WhatsApp Image 2026-04-06 at 16.03.49 (1)www

Yudha Mei Lukmana Kenalkan INAmikro dalam Workshop Inkubasi FEBI

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis.

Kegiatan ini mengusung tema “Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif.”

Workshop dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026.

Aula SBSN Lantai 1 menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Inkubasi bisnis mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami strategi membangun usaha yang berkelanjutan.

Selain itu, workshop juga menjadi ruang belajar bagi calon entrepreneur muda.

Peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi diskusi dan pemaparan materi.

Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis mahasiswa di lingkungan kampus dapat berjalan lebih sistematis.

Di sisi lain, kegiatan ini memperlihatkan komitmen FEBI dalam menumbuhkan budaya kewirausahaan.

Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide bisnis yang inovatif.

Selain itu, mereka juga didorong memahami tantangan dunia usaha sejak dini.

Inkubasi Bisnis melalui Program INAmikro

Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Udha Mei Lukmana.

Ia merupakan perwakilan dari PT MikroBisnis Digital Sejahtera.

Perusahaan tersebut dikenal melalui program inovasi JAKmikro.

Dalam pemaparannya, Udha memperkenalkan program INAmikro kepada peserta.

Program ini merupakan singkatan dari Indonesia Mikro.

INAmikro dirancang sebagai program pendampingan bagi pelaku usaha mikro di Indonesia.

Melalui program tersebut, pelaku usaha diberikan edukasi dan bimbingan bisnis.

Dengan demikian, usaha mikro dapat berkembang secara bertahap.

Selain itu, pendekatan Inkubasi juga diterapkan dalam proses pendampingan tersebut.

“INAmikro hadir untuk membantu pengusaha mikro berkembang dan naik kelas,” ujar Udha Mei Lukmana.

Ia menambahkan bahwa banyak pelaku usaha mikro memiliki potensi besar.

Namun demikian, potensi tersebut sering belum didukung sistem bisnis yang kuat.

Karena itu, program Inkubasi dan pendampingan menjadi sangat penting.

Mendorong Mahasiswa Memahami Ekosistem Inkubasi

Materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa.

Peserta tidak hanya memahami teori bisnis.

Sebaliknya, mereka juga belajar tentang realitas pengembangan usaha mikro.

Selain itu, diskusi interaktif juga dilakukan sepanjang sesi kegiatan.

Mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi bisnis.

Dengan demikian, wawasan kewirausahaan mahasiswa semakin berkembang.

Pada saat yang sama, konsep Inkubasi bisnis semakin dipahami secara praktis.

Program INAmikro menjadi contoh nyata penerapan pendampingan usaha.

Melalui pendekatan tersebut, usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil menengah.

Oleh sebab itu, mahasiswa diajak melihat peluang besar di sektor UMKM.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri.

Dengan adanya workshop ini, semangat kewirausahaan di lingkungan FEBI semakin tumbuh.

Pada akhirnya, Inkubasi bisnis diharapkan mampu melahirkan lebih banyak startup mahasiswa.

Melalui langkah tersebut, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong lahirnya entrepreneur muda yang inovatif.

WhatsApp Image 2026-04-06 at 16.02.07 (1)

Marcellino Radiktya Kesdu Bagikan Strategi Inkubasi untuk Mencetak CEO Muda

FEBI News Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mendorong lahirnya entrepreneur muda melalui kegiatan Workshop Inkubasi Bisnis.

Kegiatan bertajuk “Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif” ini digelar pada Senin, 6 April 2026.

Workshop diselenggarakan di Aula SBSN Lantai 1 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Program ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat ekosistem Inkubasi bagi mahasiswa.

Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mempercepat pertumbuhan startup mahasiswa berbasis inovasi.

Mahasiswa dari berbagai program studi tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan pemaparan materi.

Atmosfer ruang aula terasa hidup sejak kegiatan dibuka.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami konsep dasar pengembangan bisnis secara sistematis.

Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis mahasiswa dapat berjalan lebih terarah dan terukur.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga didorong untuk berani mengembangkan ide bisnis kreatif sejak bangku kuliah.

Inkubasi sebagai Strategi Penguatan Startup Mahasiswa

Sebagai narasumber utama, hadir Marcellino Radiktya Kesdu.

Ia dikenal sebagai Co-Founder dan CMO MR EPPLE.

Dalam sesi pemaparan, Marcellino menjelaskan pentingnya struktur dasar bisnis bagi startup mahasiswa.

