workshop keprofesian

815 Mahasiswa Akhir Ikuti Workshop Keprofesian

Sukoharjo, 12 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan berdaya saing. Sebanyak 815 mahasiswa semester tujuh mengikuti Workshop Keprofesian bertajuk Softskill Enhancement Training yang dilaksanakan selama lima hari. Kegiatan ini diselenggarakan pada 8–12 September 2025 dan dirancang sebagai bagian dari penguatan kesiapan karier mahasiswa.

Workshop Keprofesian ini diikuti mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan FEBI. Peserta dilibatkan secara aktif dalam pelatihan berbasis praktik dan kompetensi profesional. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia kerja nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang bersifat wajib bagi mahasiswa.

Workshop Keprofesian Berbasis Skema Kompetensi Prodi

Pelaksanaan Workshop Keprofesian dibagi ke dalam beberapa skema sesuai karakteristik program studi. Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah dan Manajemen Zakat Wakaf diarahkan pada skema penjualan ritel digital, kewirausahaan industri, dan perencanaan keuangan syariah. Sementara itu, mahasiswa Akuntansi Syariah mengikuti skema Brevet A dan B, audit, serta perencanaan keuangan syariah. Adapun mahasiswa Perbankan Syariah difokuskan pada general banking, manajemen risiko perbankan, dan perencanaan keuangan syariah.

Setiap mahasiswa diwajibkan memilih satu dari tujuh skema yang tersedia. Selain itu, minimal peserta ditetapkan sebanyak 100 orang setiap skema. Dengan pengaturan tersebut, proses pembelajaran dapat berjalan optimal dan terfokus. Selanjutnya, peserta dibagi secara otomatis berdasarkan pilihan dan ketersediaan kuota.

Pembekalan Karier dan Syarat Akademik Mahasiswa

Workshop Keprofesian ini memiliki nilai strategis bagi mahasiswa FEBI. Selain mendukung kesiapan karier, kegiatan ini juga menjadi syarat administratif munaqasyah. Oleh sebab itu, kehadiran mahasiswa diwajibkan. Mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan ini diarahkan mengikuti sertifikasi profesi mandiri di luar kampus.

Mohamad Irsyad, Lc., M.E., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan tujuan utama pelaksanaan workshop. “Workshop ini disiapkan untuk menunjang karier mahasiswa FEBI setelah lulus. Kompetensi profesional perlu dibangun sejak bangku kuliah,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan difasilitasi fakultas tanpa biaya peserta.

Pelaksanaan Profesional dan Dukungan Penuh Fakultas

Workshop Keprofesian dilaksanakan dalam beberapa ruang kelas sesuai skema. Narasumber yang dihadirkan berasal dari LSP dan LPK resmi mitra FEBI. Sertifikat diterbitkan dalam format elektronik dan dapat digunakan sebagai dokumen akademik. Menariknya, seluruh biaya kegiatan ditanggung penuh oleh fakultas melalui DIPA FEBI.

Dengan pelaksanaan yang terstruktur, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan. Pada akhirnya, FEBI UIN Surakarta terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui Workshop Keprofesian, mahasiswa diajak melangkah lebih siap menuju dunia profesional.

peluncuran-aplikasi-satu-wakaf-febi-uin-surakarta

UIN Surakarta Luncurkan Aplikasi Satu Wakaf: MAZAWA Jadi Laboratorium Wakaf Digital

Surakarta, 12 September 2025 – Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta (UIN Surakarta) menjadi PTKIN pertama di Indonesia yang meluncurkan aplikasi Satu Wakaf. Inisiatif ini diumumkan pada puncak perayaan Dies Natalis ke-33 di Gedung Graha.

Aplikasi Satu Wakaf hadir sebagai platform digital inovatif untuk mendukung pengelolaan wakaf di lingkungan kampus. Kehadiran aplikasi ini menandai langkah maju UIN Surakarta dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat peran wakaf di dunia pendidikan.

MAZAWA Jadikan Aplikasi Sebagai Laboratorium Wakaf Digital

Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) menyambut aplikasi Satu Wakaf dengan penuh antusias. Bagi MAZAWA, aplikasi ini menjadi laboratorium nyata yang mendukung implementasi kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori wakaf digital, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan manajemen keuangan wakaf dan tata kelola yang transparan.

Dengan adanya aplikasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman operasional yang biasanya hanya bisa dipelajari di luar kampus. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri wakaf modern.

