FGD Wisata Halal Labuan Bajo

FGD Wisata Halal Perkuat Strategi Digitalisasi UMKM Pariwisata Labuan Bajo

Labuan Bajo, 11 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan FGD Wisata Halal bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat strategi digitalisasi UMKM wisata di Labuan Bajo. Pertemuan berlangsung pada Selasa (11/11) di Kantor Kemenag Manggarai Barat.

Diskusi berjalan aktif dan membahas berbagai strategi penguatan ekosistem digital. Selain itu, peserta juga diajak memahami perilaku wisatawan modern yang semakin digital dan membutuhkan layanan cepat serta informatif. Melalui FGD Wisata Halal ini, FEBI menekankan bahwa transformasi digital tidak dapat ditunda oleh pelaku usaha wisata.

Dalam paparannya, tim FEBI menyoroti pentingnya literasi digital sebagai pondasi utama. “UMKM harus hadir secara digital. Google Business, media sosial, dan konten visual sangat menentukan minat wisatawan,” ujar Puspa Novita Sari dari FEBI UIN Surakarta. Penjelasan tersebut disambut baik oleh peserta yang mengikuti kegiatan ini secara antusias.

Selanjutnya, diskusi berkembang pada peluang wisata halal di Labuan Bajo. Pertumbuhan wisatawan Muslim dinilai membuka ruang layanan halal-friendly yang lebih profesional. Oleh karena itu, penguatan branding melalui kanal digital dinilai semakin penting. Dengan demikian, UMKM dapat memberikan informasi layanan secara lebih jelas dan menarik.

Sinergi untuk Bangun Ekosistem Digital dan Layanan Halal

Salah satu rekomendasi utama dari FGD Wisata Halal adalah pengembangan website pariwisata halal terintegrasi. Platform ini akan memuat direktori UMKM, peta tempat ibadah, informasi kuliner halal, serta paket wisata ramah Muslim. Selain itu, kalender kegiatan budaya dan keagamaan juga akan disiapkan untuk melengkapi kebutuhan wisatawan.

Perwakilan Kemenag Manggarai Barat menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. “Inisiatif ini sangat strategis. Sinergi antara kampus dan pemerintah daerah akan memperkuat layanan wisata dan membantu UMKM meningkatkan kualitas,” ungkapnya. Bentuk dukungan ini menjadi langkah awal kolaborasi lanjutan.

Kemudian, peserta FGD juga memberikan masukan terkait kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Sebagian besar UMKM membutuhkan bimbingan teknis dalam manajemen konten digital dan penyusunan profil usaha. Oleh karena itu, pendampingan menjadi salah satu rekomendasi penting dalam forum ini.

Komitmen Lanjutan untuk Penguatan Digitalisasi Wisata

Forum ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil FGD. Program pendampingan UMKM akan direncanakan dalam tahap berikutnya. Selain itu, kegiatan literasi digital berkelanjutan juga akan disusun untuk memperluas dampak kegiatan.

FEBI juga membuka peluang magang mahasiswa untuk mendukung program digitalisasi layanan publik di Manggarai Barat. Mahasiswa diharapkan dapat membantu proses branding dan pengelolaan media digital UMKM. Dengan langkah ini, manfaat kerja sama dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Melalui penyelenggaraan FGD Wisata Halal, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pariwisata halal yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi. Inisiatif ini diharapkan menciptakan model kerja sama yang berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata nasional.

Sinergi Pariwisata Halal FEBI UIN Surakarta

Sinergi Pariwisata Halal Perkuat Kolaborasi FEBI UIN Surakarta dan Kemenag Manggarai Barat

Labuan Bajo, 11 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menjalin kemitraan strategis dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Penandatanganan ini berlangsung di Kantor Kemenag Manggarai Barat dan menjadi langkah penting dalam memperkuat Sinergi Pariwisata Halal serta implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

MoA ini difokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur, pemberdayaan UMKM pelaku wisata, dan pengembangan pariwisata halal di Labuan Bajo. Sebagai destinasi super prioritas nasional, kawasan ini membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar pembangunan berjalan lebih inklusif. Melalui sinergi itu, kontribusi akademik diharapkan lebih terasa dalam penguatan layanan publik dan sektor wisata.

