Workshop Inkubasi Bisnis FEBI: Modal Nekat Jadi Peluang Nyata

Mahasiswa AKS dan ES Ikuti Workshop Inkubasi Bisnis : Modal Nekat Jadi Peluang Nyata

Surakarta, 30 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Workshop Inkubasi Bisnis di Aula Gedung A Lantai 1. Tema kegiatan adalah “The Rise of Gen Z Islamicpreneur sebagai Wadah Kreativitas, Inovasi, dan Berkelanjutan.”

Workshop menghadirkan Rabia Chaniago dari CV Chaniago Multi Kreatif. Ia membawakan materi berjudul “Berawal Modal Nekat Jadi Peluang Nyata.” Rabia berbagi pengalaman membangun usaha percetakan dan souvenir yang kini berkembang pesat.

Menurut Rabia, modal besar bukan jaminan sukses. Keberanian, kreativitas, dan konsistensi justru menjadi kunci utama. “Saya memulai usaha dengan modal terbatas, bahkan bisa dibilang nekat. Dari nekat itu lahir peluang nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membaca kebutuhan pasar. Bisnis percetakan souvenir selalu dibutuhkan dalam berbagai acara, baik skala kecil maupun besar. Dengan strategi tepat, usaha sederhana bisa berkembang menjadi profesional dan berdaya saing.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Mahasiswa antusias bertanya tentang strategi mengelola keterbatasan modal. Melalui workshop ini, FEBI berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk memulai usaha, meski dengan sumber daya terbatas.

Rabia juga menekankan pentingnya membaca kebutuhan pasar dan menghadirkan produk yang relevan. Bisnis percetakan souvenir, misalnya, memiliki potensi besar karena selalu dibutuhkan dalam berbagai acara, mulai dari skala kecil hingga besar. Dengan strategi yang tepat, usaha sederhana dapat berkembang menjadi lebih profesional dan berdaya saing.

Workshop Inkubasi Bisnis menjadi wujud komitmen FEBI dalam menumbuhkan generasi wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.

berharap mahasiswa semakin terinspirasi untuk mengembangkan ide bisnis yang kreatif, inovatif, dan strategis.

Mahasiswa MBS dan MAZAWA IKuti Workshop Inkubasi Bisnis : Gen Z Peluang Bisnis Kopi dari Hulu hingga Hilir

Surakarta, 30 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung A Lantai 1 dengan tema “The Rise of Gen Z Islamicpreneur sebagai Wadah Kreativitas, Inovasi, dan Berkelanjutan.”

Workshop menghadirkan Luke Hari Wibisono, S.E., M.T., Founder & Head Roaster Srivijava Coffee Roaster. Ia membawakan materi “Membedah Peluang Bisnis Kopi: Dari Kebun hingga Secangkir Profit.”

Dalam pemaparannya, Luke menjelaskan bahwa industri kopi sangat luas. Banyak titik masuk yang bisa digarap, mulai dari hulu hingga hilir. Ia menekankan kualitas sebagai kunci utama. Nilai itu dibangun dari setiap tahap rantai pasok, sejak dari kebun, pengolahan, hingga penyajian.

“Memahami proses dari kebun hingga cangkir memberikan nilai tambah yang besar untuk bisnis,” tegasnya. Menurutnya, industri kopi penuh gairah (passion). Namun, passion saja tidak cukup. Dibutuhkan model bisnis yang kuat agar usaha mampu bertahan.

Mahasiswa diajak melihat bukan hanya sebagai minuman. Lebih dari itu, kopi adalah ekosistem bisnis yang terus tumbuh dan melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga brand besar.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa antusias bertanya mengenai strategi membangun bisnis kopi yang berkelanjutan. Melalui workshop ini, FEBI berharap mahasiswa semakin terinspirasi untuk mengembangkan ide bisnis yang kreatif.

