Saatnya bergeser dari Paradigma Menabung Menjadi Berinvestasi

Konsep menyisihkan sejumlah uang untuk disimpan demi memenuhi suatu kebutuhan atau keperluan mendadak tertentu sudah tidak asing lagi. Dulu, orang kerap menabung di celengan, di bawah bantal, ataupun di lemari, hingga kini hampir semua orang sudah menabung di bank. Tapi, sadarkah anda, bunga yang kita dapatkan dengan menabung pada lembaga keuangan tidak berbanding lurus dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya, sehingga jika dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa, uang yang kita tabung di bank sebenarnya justru mengalami penurunan nilai.

Di sisi lain, berkaitan dengan resikonya, menabung relatif lebih aman bila dibandingkan dengan investasi. Menabung biasanya untuk tujuan jangka pendek dan menjadi tempat untuk dana darurat karena memiliki likuiditas  yang tinggi. Pada umumnya menabung memiliki sifat yang fleksibel, jadi akses penggunaannya mudah, sebaliknya investasi memiliki sifat yang tidak fleksibel karena memiliki periode yang telah ditentukan sehingga lebih sulit untuk menjangkau keadaan yang sifatnya darurat dan segera. Idealnya, dalam mengukur keuangan adalah kita memiliki tabungan yang dijadikan sebagai dana darurat dan investasi sebagai tempat untuk mengembangkan yang yang dapat memenuhi kebutuhan atau tujuan keuangan dimasa depan. Namun yang perlu diketahui untuk mencapai tujuan finansial jangka menengah dan panjang, berinvestasi jauh lebih menguntungkan.

Secara umum, investasi dapat diartikan sebagai sebuah upaya, baik dalam bentuk materi, tenaga atau waktu yang dilakukan saat ini, untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan dating. Berbicara mengenai konsep investasi dalam bentuk materi, nilai yang kita investasikan seiring dengan berjalannya waktu akan bertumbuh melebihi modal awalnya jika dilakukan secara bijak. Sehingga investasi berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding dengan tabungan konvensional.

Perkembangan investasi di Indonesia menunjukan keadaan yang menggembirakan Pada 2015 yang merupakan tahun pertama Jokowi secara penuh memerintah, realisasi investasi naik 17,8 persen menjadi Rp. 545,5 triliun. Angka ini bahkan melebihi target sebesar Rp. 519,5 triliun. 
Pada 2016, capaian investasi tumbuh sedikit melambat sebesar 12,4 persen menjadi Rp. 612,8 triliun. Perlambatan terutama terjadi pada investasi asing yang hanya tumbuh 8,4 persen menjadi Rp. 365,9 triliun. Lalu pada 2017, realisasi kembali tumbuh lebih baik sebesar 13,1 persen menjadi Rp. 692,8 triliun. Realisasi tersebut tercatat kembali melampaui target yang dipatok pemerintah sebesar Rp. 678,7 triliun.
Namun pada sepanjang tahun lalu, realisasi pertumbuhan investasi mendadak anjlok hanya sebesar 4,1 persen. Total investasi yang tercatat mencapai Rp721,3 triliun (www.cnnindonesia.com, 2019). Investasi tersebut dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat/swasta.

Di Negara berkembang dengan tingkat penduduk yang besar, umumnya meniliki rasio investasi terhadap jumlah penduduk, relative kecil. Sehingga Negara kerap mengundang investasi asing untuk masuk kedalam negaranya, termasuk juga Indonesia. Meski investasi asing ini tidak selalu memberikan keuntungan terhadap Negara, terutama dalam jangka panjang.

Proporsi investasi fisik jangka panjang yang masuk atau FDI inflow terhadap pembentukan PDB Nasional belum signifikan karena mayoritas investasi fisik yang masuk Indonesia hanya tertarik pada pasar domestik yang besar, dan sumber daya alam potensial. Investasi fisik jangka panjang yang masuk dari luar negeri ke Indonesia umumnya bukan karena alasan ingin menjadikan Indonesia sebagai foundation production. Tujuan akhir ini sulit dicapai karena membutuhkan kualitas infrastruktur dan SDM dengan keahlian tinggi.

