WhatsApp Image 2025-09-17 at 14.41.13

Kepala OJK Solo Resmi Buka Festival on Islamic Financial 2025 FEBI UIN Surakarta

Sukoharjo, 17 September 2025 — Suasana Pelataran Gedung FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dipenuhi antusiasme mahasiswa baru ketika Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, secara resmi membuka Festival on Islamic Financial 2025 dengan prosesi pemotongan pita. Kehadirannya bersama para perwakilan lembaga keuangan menandai dimulainya festival literasi keuangan syariah terbesar di kampus tersebut.

Dalam sambutannya, Eko Hariyanto menegaskan bahwa literasi keuangan adalah keterampilan penting bagi mahasiswa di era digital. “Pemahaman tentang produk keuangan syariah tidak hanya berguna untuk kehidupan pribadi, tetapi juga untuk membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif,” ujarnya.

Festival Literasi Keuangan Syariah

Acara yang merupakan bagian dari Festival on Islamic Financial 2025 ini mengangkat tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future.” Seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan hadir dan mengikuti pameran sejak sesi pertama.

Agar lebih interaktif, mahasiswa diminta mengunjungi minimal lima stan pameran dari 27 lembaga keuangan yang hadir. Mereka mengumpulkan stempel khusus di formulir presensi yang wajib dicetak berwarna dan diserahkan kepada panitia.

Partisipasi Lembaga Keuangan

Sebanyak 27 lembaga keuangan dibawah naungan OJK Solo ikut serta dalam expo, di antaranya Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Indo Premier Sekuritas, BTN, Bank Mega Syariah, Pegadaian Syariah, BPRS Dana Amanah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, BCA Syariah dan lainnya.

Melalui kehadiran lembaga-lembaga tersebut, mahasiswa dapat mengenal produk keuangan lebih luas. Tidak hanya tabungan dan pembiayaan, tetapi juga investasi, asuransi, dan instrumen keuangan berbasis syariah.

Harapan FEBI UIN Surakarta

Menurut pimpinan FEBI, literasi keuangan tidak cukup hanya dipelajari di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan praktisi agar memahami realitas industri. Festival ini diharapkan memperkuat jejaring kampus dengan dunia kerja, sekaligus membuka peluang magang, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

FEBI optimistis Festival on Islamic Financial 2025 meninggalkan kesan mendalam. Literasi keuangan syariah bukan hanya bekal akademik, tetapi juga modal hidup bagi mahasiswa untuk menjadi generasi profesional, inovatif, dan berintegritas.

praktisi-goes-to-campus-febi-uin-surakarta

Praktisi Goes to Campus FEBI UIN Surakarta: Menguatkan Keuangan Syariah untuk Masa Depan Berkelanjutan

Sukoharjo, 17 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan syariah. Melalui kegiatan Praktisi Goes to Campus yang digelar di Aula Lantai 1 Gedung A, puluhan mahasiswa semester 5 FEBI mendapatkan kesempatan emas untuk bertemu langsung dengan pakar keuangan syariah dari kalangan akademisi maupun praktisi.

Acara ini mengusung tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future”, sebuah gagasan yang relevan dengan perkembangan global. Dunia keuangan syariah saat ini tidak hanya dipandang sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai solusi untuk keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Narasumber Inspiratif dari MES dan BTN Syariah

Dalam kegiatan ini, FEBI menghadirkan dua narasumber berpengaruh. Pertama, Ibrahim Fatwa Wijaya, SE, M.Sc., Ph.D., pakar dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem keuangan syariah berbasis inovasi. Kedua, Syaiful Amri, M.M., perwakilan dari Bank BTN Syariah, yang membagikan pengalaman nyata mengenai implementasi produk perbankan syariah serta peluang karier bagi mahasiswa di sektor keuangan syariah.

