FEBI UIN Raden Mas Said Gelar Muqoddaman dalam Rangka Dies Natalis ke-33

Sambut Dies Natalis Ke-33, FEBI Gelar Muqoddaman

Sukoharjo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Muqoddaman FEBI di halaman belakang FEBI, tepat di depan Jujugan FEBI (JUFE). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis UIN Raden Mas Said Surakarta yang ke-33.

Kegiatan Rutinitas FEBI Gelar Muqoddaman telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali. Tradisi ini menjadi wujud ikhtiar FEBI untuk memohon keberkahan dan restu Allah SWT dalam setiap langkahnya. Kehadiran civitas akademika FEBI mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa—menambah kekhidmatan suasana.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menegaskan bahwa Rutinitas FEBI Gelar Muqoddaman bukan sekadar rutinitas. “Kegiatan ini adalah wujud syukur kita atas perjalanan panjang UIN Raden Mas Said. Selain itu, acara ini juga menguatkan ikatan spiritual dan kebersamaan seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Dibaca juga : Penguasaan Negosiasi Pajak, Membuka Jalan Karir di Tengah Transformasi Digital

Dalam pelaksanaan Rutinitas FEBI Gelar Muqoddaman, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan secara bergiliran. Nuansa religius terasa kuat dan menegaskan bahwa FEBI tidak hanya fokus pada akademik. Fakultas ini menempatkan nilai spiritual sebagai pondasi dalam pengembangan lembaga.

Melalui FEBI Gelar Muqoddaman, diharapkan seluruh sivitas akademika semakin bersemangat memeriahkan Dies Natalis ke-33. FEBI ingin menghadirkan semangat kebersamaan dan keberkahan dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik.

Menguasai Negosiasi Pajak, Membuka Jalan Karir di Tengah Transformasi Digital

Penguasaan Negosiasi Pajak, Membuka Jalan Karir di Tengah Transformasi Digital

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan kegiatan Softskill Enhancement Training pada Selasa, 09 September 2025 di Gedung FEBI. Acara ini diikuti mahasiswa Semester 7 Program Studi Akuntansi Syariah.

Kegiatan menghadirkan M. Mardiansyah, S.Akun, CTT. sebagai narasumber utama dan didampingi oleh Aryani Intan Endah Rahmawati, M.Sc. Materi pelatihan berfokus pada tiga topik penting: negosiasi sengketa pajak, kerja sama tim lintas bidang, dan presentasi analisis pajak kepada manajemen perusahaan.

Dalam sesi pertama, Mardiansyah menekankan pentingnya kemampuan bernegosiasi dalam sengketa pajak antara klien dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ia menjelaskan bahwa seorang akuntan harus cerdas menjaga kepentingan klien tanpa melanggar aturan yang berlaku. Negosiasi yang baik akan menciptakan penyelesaian yang adil dan berkesinambungan.

Dibaca juga : Kuasai Softskill Digitalpreneur Lewat Enhancement Training Guna Hadapi Tantangan Bisnis Modern

Penguasaan Kompetensi Negosiasi Pajak juga meliputi simulasi presentasi analisis pajak kepada manajemen perusahaan. Mahasiswa dilatih untuk menyusun laporan yang sistematis dan berbasis data, lalu menyampaikan hasil analisis secara jelas di hadapan audiens. Aktivitas ini sekaligus melatih keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri mahasiswa.

Aryani Intan Endah Rahmawati, M.Sc. menambahkan perspektif mengenai peluang karir di bidang perpajakan dan akuntansi syariah. Menurutnya, digitalisasi sistem pajak dan perkembangan regulasi menciptakan banyak ruang bagi generasi muda. “Mahasiswa Akuntansi Syariah memiliki peluang luas di sektor publik maupun swasta, bahkan berkarir sebagai konsultan independen,” jelasnya. Penguasaan Kompetensi Negosiasi Pajak dapat menyalurkan minat bakat mahasiswa FEBI tentunya.