Untuk memperluas dampak kerja sama, FEBI UIN Surakarta juga menekankan peran riset terapan dan program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, hasil akademik tidak hanya berhenti pada tataran teoritis, tetapi hadir dalam manfaat sosial yang lebih nyata.

Dukungan Pemerintah Hadir untuk Sinergi Pariwisata Halal

Dalam sambutannya, Puspa Novita Sari, M.M., selaku Koordinator Program Studi S1 Bisnis Digital FEBI menyampaikan pentingnya keberlanjutan kerja sama. “Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi akan kami tindaklanjuti dengan pelatihan layanan publik digital, riset kolaboratif, pendampingan UMKM, dan program magang,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa manfaat akademik harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Fransiskus Xaverius Adi, S.Pd., Kepala Kantor Kemenag Manggarai Barat, menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi tersebut. “Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama. Kami percaya kemitraan ini akan memberi dampak positif bagi peningkatan layanan dan ekonomi masyarakat Manggarai Barat,” ujarnya.

Kerja sama ini dipandang sebagai model kolaborasi yang menghubungkan perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mengembangkan sektor wisata halal. Dengan pendekatan itu, penguatan nilai religius dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi.

Langkah Lanjutan Menuju Ekosistem Wisata Halal Berkelanjutan

Selain audiensi dan penandatanganan MoA, kegiatan ini dirangkai dengan program pengabdian masyarakat FEBI di Labuan Bajo. Kegiatan meliputi pendampingan digitalisasi UMKM, pemberdayaan pelaku wisata lokal, dan diskusi pengembangan destinasi halal.

Ke depan, kedua lembaga akan melaksanakan program lanjutan seperti pelatihan literasi digital, workshop branding wisata halal, riset bersama, serta pengembangan platform digital untuk promosi wisata daerah. Dengan berbagai langkah tersebut, Sinergi Pariwisata Halal diharapkan mampu memperkuat daya saing Labuan Bajo di pasar global.

Melalui kemitraan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmen untuk menghadirkan kontribusi keilmuan yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Strategi Bisnis UMKM Langsung dari Praktisi Rumah BUMN Solo

Mahasiswa Bisdig Belajar Strategi Bisnis UMKM di Rumah BUMN Solo

Penguatan Strategi Bisnis melalui Pembelajaran Lapangan

Surakarta, 6 November 2025 — Mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital UIN Raden Mas Said Surakarta mengikuti pelatihan kewirausahaan di Solo Technopark bersama Rumah BUMN Solo. Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran langsung mengenai Strategi Bisnis bagi UMKM dan peluang membangun usaha sejak dini. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diajak memahami dinamika lapangan dan proses pengembangan usaha yang relevan dengan tren digital.

Sesi ini dipandu oleh tim dosen pendamping, yaitu Puspa Novita Sari dan Raja Rizqi Apriandy. Kehadiran mereka memastikan proses pembelajaran berjalan terpadu dan aplikatif. Selain itu, pelatihan juga dirancang sebagai rangkaian dari kegiatan company visit industri.

Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator Program Studi Bisnis Digital. Ia menegaskan pentingnya pemahaman ekosistem UMKM dalam proses pembelajaran mahasiswa. Dalam sambutannya, beliau menyatakan, “Mahasiswa perlu melihat bagaimana usaha kecil berkembang. Rumah BUMN Solo memberi wawasan praktis tentang strategi yang dapat diterapkan mahasiswa ketika memulai bisnis,” jelasnya.

Wawasan UMKM dari Praktisi Rumah BUMN Solo

Materi inti disampaikan oleh Condro Rini, Koordinator Rumah BUMN Solo. Beliau memberikan penjelasan lengkap mengenai program pembinaan UMKM serta dukungan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Penjelasan tersebut mencakup pelatihan branding, pemasaran digital, manajemen keuangan, hingga mentoring intensif. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh gambaran terstruktur mengenai jalur pengembangan usaha.

Dalam pemaparannya, Ibu Condro Rini menekankan peran generasi muda dalam ekosistem UMKM. Ia menyampaikan, “Mahasiswa Bisnis Digital memiliki peluang besar untuk memulai usaha sejak dini. Rumah BUMN Solo membuka akses pelatihan dan pendampingan bagi mahasiswa yang ingin berkembang,” ungkapnya.