DEMA : Talkshow Sertifikasi Halal dalam Rangkaian Amerta Fest

DEMA FEBBI : Talkshow Sertifikasi Halal dalam Rangkaian Amerta Fest

Surakarta, 29 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menghadirkan kegiatan inspiratif melalui rangkaian Amerta Fest. Salah satu agenda penting adalah Talkshow Sertifikasi Halal yang digelar pada Senin, 29 September 2025 pukul 08.00 WIB di Gedung Graha UIN Raden Mas Said.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Mereka adalah KH. Sulhani Hermawan, S.Ag., M.Ag. selaku Ketua Lembaga Pusat Studi Halal UIN Surakarta, M. Azkal Abid, dan Anwar Mustaqim yang berpengalaman sebagai pendamping sertifikasi halal. Kehadiran ketiganya diharapkan memberi wawasan praktis dan strategis terkait sertifikasi halal.

Ada tiga pokok bahasan utama yang disampaikan. Pertama, pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kepercayaan konsumen sekaligus peningkatan daya saing produk. Kedua, penjelasan tentang proses dan regulasi sesuai Undang-Undang Jaminan Produk Halal yang sering dianggap rumit. Ketiga, peran pendampingan bagi UMK dan UMKM agar lebih mudah mengurus sertifikasi.

Melalui diskusi ini, peserta diajak memahami bahwa sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban agama. Sertifikasi juga menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi persaingan global. Produk bersertifikat halal lebih mudah diterima pasar, memiliki standar kualitas yang jelas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

Talkshow juga memberi ruang dialog interaktif. Mahasiswa, pelaku UMK, dan sivitas akademika dapat menyampaikan pertanyaan langsung mengenai tantangan di lapangan. Dengan begitu, kegiatan tidak hanya memberi teori, tetapi juga solusi nyata yang bisa diterapkan.

Dengan terselenggaranya Talkshow Sertifikasi Halal, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan komitmennya untuk mendukung ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing. Sertifikasi halal diharapkan mampu menjadi pintu bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

AKS, MBS, PBS, ES,BISDIG, MAZAWA

Relawan DEMA FEBI Adakan Gerbek (Gerakan Bersih Keraton) di Keraton kartasura

Sukoharjo, 28 September 2025 – Relawan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Gerbek (Gerakan Bersih Keraton) di Keraton Kartasura. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bersama DEMA FEBI.

Acara DEMA FEBI dibuka secara resmi dengan sambutan perwakilan keraton. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga peninggalan sejarah. “Sebagai seorang mahasiswa perlu memahami arti penting tentang nilai-nilai sejarah, khususnya di lingkungan UIN Raden Mas Said,” ungkap Bapak Suryo, juru kunci Keraton Kartasura.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow sejarah keraton. Peserta mendapat kisah-kisah menarik tentang peran keraton dalam perjalanan budaya dan peradaban Nusantara. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti pemotongan tumpeng dan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur.

Agenda utama berupa bersih-bersih area makam dilakukan secara khidmat. Aktivitas ini menjadi simbol penghormatan sekaligus upaya menjaga kesakralan lingkungan keraton.

Inti acara adalah membersihkan area makam keraton. Relawan bersama-sama menjaga kesakralan situs bersejarah tersebut dengan penuh penghormatan. Seluruh rangkaian ditutup dengan penyerahan simbolis dan pembubaran relawan.

Kegiatan DEMA FEBI ditutup dengan pembubaran relawan dalam suasana sederhana namun penuh makna. Gerakan Bersih Keraton menjadi aksi nyata menjaga kebersihan situs sejarah sekaligus cerminan semangat gotong royong mahasiswa untuk melestarikan budaya.

WhatsApp Image 2025-09-27 at 21.23.03 (1)

Dialog Moderasi Beragama Batch 2 dan Launching Pesmadin di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta

Surakarta, 27 September 2025 – PAKKIS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Dialog Moderasi Beragama Batch 2. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Pesmadin (Pesantren Mahasiswa Diniyah). Acara berlangsung di Graha UIN dengan tema “Merajut Persaudaraan dalam Keberagaman: Moderasi Agama sebagai Jalan Tengah.”