Melalui pelatihan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap mahasiswa Akuntansi Syariah tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki softskill yang kuat. Kombinasi kemampuan teknis, komunikasi, kolaborasi, dan analisis diharapkan melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing di era global.

alfatih

FEBI Siapkan Sentra Industri Susu Kedelai di Pondok Pesantren Al-Fatih Sukoharjo

Inovasi Produk Pesantren untuk Ekonomi Kreatif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, FEBI menginisiasi pengembangan sentra industri susu kedelai di Pondok Pesantren Al-Fatih, Sukoharjo. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui diferensiasi, rebranding, dan pemasaran kreatif.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., bersama tim pelaksana PKM yang diketuai oleh Dr. Amri Syarif. Dalam pertemuan tersebut, tim PKM menyampaikan rencana pengembangan sentra industri susu kedelai yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada strategi branding dan pemasaran berbasis digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatih, Dr. KH. Heru Utomo, M.Pd., menyambut baik inisiatif FEBI ini. Ia menegaskan bahwa pesantren siap berkolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis santri. “Kami sangat senang dengan adanya program PKM ini. InsyaAllah sentra industri susu kedelai dapat menjadi salah satu produk unggulan pesantren untuk mendukung kemandirian ekonomi,” ungkapnya.

Diferensiasi Produk, Rebranding, dan Pemasaran Kreatif

Salah satu fokus utama program ini adalah melakukan diferensiasi produk susu kedelai agar lebih bervariasi dan diminati masyarakat. Selain itu, dilakukan rebranding untuk memperkuat citra produk serta strategi pemasaran kreatif yang memanfaatkan platform digital. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing susu kedelai Al-Fatih di tengah ketatnya persaingan industri minuman sehat.

Dengan adanya pendampingan dari FEBI, Pondok Pesantren Al-Fatih berpotensi menjadi sentra industri susu kedelai di Sukoharjo. Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja bagi santri dan masyarakat sekitar. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis pesantren dan Sustainable Development Goals (SDGs).

ki ageng selo

PKM FEBI Inisiasi Produksi Pupuk Organik Cair Berskala Industri di Ponpes Kyai Ageng Selo Klaten

Inovasi Ekonomi Hijau dari Pesantren

Klaten (8/9/2025)– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis keberlanjutan (SDGs). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), FEBI menginisiasi produksi pupuk organik cair berskala industri di Pondok Pesantren (Ponpes) Kyai Ageng Selo Klaten. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pesantren. Kegiatan pertama dalam serangkaian PKM ini dilaksanakan pada 8 September 2025 di pondok pesantren Kyai Ageng Selo Klaten.

Kolaborasi Dosen FEBI dan Pengelola Pesantren

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI, bersama tim PKM yang terdiri dari Dr. Ika Yoga, S.E., M.M., Fajar Santoso, M.M., dan Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak.. Dalam forum sarasehan, kedua pihak merumuskan strategi pengembangan pupuk cair organik agar mampu diproduksi dengan skala industri. Program ini berbasis pada tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada sektor ekonomi hijau dan inovasi produk pesantren.

Pengasuh Ponpes Kyai Ageng Selo, KH. Heri Sarwaka, menjelaskan bahwa pesantren telah mengembangkan pupuk organik cair sejak tahun 2021. Upaya ini berawal dari program greenhouse smart farming yang dihibahkan oleh Bank Indonesia. Sejak saat itu, pesantren secara konsisten melakukan percobaan hingga menghasilkan produk pupuk organik cair yang berkualitas.

Dukungan PKM FEBI: Uji Laboratorium, Branding, dan Pemasaran

Dalam tahap berikutnya, FEBI akan mendampingi pesantren untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Pendampingan meliputi uji laboratorium, penguatan branding produk, serta strategi pemasaran kreatif agar pupuk organik cair Kyai Ageng Selo dapat bersaing di pasar pertanian nasional.

