Sinergi FEBI dan BSI Lewat MBKM Industri

FEBI Monitoring dan Evaluasi MBKM Industri di BSI Cabang Palur

Surakarta– FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) MBKM Industri pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini bertempat di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Palur sebagai bentuk komitmen terhadap mutu pendidikan. Tim evaluator yang hadir dipimpin oleh Dr. Zakky Fahma Aulia, MM., bersama Rahmawati Khoiriyah, M.E., dan Rizky Ayuningtyas Putri, M.E. Langkah ini diambil agar mahasiswa benar-benar mendapatkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja perbankan. Anda tentu menyadari bahwa terjun langsung ke industri merupakan kunci utama dalam mengasah kompetensi profesional mahasiswa. Koordinasi intensif dilakukan bersama pihak manajemen BSI untuk memastikan seluruh capaian pembelajaran berjalan optimal dan sesuai target.

Sinkronisasi Kompetensi dalam MBKM Industri

Diskusi difokuskan pada evaluasi kinerja mahasiswa serta kesesuaian aktivitas magang dengan kebutuhan praktis industri perbankan syariah. Pihak BSI memberikan masukan berharga mengenai peningkatan soft skills agar lulusan menjadi lebih adaptif dan responsif. “Kami ingin memastikan mahasiswa memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkap Dr. Zakky Fahma Aulia saat sesi diskusi. Harapannya, setiap hambatan yang ditemukan selama pelaksanaan program dapat segera diatasi melalui solusi yang konstruktif. Selain itu, masukan teknis dari praktisi sangat diperlukan untuk memperkaya wawasan akademik para peserta program magang. Sinergi ini dirancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga tangkas dalam praktik operasional.

Keberlanjutan Sinergi MBKM Industri bagi Masa Depan

Forum ini menjadi sarana refleksi bersama guna mempererat kolaborasi antara dunia perguruan tinggi dan sektor perbankan. Pihak BSI mengapresiasi kontribusi positif mahasiswa dalam membantu pelayanan harian di kantor cabang selama masa magang. Selanjutnya, hasil evaluasi ini akan dijadikan bahan rujukan untuk pengembangan kurikulum yang lebih berbasis pada kebutuhan industri. Melalui program ini, talenta muda yang kompeten dapat terjaring lebih awal oleh pihak industri keuangan syariah Indonesia. Implementasi program diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas dan daya saing lulusan di pasar tenaga kerja. Akhirnya, kerja sama strategis ini akan terus dilanjutkan demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih integratif dan profesional. Dengan demikian, visi fakultas untuk mencetak lulusan unggul dapat tercapai melalui kolaborasi yang semakin kuat dan berkelanjutan.

FEBI UIN Surakarta Siapkan Prodi Doktoral Ekonomi

Langkah Strategis FEBI UIN Surakarta Menuju Prodi Doktoral Ekonomi

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menyepakati rencana pembukaan Program Studi S3 Ekonomi Syariah pada Selasa, 7 April 2026. Keputusan besar ini diambil melalui Focus Group Discussion (FGD) intensif yang melibatkan seluruh jajaran pengelola prodi dan dosen ahli. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan publik terhadap pendidikan tinggi yang lebih fokus pada pengembangan teori ekonomi syariah. Oleh karena itu, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualifikasi doktor telah dipetakan secara matang untuk mendukung operasional program. Melalui inisiatif ini, institusi berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem akademik di Indonesia. Anda tentu bisa membayangkan betapa krusialnya kehadiran pakar-pakar baru dalam memperkuat identitas ekonomi Islam di masa depan.

Persiapan Matang Program Doktoral Ekonomi

Rencana pembukaan program Doktoral Ekonomi ini juga didukung oleh infrastruktur dan sarana prasarana yang sedang terus disempurnakan. Berbagai masukan strategis muncul dari para profesor mengenai penentuan konsentrasi studi, seperti industri halal dan kebijakan publik syariah. Hal ini dilakukan agar lulusan nantinya memiliki daya saing yang kuat saat berhadapan dengan alumni perguruan tinggi umum lainnya. “Program doktor ini harus berorientasi pada pengembangan teori sekaligus menjawab tantangan industri halal global,” ungkap Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.S.i. Sejalan dengan hal tersebut, kunjungan langsung atau benchmarking ke kampus-kampus besar seperti UNS dan UII segera direncanakan. Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun nantinya benar-benar memiliki keunggulan kompetitif yang berbeda.