Selanjutnya, sesi diskusi berjalan sangat interaktif. Mahasiswa berdialog mengenai kesalahan umum dalam merintis usaha, strategi pemasaran yang efektif, dan tantangan UMKM di era digital. Mereka juga mempelajari Strategi Bisnis yang dapat diterapkan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar. Melalui proses ini, mahasiswa merasakan langsung bagaimana teori bertransformasi menjadi praktik.

Pelatihan ini sekaligus melengkapi rangkaian company visit mahasiswa di Shopee Indonesia. Dengan demikian, wawasan mereka menjadi lebih menyeluruh. Mahasiswa belajar bagaimana perusahaan besar beroperasi dan bagaimana UMKM memperkuat posisi mereka di pasar digital.

Pada akhir sesi, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan fasilitas Rumah BUMN Solo guna mengembangkan ide usaha mereka. Harapannya, mahasiswa semakin percaya diri membangun bisnis baru dan berkontribusi dalam ekonomi digital yang semakin berkembang.

kepala bei bank jateng memberikan apresiasi kepada FEBI UIN Surakarta atas inovasi pendidikan

Kepala BEI Solo Apresiasi Inovasi Program FEBI UIN Surakarta

Salatiga, 3 September 2025 – Kegiatan sinkronisasi program Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta bersama stakeholder menghadirkan momen penting. Dalam acara ini, Kepala BEI Solo apresiasi FEBI atas inovasi program yang dinilai selaras dengan perkembangan industri keuangan dan pasar modal syariah.

Kepala BEI Solo Apresiasi FEBI dalam Inovasi Program

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2, M. Wira Adibrata, menyampaikan pujian kepada FEBI. Menurutnya, FEBI telah menunjukkan peran nyata dalam membangun ekosistem keuangan syariah melalui pendidikan dan kolaborasi. “FEBI UIN Surakarta mampu mengintegrasikan pembelajaran akademis dengan pengalaman praktis. Inovasi ini akan memperkuat literasi pasar modal syariah di kalangan mahasiswa,” ujar Wira.

Lebih lanjut, Wira menekankan bahwa BEI siap memperluas kerja sama strategis dengan FEBI. Ia menilai mahasiswa FEBI memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam industri keuangan syariah. Dengan adanya inovasi program FEBI, mahasiswa dapat lebih terlibat dalam kegiatan pasar modal, baik melalui edukasi, riset, maupun praktik langsung.

FEBI Dorong Sinergi Stakeholder

Selain Kepala BEI Solo, kegiatan ini juga dihadiri stakeholder lain, termasuk BTN Syariah. Hadir pula Rektor UIN Surakarta, Prof. Toto Suharto, M.Ag., yang membuka acara dengan menekankan pentingnya sinkronisasi program fakultas. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., memimpin langsung jalannya review kinerja fakultas serta tindak lanjut perencanaan anggaran 2026.

Apresiasi Jadi Motivasi Baru

Apresiasi yang diberikan oleh Kepala BEI Solo kepada FEBI menjadi dorongan besar bagi fakultas untuk terus berinovasi. Dengan strategi kolaboratif, FEBI berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten di bidang keuangan syariah, pasar modal, dan ekonomi Islam secara lebih luas.

foto bersama peserta kegiatan sinkronisasi program bersama stakeholder febi uin surakarta

Sinkronisasi Program FEBI UIN Surakarta Bersama Stakeholder

Salatiga, 4 September 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar sinkronisasi program bersama stakeholder pada Rabu hingga Kamis, 3–4 September 2025, di Hotel Grand Sahid Salatiga. Agenda ini menjadi salah satu langkah penting dalam menyatukan visi akademik, memperkuat tata kelola, serta memperluas kolaborasi strategis dengan mitra eksternal.

Acara dibuka langsung oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk memastikan keselarasan program FEBI dengan arah pengembangan universitas secara keseluruhan. Menurutnya, sinergi akademisi dengan stakeholder eksternal, seperti industri keuangan syariah, akan memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kualitas lulusan.