Menurutnya, banyak ide bisnis gagal berkembang karena tidak memiliki fondasi yang jelas.

Materi utama yang disampaikan adalah konsep Struktur 4 Kaki Meja sebagai struktur dasar bisnis.

Konsep ini membantu mahasiswa memahami elemen penting dalam menjalankan usaha.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada fungsi Business Model Canvas (BMC).

BMC dijelaskan sebagai alat strategis untuk memetakan model bisnis secara sederhana.

“BMC membantu kita memetakan bisnis secara jelas dan terstruktur,” ujar Marcellino.

Ia menambahkan bahwa perencanaan bisnis akan menjadi lebih mudah dengan pendekatan tersebut.

Lebih lanjut, konsep ini juga membantu menemukan kelemahan bisnis sejak awal.

Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Tidak hanya itu, komunikasi dengan stakeholder juga menjadi lebih mudah dilakukan.

Karena itu, strategi Inkubasi bisnis mahasiswa perlu didukung dengan pemahaman BMC yang kuat.

Mendorong Ekosistem Inkubasi dan Inovasi Mahasiswa

Workshop ini tidak sekadar memberikan materi teoritis.

Sebaliknya, mahasiswa diajak berpikir kritis terhadap model bisnis mereka.

Diskusi interaktif juga dilakukan sepanjang sesi kegiatan.

Melalui proses ini, berbagai ide bisnis mahasiswa mulai dipetakan secara lebih sistematis.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang belajar praktis bagi calon entrepreneur muda.

Program ini juga menunjukkan bahwa Inkubasi bisnis bukan sekadar konsep akademik.

Sebaliknya, Inkubasi merupakan proses nyata dalam membangun startup yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memahami tantangan dunia bisnis sejak dini.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan memperkuat budaya inovasi di lingkungan FEBI.

Lebih dari itu, workshop ini menjadi langkah strategis mencetak entrepreneur muda berbasis kreativitas.

Ke depan, program Inkubasi di FEBI diharapkan mampu melahirkan lebih banyak startup mahasiswa.

Dengan demikian, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berperan aktif membangun ekosistem kewirausahaan kampus.

baznas

FEBI UIN Surakarta Perkuat Sinergi dengan BAZNAS Klaten

SOLO – Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan kelembagaan ke kantor BAZNAS Klaten pada Senin, 6 April 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari program industrial engagement untuk memperkuat ekosistem filantropi Islam melalui kolaborasi akademik dan praktisi. Kehadiran pimpinan prodi, Usnan, S.E.I., M.E.I. dan Betty Eliya Rokhmah, S.E., M.Sc., disambut langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Klaten. Melalui pertemuan ini, draf Nota Kesepahaman (MoU) mulai disusun guna memayungi program penelitian serta pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Anda tentu bisa melihat bagaimana kolaborasi ini akan menjadi jembatan penting bagi profesionalisme pengelolaan dana umat di masa depan.

Kolaborasi Strategis Bersama BAZNAS Klaten

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut melibatkan Wakil Ketua I, II, dan III dari pihak lembaga. Fokus utama pembicaraan diarahkan pada peningkatan kualitas lulusan melalui pengalaman praktis di lapangan. Sejalan dengan hal itu, skema penelitian bersama direncanakan untuk memotret dampak pendayagunaan zakat bagi warga Klaten. “Kerja sama ini diharapkan mampu mencetak praktisi zakat yang tidak hanya cerdas teori, tetapi juga tangkas lapangan,” ujar Usnan. Oleh karena itu, sinergi ini dirancang untuk memberikan ruang luas bagi mahasiswa dalam mempraktikkan ilmu manajerial mereka. Berbagai program magang pun akan segera disiapkan sebagai tindak lanjut nyata dari kunjungan ini.

Mahasiswa MAZAWA dan Inovasi Pengelolaan Zakat

Secara lebih luas, keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi segar bagi inovasi distribusi di lembaga tersebut. Penguatan administrasi dan SDM menjadi salah satu poin yang akan didukung melalui kerja sama ini. Selain itu, sinkronisasi kurikulum kampus dengan kebutuhan industri filantropi menjadi target jangka panjang yang ingin dicapai. Rencana kerja sama ini dipandang sebagai solusi tepat untuk memperkecil celah antara kompetensi lulusan dan realitas kerja. Lebih lanjut, keberlanjutan program ini akan terus dipantau melalui evaluasi tahunan bersama pihak fakultas. Akhirnya, langkah awal di Klaten ini diproyeksikan menjadi model kolaborasi ideal bagi program studi zakat dan wakaf lainnya.