Literasi dan Kesadaran Wakaf Diperkuat

Peluncuran aplikasi juga diiringi dengan paparan dari Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI), Anas Nasikhin, M.Si.. Ia menekankan pentingnya dana wakaf abadi untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi.

Prodi MAZAWA berkomitmen memperluas program edukasi wakaf melalui kuliah tamu, seminar, dan pengabdian masyarakat. Dengan langkah ini, sivitas akademika diharapkan menjadi agen penyebar semangat wakaf produktif, tidak hanya di fakultas tetapi di seluruh lingkungan UIN Surakarta.

Peluang Riset dan Kolaborasi

Dengan dukungan BWI, aplikasi Satu Wakaf juga membuka peluang riset baru. Prodi MAZAWA siap mengkaji efektivitas wakaf digital, regulasi, serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Kajian ini akan memperkuat kontribusi UIN Surakarta dalam literatur akademik tentang ekonomi Islam.

Wakaf sebagai Instrumen Strategis

Peluncuran aplikasi Satu Wakaf membuktikan bahwa wakaf bukan sekadar amanah keagamaan. Di era digital, wakaf berkembang menjadi instrumen strategis pendidikan, ekonomi, dan sosial.

UIN Surakarta bersama Prodi MAZAWA berharap langkah ini menginspirasi perguruan tinggi Islam lainnya untuk memanfaatkan potensi wakaf secara lebih luas, sekaligus memperkuat kontribusi umat bagi pembangunan bangsa.

FORKI-SLEMAN-1-1757553791_5b26f14836bad5259332 (1) baru

Nurlita Olyvia Mahasiswi FEBI Raih Medali Perak PORDA DIY 2025, Persembahkan untuk Sang Ibu

Yogyakarta-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menorehkan kebanggaan. Pada Kamis, 11 September 2025, salah satu mahasiswi Perbankan Syariah yang berprestasi, Nurlita Olyvia, meraih medali perak di Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XVII DIY 2025. Medali ini ia persembahkan untuk sang ibu yang selalu mendukung kariernya di dunia Karate.

Cinta Olyvia pada Karate tumbuh sejak kelas 1 SD. Terlahir di Surabaya dan besar di Banyuwangi, ia memulai perjalanan dari sabuk putih di bawah naungan INKAI (Institut Karate-Do Indonesia). Bagi Olyvia, INKAI sudah menjadi rumah kedua. Setiap kali berpindah tempat tinggal, ia selalu mencari perguruan INKAI untuk melanjutkan latihan.

Dibaca juga : Roy Avianto Buka Rahasia Sukses Karir Perbankan Siap Hadapi Industri Keuangan Modern

Perjuangannya tidak mudah. Ia mengikuti banyak kejuaraan, bukan hanya di Jawa Timur, tetapi juga di berbagai daerah lain. Puncaknya, ia berhasil membela FORKI Sleman dan membawa pulang medali perak di PORDA XVII DIY 2025 Cabang Karate. Tangis haru pun pecah ketika Olyvia mempersembahkan medali itu kepada ibunya.

Kini, Olyvia tidak hanya berprestasi sebagai atlet. Sebagai mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, ia juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Modern Martial Art (MMA) UIN Surakarta. Dengan sabuk hitam yang ia kenakan, Olyvia menjadi pelatih sekaligus motivator bagi adik-adik tingkatnya.

“Karena cinta aja,” ujarnya sambil tersenyum, saat ditanya alasan tetap bertahan di Karate. Olyvia berharap bisa terus berkecimpung di dunia Karate. Ia ingin berkarier sebagai atlet sekaligus pelatih, dan menularkan semangat juang kepada generasi berikutnya.

FBI01251

Roy Avianto Buka Rahasia Sukses Karir Perbankan Siap Hadapi Industri Keuangan Modern

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Softskill Enhancement Training pada Kamis, 11 September 2025 di Gedung FEBI. Kegiatan ini diikuti mahasiswa Semester 7 Program Studi Perbankan Syariah. Tujuannya adalah memberikan bekal praktis sebelum mereka memasuki dunia kerja.

Acara menghadirkan Roy Avianto, S.T., C.T. sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan materi mengenai General Banking yang mencakup dasar-dasar perbankan, fungsi utama bank, serta keterampilan praktis yang dibutuhkan Sukses Karir Perbankan. Roy menekankan bahwa industri perbankan syariah modern menuntut kemampuan teknis sekaligus softskill yang kuat.