Kolaborasi Akademik dan Industri

Kegiatan ini menghadirkan narasumber akademisi, Dr. Qi Mangku Bahjatulloh, Lc., M.Si. dari FEBI UIN Salatiga. Beliau membagikan pengalaman dalam mengelola program fakultas yang berorientasi pada keunggulan riset dan inovasi. Selain itu, stakeholder eksternal turut memberikan kontribusi. Hadir M. Wira Adibrata, Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2, yang menekankan pentingnya literasi pasar modal di kalangan mahasiswa. Sementara itu, Syaiful Amri, SE. dari BTN Syariah menyampaikan peluang besar kerja sama antara perbankan syariah dengan dunia akademik, khususnya dalam mendukung program inkubasi bisnis mahasiswa.

Review Perjanjian Kinerja dan Anggaran

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan review perjanjian kinerja FEBI tahun 2025. Diskusi berlangsung intensif, dengan fokus pada penyelarasan program yang sudah berjalan dengan target capaian fakultas. Selanjutnya, dilakukan pembahasan mengenai tindak lanjut hasil review anggaran yang akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun 2026. Proses ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., yang menekankan perlunya evaluasi menyeluruh demi efektivitas program ke depan.

Sidang Komisi dan Pleno

Pada hari kedua, agenda berlanjut dengan sidang komisi yang dibagi ke dalam tiga bidang: akademik, keuangan, serta kemahasiswaan. Sidang ini dipimpin oleh masing-masing Wakil Dekan dan menghasilkan rekomendasi strategis yang akan dijalankan fakultas. Puncaknya, kegiatan ditutup dengan sidang pleno yang dipimpin langsung oleh Prof. Rahmawan. Sidang pleno ini merumuskan kesepakatan akhir sebagai pedoman kerja bersama.

Komitmen FEBI ke Depan

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN RM Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, membangun jejaring dengan stakeholder, dan memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah. Sinkronisasi program tidak hanya memperkuat tata kelola internal, tetapi juga memastikan kontribusi FEBI dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Rektor UIN Surakarta memberikan arahan pada kegiatan sinkronisasi kegiatan fakultas bersama Stakeholder FEBI UIN Surakarta

Rektor UIN Surakarta Buka Sinkronisasi Program FEBI Bersama Stakeholder

Salatiga, 3 September 2025Rektor UIN Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., resmi membuka kegiatan sinkronisasi program FEBI UIN Surakarta bersama stakeholder yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Salatiga pada 3–4 September 2025.

Arahan Rektor UIN Surakarta

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa sinkronisasi program bukan sekadar agenda rutin. Menurutnya, forum ini penting untuk menyatukan langkah fakultas dengan visi besar universitas. “FEBI harus menjadi motor penggerak. Program akademik, riset, dan pengabdian masyarakat harus relevan dengan kebutuhan bangsa,” tegas Prof. Toto.

Selain itu, beliau mendorong kolaborasi erat dengan stakeholder seperti pasar modal, perbankan syariah, dan dunia industri. Dengan adanya kerja sama, FEBI diharapkan mampu melahirkan inovasi yang mendukung perkembangan ekonomi Islam.

Peran Strategis FEBI UIN Surakarta

Rektor menambahkan, sinkronisasi program FEBI juga penting untuk memperkuat peran fakultas dalam ekosistem UIN Surakarta. Menurutnya, kualitas lulusan harus diutamakan. “Mahasiswa FEBI harus unggul, santun, dan mahir berdigital. Itu hanya bisa dicapai melalui perencanaan yang matang serta sinergi antar pihak,” ujarnya.

Agenda Sinkronisasi Program FEBI

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan review perjanjian kinerja tahun 2025 serta tindak lanjut perbaikan anggaran 2026. Proses ini dipimpin Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si.. Selanjutnya, sidang komisi bidang bersama Wakil Dekan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang kemudian diputuskan dalam sidang pleno.

Komitmen Kolaborasi ke Depan

Melalui arahan Rektor, FEBI menegaskan komitmen untuk memperkuat sinkronisasi program dengan stakeholder. Dengan strategi kolaboratif, FEBI bertekad melahirkan lulusan yang relevan dengan tantangan zaman sekaligus berkontribusi pada pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

pbak-febi-uin-surakarta

PBAK FEBI UIN Surakarta 2025 Sambut 1.020 Mahasiswa Baru

Sukoharjo, 20 Agustus 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta resmi menyambut 1.020 mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Graha UIN Raden Mas Said dengan penuh semangat kebersamaan.