Sinergi Akademik dalam Doktoral Ekonomi Syariah

Selanjutnya, distribusi dosen dan keberlanjutan proses pembelajaran menjadi aspek teknis yang sangat diperhatikan dalam diskusi tersebut. Kerja sama kolektif dari seluruh pelayan akademik fakultas sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi besar ini secara konsisten. Di sisi lain, potensi pasar yang besar dari lulusan magister menunjukkan bahwa minat melanjutkan studi ke jenjang S3 semakin meningkat. Akhirnya, seluruh rangkaian acara FGD ditutup secara resmi oleh Dr. Arif Muanas, M.Si. pada pukul 16.00 WIB dengan rasa optimisme yang tinggi. Kemudian, draf usulan program studi akan segera diajukan ke Kementerian Agama guna mendapatkan legalitas formal operasional. Harapannya, program Doktoral Ekonomi ini mampu melahirkan inovator-inovator handal yang mampu membawa ekonomi syariah Indonesia ke kancah internasional.

fgd febi uin surakarta

Langkah Strategis FEBI UIN Surakarta Menuju Pendirian Prodi Doktoral Ekonomi

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sedang mengukir sejarah baru. Sebuah langkah besar diambil melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) studi kelayakan. Agenda krusial ini dilaksanakan di Pendapi Mangkunegaran FEBI pada Senin, 6 April 2026. Fokus utama pertemuan ini adalah persiapan pembukaan program studi doktoral ekonomi syariah. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pakar ekonomi Islam di Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh tokoh kunci dengan visi yang selaras. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan standar kualitas pendidikan yang mumpuni.

Diskusi ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau memaparkan berbagai peluang dan tantangan dalam mendirikan prodi baru tersebut. Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh penting di lingkungan universitas dan para pakar. Prof. Dr. Usman Abu Bakar, MA, selaku tokoh senior turut memberikan masukan. Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Zainul Abbas, M.Ag, juga memberikan arahan strategis. Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Islah Gusmian, S.Ag., M.Ag., memberikan pandangan mengenai standar pascasarjana. Dukungan penuh pun diberikan oleh para senator serta jajaran Guru Besar FEBI. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan sumber daya manusia sudah sangat matang. Dokumen studi kelayakan diperiksa secara teliti oleh para ahli yang hadir.

Evaluasi Mendalam Persyaratan Program Doktoral Ekonomi

Persyaratan administratif dan akademik dibahas secara tuntas dalam sesi diskusi tersebut. Kelayakan tenaga pengajar menjadi poin utama yang disoroti oleh para senator universitas. Pasalnya, program doktoral memerlukan kualifikasi dosen yang memiliki reputasi riset global. “Pembukaan prodi ini adalah mandat untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah,” tutur Prof. Rahmawan Arifin. Beliau menegaskan bahwa arah dan fokus prodi harus ditentukan sejak awal. Oleh karena itu, kurikulum yang disusun harus relevan dengan tantangan zaman. Inovasi riset pun didorong agar mampu menembus jurnal bereputasi dunia. Calon mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang sangat eksklusif.

Selanjutnya, transisi pembahasan beralih pada pembentukan tim teknis penyusun proposal. Tim ini akan bertanggung jawab dalam proses pengajuan izin ke kementerian. Selain itu, infrastruktur riset pendukung mulai dipetakan kekuatannya oleh fakultas. Hal ini dilakukan agar riset mahasiswa memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Proses validasi data studi kelayakan dilakukan dengan melibatkan masukan dari para praktisi. Dengan demikian, profil lulusan yang dihasilkan akan sangat kompetitif di pasar kerja. Atmosfer akademik di Pendapi Mangkunegaran menambah kekhidmatan proses perencanaan besar ini.

Kontribusi Akademik bagi Pengembangan Ekonomi Islam

FEBI berkomitmen untuk menjadi pusat rujukan studi ekonomi Islam di tingkat nasional. Pendirian program pascasarjana ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap umat. Sejalan dengan itu, riset-riset inovatif akan lahir dari tangan para kandidat doktor nantinya. Dampaknya akan dirasakan langsung melalui kebijakan ekonomi yang lebih berkeadilan dan syar’i. Dukungan doa bagi kelancaran proses perizinan ini diharapkan mengalir dari masyarakat. Meskipun tantangan birokrasi cukup besar, tim pengembang tetap bekerja secara konsisten. Penyesuaian regulasi terbaru dari kementerian selalu dipantau dengan sangat saksama.

Di sisi lain, penguatan jejaring alumni juga menjadi bagian dari strategi pengembangan prodi. Masukan dari para guru besar digunakan sebagai landasan filosofis pembentukan visi misi. Komitmen ini diperkuat dengan penyediaan beasiswa riset bagi mahasiswa berprestasi ke depannya. Tata kelola program studi akan dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sinergi antara teori dan praktik akan menjadi ciri khas utama dari program ini. Pada akhirnya, keberhasilan ini adalah kemenangan bagi seluruh civitas akademika UIN Surakarta. Perjalanan menuju keunggulan akademik yang berkelanjutan harus dikawal secara bersama.