Melalui kolaborasi ini, Ponpes Kyai Ageng Selo diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis pesantren. Produk pupuk organik cair tidak hanya mendukung pertanian ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi santri dan masyarakat sekitar. Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan pesantren ini menjadi contoh nyata kontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

WhatsApp Image 2025-09-08 at 15.45.55

Kuasai Softskill Digitalpreneur Lewat Enhancement Training Guna Hadapi Tantangan Bisnis Modern

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta Kuasai Softskill Digitalpreneur Handal pada Senin, 08 September 2025 di Gedung FEBI. Kegiatan ini diikuti mahasiswa Semester 7 Program Studi Manajemen Bisnis Syariah.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat keterampilan mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan berbasis digital. Materi yang diberikan berfokus pada keterampilan berkomunikasi, kemampuan memasarkan produk, serta pengolahan dan analisis data yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Harry Lesto Hadi, MSIE. dan Bengawan Tedjo Handoyo, S.Psi. Keduanya dikenal sebagai Wirausaha Mandiri Indonesia yang aktif mengembangkan bisnis dengan strategi komunikasi pelanggan. Dalam sesi pemaparan, mereka menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya bergantung pada produk yang ditawarkan, tetapi juga pada kemampuan menjaga interaksi yang positif dengan konsumen.

Dibaca juga : Bekali Kompeten Dunia Bisnis Ritel Digital, FEBI Cetak Generasi Bisnis Syariah Kreatif

Melalui ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berupaya menyiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan nyata di dunia bisnis. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi wirausaha muda yang komunikatif, inovatif, serta mampu menjalin hubungan pelanggan yang berkelanjutan. Dengan keterampilan tersebut, mereka dapat berkontribusi pada perkembangan koperasi, UKM, maupun bisnis digital di masa depan. Kuasai Softskill Digitalpreneur Handal yang menjadi tujuan utama kegiatan ini dalam menghadapi tantangan bisnis global.

WhatsApp Image 2025-09-08 at 15.04.52

Bekali Kompeten Dunia Bisnis Ritel Digital, FEBI Cetak Generasi Bisnis Syariah Kreatif

Surakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Softskill Enhancement Training pada Senin, 08 September 2025. Kegiatan berlangsung di Gedung FEBI dengan peserta mahasiswa Semester 7 Program Studi Manajemen Bisnis Syariah.

Kompeten Bisnis Ritel Digital ini mengusung tema Penjualan Retail Melalui Platform Digital”. Fokusnya pada penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan bisnis ritel berbasis daring (e-business). Materi yang diberikan terkait pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang dibutuhkan untuk menentukan model bisnis ritel online bagi Koperasi dan UKM.

Dibaca juga : BEI Solo Dorong FEBI Dirikan Waqaf Center, Cetak Generasi Literasi Wakaf

Dalam pemaparannya, Adi juga menekankan pentingnya keberanian untuk memulai usaha. Ia menjelaskan bagaimana Kompeten Bisnis Ritel Digital inovasi menjadi faktor kunci agar produk tetap relevan di tengah persaingan pasar. Selain itu, ia membagikan pengalaman pribadinya tentang proses membangun usaha mandiri, mulai dari tantangan awal hingga strategi mempertahankan konsistensi usaha di era digital.

Narasumber yang dihadirkan adalah Adi Cahyanto, S.T. dan Fatih Razan, S.Sos. dengan Pendamping Puspa Novita Sari, M.M. Beliau seorang Wirausaha Mandiri Indonesia. Ia berbagi pengalaman mengenai strategi penjualan digital, inovasi produk, dan cara membangun kepercayaan konsumen. Adi menekankan pentingnya teknologi sebagai penggerak pertumbuhan bisnis modern.

Dengan adanya Kompeten Bisnis Ritel Digital ini, mahasiswa diharapkan lebih siap dalam merancang model bisnis ritel digital. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen FEBI untuk membekali mahasiswa dengan softskill yang relevan dengan kebutuhan industri.

WhatsApp Image 2025-09-08 at 10.47.30

BEI Solo Dorong FEBI Dirikan Waqaf Center, Cetak Generasi Literasi Wakaf

Salatiga – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Sinkronisasi Program Bersama Stakeholder di Kota Salatiga, Kamis (4/9/2025). Forum ini dihadiri tim pleno sinkronisasi untuk membahas rencana strategis FEBI tahun 2026.

Diskusi berlangsung hangat dengan fokus pada penyusunan program, penguatan kerja sama, dan peningkatan kontribusi FEBI bagi masyarakat. Semua pihak berharap langkah ini dapat membuat agenda FEBI di tahun depan lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Bapak Wira Adibrata, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jateng II Surakarta. Ia mencanangkan gagasan besar agar FEBI segera membentuk FEBI Dirikan Waqaf Center.