Sebagai bagian penting dari rangkaian PBAK FEBI Surakarta 2025, sesi kefakultasan disampaikan langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Arif Muanas, M.Sc. Dalam kesempatan tersebut, beliau memperkenalkan visi dan misi FEBI serta menjelaskan arah pengembangan akademik dan kelembagaan.

Selain itu, Dr. Arif juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan global. Menurutnya, mahasiswa FEBI tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai keislaman, etika, dan integritas.

Acara PBAK 2025 turut dihadiri pimpinan fakultas. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap mahasiswa baru agar lebih cepat beradaptasi dengan budaya akademik FEBI. Dengan demikian, mahasiswa dapat merasakan lingkungan belajar yang inklusif sejak awal perkuliahan.

Tagline “PBAK 2025: Menyatukan Langkah, Membangun Harmoni, Menebar Cinta” diangkat sebagai semangat bersama. Tagline ini mencerminkan kolaborasi, intelektualitas, dan spiritualitas yang menjadi pondasi FEBI dalam membentuk generasi unggul.

Selanjutnya, mahasiswa baru diharapkan mampu mengenal fakultas secara menyeluruh, membangun jejaring sosial, serta menyiapkan diri menjadi pemimpin muda dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam. Dengan bekal nilai akademik, kolaborasi, dan spiritualitas, FEBI optimis mahasiswa barunya dapat berkontribusi besar bagi masyarakat.


febi uin surakarta jalin kerjasama dengan IARCF hadirkan sertifikasi perencanaan keuangan syariah

FEBI UIN Surakarta Gandeng IARFC untuk Perkuat Kompetensi Dosen Perencanaan Keuangan Syariah

Sukoharjo, 20 Agustus 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kuliah umum berjudul “Pengantar Perencanaan Keuangan Syariah Menuju Sertifikasi Profesional bagi Dosen” pada Rabu, 20 Agustus 2025. Acara menghadirkan Dea Aryandhana Mulyana Haris, S.AB., M.E., QWP™, RIFA®, dosen Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif IARFC Indonesia.

Acara ini berlangsung di Aula Mangkunegaran FEBI dan dibuka oleh Wakil Dekan I FEBI, Dr. Arif Muannas, M.Sc.. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dosen sangat penting, terutama menghadapi dinamika ekonomi global.

Kerja Sama Strategis FEBI dengan IARFC Indonesia

Selain kuliah umum, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama antara IARFC Indonesia dan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Dea Aryandhana Mulyana Haris dan Dr. Arif Muannas, M.Sc. selaku perwakilan dekan.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk membuka akses sertifikasi internasional perencanaan keuangan syariah bagi dosen FEBI. Dengan demikian, para dosen dapat meningkatkan profesionalisme sekaligus memperluas kontribusi di bidang akademik maupun praktis.

Manfaat Sertifikasi Perencanaan Keuangan Syariah

Dalam materinya, Dea Aryandhana menjelaskan bahwa perencana keuangan syariah memiliki peran vital dalam membantu masyarakat mengelola keuangan sesuai prinsip Islam. Oleh karena itu, sertifikasi internasional yang ditawarkan IARFC memberi peluang dosen FEBI untuk berperan sebagai konsultan maupun praktisi keuangan syariah.

Harapan FEBI ke Depan

Melalui kerja sama ini, FEBI berharap dapat melahirkan dosen yang tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga mampu menjadi ahli perencanaan keuangan syariah yang diakui secara global. Kolaborasi dengan IARFC Indonesia diharapkan memperkuat posisi FEBI sebagai pusat keilmuan ekonomi Islam dan keuangan syariah.

rekor-muri-uin-surakarta-mahasiswa-asing-terbanyak

UIN Surakarta Raih Rekor MURI dengan Pendaftar Mahasiswa Asing Terbanyak

Sukoharjo, 19 Agustus 2025UIN Raden Mas Said Surakarta resmi meraih Rekor MURI sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan pendaftar mahasiswa asing terbanyak dari mancanegara. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026, tercatat sebanyak 1.470 calon mahasiswa asing dari 50 negara mendaftar ke UIN Surakarta melalui jalur daring sejak April 2025.