Selanjutnya menurut Ibrahim Fatwa, mahasiswa perlu dibekali dengan pemahaman kritis sekaligus keterampilan praktis agar siap menghadapi tantangan industri keuangan global. Sementara itu, Syaiful Amri menambahkan bahwa perbankan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan, terutama di sektor perumahan dan pembiayaan halal.

FEBI Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Global

Wakil Dekan II FEBI, Dr. Ika Yoga, M.Si. menegaskan bahwa acara ini bukan hanya untuk mahasiswa. Menurutnya, civitas akademika, alumni, bahkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari penguatan literasi keuangan syariah.

“FEBI hadir bukan hanya mencetak sarjana. Kami ingin mahasiswa FEBI berdaya saing, dosen semakin kompeten, dan masyarakat terinspirasi dari keuangan syariah yang inklusif,” ujarnya.

Keuangan Syariah untuk Masa Depan

Dengan terselenggaranya Praktisi Goes to Campus FEBI, mahasiswa tidak sekadar belajar teori. Mereka merasakan langsung praktik nyata dari para ahli. Dosen mendapatkan wawasan baru untuk riset, sedangkan masyarakat luas dapat melihat bahwa keuangan syariah adalah solusi ekonomi berkelanjutan.

Acara ini menegaskan bahwa FEBI UIN Surakarta terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang bermanfaat bagi semua pihak — dari kampus hingga masyarakat.

WhatsApp Image 2025-09-17 at 14.41.11

Studium General MABA FEBI: Gen Z Didorong Kuasai Literasi Keuangan Syariah

Sukoharjo-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Studium General pada Rabu, 17 September 2025 di Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa baru semester 1 angkatan 2025.

Acara mengangkat tema “Securing the Future through Islamic Financial Literacy: Strengthening Gen Z Potential.” Tema ini menekankan pentingnya generasi muda memahami literasi keuangan syariah sebagai bekal menghadapi tantangan global.

Mahasiswa dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti mahasiswa Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA), Akuntansi Syariah (AKS), dan Perbankan Syariah (PBS). Sesi kedua untuk Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Ekonomi Syariah (ES), dan Bisnis Digital (BD).

Tiga narasumber hadir dari lembaga besar. Hesti Candra Sari, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, memaparkan peran bank sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Heri Santoso, Kepala Bagian Pengawasan PUJK, EPK, LMS OJK Solo, menjelaskan pentingnya pengawasan dalam industri jasa keuangan. Sedangkan M. Wira Adi Brata, Kepala Bursa Efek Indonesia Jateng II, mengenalkan peluang investasi halal di pasar modal.

Dibaca juga : Ormawa dan LSO Saling Bersinergi Guna Sukseskan Program Kegiatan Akhir Tahun 2025

Menurut pimpinan FEBI, kegiatan ini memberi bekal awal bagi mahasiswa. Literasi keuangan syariah tidak hanya penting untuk perkuliahan, tetapi juga kehidupan pribadi dan karier. “Mahasiswa FEBI harus siap menghadapi tantangan global. Mereka harus cerdas, melek finansial, kritis, dan inovatif,” tegasnya.

Acara berlangsung interaktif. Banyak mahasiswa aktif bertanya tentang peluang kerja, strategi investasi halal, dan tantangan menjaga integritas keuangan syariah. Antusiasme tersebut menunjukkan Gen Z memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Studium General ditutup dengan pesan inspiratif. Moderator mengingatkan bahwa generasi muda bukan sekadar pengguna teknologi. Mereka juga penggerak perubahan. Dengan literasi keuangan syariah, masa depan dapat terjaga lebih aman dan berkelanjutan.

financial-literacy-expo

FEBI Hadirkan Puluhan Booth Literacy Festival Bertajuk Financial Literacy EXPO 2025

Sukoharjo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Festival on Islamic Financial 2025. Salah satu agenda utama adalah Financial Literacy EXPO dengan tema “Strengthening Sharia Finance for Sustainable Future.”

Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang literasi keuangan syariah sebagai fondasi masa depan ekonomi yang berkelanjutan. Seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan hadir sejak sesi pertama dan mengikuti rangkaian pameran.