misi-harmoni-dunia-kepala-pkub-adib-abdushomad-pimpin-forum-international-di-febi-uin-surakarta

Misi Harmoni Dunia, Kepala PKUB Adib Abdushomad Pimpin Forum International di FEBI UIN Surakarta

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said sukses menggelar agenda akademik. Acara bertajuk International Student Discussion Forum 2025 ini menghadirkan tokoh penting nasional. Kepala Pusat Kerukunan Beragama (PKUB) Kemenag RI, Bapak M. Adib Abdushomad, Ph.D., hadir sebagai narasumber utama. Forum International ini mengusung tema besar mengenai harmoni kehidupan di negara-negara Muslim dan Indonesia. Anda akan diajak menyelami pentingnya pemahaman sosial dalam menjaga stabilitas komunitas global. Diskusi ini dirancang untuk membuka cakrawala mahasiswa mengenai toleransi yang substantif. Sinergi antara teori akademik dan pengalaman praktis beliau memberikan warna baru dalam ruang dialog.

Bapak Adib Abdushomad membagikan perjalanan intelektualnya yang sangat inspiratif kepada seluruh peserta. Beliau menceritakan pengalaman menempuh studi selama enam tahun di Flinders University, Australia. Kehidupan di luar negeri tersebut diakui telah membentuk karakter inklusif dalam dirinya. Pengalaman berharga ini kemudian diterapkan dalam mengelola institusi PKUB di bawah naungan Kementerian Agama. Melalui tangan dingin beliau, kerukunan antar komunitas agama di Indonesia terus dijaga dengan pendekatan dialogis. Transformasi sosial society understanding menjadi poin krusial yang dipaparkan secara gamblang. Mahasiswa diharapkan mampu menyerap semangat perdamaian yang dibawa oleh sang pakar.

Strategi Kepala PKUB Adib dalam Diplomasi International

Pentingnya peran individu dalam menciptakan keharmonisan sosial ditekankan sebagai fondasi utama. Bapak Adib menjelaskan bahwa kerukunan beragama merupakan hasil dari proses belajar yang panjang. “Pemahaman terhadap masyarakat sosial sangat berperan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tegas beliau. Selain itu, kebijakan strategis PKUB dalam menjalin hubungan lintas iman dipaparkan secara mendalam. Dalam lingkup International, model toleransi di Indonesia seringkali dijadikan rujukan bagi negara-negara lain. Keragaman suku dan agama di tanah air dipandang sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam merawat tenun kebangsaan ini.

Selanjutnya, suasana diskusi semakin hidup ketika sesi tanya jawab antar bangsa dimulai. Transisi pembahasan mengarah pada tantangan akulturasi budaya yang dihadapi oleh para mahasiswa asing. Mamudou Bah, mahasiswa asal Uganda, menanyakan tentang mekanisme integrasi agama dan budaya di Indonesia. Pertanyaan senada juga diajukan oleh Aliyu Yusuf yang berasal dari negara Nigeria. Mereka merasa takjub dengan keberagaman di Indonesia yang sangat berbeda dengan negara asal mereka. Jawaban diplomatis namun berisi diberikan oleh Bapak Adib untuk memuaskan rasa ingin tahu para peserta. Dialog ini membuktikan bahwa edukasi mampu meruntuhkan dinding pembatas antar bangsa.

Partisipasi Mahasiswa Global dan Masa Depan Inklusif

Kehadiran puluhan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa tinggi. Tercatat ada empat mahasiswa asal Filipina yang turut aktif memberikan kontribusi pemikiran mereka. Mahasiswa lokal juga tidak kalah semangat dalam mengeksplorasi isu-isu perdamaian dunia bersama narasumber. Setiap poin pembahasan dicatat dengan teliti sebagai bahan refleksi bagi pengembangan diri mereka. Pihak dekanat FEBI memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ilmiah berskala global seperti ini. Masa depan dunia yang damai diyakini dapat terwujud melalui tangan generasi yang terdidik. Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap paham radikalisme tetap harus diperkuat di lingkungan kampus.