Dibaca juga : Sinkronisasi Program FEBI UIN Surakarta Bersama Stakeholder

FEBI Dirikan Waqaf Center akan menjadi wadah pengelolaan wakaf yang profesional, amanah, dan transparan. Fungsinya antara lain mengelola aset wakaf, memfasilitasi wakif, menyalurkan dana tepat sasaran, serta meningkatkan literasi wakaf di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Program wakaf juga diarahkan pada pembangunan sekolah, rumah sakit, layanan kesehatan, serta dukungan pendidikan bagi anak kurang mampu. Dengan pengelolaan yang baik, manfaat wakaf diharapkan terus berlanjut lintas generasi.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyambut baik pencanangan tersebut. Ia menilai kehadiran Waqaf Center akan menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa dan instrumen penting untuk menguatkan peran ekonomi Islam.

Kegiatan sinkronisasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat program inovatif FEBI. Semua pihak bertekad menjadikan FEBI sebagai pusat pengembangan ekonomi Islam yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Acara ditutup dengan komitmen bersama antara FEBI dan stakeholder untuk mewujudkan program-program inovatif yang berdaya guna, sekaligus menjadikan FEBI sebagai pusat unggulan pengembangan ekonomi Islam yang resilien, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

panen-hidroponik-febi-uin-surakarta

Panen Hidroponik FEBI: Rektor UIN Surakarta Disuguhi Sayuran Segar

Sukoharjo, 8 September 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya pada inovasi dan pemberdayaan lingkungan melalui program kebun hidroponik FEBI. Pada kesempatan ini, Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menyerahkan langsung hasil panen berupa paket sayuran hidroponik kepada Rektor UIN Raden Mas Said, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., bertempat di Gedung Rektorat UIN.

Panen Hidroponik Bentuk Inovasi

Program kebun hidroponik FEBI bukan hanya simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan ketahanan pangan di lingkungan kampus. Dengan metode pertanian modern ini, mahasiswa FEBI dapat belajar langsung tentang pengelolaan pertanian berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Dukungan Rektor dan Pimpinan UIN

Dalam acara penyerahan, hadir pula para pimpinan universitas, termasuk wakil rektor dan dekan dari berbagai fakultas. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh terhadap inisiatif FEBI. Rektor Toto Suharto memberikan apresiasi atas hasil panen ini. Menurutnya, kegiatan hidroponik di lingkungan FEBI menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi pada keberlanjutan, baik dari sisi akademik maupun sosial.

Edukasi dan Inspirasi bagi Mahasiswa

Selain menghasilkan sayuran segar, program ini diharapkan menjadi media edukasi bagi mahasiswa FEBI. Mahasiswa tidak hanya belajar teori ekonomi dan bisnis, tetapi juga praktik wirausaha berbasis pertanian modern. Dengan demikian, FEBI menegaskan peranannya dalam melahirkan lulusan yang inovatif, berjiwa wirausaha, dan peduli pada isu keberlanjutan.

saresehan gunung kunci 1

PKM FEBI Dampingi Warga Kembangkan Pasar Legenda Gunung Kunci

Kartasura, Sukoharjo – (8/9/2025) Pasar Legenda Gunung Kunci hadir kembali sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner tempo dulu di Kartasura. Berlokasi di kawasan Gunung Kunci, Kartasura Sukoharjo, pasar ini menawarkan pengalaman unik dengan jajanan jadul, perkakas tradisional, souvenir khas Kartasura, literasi sejarah, hingga wahana permainan anak-anak tempo dulu.

Selain wisata kuliner, Pasar Legenda Gunung Kunci juga akan menyajikan pagelaran seni tradisional, lomba-lomba, serta panggung budaya. Konsep ini diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal berbasis budaya.

FEBI UIN Raden Mas Said sebagai Inisiator

Kebangkitan kembali pasar ini tidak lepas dari peran Tim PKM FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yang diketuai oleh Wahyu Pramesti, SE, M.Si.Ak.. Sebelumnya, pasar ini dikenal dengan nama Pasar Kuliner Tempo Dulu namun terhenti akibat pandemi COVID-19.