Menyongsong Era Baru Pendidikan Tinggi di Surakarta

Langkah awal ini merupakan bukti nyata dedikasi FEBI bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Persiapan yang matang akan membuahkan hasil yang maksimal di masa depan nanti. Setiap detail masukan dari para senator dicatat sebagai bahan perbaikan dokumen. Akhirnya, visi menjadi pusat studi ekonomi Islam dunia semakin mendekati kenyataan. Perkembangan informasi mengenai prodi baru ini dapat terus diikuti secara berkala. Kehadiran program tingkat lanjut ini akan membawa marwah baru bagi universitas. Setiap upaya yang dilakukan diharapkan mendapat keberkahan dan kemudahan. Masa depan ekonomi umat yang lebih gemilang dibangun melalui pendidikan berkualitas.

baznas

FEBI UIN Surakarta Perkuat Sinergi dengan BAZNAS Klaten

SOLO – Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan kelembagaan ke kantor BAZNAS Klaten pada Senin, 6 April 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari program industrial engagement untuk memperkuat ekosistem filantropi Islam melalui kolaborasi akademik dan praktisi. Kehadiran pimpinan prodi, Usnan, S.E.I., M.E.I. dan Betty Eliya Rokhmah, S.E., M.Sc., disambut langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Klaten. Melalui pertemuan ini, draf Nota Kesepahaman (MoU) mulai disusun guna memayungi program penelitian serta pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Anda tentu bisa melihat bagaimana kolaborasi ini akan menjadi jembatan penting bagi profesionalisme pengelolaan dana umat di masa depan.

Kolaborasi Strategis Bersama BAZNAS Klaten

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut melibatkan Wakil Ketua I, II, dan III dari pihak lembaga. Fokus utama pembicaraan diarahkan pada peningkatan kualitas lulusan melalui pengalaman praktis di lapangan. Sejalan dengan hal itu, skema penelitian bersama direncanakan untuk memotret dampak pendayagunaan zakat bagi warga Klaten. “Kerja sama ini diharapkan mampu mencetak praktisi zakat yang tidak hanya cerdas teori, tetapi juga tangkas lapangan,” ujar Usnan. Oleh karena itu, sinergi ini dirancang untuk memberikan ruang luas bagi mahasiswa dalam mempraktikkan ilmu manajerial mereka. Berbagai program magang pun akan segera disiapkan sebagai tindak lanjut nyata dari kunjungan ini.

Mahasiswa MAZAWA dan Inovasi Pengelolaan Zakat

Secara lebih luas, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi segar bagi inovasi distribusi di lembaga tersebut. Penguatan administrasi dan SDM menjadi salah satu poin yang akan didukung melalui kerja sama ini. Selain itu, sinkronisasi kurikulum kampus dengan kebutuhan industri filantropi menjadi target jangka panjang yang ingin dicapai. Rencana kerja sama ini dipandang sebagai solusi tepat untuk memperkecil celah antara kompetensi lulusan dan realitas kerja. Lebih lanjut, keberlanjutan program ini akan terus dipantau melalui evaluasi tahunan bersama pihak fakultas. Akhirnya, langkah awal di Klaten ini diproyeksikan menjadi model kolaborasi ideal bagi program studi zakat dan wakaf lainnya.

misi-harmoni-dunia-kepala-pkub-adib-abdushomad-pimpin-forum-international-di-febi-uin-surakarta

Misi Harmoni Dunia, Kepala PKUB Adib Abdushomad Pimpin Forum International di FEBI UIN Surakarta

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said sukses menggelar agenda akademik. Acara bertajuk International Student Discussion Forum 2025 ini menghadirkan tokoh penting nasional. Kepala Pusat Kerukunan Beragama (PKUB) Kemenag RI, Bapak M. Adib Abdushomad, Ph.D., hadir sebagai narasumber utama. Forum International ini mengusung tema besar mengenai harmoni kehidupan di negara-negara Muslim dan Indonesia. Anda akan diajak menyelami pentingnya pemahaman sosial dalam menjaga stabilitas komunitas global. Diskusi ini dirancang untuk membuka cakrawala mahasiswa mengenai toleransi yang substantif. Sinergi antara teori akademik dan pengalaman praktis beliau memberikan warna baru dalam ruang dialog.

Bapak Adib Abdushomad membagikan perjalanan intelektualnya yang sangat inspiratif kepada seluruh peserta. Beliau menceritakan pengalaman menempuh studi selama enam tahun di Flinders University, Australia. Kehidupan di luar negeri tersebut diakui telah membentuk karakter inklusif dalam dirinya. Pengalaman berharga ini kemudian diterapkan dalam mengelola institusi PKUB di bawah naungan Kementerian Agama. Melalui tangan dingin beliau, kerukunan antar komunitas agama di Indonesia terus dijaga dengan pendekatan dialogis. Transformasi sosial society understanding menjadi poin krusial yang dipaparkan secara gamblang. Mahasiswa diharapkan mampu menyerap semangat perdamaian yang dibawa oleh sang pakar.