Mahasiswa diperkenalkan pada layanan nasabah, manajemen risiko, serta pentingnya menjaga kepercayaan publik. Roy menegaskan bahwa banker sejati tidak hanya bekerja dengan angka, tetapi juga membangun hubungan dan menjaga etika. Integritas, komunikasi efektif, dan kerja sama tim disebut sebagai fondasi karir yang kokoh.

Dibaca juga : Beyond Numbers : Langkah Awal Menuju Banker Profesional, Mahasiswa FEBI Dibekali General Banking

Sesi pelatihan berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif bertanya tentang peluang kerja di dunia Sukses Karir Perbankan. Beberapa tertarik pada prospek karir sebagai teller, analis pembiayaan, maupun customer service. Diskusi juga menyinggung tantangan digitalisasi dan persaingan global yang kian ketat.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengangkat isu penting mengenai tantangan digitalisasi dan persaingan global yang semakin ketat. Narasumber pun menegaskan bahwa kesiapan softskill dan pemahaman teknologi menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan industri keuangan modern.

Melalui Sukses Karir Perbankan ini, FEBI kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten. Softskill yang diperoleh diharapkan memperkuat daya saing mahasiswa Perbankan Syariah. Dengan bekal ini, mereka diharapkan siap menghadapi dunia kerja dengan percaya diri dan profesionalisme.

Beyond Numbers

Beyond Numbers : Langkah Awal Menuju Banker Profesional, Mahasiswa FEBI Dibekali General Banking

Sukoharjo-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Softskill Enhancement Training pada Kamis, 11 September 2025 di Gedung FEBI. Kegiatan ini diikuti mahasiswa Semester 7 Program Studi Perbankan Syariah. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan wawasan praktis terkait dunia kerja.

Acara menghadirkan Nur Muhammad Rivai, S.Sos., M.M. sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan materi tentang General Banking dan menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi calon praktisi perbankan. Menurutnya, industri perbankan syariah menuntut bukan hanya keahlian teknis, tetapi juga keterampilan komunikasi, pelayanan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi finansial.

Mahasiswa diajak memahami fungsi dasar perbankan, pelayanan nasabah, serta strategi pengelolaan risiko. Rivai menegaskan bahwa seorang profesional perbankan syariah harus menjaga kepercayaan publik dengan integritas, kedisiplinan, dan sikap amanah. “Banking bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang nilai, etika, dan pelayanan serta Banker Profesional,” ujarnya.

Dibaca juga : Cerdas Finansial : FEBI Diperkuat Keterampilan Merancang Keuangan Pribadi

Sesi berlangsung interaktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan seputar peluang karir di sektor perbankan syariah. Mereka juga berdiskusi tentang prospek kerja sebagai analis, manajer pembiayaan, hingga praktisi di lembaga keuangan mikro syariah. Antusiasme tinggi terlihat saat mahasiswa menanyakan tantangan persaingan global bagi lulusan baru.

Melalui kegiatan ini, FEBI menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik(Banker Profesional), tetapi juga siap secara praktis. Softskill yang diperoleh diharapkan mampu memperkuat daya saing mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, sehingga mereka siap terjun ke dunia profesional dengan percaya diri.

Pembukaan Konferensi

FEBI UIN Surakarta Ikuti Pembukaan Konferensi Antarbangsa Islam Borneo di Pontianak

Pontianak – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta ikut serta dalam ajang Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB). Acara pembukaan berlangsung pada Selasa, 9 September 2025 pukul 09.00 WIB di Gedung Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.

Rombongan FEBI UIN Surakarta hadir dengan formasi lengkap. Mereka adalah Dr. Arif Muanas (Wakil Dekan I), Rina Hastuti, Ph.D (Kajur Manajemen Syariah), Dr. Zakky Fahma Auliya, MM (Kajur Ekonomi Syariah), Usnan, MEI (Sekjur Manajemen Syariah), Rizky Nur Ayuningtyas PP, ME (Sekjur Ekonomi Syariah), Fitri Laila Wijayati, M.Si (Koorprodi Akuntansi Syariah), serta Dr. Moh Rifqi Khairul Umam, MM (Koorprodi Ekonomi Syariah). Kehadiran mereka menjadi bentuk kontribusi aktif sekaligus upaya memperluas jejaring akademik di forum internasional Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB).

Pembukaan Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) diawali dengan sambutan panitia dan Rektor IAIN Pontianak. Setelah itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memajukan pendidikan, ekonomi, dan budaya Islam di kawasan Borneo.

Dibaca juga : FEBI UIN Surakarta Perluas Jejaring, Jalin Kerja Sama Strategis dengan FEBI IAIN Pontianak

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis). Beliau menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah pertukaran pengetahuan, penelitian, dan gagasan inovatif. Konferensi ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang sejalan dengan misi Kementerian Agama.