Kini, FEBI hadir dengan pendekatan community development yang melibatkan warga sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan. Kehadiran kampus menjadi katalisator agar potensi wisata kuliner dan budaya Kartasura dapat dikemas lebih profesional, mendukung sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Dalam saresehan bersama warga dan pengurus RW sekitar, FEBI memfasilitasi pembentukan pengelola baru. Terpilih Bapak Sumarno, Ketua RW 09, sebagai Ketua Pengelola Pasar Legenda Gunung Kunci. Kehadiran pengelola baru menandai semangat baru masyarakat untuk menjadikan pasar ini sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif. Dengan kepemimpinan yang kuat, diharapkan pengelolaan pasar lebih tertata, mampu menarik investor lokal, dan membuka peluang usaha bagi warga sekitar Gunung Kunci.

Dukungan FEBI dan Program SDGs

Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., selaku Dekan FEBI sekaligus Dewan Pembina Pasar Legenda Gunung Kunci, menekankan pentingnya keberlanjutan program. Menurutnya, kehadiran pasar ini bukan hanya soal nostalgia, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, literasi sejarah, dan pelestarian budaya.

FEBI melalui dosen dan mahasiswa akan terus melakukan pendampingan, mulai dari manajemen pengelola, kurasi produk tempo dulu, promosi digital, hingga tata kelola keuangan syariah agar Pasar Legenda Gunung Kunci mampu bersaing sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Ikon Wisata Baru Kartasura

Dengan konsep wisata kuliner tempo dulu, seni tradisional, dan literasi sejarah, Pasar Legenda Gunung Kunci siap menjadi ikon wisata baru di Kartasura Sukoharjo. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat identitas lokal sekaligus menghidupkan kembali kearifan budaya yang hampir terlupakan. Lebih dari sekadar pasar, kawasan ini akan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pelaku seni-budaya. Dengan dukungan berbagai pihak, Pasar Legenda Gunung Kunci berpotensi menjadi destinasi unggulan di Jawa Tengah yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

helti pabelan

Dosen FEBI Dorong UMKM Desa Pabelan Go Digital

Sukoharjo, (4/9/2025) — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kembali dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/9) pukul 09.00 WIB ini menjadi bagian dari rangkaian acara pertemuan rutin Tim Penggerak PKK RT dan RW se-Desa Pabelan yang dihadiri 80 peserta.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PKK Desa Pabelan, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) unsur perempuan, serta dewan juri lomba optimalisasi pemanfaatan pekarangan yang juga digelar pada kesempatan tersebut.

UMKM Berbasis Teknologi Informasi
Dalam sesi PkM, narasumber Helti Nur Aisyiah, S.Pd., M.Si., dosen Prodi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, menyampaikan materi bertema “UMKM Berbasis Teknologi Informasi: Branding Kuat, Marketing Cepat, UMKM Melesat.” Materi ini bertujuan memberikan wawasan kepada pelaku UMKM agar lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk memperkuat branding sekaligus mempercepat strategi pemasaran.

Dalam penyampaian materi, Helti didampingi oleh mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah, Falesya Najma Khoiriyah. Mahasiswa tersebut berperan aktif membantu jalannya kegiatan, mulai dari pembagian kuesioner awal untuk memetakan kondisi UMKM dan pemanfaatan teknologi, mendampingi praktik pemanfaatan ponsel dalam pemasaran produk yang dibawa perwakilan tiap RW, hingga pembagian kuesioner akhir untuk mengukur niat peserta dalam mengadopsi teknologi digital.

“Harapannya, setelah kegiatan ini, UMKM di Desa Pabelan dapat lebih percaya diri dalam memasarkan produknya melalui media digital, sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing,” ungkap Helti dalam pemaparannya.

Kegiatan PkM yang dikolaborasikan dengan pertemuan rutin PKK ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka antusias mengikuti praktik langsung pemasaran digital, sekaligus mendapatkan pengalaman baru tentang bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan secara sederhana untuk menunjang usaha keluarga. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UMKM Desa Pabelan tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas melalui sentuhan teknologi informasi.