juga dilakukan dengan sistem penilaian BKD melalui aplikasi Sister milik kementerian. Dengan demikian, rekam jejak pengajaran dosen dapat terpantau secara langsung oleh sistem pusat dan pimpinan. Transformasi digital ini diharapkan mampu meminimalisir kesalahan administratif dalam pelaporan kinerja pengajar secara berkala.

Selanjutnya, hasil evaluasi ini akan digunakan sebagai dasar pemberian rekomendasi pengembangan kompetensi bagi tenaga pendidik. Dosen dengan penilaian tinggi akan mendapatkan apresiasi sebagai bentuk motivasi internal di lingkungan fakultas. Sebaliknya, pembinaan akan diberikan kepada mereka yang masih memerlukan perbaikan dalam metode pengajaran.

Komitmen Penjaminan Mutu Menuju Akreditasi Unggul

Upaya penguatan mutu melalui sistem evaluasi ini merupakan langkah strategis menyambut akreditasi tingkat internasional. Kepatuhan terhadap instrumen penilaian mencerminkan profesionalisme lembaga dalam melayani hak-hak akademik para mahasiswa. Sinergi antara GKM, dosen, dan mahasiswa menjadi kunci suksesnya sistem penjaminan mutu ini.

Oleh karena itu, partisipasi aktif mahasiswa dalam mengisi portal evaluasi sangat diharapkan oleh pihak dekanat. Suara mahasiswa dianggap sebagai masukan konstruktif demi perbaikan kualitas pendidikan di masa yang akan datang. Melalui sistem yang terukur, FEBI optimis dapat melahirkan lulusan yang kompetitif dan berintegritas tinggi.

Akhirnya, seluruh hasil pengawasan ini akan dilaporkan secara transparan kepada pimpinan universitas sebagai bahan audit. Komitmen ini membuktikan bahwa FEBI tidak pernah berhenti untuk terus bertransformasi menuju standar global. Kualitas pengajaran akan selalu menjadi napas utama dalam setiap derap langkah fakultas.

FBI00027....

Tingkatkan Kualitas Kuliah, FEBI Perketat Penggunaan Buku Ajar

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta membuat gebrakan baru. Perubahan besar ini diterapkan guna menyambut perkuliahan semester genap tahun akademik 2026. Fokus utama kebijakan ini terletak pada penguatan literasi dan standar dokumen akademik.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. secara resmi mencanangkan penggunaan Buku Ajar wajib. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan setiap mata kuliah memiliki referensi yang jelas. Mahasiswa kini diwajibkan membawa referensi fisik dan menulis materi secara aktif di kelas.

Standarisasi Mutu Melalui Kewajiban Buku Ajar

Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan rendahnya minat baca di kalangan akademisi. Dengan adanya Buku Ajar, proses transfer ilmu diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur dan efektif. Hal ini juga bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman antara dosen dan mahasiswa.

“Setiap mata kuliah harus memiliki referensi buku yang sangat jelas dan valid,” tegas Prof. Ivan. Beliau menyampaikan instruksi tersebut dalam rapat sosialisasi persiapan perkuliahan di gedung rektorat. Penggunaan referensi yang kredibel akan menjadi standar baru dalam setiap proses pembelajaran.

Selain itu, program ini didorong untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendalami literatur yang mendalam. Kebijakan ini juga disambut baik oleh para pengelola program studi di lingkungan FEBI.

Implementasi Kurikulum OBE dalam Rencana Pembelajaran

Selain buku, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) juga menjadi sorotan utama bagi pihak manajemen. RPS wajib disusun oleh dosen sebagai modal utama dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Dokumen ini nantinya akan dikumpulkan melalui sistem Gugus Kendali Mutu (GKM).

Penyusunan instrumen tersebut kini harus menerapkan konsep Outcome Based Education (OBE) secara penuh. Prinsip Taksonomi Bloom digunakan untuk memetakan kemampuan kognitif mahasiswa mulai dari tahap dasar. Maka dari itu, setiap pertemuan harus memiliki target capaian yang sangat terukur.

Selanjutnya, soal ujian akhir semester juga wajib mencantumkan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Format ini dirancang agar evaluasi belajar mahasiswa benar-benar berbasis pada kompetensi nyata. Keterkaitan antara materi dan soal ujian akan diawasi secara ketat oleh fakultas.

Transformasi Budaya Akademik di Lingkungan FEBI

Perubahan aturan ini menuntut adaptasi cepat dari seluruh civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa. Meskipun demikian, transformasi ini merupakan bagian dari upaya mempertahankan akreditasi unggul di tingkat nasional. Budaya menulis dan membaca kembali dihidupkan melalui instruksi tegas dari pimpinan fakultas.

Oleh karena itu, penyusunan RPS dijadwalkan secara serentak pada pertengahan bulan Januari ini. Seluruh perangkat pembelajaran harus sudah siap sebelum jadwal perkuliahan perdana dimulai secara resmi. Kesiapan ini menjadi bukti profesionalisme FEBI dalam menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas.