Hasil dari forum internasional ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, memperkuat jejaring kerja sama antar lembaga pendidikan dan negara. Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) 2025 dijadwalkan berlangsung beberapa hari. Rangkaian kegiatan meliputi seminar internasional, diskusi panel, dan presentasi penelitian. Panitia optimistis konferensi akan menghasilkan rekomendasi strategis. Hasil konferensi diharapkan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan jejaring kerja sama, dan peran Islam dalam pembangunan berkelanjutan.

Perluas Jejaring

FEBI UIN Surakarta Perluas Jejaring, Jalin Kerja Sama Strategis dengan FEBI IAIN Pontianak

Pontianak – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus Perluas Jejaring akademik lintas kampus. Pada Selasa, 9 September 2025, rombongan pimpinan dan pengelola program studi FEBI berkunjung ke FEBI IAIN Pontianak. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi dan sinergi kelembagaan.

Rombongan FEBI UIN Surakarta dipimpin oleh Dr. Arif Muanas, M.Sc (Wakil Dekan I). Turut hadir pula Dr. Zakky Fahma Auliya, MM (Ketua Jurusan Ekonomi Syariah), Rina Hastuti, Ph.D (Ketua Jurusan Manajemen Syariah), Rizky Nur Ayuningtyas PP, ME (Sekretaris Jurusan Ekonomi Syariah), Usnan, MEI (Sekretaris Jurusan Manajemen Syariah), Fitri Laela Wijayati, M.Si (Kaprodi Akuntansi Syariah), serta Dr. Moh Rifqi Khoirul Umam, MM (Koordinator Prodi Ekonomi Syariah).

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Dekan FEBI IAIN Pontianak, Dr. Samsul Hidayat, MA, bersama jajaran pimpinan fakultas. Pertemuan berlangsung di ruang rapat FEBI. Acara diawali dengan sesi perkenalan dan penyampaian maksud kunjungan dari pihak UIN Surakarta. Setelah itu, jajaran FEBI IAIN Pontianak menyampaikan sambutan sekaligus perkenalan lembaga(Perluas Jejaring).

Dibaca juga : Public Lecturer FEBI UIN Surakarta Hadirkan Prof. Sangidu: Wawasan Riset Global untuk Semua

Agenda Perluas Jejaring adalah sharing dan diskusi. Beberapa topik yang dibahas antara lain pengembangan keprodian, tren peminat program studi, peran alumni dalam mendukung mahasiswa baru, sinergi Tax Center, hingga penguatan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Diskusi juga menyinggung strategi pengelolaan lembaga untuk mendorong peningkatan mutu serta pencapaian akreditasi unggul.

Melalui kunjungan ini dapat disimpulkan jadi Perluas Jejaring, FEBI UIN Surakarta dan FEBI IAIN Pontianak berharap dapat membangun sinergi nyata. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.

prof-sangidu

Public Lecturer FEBI UIN Surakarta Hadirkan Prof. Sangidu: Wawasan Riset Global untuk Semua

Sukoharjo, 10 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Public Lecturer dengan tema “Membangun Jejaring Lintas Negara dalam Menguatkan Kolaborasi Riset Global.” Tidak sekadar sebuah forum akademik, acara ini menjadi ruang bersama bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat akademik untuk belajar langsung bagaimana riset internasional bisa membuka peluang baru.

Public Lecturer Membuka Jejaring Global

Acara dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau menegaskan bahwa FEBI bukan hanya tempat belajar teori, melainkan juga pintu untuk berinteraksi dengan jejaring global. Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen, manfaat riset internasional dapat dirasakan langsung, mulai dari peluang publikasi, beasiswa, hingga kolaborasi dengan kampus-kampus dunia.

Ilmu Praktis dari Pengalaman Internasional

Prof. Dr. Sangidu, M.Hum., narasumber utama dari Universitas Gadjah Mada, tidak hanya membagikan teori. Ia mengajak peserta memahami secara praktis bagaimana membangun kepercayaan dengan mitra luar negeri, mencari sponsor penelitian, hingga mengakses pendanaan internasional seperti dari Islamic Development Bank (IsDB). Peserta diajak melihat bahwa peluang ini bukan untuk segelintir orang, melainkan bisa diraih siapa saja yang konsisten.