Implementasi nilai-nilai kerukunan diharapkan tidak hanya berhenti di dalam ruang aula saja. Pesan harmoni dari Kepala PKUB ini harus disebarluaskan melalui media sosial dan tindakan nyata. Hubungan emosional yang terjalin antar mahasiswa mancanegara menjadi modal awal bagi jaringan profesional masa depan. Setiap perbedaan pendapat di dalam forum diselesaikan dengan adab dan rasa saling menghormati. Hal ini menunjukkan kematangan intelektual seluruh civitas akademika UIN Raden Mas Said Surakarta. Di sisi lain, peningkatan reputasi fakultas di tingkat global menjadi target yang semakin nyata. Program internasionalisasi ini akan terus dilanjutkan dengan mengundang tokoh-tokoh berpengaruh lainnya.

Memperkuat Fondasi Kerukunan Melalui Literasi Agama

Sebagai penutup, Bapak Adib Abdushomad mengajak seluruh audiens untuk menjadi agen perubahan yang positif. Literasi agama yang moderat harus terus dipelajari demi menghindari konflik yang tidak diinginkan. Akhirnya, sesi dokumentasi bersama menjadi penanda berakhirnya forum yang sangat berkesan tersebut. Kami mengajak Anda untuk tetap konsisten dalam mendukung gerakan perdamaian di manapun berada. Keberhasilan acara ini merupakan kemenangan bagi nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Mari kita jadikan Indonesia sebagai kiblat harmoni bagi dunia internasional di masa depan. Cahaya ilmu dan kedamaian harus tetap bersinar dari sudut-sudut kampus kita tercinta.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13 (3)eeeeeeeeeeeeee

Bangun Mental Wirausaha, Alumni Sukses FEBI Hani Wahyu Nugroho Berbagi Inspirasi di Career Development Program (CDP) KE-61

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menghadirkan program penguatan karier mahasiswa. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Career Development Program (CDP) yang menjadi bagian dari rangkaian pelepasan Wisuda ke-61.

Program ini dirancang untuk membekali calon wisudawan menghadapi dunia profesional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan lulusan FEBI. Oleh karena itu, para peserta akan memperoleh wawasan strategis tentang pengembangan karier.

Kegiatan Career Development Program (CDP) dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 April 2026. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan akan diselenggarakan di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta.

Selain menjadi bagian dari seremoni akademik, program ini menjadi ruang pembelajaran bersama. Para calon wisudawan diajak memahami realitas dunia kerja secara lebih luas. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan masa depan dengan lebih matang.

Career Development Program (CDP) Bekali Mindset Entrepreneur

Pada kegiatan ini, FEBI menghadirkan narasumber inspiratif, Hani Wahyu Nugroho, S.E. Ia akan menyampaikan materi bertema Entrepreneurial Mindset for Graduates. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini.

Melalui Career Development Program (CDP), para calon lulusan diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan. Selain itu, mereka juga didorong untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Hal ini menjadi bagian dari visi FEBI dalam mencetak lulusan unggul.

Dalam paparannya, Hani Wahyu Nugroho menegaskan pentingnya kesiapan mental dan visi. Ia menjelaskan bahwa lulusan harus memiliki pandangan masa depan yang jelas.

“Seorang lulusan harus memiliki visi yang kuat. Tanpa visi, langkah akan mudah goyah,” ujarnya.

Selain itu, mental yang tangguh juga harus dipersiapkan sejak awal. Dunia profesional penuh tantangan yang tidak selalu mudah dihadapi. Oleh sebab itu, karakter pantang menyerah perlu terus dilatih.

Tiga Bekal Penting bagi Calon Lulusan

Dalam sesi materi, tiga bekal utama akan ditekankan kepada para peserta. Ketiga hal tersebut dianggap penting untuk menghadapi dunia kerja.

Pertama, lulusan harus memiliki visi yang kuat. Visi akan menjadi arah dalam menentukan tujuan karier. Dengan visi yang jelas, setiap langkah akan lebih terarah.

Kedua, mental yang tangguh harus dimiliki oleh setiap lulusan. Tantangan dan persaingan kerja akan semakin kompleks. Karena itu, ketahanan mental menjadi kunci keberhasilan.

Ketiga, pemahaman terhadap dunia kerja perlu dipersiapkan sejak dini. Dunia kerja memiliki dinamika yang berbeda dari dunia kampus. Oleh karena itu, adaptasi yang cepat sangat dibutuhkan.

Materi tersebut akan disampaikan secara interaktif kepada peserta. Dengan demikian, pengalaman belajar yang lebih bermakna dapat dirasakan.