Alasan terpenting mendorong investasi adalah untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi. Semakin banyak Negara yang sedang mendorong investasi asing dengan panduan tertentu yang diarahkan pada tujuan ekonomi. Korporasi/ perusahaan multinasional dapat diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan, pengalihan teknologi, membangkitkan penjualan ekspor, merangsang pertumbuhan dan perkembangan industry lokal, menjaga persediaan devisa, atau memenuhisemua harapan ini sebagai syarat konsesi pasar.

Salah satu tren instrument investasi terkini yang praktis dan bisa dicoba oleh kita sebagai warga Negara Indonesia adalah Surat Hutang Negara. Menariknya, instrument investasi ini bisa dibeli secara online (e-SBN). Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa kita sebagai warga Negara Indonesia berinvestasi di SBN, yaitu: satuan pembelian cukup murah yaitu mulai dari angka 1 juta sampai maksimal 5 miliyar, kita sudah bisa menabung sambil belajar berinvestasi diberbagai instrument investasi pada SBN, seperti Fund Connection Ritel (SBR), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST), dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Pada pembahasan ini saya hanya fokus pada Sukuk Negara Ritel, dimana Sukuk Ritel Negara diharapkan menjadi instrument bagi semua lapisan masyarakat karena dengan nominal 5 juta masyarakat sudah dapat berinvestasi pada instrument ini dengan batas maksimal 5 miliyar. Penerbitan instrument ini sebenarnya juga merupakan edukasi kepada masyarakat agar melakukan transformasi dari masyarakat yang berorientasi menabung menajdi masyarakat berorientasi investasi. Seiring dengan kesadaran masyarakat muslim Indonesia untuk berinvestasi sesuai dengan kaidah syariah, maka Sukuk Ritel Negara dapat dijadikan pilihan utama berinvestasi karena instrument ini telah mendapatkan fatwa dan opini syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI. Namun “stempel halal” yang diberikan oleh lembaga tersebut bukan menjadikan sukuk ritel Negara menjadi isntrumen yang ekslusif tetapi instrument ini tetap dapat dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan instrument ini diharapkan menjadi instrument keuangan inklusif yang bisa dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Sebagai instrument yang diterbitkan oleh pemerintah, maka sukuk ritel Negara dapat dikategorikan sebagai instrument investasi bebas resiko. Hal ini dikarenakan seluruh nilai investasi masyarakat baik pembayaran saat jatuh tempo dan bagi hasilnya dijamin oleh Pemerintah melalui Undang-Undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan Undang-Undang APBN yang diterbitkan setiap tahun. Seiring dengan meningkatnya kesadaran berinvestasi, Sukuk Ritel Negara tentu menjadi instrument investasi yang banyak ditunggu masyarakat. Sebagai indikasi, Sukuk Ritel Negara diterbitkan oleh Pemerintah di pasar perdana pada sekitar bulan februari atau maret setiap tahun.

Dengan membeli Sukuk Ritel Negara, maka kita sebagai warga Negara turut mendukung dalam kesukesan pembangunan Negara Indonesia. Dukungan pada pembangunan Negara akan memberikan multiplier effectpada perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Dengan begitu maka sudah saatnya kita bergeser dari kebiasaan menabung kita yang akan menurunkan nilai dari tabungan kita dengan menginvestasikan dana kita salah satunya pada Sukuk Ritel Indonesia untuk bersama-sama menuju Indonesia Maju.

 

Oleh: Zakky Fahma Auliya

Program Sosial Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah

[smartslider3 slider=9]

 