Diskusi yang Menginspirasi dan Membuka Jalan

Sesi interaktif yang dimoderatori oleh Ahmad Zia Khakim, S.H., M.H. menjadi ruang partisipasi aktif. Banyak pertanyaan dari peserta yang menggambarkan antusiasme mereka. Diskusi ini memberi keyakinan bahwa mahasiswa FEBI dan para dosen memiliki kesempatan besar untuk menembus panggung riset global, asalkan berani memulai langkah.

FEBI Hadir untuk Memberi Manfaat Nyata

Dengan adanya Public Lecturer ini, FEBI menegaskan bahwa setiap kegiatan akademik bukan hanya seremonial, tetapi memberi manfaat langsung. Peserta pulang membawa wawasan baru, semangat berjejaring, serta keyakinan bahwa mereka bisa menjadi bagian dari riset global.

mahasiswa-asing-febi-uin-surakarta-nikmati-tumpeng-usai-ikuti-muqoddaman

Mahasiswa Asing FEBI Ikuti Muqaddaman dan Nikmati Nasi Tumpeng

Sukoharjo, 20 Agustus 2025 – Suasana penuh kehangatan hadir di halaman belakang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam rangka Dies Natalis ke-33, FEBI menggelar muqaddaman yang juga diikuti oleh mahasiswa asing FEBI.

Salah satu mahasiswa asing yang hadir adalah Mahmud, asal Gambia, dari Program Studi Bisnis Digital. Momen menjadi istimewa karena Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., secara langsung menyajikan dan menyerahkan nasi tumpeng kepada Mahmud. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan semangat persaudaraan. Selain Mahmud, beberapa mahasiswi hafidzah FEBI juga mendapat kehormatan menerima sajian tumpeng dari Dekan.

Kebersamaan Mahasiswa Lokal dan Asing

Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial. Melalui muqaddaman dan tumpeng, tercipta ruang kebersamaan antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing. Dengan demikian, seluruh sivitas akademika FEBI dapat merasakan harmoni dan nilai spiritualitas yang sama, tanpa sekat perbedaan budaya maupun negara.

Inklusivitas FEBI dalam Dies Natalis ke-33

Partisipasi mahasiswa asing FEBI juga menegaskan komitmen fakultas untuk menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif. Selain itu, hal ini sejalan dengan visi FEBI yang ingin melahirkan lulusan berwawasan global, namun tetap berakar pada nilai Islam.

Komitmen FEBI ke Depan

Menurut Prof. Rahmawan, keterlibatan mahasiswa asing dalam kegiatan fakultas harus terus diperkuat. Melalui cara ini, FEBI dapat menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus memperkaya perspektif internasional. Pada akhirnya, Dies Natalis ke-33 bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum mempertegas identitas FEBI sebagai fakultas yang terbuka, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan global.

FEBI Cetak Profesionalisme Auditor : Siap Transparan, Adaptif, dan Berdaya Saing Global

FEBI Cetak Profesionalisme Auditor : Siap Transparan, Adaptif, dan Berdaya Saing Global

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Softskill Enhancement Training pada Selasa, 09 September 2025 di Gedung FEBI. Acara ini diikuti mahasiswa Semester 7 Program Studi Akuntansi Syariah.

Pelatihan bertajuk “Beyond Numbers: How Auditing Builds Powerful Soft Skills” menghadirkan Alim Dhisa Istiqomah, S.Ak., M.Ak. sebagai narasumber utama. Kegiatan juga didampingi oleh Helti Nur Aisyiah, M.Si.

Alim Dhisa menjelaskan bahwa seorang auditor tidak bekerja sendirian. Auditor harus mampu berkomunikasi, mewawancarai klien, menyajikan temuan, bernegosiasi, dan berkolaborasi. Profesi ini menuntut keseimbangan antara objektivitas dengan efektivitas interpersonal agar pekerjaan audit berjalan lancar.

Dibaca juga : FEBI Gelar Muqoddaman dalam Rangka Dies Natalis UIN Raden Mas Said Surakarta ke-33

Menurutnya, keterampilan teknis membuat seseorang diterima bekerja, namun softskill yang baiklah yang dapat membawa mereka pada promosi dan posisi strategis. Hal ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja menilai lebih dari sekadar kemampuan menghitung angka atau menganalisis laporan.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif dalam diskusi, tanya jawab, dan simulasi presentasi audit yang dirancang untuk melatih kemampuan penyampaian temuan secara objektif sekaligus persuasif.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang bukan hanya menguasai teori akuntansi dan auditing. Lulusan juga diharapkan memiliki softskill mumpuni, sehingga siap menghadapi dunia kerja modern yang kompetitif.