Mempersiapkan Lulusan sebagai Leader dan Job Creator

Melalui kegiatan ini, lulusan FEBI diharapkan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja. Sebaliknya, mereka juga didorong menjadi pencipta peluang usaha.

Program ini juga dirancang untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Selain itu, sinergi antara akademisi dan praktisi akan terus diperkuat.

Salah satu panitia kegiatan menyampaikan bahwa program ini sangat penting bagi mahasiswa. Ia menilai kegiatan ini mampu membuka wawasan karier calon lulusan.

“Kami ingin lulusan FEBI tidak hanya siap bekerja. Mereka juga harus siap memimpin dan menciptakan peluang,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Career Development Program (CDP), FEBI berharap lulusan mampu menghadapi tantangan masa depan. Mereka diharapkan hadir sebagai pemimpin, inovator, dan pencipta lapangan kerja bagi masyarakat.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13WWW

Wisuda ke-61 FEBI UIN Surakarta Luluskan 121 Mahasiswa dan Siap jadi CEO dan Job Creator

FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mencatatkan pencapaian akademik membanggakan. Pada Wisuda ke-61, sebanyak 121 wisudawan dan wisudawati resmi diluluskan. Seluruh lulusan meraih predikat kelulusan sangat memuaskan.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan akademik mahasiswa FEBI. Selain itu, keberhasilan ini mencerminkan komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Oleh karena itu, berbagai program penguatan kompetensi terus dikembangkan.

Salah satu upaya strategis tersebut adalah melalui Career Development Program (CDP). Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia profesional. Dengan demikian, lulusan FEBI diharapkan mampu bersaing secara global.

Pada kesempatan ini, para wisudawan tidak hanya merayakan kelulusan. Mereka juga diajak untuk menatap masa depan dengan optimisme. Karena itu, Career Development Program (CDP) terus menjadi bagian penting dalam ekosistem pengembangan mahasiswa FEBI.

Komitmen FEBI Melalui Career Development Program (CDP)

Sebagai fakultas yang berorientasi pada pengembangan karier lulusan, FEBI secara aktif menghadirkan Career Development Program (CDP). Program ini bertujuan memperkuat kesiapan profesional mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, berbagai pembekalan karier diberikan kepada calon wisudawan. Materi yang disampaikan meliputi pengembangan soft skills, wawasan dunia kerja, dan penguatan jaringan profesional.

Selain itu, kegiatan tersebut juga melibatkan alumni dan praktisi industri. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas. Pengalaman praktis pun dapat dipelajari secara langsung.

Program ini juga dirancang agar lulusan mampu menjadi inovator ekonomi syariah. Oleh sebab itu, penguatan karakter kepemimpinan turut menjadi fokus utama. Nilai kolaborasi dan integritas terus ditanamkan.

Rincian Lulusan FEBI pada Wisuda ke-61

Pada Wisuda ke-61, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta meluluskan 121 mahasiswa. Seluruh lulusan berasal dari empat program studi di lingkungan fakultas.

Adapun rincian lulusan adalah sebagai berikut. Program Studi Akuntansi Syariah meluluskan 56 mahasiswa. Selanjutnya, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah meluluskan 31 mahasiswa.

Program Studi Perbankan Syariah meluluskan 28 mahasiswa. Sementara itu, Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf meluluskan 6 mahasiswa.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi kualitas akademik FEBI. Selain itu, jumlah lulusan mencerminkan keberhasilan proses pendidikan yang telah dijalankan.

Apresiasi bagi Lulusan Terbaik

Pada kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Penilaian didasarkan pada IPK tertinggi, masa studi cepat, dan usia kelulusan termuda.

Empat mahasiswa berhasil meraih penghargaan tersebut. Mereka menjadi representasi prestasi akademik FEBI.

Lulusan terbaik tersebut adalah Zilda Natasha Putri dari Perbankan Syariah dengan IPK 3,81. Masa studinya tercatat empat tahun dua bulan.

Selanjutnya, Muhammad Dzaki Abu Bakar dari Akuntansi Syariah meraih IPK 3,80. Masa studinya juga empat tahun dua bulan.

Aisyah Khatulistyowati dari Manajemen Bisnis Syariah memperoleh IPK 3,80. Ia menyelesaikan studi dalam empat tahun dua bulan.

Sementara itu, Difa Arum Luhiyani dari Manajemen Zakat dan Wakaf meraih IPK 3,78. Masa studinya empat tahun empat bulan.

Salah satu pimpinan FEBI menyampaikan apresiasi kepada para lulusan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa.