Acara dibuka pukul 08.30 WIB. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, beberapa tokoh menyampaikan sambutan. Ketua Panitia, Fairuz Adna Fika, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak. Koordinator PAKKIS FEBI 2025, Ichsanul Ibad Ali, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang pembinaan mahasiswa. Pembina PAKKIS sekaligus Pesmadin, Usnan, S.E.I., M.E.I., juga memberikan sambutan. Keynote speaker, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menekankan bahwa moderasi beragama adalah pilar penting dalam menghadapi masyarakat yang majemuk.

Memasuki inti acara, moderator Shaka Aulianto Wibowo memandu jalannya diskusi. Narasumber, Maulana Miftakhur Ridlo Al Arief, menyampaikan materi mengenai sikap Islam terhadap non-Muslim. Ia menjelaskan perbedaan kafir harbi, yaitu non-Muslim yang memusuhi Islam, dan kafir dzimmi, non-Muslim yang hidup damai dan wajib dilindungi haknya.

Maulana menegaskan, Al-Qur’an surat Al-Mumtahanah ayat 8 menjadi dasar sikap adil kepada non-Muslim yang tidak memusuhi umat Islam. Ia juga mengangkat teladan Rasulullah SAW dalam menjalin hubungan harmonis. Contohnya perlindungan dari Raja Najasyi di Habasyah serta dialog Rasul dengan kaum Nasrani Najran. Pesan utama dari materi ini adalah pentingnya tasamuh (toleransi) dan keadilan dalam kehidupan sosial.

Acara ditutup dengan doa bersama. Suasana khidmat menyertai akhir kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar, penuh kebersamaan, dan sarat nilai kebangsaan. Launching Pesmadin diharapkan menjadi langkah penting untuk penguatan keilmuan, spiritualitas, dan ukhuwah Islamiyah di kalangan mahasiswa FEBI.

WhatsApp Image 2025-09-26 at 20.20.11

FRESH Tawarkan Ajang Visioner Unjuk Gigi Inovasi Ekonomi Halal Digital

Sukoharjo, 26 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melalui Forum Ekonomi Syariah FRESH sukses menggelar puncak International Competition for Islamic Students (ICIS) 2.0 2025. Ajang ini menjadi wadah mahasiswa untuk menyalurkan ide-ide kreatif di bidang ekonomi syariah berbasis digital, transformasi halal economy, digitalisasi rantai nilai halal. Kompetisi juga memperkuat kapasitas akademik mahasiswa yang sejalan dengan visi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Kegiatan tersebut FRESH dimulai dengan Grand Opening. Peresmian dilakukan oleh Zulfa Fauziyah Az-Zahra, Presiden FRESH FEBI 2025. Pada sesi berikutnya hadir sesi presentasi karya dari 10 tim finalis. Masing-masing tim memaparkan esai dan poster dengan gagasan tentang penguatan rantai nilai halal berbasis digital.

Dibaca juga : Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta: Meriah, Edukatif, dan Penuh Kebersamaan

DisampingTema besar FRESH ICIS 2.0 2025 adalah “Transforming the Global Halal Value Chain with Digital Innovation and Sustainable Islamic Economy”. Tema ini mendorong mahasiswa menjawab tantangan ekonomi syariah di tengah arus digitalisasi. Tema ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan.

Penutupan dilakukan dengan dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Suasana penuh antusiasme mewarnai momen ini. Bagi peserta, ICIS 2.0 2025 bukan sekadar kompetisi. Kegiatan tersebut, Momentum ini, Rangkaian ICIS 2.0 2025, atau Ajang kompetisi ini menjadi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan wujud semangat mahasiswa untuk membangun ekonomi Islam yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

WhatsApp Image 2025-09-26 at 14.52.11

Gelar Evaluasi Asesmen Lapangan Program Studi Akuntansi dan Ekonomi Syariah

Sukoharjo, 26 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Evaluasi Asesmen Lapangan (AL) untuk Program Studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 26 September 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Gedung A Lantai 2 FEBI.