Rekor ini diumumkan dalam momentum peluncuran Dies Natalis ke-33 UIN Surakarta, Kamis (7/8/2025), di Kampus Kartasura, Sukoharjo. Rektor UIN Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag., menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti meningkatnya daya tarik kampus Islam negeri ini di tingkat global.

“Jumlah mahasiswa asing di perguruan tinggi negeri umumnya hanya berasal dari beberapa negara. Namun di UIN Surakarta, ada pendaftar dari 50 negara berbeda. Ini capaian luar biasa,” ungkap Prof. Toto.

Kuota Mahasiswa Asing dan Proses Seleksi

Meskipun jumlah pendaftar mencapai ribuan, tidak semua calon mahasiswa asing akan diterima. Hal ini karena UIN Surakarta tetap mengikuti ketentuan nasional, yakni kuota maksimal mahasiswa asing sebesar 5 persen dari total penerimaan mahasiswa baru. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat agar kualitas lulusan tetap terjaga.

Prestasi Global dan Identitas Keislaman

Rekor MURI ini menegaskan posisi UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai kampus keagamaan yang mendunia. Selain itu, pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan langkah strategis menuju glokalisasi pendidikan tinggi Islam.

Lebih lanjut, Prof. Toto juga berpesan agar mahasiswa UIN Surakarta, termasuk yang berasal dari mancanegara, tetap memegang teguh identitas keislaman sekalipun berkiprah di dunia internasional. “Unggul dalam ilmu, santun dalam interaksi, dan mahir digital adalah karakter yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Akhirnya, dengan prestasi ini, UIN Surakarta semakin memperkuat posisinya sebagai kampus Islam global yang diminati mahasiswa lokal maupun mahasiswa asing dari berbagai belahan dunia.

Baca juga: Sosialisasi Visi dan Metode Pembelajaran : Langkah Awal Dosen Baru FEBI

febi-uin-surakarta-dukung-gwpi

FEBI UIN Surakarta Dukung Gerakan Wakaf Pendidikan Islam

Surakarta, 16 Agustus 2025 — Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Kementerian Agama RI meluncurkan Gerakan Wakaf Pendidikan Islam. Acara ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pengenalan wakaf kepada masyarakat, terutama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Acara dibuka dengan sambutan Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. Ia menegaskan bahwa program ini penting untuk mengembangkan dana sosial keagamaan. Menurutnya, masih banyak mahasiswa PTKIN yang hidup di bawah garis kemiskinan, sementara jumlah penerima beasiswa masih terbatas. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi wakaf dapat menjadi solusi keberlanjutan pendidikan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua BWI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. Beliau menekankan bahwa potensi wakaf sangat besar. Jika zakat yang dikelola BSI saja mampu mencapai Rp760 miliar, maka wakaf seharusnya dapat menghimpun dana lebih besar lagi. Hal ini didukung dengan keberadaan 484 kantor BWI di seluruh Indonesia dan 61 bank syariah yang berstatus LKS PWU (Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang).

Gerakan ini kemudian secara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Ia mencontoh praktik wakaf di negara Muslim lain, yang bermula dari komunitas kecil namun berhasil membangun fasilitas pendidikan dan sosial. Menurutnya, dana abadi pendidikan berbasis wakaf dapat memperkuat pendanaan pendidikan Islam di Indonesia.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menilai gerakan ini sebagai peluang besar. Khususnya bagi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa), kegiatan ini sangat relevan dengan visi prodi dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang pengelolaan ziswaf.

Baca Juga: Prodi Mazawa Buka Peluang Kuliah Singkat bagi Praktisi Zakat Lewat Jalur RPL

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyatakan dukungan penuh fakultas. “FEBI melalui Prodi Mazawa siap memperkuat literasi, tata kelola, dan implementasi wakaf produktif. Kami yakin sinergi akademisi, regulator, dan lembaga pengelola wakaf dapat melahirkan SDM unggul sekaligus mengoptimalkan manfaat wakaf bagi umat,” ungkapnya.

Gerakan Wakaf Pendidikan Islam tidak hanya memperluas literasi wakaf, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi kampus. Prodi Mazawa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap menjadi bagian penting dalam gerakan nasional ini dengan menyiapkan SDM yang profesional, adaptif, dan berkontribusi langsung pada pengelolaan wakaf produktif di Indonesia.