FEBI News | Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 H yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019, mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah bersama Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah melaksanakan ibadah qurban. Program tersebut merupakan inisiasi dari Jurusan Perbankan Syariah, termasuk dari Bp. Budi Sukardi, S.E.I, M.S.I., selaku Ketua Jurusan Perbankan Syariah, sebagai program sosial mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah.
Dengan dimulainya tabungan qurban mahasiswa pada bulan Februari 2019, mahasiswa jurusan Perbankan Syariah mengumpulkan dana untuk berqurban melalui tabungan qurban mahasiswa yang di kelola oleh HMJ Perbankan Syariah, tepatnya oleh Divisi Keagamaan. Program tabungan qurban mahasiswa dilaksanakan dengan mengumpulkan dana dari mahasiswa Perbankan Syariah melalui koordinator kelas yang ditunjuk oleh HMJ Perbankan Syariah. Mahasiswa mengumpulkan dana sesuai dengan kesepakatan yang telah di buat.
Sejak dirilisnya tabungan qurban mahasiswa sampai dengan pelaksanaan qurban, sudah terkumpul dana sejumlah Rp. 24.746.500, yang kemudian oleh HMJ Perbankan Syariah direalisasikan dengan membeli hewan qurban sebanyak 1 ekor sapi. Hewan qurban tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan daging hewan qurban, yaitu Masjid Al-Amin (Semagar, Balong, Jenawi, Karanganyar).
Jurusan Perbankan Syariah memiliki harapan bahwa program tabungan qurban mahasiswa dapat melatih kepedulian mahasiswa untuk masyarakat sekitar. Diharapkan untuk kedepannya program tabungan qurban mahasiswa ini dapat terus dilaksanakan, sehingga dapat dijadikan program sosial yang rutin diadakan setiap tahun atas nama mahasiswa jurusan perbankan syariah. (Divisi Keagamaan/HMJ Perbankan Syariah)

Dosen FEBI Gelar PKM BERTEMA Manajemen SDM Desa Tangguh Berbasis ZIS

Gatak, 10 Agustus 2019 – Dosen pendamping Asep Maulana Rohimat, M.S.I dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta telah sukses mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Manajemen SDM Desa Tangguh Berbasis ZIS”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Gatak, dengan tujuan untuk memberikan edukasi mengenai manajemen SDM desa tangguh yang berbasis zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Dalam kegiatan ini, Asep Maulana Rohimat, M.S.I memberikan penjelasan mengenai konsep dan strategi pengelolaan ZIS di desa, serta bagaimana pemanfaatan dana ZIS untuk pengembangan SDM desa. Peserta yang hadir sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan memberikan banyak pertanyaan yang dijawab dengan baik oleh Asep Maulana Rohimat, M.S.I.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai manajemen SDM desa tangguh berbasis ZIS sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dana ZIS secara bijak dan tepat guna dalam membangun dan meningkatkan kualitas SDM desa,” ujar Asep Maulana Rohimat, M.S.I.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga warga desa. Para peserta diberikan materi mengenai konsep dasar manajemen SDM desa tangguh, pemanfaatan dana ZIS, serta strategi pengembangan SDM desa. “Acara ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai warga desa, kami dapat memanfaatkan dana ZIS secara lebih bijak dan tepat guna dalam meningkatkan kualitas SDM desa,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dari Asep Maulana Rohimat, M.S.I sebagai dosen di FEBI IAIN Surakarta. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rapat Koordinasi Persiapan Perkuliahan Semeseter Gasal Tahun Akademik 2019/2020

[smartslider3 slider=8]
 

FEBI News | Sukoharjo 9 Agustus 2019, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta menyelenggarakan agenda Rapat Koordinasi dalam rangka Persiapan Perkuliahan Semeseter Gasal Tahun Akademik 2019/2020. Rapat  dipimpin oleh Drs. Azis Slamet Wiyono, MM., selaku Wakil Dekan 1 Bidang Akademik. Hadir dalam acara ini Dekan FEBI Drs. Sri Walyoto, M.M., Ph.D. Wakil Dekan 3 Dr. Awan Kostrad Diharto, MM seluruh Ketua Jurusan dan para dosen pengampu mata kuliah, baik dosen tetap maupun Dosen Luar Biasa (DLB).

Dalam sambutannya Dekan FEBI memberikan arahan kepada seluruh dosen agar mulai menggunakan pendekatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran, terlebih mahasiswa saat ini adalah generasi milenial yang sangat akrab dengan teknologi, untuk mendukungnya Fakultas sudah menyiapkan sistem e-learning untuk bisa digunakan oleh dosen dan mahasiswa.

Dalam agenda ini juga Wakil Dekan 1 bidang akademik menyampaikan kepada seluruh dosen untuk bisa mengisi data siakad secara lebih tertib kembali berupa materi pembelajaran dan juga presensi mahasiswa.

Selamat mempersiapkan pembelajaran di semester gasal, semoga lancar dan penuh berkah.