“Prestasi ini menunjukkan kualitas lulusan FEBI yang terus berkembang,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa Career Development Program (CDP) akan terus diperkuat. Program tersebut diharapkan mampu menghubungkan lulusan dengan dunia profesional.

Dengan demikian, lulusan FEBI tidak hanya unggul secara akademik. Mereka juga siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah Indonesia.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13 (1)eee

Kolaborasi Alumni dan Kampus : Berkontribusi Nyata melalui Hibah Alumni di Career Development Program (CDP) Ke-61

FEBI News – Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.Alumni calon wisudawan ke-61 memberikan hibah untuk mendukung Career Development Program (CDP).

Dana hibah sebesar Rp6.000.000 telah diserahkan kepada pihak fakultas.
Kontribusi tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan mahasiswa. Program Career Development Program (CDP) menjadi salah satu agenda penting bagi calon wisudawan FEBI.
Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja.

Selain itu, program ini juga menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi mahasiswa.
Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjadi pemimpin dan pencipta lapangan kerja.

Penyerahan hibah tersebut disambut positif oleh sivitas akademika FEBI.
Dukungan alumni dinilai memperkuat keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

Tidak hanya itu, kontribusi ini menunjukkan ikatan kuat antara alumni dan almamater.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa hubungan akademik terus terjaga dengan baik.

Melalui hibah ini, pelaksanaan Career Development Program (CDP) diharapkan berjalan lebih optimal.
Mahasiswa pun dapat memperoleh pengalaman yang lebih bermakna.

Career Development Program (CDP) sebagai Bekal Lulusan

Pelaksanaan Career Development Program (CDP) menjadi bagian penting dalam rangkaian pelepasan wisuda. Program ini dirancang untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan memperoleh wawasan karier yang relevan.
Materi yang diberikan juga mencakup pengembangan soft skill dan leadership.

Selain itu, peserta akan mendapatkan inspirasi langsung dari praktisi profesional.
Pengalaman praktis tersebut menjadi nilai tambah bagi calon wisudawan.

Program ini juga dirancang agar mahasiswa lebih percaya diri memasuki dunia profesional.
Dengan demikian, lulusan FEBI diharapkan mampu bersaing secara global.

Dana hibah dari alumni akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan tersebut.
Beberapa kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi melalui dukungan ini.

Salah satu perwakilan alumni menyampaikan harapannya terhadap program ini.
Ia menilai kegiatan ini penting bagi masa depan mahasiswa.

“Kami berharap hibah ini dapat mendukung pelaksanaan Career Development Program (CDP) secara maksimal,” ujarnya.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi calon wisudawan.”

Menguatkan Tradisi Kolaborasi Alumni dan Kampus

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus membangun tradisi kolaborasi bersama alumni.
Kontribusi alumni menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan kegiatan akademik.

Melalui hibah ini, semangat kebersamaan semakin terasa di lingkungan fakultas.
Mahasiswa aktif dapat merasakan dukungan nyata dari para seniornya.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat budaya berbagi di lingkungan kampus.
Nilai solidaritas akademik pun semakin ditanamkan kepada mahasiswa.

Program Career Development Program (CDP) menjadi simbol kesiapan lulusan FEBI menghadapi masa depan.
Kegiatan ini dirancang untuk membangun mindset profesional dan kewirausahaan.

Dengan adanya dukungan alumni, program tersebut dapat dilaksanakan secara lebih maksimal.
Mahasiswa pun dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas.

Ke depan, FEBI berharap kontribusi alumni dapat terus berkembang.
Kolaborasi antara kampus dan alumni diharapkan semakin kuat.

Akhirnya, hibah ini menjadi bukti nyata kepedulian alumni terhadap almamater.
Semangat tersebut diharapkan mampu menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13 (4)dd

Sambut Wisuda ke-61, FEBI UIN Surakarta Gelar Career Development Program (CDP)

FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya mencetak lulusan unggul. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Career Development Program (CDP) bagi wisudawan ke-61.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelepasan wisuda mahasiswa FEBI. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dunia profesional. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan semangat kewirausahaan kepada para lulusan.

Acara dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Para wisudawan dan wisudawati diwajibkan hadir sebagai bagian dari agenda resmi fakultas.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dilepas sebagai alumni. Namun demikian, mereka juga dibekali wawasan strategis menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, program ini dirancang secara inspiratif dan edukatif.