Mahasiswa diminta mengunjungi minimal lima stan pameran. Setiap kunjungan mendapat stempel khusus pada formulir presensi. Formulir wajib dicetak berwarna oleh mahasiswa dan diserahkan kepada panitia. Mekanisme ini mendorong mahasiswa terlibat aktif, bukan hanya hadir secara formal.

Dibaca juga : Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Tampil Memukau di KAIB ke-16 Pontianak

Pameran Financial Literacy EXPO 2025 menghadirkan 27 lembaga keuangan. Beberapa di antaranya adalah Bank Mandiri, Bursa Efek Indonesia, Bank Jateng, Indo Premier Sekuritas, BTN, Bank Mega Syariah, Pegadaian Syariah Solo Baru, BPRS Dana Amanah (BDA), Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, BTN Syariah, serta BCA Syariah.

Melalui Financial Literacy EXPO 2025 ini, mahasiswa dapat mengenal produk dan layanan keuangan lebih dekat. Tidak hanya tabungan atau pembiayaan, tetapi juga investasi, asuransi, dan instrumen keuangan syariah.

Menurut pimpinan FEBI, literasi keuangan tidak cukup dipelajari di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berinteraksi langsung dengan lembaga keuangan agar memahami praktik, tantangan, dan peluang. FEBI berharap kegiatan ini membuat mahasiswa mampu memanfaatkan potensi keuangan syariah sekaligus siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional. Festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kampus dengan industri. Kolaborasi diharapkan membuka peluang magang, penelitian, dan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa.

FEBI optimistis kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Literasi keuangan syariah bukan hanya bekal akademik, tetapi juga modal hidup bagi mahasiswa agar menjadi generasi profesional, inovatif, dan berintegritas.

FEBI UIN Surakarta Gelar Koordinasi Kemahasiswaan untuk Sukseskan Program Akhir Tahun 2025

Ormawa dan LSO Saling Bersinergi Guna Sukseskan Program Kegiatan Akhir Tahun 2025

Sukoharjo-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Koordinasi Kemahasiswaan pada Selasa, 16 September 2025. Acara ini mempertemukan Organisasi Mahasiswa (Ormawa), Lembaga Seni Otonomi (LSO), serta Tim Keuangan FEBI dalam satu forum.

Pertemuan ini menjadi agenda penting menjelang akhir tahun. Fokus utamanya adalah menyelaraskan program kemahasiswaan agar berjalan tertib, lancar, dan sesuai aturan. Selain itu, koordinasi juga ditujukan untuk memperkuat komunikasi serta membangun organisasi mahasiswa yang lebih harmonis.

Pimpinan FEBI menekankan bahwa forum ini bukan sekadar rapat teknis. Lebih dari itu, pertemuan menjadi wadah membangun kolaborasi antarorganisasi. Ormawa dan LSO dipandang sebagai mitra penting dalam pengembangan minat, bakat, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa.

Diskusi berjalan interaktif. Pengurus Ormawa dan LSO menyampaikan rencana kegiatan serta tantangan yang dihadapi. Sementara itu, Tim Keuangan FEBI memberi penjelasan mengenai tata kelola anggaran. Transparansi keuangan menjadi bahasan utama agar setiap kegiatan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Dibaca juga : Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Tampil Memukau di KAIB ke-16 Pontianak

Selain aspek teknis, koordinasi juga menekankan pentingnya sinergi. Mahasiswa diharapkan tidak berjalan sendiri, melainkan bekerja sama untuk memberi manfaat lebih luas. “Kami ingin organisasi mahasiswa FEBI menjadi contoh yang solid, kreatif, dan harmonis,” ujar salah satu pimpinan FEBI.

FEBI berharap program akhir tahun dapat terlaksana sesuai rencana. Lebih jauh, kegiatan mahasiswa diharapkan mampu menguatkan identitas fakultas. Bukan hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga aktif mencetak generasi inovatif, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan.