Akhirnya, keberhasilan kebijakan ini akan dipantau melalui jurnal perkuliahan harian yang diisi dosen. Mahasiswa juga diberikan hak untuk mengevaluasi kepatuhan prosedur perkuliahan melalui portal digital. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer akademik yang lebih kompetitif dan inspiratif.

WhatsApp Image 2026-01-07 at 14.09.38

Langkah Strategis FEBI UIN Raden Mas Said Menuju Standar International

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said terus berbenah. Mereka kini membidik pengakuan di level global secara serius. Hal ini terungkap dalam sosialisasi persiapan perkuliahan semester genap tahun 2026.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. menegaskan komitmen fakultas dalam meningkatkan daya saing. Beliau mencanangkan program unggulan berupa buku wajib mata kuliah. Selain itu, mahasiswa akan menjalani uji kompetensi profesional. Penguji uji kompetensi tersebut akan didatangkan dari pihak ketiga yang kredibel.

Akselerasi Mutu Menuju Akreditasi International ACQUIN

Persiapan matang terus dilakukan untuk menghadapi asesmen akreditasi dari lembaga ACQUIN. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas pendidikan di FEBI diakui secara International. Standar kurikulum pun mulai disesuaikan dengan kebutuhan pasar global.

Wakil Dekan 1, Arif Muanas, menjelaskan rencana strategis terkait konsorsium program studi. Sebanyak 99 mata kuliah akan dikelola secara lebih sistematis dan terukur. Integrasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.

“Langkah menuju akreditasi International ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada mahasiswa,” ungkap Arif. Beliau menambahkan bahwa proses ini memerlukan kolaborasi dari seluruh civitas akademika. Perubahan besar ini diyakini akan meningkatkan posisi tawar lulusan di dunia kerja.

Penguatan RPS Sebagai Instrumen Utama Akreditasi

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menjadi fokus utama pada pertengahan bulan ini. RPS tersebut dinilai sebagai instrumen vital dalam penilaian akreditasi lembaga luar negeri. Dokumen ini wajib disusun oleh setiap dosen sebelum memulai pengajaran.

Sistematika penilaian di dalam RPS harus mencakup implementasi Taksonomi Bloom secara utuh. Selain itu, soal ujian akhir semester nantinya harus mencantumkan capaian pembelajaran. Hal ini dilakukan agar setiap tahap pembelajaran dapat diukur secara akurat.

Maka dari itu, bimbingan teknis penyusunan RPS diselenggarakan bagi seluruh tenaga pendidik. Dokumen tersebut kemudian dikumpulkan secara terpusat melalui sistem Gugus Kendali Mutu. Kepatuhan terhadap prosedur ini menjadi modal utama dalam mengajar mahasiswa.

Transformasi Digital dan Evaluasi Berbasis Kompetensi

Aspek penilaian kinerja dosen juga mengalami transformasi yang cukup signifikan tahun ini. Sistem penilaian BKD kini telah diintegrasikan sepenuhnya menggunakan aplikasi Sister rujukan kementerian. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi serta akuntabilitas kinerja dosen.

Selanjutnya, evaluasi dari mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kelas. Mahasiswa dilibatkan langsung melalui pengisian portal evaluasi terkait penyampaian materi dosen. Kejelasan metode perkuliahan menjadi salah satu poin utama dalam penilaian tersebut.

Oleh karena itu, seluruh dosen diminta mengisi jurnal perkuliahan dengan sangat baik. Kedisiplinan ini akan berdampak pada pencapaian target mutu akademik tingkat fakultas. Sinergi ini diharapkan mampu membawa FEBI mencapai visi besarnya tahun ini.

31 Mahasiswa FEBI UIN Surakarta Dikukuhkan Sebagai Anggota Renjani

31 Mahasiswa FEBI UIN Surakarta Dikukuhkan Sebagai Anggota Renjani

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said kembali menorehkan prestasi. Sebanyak 31 mahasiswa terpilih resmi dikukuhkan sebagai Relawan Pajak untuk Negeri atau Renjani. Acara pengukuhan ini berlangsung khidmat pada Selasa (6/1/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II. Pelaksanaan acara dilakukan secara hybrid di kantor wilayah dan melalui daring. Kehadiran para relawan ini merupakan wujud pengesahan peran strategis mahasiswa. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran perpajakan masyarakat.

Kontribusi Nyata Mahasiswa Melalui Program Renjani

Keterlibatan mahasiswa FEBI dalam program ini bukan sekadar tugas akademik biasa. Program Renjani merupakan bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara. Para mahasiswa akan bertugas selama satu tahun penuh hingga Desember 2026.

Dokumen kerja sama antara Tax Center FEBI dan DJP telah disepakati. Hal ini mencerminkan sinergi kuat antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah. Mahasiswa akan terjun langsung memberikan edukasi perpajakan kepada para wajib pajak. Selain itu, mereka akan mendampingi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas. Masyarakat akan merasa terbantu dengan kehadiran para relawan yang kompeten. Oleh karena itu, persiapan matang telah dilakukan oleh pihak fakultas.