Tema yang diangkat adalah Entrepreneurial Mindset for Graduates: Mencetak Lulusan FEBI sebagai Leader dan Job Creator. Tema ini menegaskan arah pengembangan lulusan FEBI sebagai pemimpin dan pencipta lapangan kerja.

Selain itu, suasana kegiatan dirancang interaktif. Dengan demikian, para peserta diharapkan dapat merasakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna.

Inspirasi Karier dalam Career Development Program (CDP)

Dalam Career Development Program (CDP) ini, FEBI menghadirkan narasumber inspiratif. Narasumber yang akan berbagi pengalaman adalah Hani Wahyu Nugroho, S.E.

Beliau dikenal sebagai praktisi yang memiliki pengalaman di bidang bisnis dan pengembangan karier. Oleh karena itu, kehadiran beliau diharapkan memberi wawasan praktis bagi para wisudawan.

Dalam sesi tersebut, peserta akan mendapatkan perspektif mengenai dunia kerja dan kewirausahaan. Selain itu, narasumber akan membagikan pengalaman perjalanan kariernya.

Hani Wahyu Nugroho menyampaikan bahwa lulusan harus memiliki pola pikir progresif.

“Lulusan hari ini tidak hanya mencari pekerjaan. Mereka juga harus mampu menciptakan peluang bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bagi para wisudawan. Dengan demikian, lulusan FEBI diharapkan siap menghadapi dinamika ekonomi modern.

Selain itu, nilai kepemimpinan juga akan ditekankan selama sesi diskusi berlangsung. Karena itu, peserta didorong untuk aktif bertanya dan berdiskusi.

Membangun Generasi Leader dan Job Creator

Pelaksanaan kegiatan ini disambut antusias oleh civitas akademika FEBI. Kehadiran wisudawan dalam kegiatan ini menjadi simbol kesiapan mereka memasuki fase baru kehidupan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara fakultas dan alumni. Hal tersebut penting untuk membangun jejaring profesional di masa depan.

Selain itu, penyelenggaraan program ini menunjukkan keseriusan FEBI dalam menyiapkan lulusan berkualitas. Program ini juga dirancang agar mahasiswa memahami arah karier secara lebih jelas.

Dengan demikian, lulusan FEBI tidak hanya dibekali ilmu akademik. Mereka juga didorong memiliki keberanian berinovasi di dunia kerja.

Lebih lanjut, Career Development Program (CDP) diharapkan menjadi momentum refleksi bagi para wisudawan. Momentum ini juga menjadi titik awal perjalanan profesional mereka.

Pada akhirnya, FEBI berharap setiap lulusan mampu membawa nilai keilmuan dan integritas. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan menjadi pemimpin dan pencipta peluang di tengah masyarakat.

Karena itu, seluruh wisudawan dan wisudawati diimbau hadir tepat waktu. Acara ini tidak dipungut biaya dan bersifat wajib bagi peserta.

Melalui kegiatan ini, FEBI menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul. Generasi tersebut diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan umat.

ramavest-ramadhan

Ramavest 2026: Strategi Investasi Halal di Bulan Suci

SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda akbar. Acara bertajuk Ramavest ini menjadi oase literasi keuangan bagi generasi muda. Gedung Graha UIN Surakarta dipadati oleh ratusan peserta pada Rabu (11/03).

Kegiatan ini mengusung tema besar “Halal Investment, Ramadhan Achievement”. Melalui Ramavest, para peserta diajak memahami instrumen investasi yang sesuai syariat. Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEBI bertindak sebagai penyelenggara utama acara ini.

Edukasi Finansial Lewat Ramavest

Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB dengan suasana penuh antusiasme. Wakil Dekan 3 FEBI, Dr. Ika Yoga, M.M., memberikan sambutan pembukaan. Beliau menekankan pentingnya kemandirian finansial sejak usia dini bagi mahasiswa.

Tiga pemateri kompeten hadir membagikan ilmu berharga mereka. Habib Muhammad Al Habsyi mengulas investasi dari sisi spiritualitas. M. Wira Adi Brata selaku Kepala KP IDX Jateng 2 memaparkan regulasi pasar modal. Sementara itu, Wisnu Radityo Putro dari IPOT Solo memberikan simulasi praktis investasi.

Kehadiran delegasi KSPM se-Solo Raya menambah kemeriahan suasana diskusi. Tidak hanya mahasiswa, siswa-siswi SMA di sekitar kampus juga turut hadir. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab mengenai aset digital halal.