Foto: Amir

* Akses e-Learning bisa kunjungi link berikut: http://febi.iain-surakarta.ac.id/elearning/ 
* Akses SIAKAD bisa kunjungi link berikut: http://administrasi.iain-surakarta.ac.id/dosen/

 

Dosen FEBI Mengikuti Acara Workshop Penulisan Buku

[ngg src=”galleries” ids=”16″ display=”basic_slideshow”]

FEBI NEWS. Dosen FEBI Dr. Fitri Wulandari, SE., M.Si.; Helmi Haris, S.H.I., M.S.I.; M. Zainal Anwar, S.H.I., M.Si.; Dr. Jasanta Peranginangin, MM.; dan Devi Narulitasari, M.Si mengikuti kegiatan workshop penulisan artikel jurnal pada hari Kamis-Jumat, 8-9 Agustus 2019 bertempat di Hotel Lor In Syariah. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Surakarta. Narasumber disampaikan oleh Prof. Dr. M. Arskal Salim GP. M.Ag. dari Direktur PTKI memberikan  materi mengenai “Kebijakan Penerbitan Buku Kementrian Agama dan Pengalaman Penerbitan Buku Internasional”, Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, MA. dari IAIN Salatiga menyampaikan materi tentang“Strategi Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku”, dan Dr. Abdur Rozaki, S.Ag. M.Si. dari UIN Sunan Kalijaga memberikan materi tentang “Kiat-kiat mengubah Hasil Pengabdian menjadi Buku”.

Hadir dalam pembukaan acara, Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan workshop ini, dengan harapan dapat mendongkrak publikasi ilmiah di lingkungan IAIN Surakarta, mengingat masih banyak hasil penelitian dan pengabdian yang belum terpublikasikan. Ketua LPPM, Dr. Ismail Yahya, MA. menyampaikan untuk mendukung penulisan buku, program BOPTN Penelitian IAIN Surakarta pada tahun 2020 mengakomodir tiga kluster tentang Penulisan dan Penerbitan Buku Berbasis  Riset dan e-Book, Penerbitan Buku Ajar, dan Penghargaan Penulisan Buku.

Pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PBS FEBI IAIN Surakarta

[smartslider3 slider=7]

 

FEBI News | Senin, 5 Agustus 2019 dilaksanakan kegiatan inti asesmen lapangan Akreditasi Prodi PBS FEBI IAIN Surakarta, dengan assesor oleh Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M.Ag dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  dan Dr. Syaugi, S.Ag., M.A dari UIN Antasari Banjarmasin. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 4-6 Agustus 2019 dengan melibatkan Assesor dari BAN PT, pimpinan rektorat IAIN Surakarta, Dekanat FEBI IAIN Surakarta, Prodi Perbankan Syariah, Dosen, Stad Akademik, Lembaga/Perusahaan pengguna lulusan, alumni dan mahasiswa.

Kegiatan ini dalam rangka peningkatan kualitas akademik dari Prodi Perbankan Syariah dan Fakulatas Ekonomi dan Bisnis Islam serta IAIN Surakarta secara umum. Semoga acara lancar dan sesuai dengan harapan dari semua pihak agar mendapat nilai terbaik. 

Foto : Amir & tim

Ajarkan Literasi Keuangan Investasi di Pasar Modal, PKM Dosen FEBI di Desa Gatak Delanggu

Gatak, 3 Agustus 2019 – Dosen pendamping Zakky Fahma Auliya, M.M telah sukses mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Literasi Keuangan Investasi di Pasar Modal”. Acara ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi mengenai investasi di pasar modal kepada masyarakat Kelurahan Gatak, Delanggu, Klaten.

Dalam acara tersebut, Zakky Fahma Auliya, M.M memberikan penjelasan dan sharing mengenai konsep investasi di pasar modal serta pentingnya literasi keuangan. Para peserta yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan memberikan banyak pertanyaan yang disambut dengan baik oleh Zakky Fahma Auliya, M.M. “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai investasi di pasar modal kepada masyarakat Kelurahan Gatak, sehingga mereka dapat memahami dan melakukan investasi dengan bijak,” ujar Zakky Fahma Auliya, M.M dalam sambutannya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari masyarakat. Para peserta diberikan materi mengenai konsep dasar investasi di pasar modal, jenis-jenis investasi di pasar modal, dan juga strategi investasi yang tepat. “Acara ini sangat bermanfaat bagi saya, sebelumnya saya tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai investasi di pasar modal, setelah mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih paham dan siap untuk memulai investasi,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dari Zakky Fahma Auliya, M.M sebagai dosen di FEBI IAIN Surakarta. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat apresiasi dari pihak Kelurahan Gatak yang menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas.