Profesionalisme Relawan dalam Pelayanan Publik

Pihak Kanwil DJP Jawa Tengah II menekankan pentingnya integritas bagi relawan. Sebagai mitra strategis, mahasiswa dituntut untuk bekerja secara profesional dan etis. Layanan yang diberikan harus berlandaskan pada semangat pelayanan publik yang tulus.

“Para relawan harus menjadi jembatan informasi yang akurat bagi masyarakat,” ujar perwakilan DJP. Ungkapan langsung tersebut menegaskan tanggung jawab besar yang dipikul oleh para mahasiswa. Integritas menjadi poin utama yang terus ditekankan selama masa penugasan.

Selanjutnya, program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah soft skills. Mereka akan belajar cara berkomunikasi dengan berbagai karakter wajib pajak. Pengalaman lapangan ini tentu akan sangat berharga bagi masa depan mereka. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik secara langsung.

Sinergi Berkelanjutan Demi Optimalisasi Penerimaan Negara

Sinergi antara akademisi dan praktisi pajak perlu terus dirawat secara berkelanjutan. Langkah ini sangat krusial untuk mendukung optimalisasi penerimaan negara setiap tahunnya. FEBI UIN Raden Mas Said berkomitmen untuk terus mendukung program ini.

Melalui pengukuhan ini, komitmen pembangunan kesadaran pajak semakin diperkuat oleh semua pihak. Dampak dari program ini akan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Kontribusi kecil dari para relawan akan bermuara pada kesejahteraan nasional yang lebih baik.

Akhirnya, keberhasilan program ini bergantung pada kerja keras kolektif seluruh elemen terkait. Anda sebagai bagian dari masyarakat juga dapat merasakan manfaat edukasi ini. Mari kita dukung langkah nyata para mahasiswa FEBI dalam membangun negeri.

foto serah terima RKAKL FEBI UIN Surakarta

FEBI UIN Surakarta Siap Akselerasi Program Lewat RKAK/L 2026

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta memulai langkah strategis tahun ini. Langkah ini ditandai dengan penyerahan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga atau RKAK/L 2026.

Acara penyerahan berlangsung khidmat di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat pada Senin (5/1/2026). Momentum ini menjadi pijakan penting bagi seluruh unit kerja. FEBI berkomitmen menyelaraskan program kerja dengan visi universitas.

Optimalisasi RKAK/L 2026 untuk Kemandirian Ekonomi

Dokumen RKAK/L 2026 diserahkan langsung kepada pimpinan fakultas dan unit lembaga. Kehadiran Dr. Musta’in Ahmad sebagai Kabiro AUPK baru membawa semangat segar. Beliau mengapresiasi budaya kerja cepat di lingkungan kampus hijau ini.

“UIN Surakarta memiliki tradisi bergerak cepat yang sangat luar biasa,” ujar Dr. Musta’in. Beliau menegaskan bahwa tradisi ini adalah senjata utama organisasi. Efisiensi anggaran akan menjadi fokus utama dalam implementasi program tahun ini.

RKAK/L 2026 diharapkan dapat dikelola dengan transparan dan akuntabel oleh FEBI. Hal ini selaras dengan upaya peningkatan kualitas layanan akademik. Transparansi anggaran menjadi kunci utama dalam mencapai target-target fakultas.

Lima Pilar Kebijakan Strategis Rektorat

Rektor UIN Surakarta, Prof. H. Toto Suharto, memaparkan lima arah kebijakan utama. Kebijakan pertama berfokus pada pengembangan kompetensi SDM dosen dan mahasiswa. Selanjutnya, penguatan kerja sama internasional menjadi prioritas untuk meningkatkan akreditasi.

Digitalisasi melalui strategi SATU DATA UINSAID juga menjadi perhatian serius. Selain itu, pengembangan pusat bisnis dan penataan aset turut ditekankan. Semua kebijakan ini dirancang untuk mewujudkan kampus yang mandiri.

“Lima kebijakan inilah yang akan menjadi fokus kita bersama,” tegas Prof. Toto. Beliau berharap UIN Surakarta mampu berdaya saing secara global. Sinergi antar lini sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan kolektif ini.

Implementasi Program Unggulan di Lingkup FEBI

FEBI secara aktif akan menerjemahkan lima kebijakan Rektor ke dalam program nyata. Pengembangan pusat bisnis akan menjadi keunggulan kompetitif bagi fakultas ini. Mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai proyek inovasi yang relevan.

Selain itu, digitalisasi layanan administrasi akan terus ditingkatkan secara berkala. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah akses informasi bagi seluruh civitas akademika. Semangat kolaborasi menjadi ruh dalam setiap pelaksanaan kegiatan di FEBI.

Partisipasi publik secara tidak langsung sangat memengaruhi keberhasilan program-program ini. Dukungan dari masyarakat dan orang tua mahasiswa menjadi energi tambahan. FEBI optimistis mampu melampaui target yang telah ditetapkan tahun ini.