Strategi Kepala PKUB Adib dalam Diplomasi International

Pentingnya peran individu dalam menciptakan keharmonisan sosial ditekankan sebagai fondasi utama. Bapak Adib menjelaskan bahwa kerukunan beragama merupakan hasil dari proses belajar yang panjang. “Pemahaman terhadap masyarakat sosial sangat berperan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tegas beliau. Selain itu, kebijakan strategis PKUB dalam menjalin hubungan lintas iman dipaparkan secara mendalam. Dalam lingkup International, model toleransi di Indonesia seringkali dijadikan rujukan bagi negara-negara lain. Keragaman suku dan agama di tanah air dipandang sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam merawat tenun kebangsaan ini.

Selanjutnya, suasana diskusi semakin hidup ketika sesi tanya jawab antar bangsa dimulai. Transisi pembahasan mengarah pada tantangan akulturasi budaya yang dihadapi oleh para mahasiswa asing. Mamudou Bah, mahasiswa asal Uganda, menanyakan tentang mekanisme integrasi agama dan budaya di Indonesia. Pertanyaan senada juga diajukan oleh Aliyu Yusuf yang berasal dari negara Nigeria. Mereka merasa takjub dengan keberagaman di Indonesia yang sangat berbeda dengan negara asal mereka. Jawaban diplomatis namun berisi diberikan oleh Bapak Adib untuk memuaskan rasa ingin tahu para peserta. Dialog ini membuktikan bahwa edukasi mampu meruntuhkan dinding pembatas antar bangsa.

Partisipasi Mahasiswa Global dan Masa Depan Inklusif

Kehadiran puluhan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa tinggi. Tercatat ada empat mahasiswa asal Filipina yang turut aktif memberikan kontribusi pemikiran mereka. Mahasiswa lokal juga tidak kalah semangat dalam mengeksplorasi isu-isu perdamaian dunia bersama narasumber. Setiap poin pembahasan dicatat dengan teliti sebagai bahan refleksi bagi pengembangan diri mereka. Pihak dekanat FEBI memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ilmiah berskala global seperti ini. Masa depan dunia yang damai diyakini dapat terwujud melalui tangan generasi yang terdidik. Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap paham radikalisme tetap harus diperkuat di lingkungan kampus.

Implementasi nilai-nilai kerukunan diharapkan tidak hanya berhenti di dalam ruang aula saja. Pesan harmoni dari Kepala PKUB ini harus disebarluaskan melalui media sosial dan tindakan nyata. Hubungan emosional yang terjalin antar mahasiswa mancanegara menjadi modal awal bagi jaringan profesional masa depan. Setiap perbedaan pendapat di dalam forum diselesaikan dengan adab dan rasa saling menghormati. Hal ini menunjukkan kematangan intelektual seluruh civitas akademika UIN Raden Mas Said Surakarta. Di sisi lain, peningkatan reputasi fakultas di tingkat global menjadi target yang semakin nyata. Program internasionalisasi ini akan terus dilanjutkan dengan mengundang tokoh-tokoh berpengaruh lainnya.

Memperkuat Fondasi Kerukunan Melalui Literasi Agama

Sebagai penutup, Bapak Adib Abdushomad mengajak seluruh audiens untuk menjadi agen perubahan yang positif. Literasi agama yang moderat harus terus dipelajari demi menghindari konflik yang tidak diinginkan. Akhirnya, sesi dokumentasi bersama menjadi penanda berakhirnya forum yang sangat berkesan tersebut. Kami mengajak Anda untuk tetap konsisten dalam mendukung gerakan perdamaian di manapun berada. Keberhasilan acara ini merupakan kemenangan bagi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Mari kita jadikan Indonesia sebagai kiblat harmoni bagi dunia internasional di masa depan. Cahaya ilmu dan kedamaian harus tetap bersinar dari sudut-sudut kampus kita tercinta.

ramavest-ramadhan

Ramavest 2026: Strategi Investasi Halal di Bulan Suci

SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda akbar. Acara bertajuk Ramavest ini menjadi oase literasi keuangan bagi generasi muda. Gedung Graha UIN Surakarta dipadati oleh ratusan peserta pada Rabu (11/03).

Kegiatan ini mengusung tema besar “Halal Investment, Ramadhan Achievement”. Melalui Ramavest, para peserta diajak memahami instrumen investasi yang sesuai syariat. Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEBI bertindak sebagai penyelenggara utama acara ini.

Edukasi Finansial Lewat Ramavest

Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB dengan suasana penuh antusiasme. Wakil Dekan 3 FEBI, Dr. Ika Yoga, M.M., memberikan sambutan pembukaan. Beliau menekankan pentingnya kemandirian finansial sejak usia dini bagi mahasiswa.

Tiga pemateri kompeten hadir membagikan ilmu berharga mereka. Habib Muhammad Al Habsyi mengulas investasi dari sisi spiritualitas. M. Wira Adi Brata selaku Kepala KP IDX Jateng 2 memaparkan regulasi pasar modal. Sementara itu, Wisnu Radityo Putro dari IPOT Solo memberikan simulasi praktis investasi.

Kehadiran delegasi KSPM se-Solo Raya menambah kemeriahan suasana diskusi. Tidak hanya mahasiswa, siswa-siswi SMA di sekitar kampus juga turut hadir. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab mengenai aset digital halal.