Dengan semangat kebersamaan, koordinasi ini menjadi langkah awal. Harapannya, seluruh agenda mahasiswa akhir tahun 2025 berjalan sukses dan membawa manfaat nyata bagi civitas akademika FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

KAIB

Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Tampil Memukau di KAIB ke-16 Pontianak

Pontianak, 10 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menorehkan prestasi akademik di kancah internasional. Tujuh dosen FEBI tampil sebagai presenter dalam sesi Parallel Session pada Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) ke-16 di Pontianak, Rabu (10/9).

Dibaca juga : Gelar Pelatihan Guna Menghadapi Persaingan Bisnis Era Digital Melalui Platform Retail Online dan Modern

Para dosen FEBI mempresentasikan hasil penelitian terkait ekonomi Islam, keuangan syariah, dan pengembangan masyarakat berbasis syariah serta keberlanjutan. Kehadiran mereka menjadi bukti kontribusi FEBI dalam menjawab tantangan global melalui riset berbasis Islam.

Adapun tujuh penelitian yang dipresentasikan yaitu:

  1. Economic and Legality Aspect of Imitation Brand oleh Dr. Arif Muanas.
  2. Sustainable Innovation and Financial Performance; The Role of Green Process and Product Strategies oleh Fitri Laela Wijayati, M.Si.
  3. Trust and Community Participation in Almsgiving: Evidence from Daarul Hidayah Pesantren Foundation, Sukoharjo oleh Rizky Nur Ayuningtyas Putri P., M.E.
  4. The Effect of High Performance Work System on Teacher’s Wellbeing in Indonesia oleh Rina Hastuti, Ph.D.
  5. Managing Zakat Effectively: Insights from the Jogokariyan Mosque Case in Yogyakarta oleh Dr. Moh. Rifqi Khairul Umam.
  6. Strengthening Halal Certification as a Strategy to Protect Muslim Consumers in Surakarta oleh Dr. Zakky Fahma Auliya.
  7. Innovation of Waqf Programs in Supporting Environmental Sustainability oleh Usnan, M.E.I.

Melalui forum ini, dosen FEBI tidak hanya berbagi hasil riset. Mereka juga menjalin kerja sama akademik dengan ilmuwan dari berbagai negara. Diskusi interaktif yang berlangsung memperkaya wawasan dan membuka peluang kolaborasi lintas lembaga.

Partisipasi FEBI dalam KAIB ke-16 diharapkan memperkuat peran UIN Raden Mas Said Surakarta. Fakultas ini berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu yang transformatif, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan global melalui perspektif ekonomi Islam.

pkm klaten

Workshop Branding dan Marketing Pupuk Organik Cair di Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten

Klaten, 14/8/2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten menyelenggarakan Workshop Pengembangan Branding dan Marketing Pupuk Organik Cair (POC) sebagai langkah strategis membangun unit usaha mandiri berbasis ramah lingkungan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kuswanto, S.P., serta didukung oleh Tim PKM yang terdiri dari Dr. Ika Yoga, M.M. (Ketua), Fajar Santoso, S.E., M.M., dan Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak.. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sarasehan yang digelar pada 8 September 2025 sebagai bagian dari upaya pengembangan pupuk organik cair dari aspek branding dan marketing produk.

Dalam sambutan tim monitoring PKM berbasis SDGs FEBI, Asep Maulana Rohimat, M.S.I menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi rangkaian penting pengabdian masyarakat dengan target menghasilkan produk pupuk organik cair siap edar. Sementara itu, KH. Heri Sarwoko selaku pengasuh Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo menegaskan bahwa pengembangan produk pupuk organik cair merupakan wujud kontribusi pesantren bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Pupuk Organik Cair dan Strategi Marketing 4P
Dalam paparannya, Kuswanto menjelaskan bahwa pupuk organik cair berasal dari fermentasi bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan limbah rumah tangga. Pupuk ini terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kualitas panen, serta menjaga ekosistem pertanian tetap lestari.