“Kegiatan Ramavest adalah langkah nyata kami dalam membumikan investasi syariah. Kami ingin para pemuda tidak hanya konsumtif saat bulan Ramadhan. Namun, mereka juga harus mampu merencanakan masa depan keuangan dengan bijak.” ujar M. Yusuf Wibowo Perkasa, pembimbing KSPM.

Kolaborasi Strategis untuk Literasi Syariah

Selanjutnya, materi mengenai saham syariah menjadi sorotan utama bagi peserta. Keuntungan investasi di akhirat dan dunia menjadi poin yang menarik. Oleh karena itu, diskusi berlangsung sangat interaktif hingga menjelang waktu berbuka.

Setiap peserta mendapatkan akses langsung ke platform investasi legal. Langkah ini bertujuan agar mereka bisa segera mempraktikkan ilmu didapat. Selain itu, kolaborasi dengan IDX Jateng 2 memperkuat kredibilitas acara.

Kemudian, FEBI berkomitmen terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Literasi keuangan syariah dianggap sebagai pilar ekonomi masa depan. Dengan demikian, diharapkan muncul investor-investor muda yang amanah dan cerdas.

Kesimpulannya, acara ini berhasil menyatukan semangat ibadah dan semangat berinvestasi. Ramavest menjadi bukti bahwa agama dan ekonomi bisa berjalan selaras. Masa depan finansial yang berkah dimulai dari pemahaman yang tepat.

WhatsApp Image 2026-03-05 at 11.00.31

Menguatkan Ekonomi Masyarakat Kartasura : FEBI UIN Surakarta Bekali Pedagang Pasar Tempoe Doeloe Ilmu Akuntansi UMKM

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmen pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) digelar pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan ini menghadirkan pelatihan akuntansi bagi pelaku UMKM. Peserta berasal dari pedagang Pasar Tempoe Doeloe Gunung Kunci Kartasura.

Selain itu, kegiatan disambut langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Sambutan pembuka diberikan untuk menguatkan semangat kolaborasi akademisi dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha kecil.

“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat dan dampak nyata bagi pelaku UMKM,” ujar Prof. Rahmawan Arifin, M.Si.

Selanjutnya, beliau juga menekankan bahwa penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama. Akademisi dan pelaku usaha saling bertukar pengalaman serta pengetahuan praktis.

Dengan demikian, keberadaan FEBI tidak hanya hadir di ruang kelas. Namun, manfaatnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Materi Akuntansi Produksi untuk UMKM

Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri dari FEBI. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif.

Para pemateri adalah Wahyu Pramesti, M.Si., Sayekti Endah Retno Meilani, S.E., M.Si., serta Ning Karnawijaya, M.S.I.

Dalam sesi utama, peserta dikenalkan pada kertas kerja perhitungan biaya produksi. Materi tersebut menjadi fokus penting dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI).

Selain itu, peserta juga diberikan panduan praktis menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Perhitungan tersebut mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, serta overhead produksi.

Selanjutnya, pemateri menjelaskan cara menentukan harga jual yang menguntungkan. Materi disampaikan melalui contoh kasus usaha sederhana.

Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memahami proses perhitungan secara bertahap.

Para peserta juga terlihat antusias selama pelatihan berlangsung. Pertanyaan dan diskusi aktif mewarnai sesi pembelajaran.

Oleh sebab itu, materi tidak hanya bersifat teoritis. Namun, juga disesuaikan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.

Pentingnya Perhitungan HPP yang Akurat

Dalam sesi penutup, pemateri menekankan pentingnya perhitungan Harga Pokok Produksi. Perhitungan tersebut menjadi dasar penentuan harga jual produk.

“Perhitungan HPP yang akurat adalah fondasi harga jual yang sehat,” jelas Wahyu Pramesti.

Selanjutnya, beliau juga mengingatkan risiko kesalahan perhitungan biaya. Harga yang terlalu rendah dapat menggerus keuntungan secara perlahan.

Namun demikian, masalah tersebut sering tidak disadari oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, penggunaan kertas kerja perhitungan menjadi sangat penting.

Para peserta juga dianjurkan menggunakan kertas kerja tersebut secara konsisten. Perhitungan harus dilakukan pada setiap periode produksi.

Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memantau keuntungan usaha secara lebih akurat.

Selain itu, pelatihan ini juga memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang pada kegiatan berikutnya.

Akhirnya, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi. Ilmu pengetahuan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.