“Kegiatan Ramavest adalah langkah nyata kami dalam membumikan investasi syariah. Kami ingin para pemuda tidak hanya konsumtif saat bulan Ramadhan. Namun, mereka juga harus mampu merencanakan masa depan keuangan dengan bijak.” ujar M. Yusuf Wibowo Perkasa, pembimbing KSPM.

Kolaborasi Strategis untuk Literasi Syariah

Selanjutnya, materi mengenai saham syariah menjadi sorotan utama bagi peserta. Keuntungan investasi di akhirat dan dunia menjadi poin yang menarik. Oleh karena itu, diskusi berlangsung sangat interaktif hingga menjelang waktu berbuka.

Setiap peserta mendapatkan akses langsung ke platform investasi legal. Langkah ini bertujuan agar mereka bisa segera mempraktikkan ilmu didapat. Selain itu, kolaborasi dengan IDX Jateng 2 memperkuat kredibilitas acara.

Kemudian, FEBI berkomitmen terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Literasi keuangan syariah dianggap sebagai pilar ekonomi masa depan. Dengan demikian, diharapkan muncul investor-investor muda yang amanah dan cerdas.

Kesimpulannya, acara ini berhasil menyatukan semangat ibadah dan semangat berinvestasi. Ramavest menjadi bukti bahwa agama dan ekonomi bisa berjalan selaras. Masa depan finansial yang berkah dimulai dari pemahaman yang tepat.

kajian mahasiswa mbs febi

Regenerasi Ulama Muda, Mahasiswa FEBI UIN Surakarta Syiarkan Kajian Fiqih Empat Mazhab

SURAKARTA – Masjid Jami’ Ar-Rochili Surakarta menjadi saksi lahirnya intelektual muda Islam pada Senin malam. Ratusan jamaah memadati ruang utama untuk mengikuti Pengajian Umum Ramadhan 1447 Hijriah. Acara ini bukan sekadar rutinitas ibadah Tarawih biasa bagi warga lokal. Fokus utama malam itu terletak pada Kajian Fiqih bertema empat mazhab puasa. Pemaparannya disampaikan oleh Ust. Muhammad Andri Hanafi yang merupakan mahasiswa FEBI UIN Surakarta. Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) ini tampil dengan sangat meyakinkan. Anda akan merasakan kedalaman ilmu yang dibawakan oleh pemuda bersahaja asal Sumatra ini.

Kehadiran sosok akademisi muda ini membawa angin segar bagi dakwah di Surakarta. Materi yang disampaikan merujuk pada kitab Mizanul Kubro dan Rahmatul Ummah. Kedalaman literatur tersebut membuat argumen yang dibangun menjadi sangat kokoh dan ilmiah. Melalui pendekatan ushul fiqih, jamaah diajak memahami kerangka berpikir para imam mazhab. Hal ini menunjukkan bahwa institusi FEBI berhasil mencetak mahasiswa yang berintegritas tinggi. Pengetahuan hukum Islam tidak hanya dipelajari secara teoritis tetapi juga dipraktikkan.

Moderasi Beragama dalam Kajian Fiqih Empat Mazhab

Dalam sesi tersebut, perbedaan pendapat antara imam mazhab dijelaskan sebagai bentuk rahmat. Kajian Fiqih ini mengurai pandangan Hanafi, Maliki, Syafi’i, hingga Hanbali dengan sangat detail. Jamaah diberikan pemahaman tentang syarat wajib, rukun, hingga hal yang membatalkan puasa. Etika dalam menyikapi perbedaan pendapat menjadi poin penting yang ditekankan oleh Ust. Andri. Perbedaan dipandang sebagai kekayaan hukum Islam yang memudahkan umat dalam menjalankan ibadah. Nilai-nilai moderasi beragama disampaikan secara santun agar mudah diterima oleh masyarakat umum.

Ketelitian dalam memaparkan dalil didukung oleh latar belakang beliau sebagai penghafal Al-Qur’an. Hafalan 30 juz beliau telah diuji melalui ujian tasmi’ di bawah bimbingan pakar. Saat ini, pendidikan Qira’at Sab’ah juga sedang ditempuhnya di Pondok Pesantren setempat. Kombinasi antara pendidikan formal kampus dan kedalaman pesantren menciptakan karakter yang luar biasa. Oleh karena itu, penyampaian materi terasa sangat sistematis, terukur, dan penuh tanggung jawab. Kemampuan menulis dalam bahasa Arab juga menjadi nilai tambah bagi mahasiswa berprestasi ini.