Evaluasi Asesmen Lapangan menjadi bagian penting dari upaya penjaminan mutu akademik. Kegiatan ini meninjau seluruh aspek program studi, termasuk kurikulum, metode pembelajaran, fasilitas, pengelolaan akademik, dan capaian mahasiswa. Setiap hasil evaluasi dianalisis untuk memastikan program studi tetap memberikan pendidikan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dibaca juga : Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta: Meriah, Edukatif, dan Penuh Kebersamaan

Selain menilai aspek akademik, evaluasi juga fokus pada peningkatan pelayanan dan pengalaman mahasiswa. Temuan dari kegiatan ini digunakan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Dengan begitu, Program Studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah dapat menjaga standar mutu yang tinggi dan menghasilkan lulusan profesional, berintegritas, serta siap berkontribusi di bidang ekonomi dan akuntansi syariah.

Kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

Pelaksanaan evaluasi ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat posisi kedua program studi sebagai pusat pendidikan unggulan. Kegiatan ini menegaskan komitmen FEBI dalam memberikan pendidikan yang bermutu, berkelanjutan, dan selalu berorientasi pada hasil terbaik.

WhatsApp Image 2025-09-27 at 20.05.03

HMPS MAZAWA Gelar Diskusi Filantropi Islam Bertema Socio Preneur 2025

Sukoharjo, 25 September 2025 — HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) Kabinet Kasyasih Bawera 2025 sukses menyelenggarakan Diskusi Public Islamic Philanthropy (DPIP) 2025 di Aula Gedung A Lantai 1 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan ini mengusung tema “SOCIO PRENEUR: Membangun Inovasi Sosial & Bisnis Berkelanjutan”. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai filantropi Islam, khususnya pengelolaan ZISWAF secara produktif. Selain itu, acara juga mendorong lahirnya model bisnis sosial yang kreatif dan inovatif.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh MC. Selanjutnya, diisi dengan tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan. Ketua Panitia, Muh. Fattan Alfarizky, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk mengasah ilmu, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang ekonomi Islam. Sambutan berikutnya datang dari Ketua Umum HMPS MAZAWA 2025, Numan Rafi, yang menegaskan pentingnya mahasiswa dalam melihat peluang pengelolaan ZISWAF untuk menjawab tantangan UMKM. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kaprodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Ibu Betty Eliya Rokhmah, S.E., M.Sc.

Memasuki inti acara, diskusi dipandu oleh moderator Arum Fitri Lestari. Dua narasumber inspiratif hadir. Narasumber pertama, Ibu Ning Karna Wijaya, S.E., M.Si. (Dosen FEBI UIN Raden Mas Said), menjelaskan konsep socio preneur. Ia juga memaparkan langkah membangun usaha sosial serta strategi keberlanjutan melalui zakat produktif dan wakaf. Sementara itu, narasumber kedua, Bapak Zaini Tafrikhan, S.Ag. (Branch Manager Dompet Dhuafa Jawa Tengah), berbagi pengalaman praktik pemberdayaan masyarakat melalui program-program Dompet Dhuafa. Salah satunya adalah Filantropreneur sebagai model pemberdayaan tanpa henti (No Exit Program).

WhatsApp Image 2025-09-26 at 18.57.01

Workshop Technology in Accounting Batch 2: Tingkatkan Keterampilan Akuntansi di Era Digital

Sukoharjo, 25 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Technology in Accounting Batch 2. Tema yang diangkat adalah “Level Up Your Accounting Skills: Integrating Technology For a Smarter Future”. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung A lantai 1. Peserta terdiri dari mahasiswa Akuntansi Syariah dan tamu undangan.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Umum HMPS Akuntansi Syariah, serta Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah, Ibu Fitri Laela Wijayanti, S.E., M.Si., Ak.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan teknologi akuntansi. Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri agar mampu bersaing di era digital.