Lebih lanjut, Kuswanto menekankan pentingnya strategi Marketing Mix 4P dalam pengembangan produk, yaitu: Product – menjaga kualitas pupuk sesuai standar, Place – memperluas saluran distribusi, Price – menentukan harga yang sesuai dengan nilai produk, Promotion – memperkuat promosi dan branding agar lebih dikenal masyarakat. Selain itu, workshop juga menyoroti pentingnya standarisasi kemasan, peninjauan kandungan pupuk organik cair, serta penentuan brand yang menarik dan sesuai pasar.

Uji Laboratorium dan Penguatan Branding
Sebagai tindak lanjut, Tim PkM akan mendampingi Ponpes Kyai Ageng Selo dalam pengujian sampel pupuk organik cair di Laboratorium Tanah. Hasil uji kandungan nantinya akan dicantumkan pada kemasan sebelum diajukan izin edar ke Dinas Pertanian Kabupaten Klaten. Selain pengujian, Tim PkM juga berkomitmen membantu dalam proses pembuatan branding serta strategi pemasaran produk pupuk organik cair, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Melalui workshop ini, diharapkan pupuk organik cair produksi Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten semakin dikenal masyarakat, memiliki branding yang kuat, serta menjadi salah satu produk unggulan pertanian organik di Klaten dan sekitarnya

WhatsApp Image 2025-09-15 at 17.01.33

Webinar Ngupas Beasiswa BSI 2025 “From Dream to Reality, Strategy to Get BSI Scholarship 2025”

Surakarta, 14 September 2025 – Departemen Pendidikan DEMA FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar webinar “Ngupas Beasiswa BSI 2025” melalui Zoom Meeting. Acara menghadirkan Muhammad Kareem Abdul Jabar, Koordinator Awardee Beasiswa BSI, dengan Nivea Putri Pratiwi sebagai moderator.

Webinar ini bertujuan memberi informasi dan strategi sukses mengikuti BSI Scholarship Inspirasi 2025. Beasiswa ini adalah program dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BSI Maslahat. Sasaran utamanya mahasiswa prasejahtera semester 3 di kampus mitra, termasuk UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dalam pemaparannya, Kareem menjelaskan syarat pendaftaran, dokumen yang dibutuhkan, dan tips agar lolos seleksi. Ia juga menyampaikan manfaat beasiswa, di antaranya:

  • Bantuan UKT Rp 3.000.000 per semester selama 6 semester.
  • Pembinaan kepemimpinan dan pengembangan karakter.
  • Pelatihan ekonomi serta keuangan syariah.
  • Mentorship bersama pimpinan BSI.
  • Peluang magang di industri ekonomi syariah.

Ketua panitia menegaskan bahwa acara ini adalah wujud komitmen DEMA FEBI. Informasi beasiswa diharapkan memotivasi mahasiswa agar terus berprestasi. Beasiswa bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga sarana membentuk karakter dan kepemimpinan.

Acara mendapat dukungan penuh dari pimpinan fakultas. Hadir Prof. Dr. Rahmawan Arifin, S.E., M.Si. selaku Dekan FEBI dan Dr. Ika Yoga, S.E., M.M. selaku Wakil Dekan III FEBI.

Jadwal pendaftaran BSI Scholarship Inspirasi 2025:

  • 1 September – 5 Oktober 2025: Open Recruitment
  • 6 – 13 Oktober 2025: Seleksi Administrasi
  • 18 – 19 Oktober 2025: Tes Tertulis
  • 3 November 2025: Pengumuman Final

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta mendapat gambaran jelas tentang persiapan seleksi beasiswa. Webinar ditutup dengan harapan semakin banyak mahasiswa yang meraih kesempatan menjadi pemimpin muda berkarakter dan berdaya saing.