Apresiasi Masyarakat terhadap Integritas Intelektual Muda

Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya warga yang tetap bertahan hingga akhir acara. Diskusi hangat pun berlanjut meski kajian resmi telah ditutup oleh moderator. Salah satu perwakilan takmir Masjid Jami’ Ar-Rochili memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya malam itu. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas kehadiran generasi muda yang mampu menguasai kitab mu’tabar,” ungkapnya. Beliau juga menambahkan bahwa penyampaian Ust. Andri sangat tenang, ilmiah, dan membumi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa FEBI memiliki adab yang luhur dalam berdakwah.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat merindukan sosok pemimpin muda yang berwawasan luas. Harapan besar diletakkan pada pundak generasi milenial untuk terus menjaga tradisi keilmuan. Perpaduan pola pikir akademik dan spiritualitas pesantren sangat dibutuhkan di era modern. Selanjutnya, program-program pemberdayaan umat akan terus didukung oleh pihak masjid dan kampus. Regenerasi ulama masa depan sedang dipersiapkan melalui tangan-tangan kreatif mahasiswa hebat seperti beliau. Semangat menuntut ilmu di tanah perantauan telah membuahkan hasil yang sangat manis.

Menjaga Tradisi Keilmuan Islam di Era Modern

Malam penuh cahaya di Masjid Ar-Rochili meninggalkan pesan mendalam bagi semua orang. Ilmu harus dijaga kedalamannya dan perbedaan harus dirawat dengan hikmah yang luas. Generasi muda Islam dipersiapkan untuk berdiri tegak menjaga warisan para ulama terdahulu. Integritas dan tanggung jawab ilmiah adalah modal utama dalam membimbing masyarakat luas. Langkah Ust. Andri merupakan bukti nyata keberhasilan pendidikan di lingkungan UIN Surakarta. Tradisi menulis dan membaca literatur klasik tetap dipertahankan di tengah arus digitalisasi.

Akhirnya, agenda rutin Ramadhan ini diharapkan menjadi pematik bagi gerakan keilmuan lainnya. Banyak hikmah yang dipetik oleh jamaah dari pemaparan materi puasa tersebut. Kesadaran kolektif untuk terus belajar agama secara mendalam semakin meningkat di lingkungan masjid. Kami mengajak Anda semua untuk terus mendukung lahirnya cendekiawan-cendekiawan muda berbakat. Mari kita jaga cahaya ilmu ini agar tetap bersinar di bumi Nusantara. Keberagaman mazhab adalah bukti keagungan syariat Islam yang berlaku sepanjang zaman. Dengan ilmu dan adab, masa depan umat Islam dipastikan akan semakin cerah.

pembinaat Intensif

Kawal Kelulusan Tepat Waktu, FEBI UIN Raden Mas Said Gelar Pembinaan Intensif

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said terus menunjukkan komitmen nyata. Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) baru saja menggelar agenda strategis bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula FEBI dengan melibatkan puluhan mahasiswa semester empat belas. Fokus utama acara ini adalah pemberian pendampingan secara intensif untuk menyelesaikan tugas akhir mereka. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada mahasiswa yang terhambat masalah birokrasi maupun teknis. Melalui forum ini, audiens diajak melihat betapa seriusnya fakultas dalam menjaga masa depan mahasiswanya. Sinergi antara dosen dan mahasiswa menjadi kunci utama dalam keberhasilan program akselerasi ini.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi AKS, Fitri Laela Wijayati, S.E., M.Si.. Beliau didampingi oleh Sekretaris Prodi, Wahyu Pramesti, M.Si., dalam memetakan kendala penelitian mahasiswa. Setiap hambatan mahasiswa didengarkan secara seksama untuk dicarikan jalan keluar yang paling efektif. Oleh karena itu, suasana diskusi yang interaktif sengaja dibangun demi kenyamanan para peserta. Pihak fakultas memahami bahwa masa akhir studi merupakan periode yang sangat krusial. Dukungan moral dan administratif pun diberikan secara penuh oleh seluruh jajaran pimpinan prodi.

Akselerasi Kelulusan Melalui Pendampingan Intensif Mahasiswa

Akselerasi penyelesaian studi menjadi target utama yang ingin dicapai melalui pertemuan rutin ini. Mahasiswa diberikan arahan mengenai validasi metodologi penelitian agar sesuai dengan standar akuntansi terbaru. Selain itu, sesi konsultasi singkat disediakan untuk membedah masalah pengumpulan data di lapangan. Program intensif ini dirancang untuk memangkas waktu revisi yang seringkali memakan waktu cukup lama. Dengan bimbingan yang tepat, kualitas karya ilmiah mahasiswa tetap terjaga meskipun dalam durasi singkat.

Strategi ini terbukti mampu membangkitkan kembali semangat juang para pejuang skripsi yang hampir menyerah. “Kami berkomitmen mendampingi mahasiswa hingga titik akhir masa studi mereka tercapai,” tegas Fitri Laela Wijayati. Beliau juga menambahkan bahwa rasio kelulusan tepat waktu merupakan indikator kinerja prodi yang penting. Oleh sebab itu, inovasi pelayanan akademik yang responsif terus dikembangkan secara berkelanjutan. Harapannya, seluruh peserta dapat segera mendaftarkan sidang munaqasyah dalam waktu dekat ini.