Sesi utama menghadirkan demisioner Ketua Umum HMPS AKS 2023, yang kini berkarier sebagai Staff Accounting di PT. Cahaya Fortuna Sejati. Materi berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam akuntansi modern. Topik mencakup penggunaan software Accurate, penerapan sistem berbasis cloud, dan tantangan digitalisasi.

Peserta terlihat antusias saat sesi tanya jawab. Pertanyaan yang muncul berkisar pada penerapan digitalisasi akuntansi di UMKM hingga potensi kecerdasan buatan (AI) menggantikan peran akuntan. Diskusi ini memperlihatkan ketertarikan mahasiswa pada perkembangan teknologi akuntansi.

Workshop ditutup dengan penyerahan sertifikat, doa, dan sesi foto bersama. Acara berjalan lancar dari awal hingga akhir. Mahasiswa memperoleh wawasan baru tentang keterampilan digital dan pentingnya sertifikasi profesional. Keduanya menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

WhatsApp Image 2025-09-25 at 09.31.51

SEMA Hadirkan Parlemen Rekacipta : Mengasah Communication Skill dalam Organisasi

Sukoharjo, 25 September 2025 — Senat Mahasiswa (SEMA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menghadirkan program unggulan, Parlemen Rekacipta. Tahun ini, kegiatan difokuskan pada pelatihan Communication Skill dalam Organisasi.

Kemampuan komunikasi kini menjadi keterampilan dasar. Mahasiswa tidak hanya dituntut menyampaikan pendapat, tetapi juga harus mampu membangun kolaborasi dan solusi. Melihat kebutuhan tersebut, SEMA FEBI berkomitmen menyediakan ruang belajar yang relevan dengan tantangan zaman.

Pentingnya Komunikasi Bagi Mahasiswa

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Dekan II FEBI. Beliau menegaskan, komunikasi memiliki peran besar dalam membangun jejaring mahasiswa. Keterampilan ini bukan hanya berguna di masa kuliah, tetapi juga setelah lulus.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik berakar pada sikap kritis, empati, dan kejujuran. Dengan bekal ini, mahasiswa lebih siap menghadapi dinamika organisasi dan menemukan solusi nyata.

Sambutan juga diberikan oleh Ketua Umum SEMA FEBI. Ia menilai, pelatihan ini adalah bukti keseriusan organisasi dalam menyiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Komunikasi yang baik menentukan sejauh mana kita bisa membangun relasi, menyuarakan aspirasi, dan membawa perubahan,” ujarnya.

Materi dan Pemaparan Interaktif

Pelatihan menghadirkan Fadzlian Rizky Reinaldy sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman organisasi dan kapasitas akademiknya, ia berhasil menciptakan suasana yang interaktif.

Dalam paparannya, Fadzlian menekankan bahwa komunikasi bukan hanya berbicara di depan umum. Komunikasi juga berarti mendengarkan, memahami pesan, dan merespons dengan tepat.

Ia membagi materi menjadi tiga poin utama:

  1. Komunikasi efektif. Organisasi berjalan baik bila setiap anggota mampu menyampaikan gagasan dengan jelas. Pola komunikasi sehat membangun rasa percaya dan memperkuat solidaritas.
  2. Relasi lewat empati. Berbicara bukan hanya soal menyampaikan pesan. Pesan harus diterima dengan baik agar konflik bisa diminimalkan.
  3. Berpikir kritis. Ide yang didukung analisis tajam lebih mudah diterima. Komunikasi dengan argumen kritis terdengar meyakinkan sekaligus membuka ruang solusi.

Refleksi dan Penutup

Peserta diajak memahami bahwa organisasi tidak cukup hanya dengan semangat. Diperlukan komunikasi yang solutif dan terarah. Bukan sekadar bersuara, tetapi berbicara dengan isi, arah, dan empati.

Acara ditutup dengan refleksi bersama. Mahasiswa menyadari bahwa komunikasi adalah keterampilan yang harus terus diasah. Dengan komunikasi yang baik, organisasi akan menjadi ruang tumbuh. Tempat gagasan bernyawa, relasi diperkuat, dan solusi lahir untuk kemajuan bersama.