WhatsApp Image 2025-09-15 at 13.26.01 (1)

PAKKIS Peduli : Menebar Kasih, Meneladani Akhlak Nabi

Sukoharjo, Ahad (14/09/2025) – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, PAKKIS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan kunjungan dan santunan di Panti Asuhan Mardhatillah. Tema kegiatan kali ini adalah “PAKKIS Peduli: Menebar Kasih, Meneladani Akhlak Nabi.”

Acara dimulai pukul 09.30 WIB. Rangkaian kegiatan dibuka oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, hadir sambutan dari ketua panitia, koordinator, dan perwakilan panti asuhan.

Bagian inti menghadirkan pemateri, Ikhwan Arrahman. Ia menyampaikan hikmah Maulid Nabi dengan menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. Ada lima poin utama yang ia sampaikan:

  1. Jujur dan amanah.
  2. Sabar dan teguh menghadapi ujian.
  3. Peduli sosial serta empati terhadap sesama.
  4. Menjunjung akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Konsisten beribadah dan semangat menuntut ilmu.

Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan. Cinta harus diwujudkan melalui perilaku nyata, terutama menjaga ibadah dan sholat.

Dibaca juga : The 5th ICIES 2025 di FEBI UIN RM Said Surakarta Hadirkan Islamic Economics and Sustainability

Kegiatan juga diisi dengan sesi menulis kesan dan pesan dari anak-anak panti. Setelah itu, dilakukan penyerahan donasi, pemberian kenang-kenangan, dan ditutup dengan foto serta makan bersama.

Bagi PAKKIS, kegiatan ini bukan hanya silaturahmi. Lebih dari itu, acara menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial. Generasi muda juga diajak memperkuat komitmen untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

PAKKIS berharap nilai kasih sayang dan kepedulian dapat terus tumbuh. Kehadiran di Panti Asuhan Mardhatillah menjadi bukti bahwa cinta Rasulullah bisa diwujudkan dengan aksi nyata.

FEBI Gelar Pelatihan Guna Menghadapi Persaingan Bisnis Era Digital Melalui Softskill Enhancement Training Bertema Platform Retail Online dan Modern

Gelar Pelatihan Guna Menghadapi Persaingan Bisnis Era Digital Melalui Platform Retail Online dan Modern

Sukoharjo, 12 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan Softskill Enhancement Training pada Jumat, 12 September 2025, di Gedung FEBI. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa semester 7 dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, serta Akuntansi Syariah.

Pelatihan menghadirkan narasumber Adi Cahyanto dan Fatih Razan, S.Sos., serta didampingi oleh Muh. Irsyad, M.E.. Mereka membahas pentingnya strategi Retail Online dan Modern. Dalam pemaparannya, Adi Cahyanto menekankan perubahan perilaku konsumen. Menurutnya, retail bukan sekadar menjual produk, melainkan juga menghadirkan pengalaman pelanggan. “Retail Online dan Modern membuat jangkauan usaha lebih luas, cepat, dan efisien,” ujarnya.

Fatih Razan menambahkan bahwa kreativitas menjadi kunci utama. Ia mengajak mahasiswa untuk berani beradaptasi dengan tren teknologi. “Generasi muda perlu memahami algoritma, membangun branding yang kuat, dan memaksimalkan pemasaran online,” jelasnya.

Dibaca juga : Nurlita Olyvia Mahasiswi FEBI Raih Medali Perak PORDA DIY 2025, Persembahkan untuk Sang Ibu

Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa banyak bertanya tentang strategi toko online, promosi melalui media sosial, dan cara menjaga loyalitas konsumen. Narasumber menekankan bahwa keberhasilan bisnis digital tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada komunikasi, inovasi, dan pelayanan konsisten.

Pelatihan Retail Online dan Modern ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia bisnis modern. Mereka tidak hanya dibekali teori manajemen, tetapi juga keterampilan praktis. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen FEBI untuk mencetak wirausaha muda yang adaptif dan berdaya saing di era digital.