Dukungan Psikologis dan Teknis bagi Pejuang Skripsi

Selain kendala teknis, dukungan psikologis juga menjadi materi penting dalam pembinaan kali ini. Banyak mahasiswa merasa terbebani oleh ekspektasi besar dan batas waktu yang semakin menipis. Motivasi diberikan agar para peserta tetap optimistis menghadapi fase akhir perkuliahan mereka. Selanjutnya, hambatan non-teknis seperti komunikasi dengan dosen pembimbing turut dibahas secara tuntas. Solusi konkret ditawarkan oleh pihak prodi untuk memperlancar komunikasi dua arah tersebut. Langkah persuasif ini diambil agar mahasiswa merasa didukung sepenuhnya oleh institusi mereka sendiri.

Di sisi lain, mekanisme administratif kelulusan juga dijelaskan kembali secara mendalam oleh sekretaris prodi. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahan teknis saat mahasiswa mengurus berkas kelulusan. Prosedur pendaftaran sidang munaqasyah disederhanakan melalui sistem digital yang sudah terintegrasi dengan baik. Transisi menuju layanan yang lebih cepat dan transparan merupakan bagian dari visi besar fakultas. Pada akhirnya, keberhasilan mahasiswa adalah kebanggaan bagi seluruh civitas akademika FEBI UIN Raden Mas Said.

Komitmen Pelayanan Responsif Menuju Keunggulan Akademik

Program studi Akuntansi Syariah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Berbagai masukan dari peserta pembinaan dicatat sebagai bahan evaluasi perbaikan layanan ke depan. Hal tersebut menunjukkan bahwa prodi sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari mahasiswanya sendiri. Selain itu, monitoring terhadap progres bimbingan akan dilakukan secara rutin setiap minggunya. Penugasan dosen pendamping tambahan juga dipertimbangkan jika ditemukan kendala yang sangat kompleks. Keseriusan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga terhadap kepercayaan orang tua mahasiswa.

Sebagai penutup, kegiatan pembinaan ini diharapkan menjadi pemantik bagi prodi lain untuk melakukan hal serupa. Kelancaran proses akademik akan berdampak positif pada akreditasi program studi di masa depan. Mari kita dukung terus setiap langkah strategis yang diambil demi kemajuan pendidikan Islam. Dengan semangat kebersamaan, target kelulusan tepat waktu bukan lagi sekadar impian belaka bagi mahasiswa. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap menjadi garda terdepan dalam mencetak lulusan kompeten. Kualitas lulusan yang unggul akan menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan industri ekonomi syariah.

prodi paparkan rancangan kegiatan

Menuju Kampus Unggul Internasional, Semua Prodi FEBI UIN Surakarta Paparkan Rancangan Kegiatan Setahun Mendatang

MAGELANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta tancap gas memperkuat posisi di kancah global. Agenda sinkronisasi program kerja yang digelar di Balkondes Wringinputih, Magelang, menjadi panggung bagi seluruh program studi untuk berinovasi. Menuju Kampus Unggul Internasional, semua Prodi FEBI UIN Surakarta paparkan rancangan kegiatan dan target kinerja selama setahun mendatang dengan standar mutu yang kompetitif. Langkah ini diambil guna menyelaraskan visi fakultas dengan tantangan pendidikan tinggi di level dunia.

Seluruh jajaran pimpinan fakultas bersama pemangku kepentingan hadir untuk menyaksikan pemaparan rencana strategis ini secara langsung. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. menekankan bahwa sinkronisasi ini adalah titik tolak untuk mencapai target akreditasi internasional dan peningkatan daya saing lulusan. Setiap unit kerja diharapkan mampu menjalankan program yang telah disusun secara akuntabel dan transparan. Melalui sinergi yang kuat, FEBI optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi syariah dunia.

Ekspansi Kerja Sama Global dan Penguatan Riset Setiap Prodi

Dalam sesi pemaparan, Prodi Perbankan Syariah mengawali dengan rencana kolaborasi internasional bersama lembaga di Thailand dan Malaysia. Pengembangan SDM dosen melalui studi doktoral ke luar negeri juga menjadi prioritas utama untuk memperkuat kualifikasi akademik. Sementara itu, Prodi Ekonomi Syariah berfokus pada penguatan jejaring usaha dan rencana riset internasional hingga ke Uzbekistan. Upaya ini dilakukan agar setiap Prodi memiliki jangkauan akademik yang luas dan diakui oleh komunitas ilmiah internasional.

Di sisi lain, Prodi Akuntansi Syariah mulai menginisiasi pendirian laboratorium akuntansi digital guna mendukung praktikum mahasiswa yang modern. Sertifikasi kompetensi internasional bagi mahasiswa dan dosen juga menjadi target yang ingin dicapai dalam satu tahun ke depan. “Kita harus berani mengambil langkah besar dengan melibatkan praktisi internasional dalam kelas-kelas kita,” ujar salah satu pimpinan fakultas. Integrasi ilmu dan pengabdian masyarakat berbasis green finance akan menjadi pembeda utama kualitas akademik di fakultas ini.

Inovasi Digital dan Tata Kelola Menuju Standar Dunia

Transformasi juga terlihat pada rencana Prodi Bisnis Digital yang akan merombak kurikulum agar lebih futuristik dan adaptif. Penerapan kelas hybrid dengan dosen luar negeri serta penguatan etika kecerdasan buatan menjadi agenda unggulan mereka. Prodi Manajemen Bisnis Syariah pun tidak ketinggalan dengan menetapkan jadwal pendaftaran akreditasi LAMEMBA sebagai standar mutu nasional. Pengelolaan jurnal ilmiah menuju indeksasi Scopus terus dipacu oleh tim pengelola untuk meningkatkan peringkat universitas di kancah dunia.

Selanjutnya, Prodi MAZAWA menekankan pada penguatan jejaring kerja sama dengan lembaga filantropi Islam secara lebih terstruktur dan masif. Inisiasi jurnal baru dan pengembangan laboratorium spesifik diharapkan mampu menjadi pusat rujukan keilmuan zakat dan wakaf. Seluruh rencana ini akan didukung oleh sistem administrasi yang dikelola secara profesional oleh tenaga kependidikan. Dengan persiapan yang matang ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap melompat menjadi pusat keunggulan ekonomi Islam internasional.

Sinergi Kemahasiswaan dan Target Capaian Prestasi Global

Bidang kemahasiswaan setiap Prodi diarahkan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga berkarakter profesional. Program internship internasional dan student mobility akan menjadi agenda rutin yang ditawarkan kepada mahasiswa berprestasi. Strategi promosi kreatif juga mulai disusun untuk menarik minat calon mahasiswa potensial dari berbagai wilayah. Jaringan alumni akan terus diperkuat sebagai jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja di level internasional.

Menutup rangkaian agenda, evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan seluruh rencana kerja berjalan sesuai dengan roadmap universitas. “Target 1020 mahasiswa baru dan layanan prima adalah tanggung jawab kolektif kita semua,” tegas pimpinan dalam sesi penutup. Kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendampingan UMKM dan komunitas lokal tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pengabdian. Melalui semangat kolaborasi ini, FEBI yakin dapat mewujudkan visi Kampus Unggul Internasional dengan prestasi yang gemilang.

labuan bajo go digital

Pelatihan UMKM Menjadi Fokus PKM Dosen FEBI Bersama Kemenag Manggarai Barat

Labuan Bajo, 11 November 2025 — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Manggarai Barat. Program ini merupakan bagian dari Litapdimas (Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat) UIN Raden Mas Said Surakarta yang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat. Salah satu agenda utamanya adalah Pelatihan UMKM bagi pelaku usaha wisata di Labuan Bajo.

Pelatihan UMKM sebagai Penguatan Digital Ekonomi Lokal

Pelatihan UMKM ini diselenggarakan untuk memperkuat kemampuan digital pelaku usaha wisata yang tengah berkembang pesat di Labuan Bajo. Kegiatan berlangsung interaktif dan diikuti pemilik usaha kuliner, operator tur, pengelola homestay, hingga pedagang suvenir. Para peserta belajar mengenali tantangan digital dan memanfaatkan teknologi untuk penguatan usaha.

Pada sesi awal, peserta diarahkan memahami pentingnya pengelolaan Google Business Profile, teknik penulisan deskripsi layanan, serta strategi branding digital. Pelatihan UMKM ini juga menekankan praktik sederhana melalui fotografi produk dan konten visual. Banyak peserta langsung mempraktikkan teknik tersebut untuk memperbarui halaman bisnis mereka.

Koordinator Program Studi S1 Bisnis Digital, Puspa Novita Sari, menjelaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan kebutuhan riil UMKM. Ia mengatakan, “Pelatihan ini menjadi langkah awal pendampingan digital. Kami ingin UMKM mampu mengoptimalkan teknologi agar usaha mereka lebih adaptif dan kompetitif.”

Selain itu, kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari perwakilan Kemenag Manggarai Barat. Mereka menilai bahwa peningkatan kapasitas digital sangat dibutuhkan pelaku wisata. “Pelatihan seperti ini memberi dampak langsung. UMKM Labuan Bajo perlu dukungan konkret agar mampu bersaing di era wisata digital,” ujar perwakilan Kemenag.

Sinergi Berkelanjutan untuk Wisata Labuan Bajo

Dalam diskusi lanjutan, muncul rekomendasi pengembangan website pariwisata halal terintegrasi sebagai pusat informasi dan promosi UMKM. Usulan tersebut diterima dengan baik dan direncanakan sebagai tindak lanjut dari program PKM berikutnya.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi tanya jawab sekaligus pendampingan teknis. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi untuk program lanjutan, termasuk peluang magang mahasiswa FEBI dalam digitalisasi UMKM dan layanan publik.

Melalui kegiatan ini, dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, memperkuat ekosistem wisata, dan mendorong transformasi digital berbasis kolaborasi.