Dosen FEBI ikuti Workshop e-Learning berbasis Moodle

[smartslider3 slider=6]

 

FEBI News | Sukoharjo (02/08/2019)  Hotel Best Western premier Solo Baru menjadi tempat Workshop e-Learning berbasis Moodle yang diselenggarakan oleh PTIPD IAIN Surakarta. Dosen FEBI  IAIN yang mengikuti acara ini adalah Taufiq Wijaya, M.S.I, Anim Rahmayati, M.Si dan  Zakky Fahma Auliya, M.M. Acara dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 31 juli 2019 sampai dengan 02 agustus 2019. Dr. Priyanto, M.kom selaku kepala UPT TIK Universitas Negeri Yogyakarta menjadi pembicara pertama yang sudah berpengalaman dengan e-learning sejak 2006. Pemateri menyampaikan berbagai macam kemudahan dan tantangan yang muncul sebagai akibat dari penggunaan e-learning yang memang sudah sebagai sebuah keniscayaan untuk proses belajar mengajar pada era revolusi industri 4.0 ini.
Pemateri kedua adalah bapak Febri dan ibu Lintang selaku divisi pengembangan aplikasi solusi kampus Indonesia dari Gamatechno, dimana pemateri memberikan pelatihan secara langsung penggunaan e-learning dengan menggunakan aplikasi Moodle. Para peserta diajari berbagai macam cara supaya penggunaan e-learning bisa optimal pada proses pembelajaran di IAIN Surakarta.
Acara ini ditutup dengan rekomendasi kepada pimpinan Institut maupun Fakultas agar mendukung penuh semua  proses  e-learning di lingkungan IAIN Surakarta.

Foto: Humas IAIN

Selamat atas Launching Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan Islam Jawa IAIN Surakarta

[smartslider3 slider=5]

 

FEBI News | Rabu 31 Juli 2019, Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd secara langsung meresmikan  Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan Islam Jawa IAIN Surakarta (Puspa KIJ). Ketua Puspa KIJ dimanahkan kepada Umi Rochmah, M.S.I. dan berada dibawah struktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Surakarta.

Sekaligus dalam acara ini dilaksanakan Seminar dengan tema “Menelusuri Jejak Kebudayaan Islam dan Jawa”. Pembicara seminar adalah Rahmat, M.A. atau dikenal dengan Mas Wedhana Widyohandoyo seorang ahli naskah jawa kuna dari Perpustakaan Pura Pakualaman Yogyakarta sekaligus dosen UNS. pembicara ke dua adalah Arik Dwijayanto, M.A.  Dosen Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo sekaligus peneliti kultur muslim jawa di Malaysia. Acara seminar ini dimoderatori oleh Andi Wicaksono, S.Pd., M.Pd. dan dihadiri pula oleh Ketua LP2M IAIN Surakarta Dr. Ismail Yahya, M.A serta para dosen dan mahasiswa IAIN Surakarta.

Selamat atas berdirinya Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan Islam Jawa (Puspa KIJ) IAIN Surakarta semoga bisa menjadi wadah aktualisasi para peneliti Kebudayaan Islam Jawa baik nasional maupun internasional. (AMR)

Foto: Tim FEBI News

Rapat Koordinasi Persiapan Visitasi Re-Akreditasi Prodi Perbankan Syariah

[ngg src=”galleries” ids=”15″ display=”basic_slideshow”]

FEBI News | Senin, 29 Juli 2019 Semakin dekatnya hari pelaksanaan Visitasi/ Assesment lapangan re-akreditasi Prodi Perbankan Syariah, Pimpinan Dekanat FEBI IAIN Surakarta melaksanakan rapat koordinasi bersama pimpinan Institut dan Unit/Lembaga di lingkungan IAIN Surakarta. Dalam acara ini hadir Wakil Rektor 1 Dr. H. Abdul Matin Bin Salman, Lc., M.Ag. Sekretaris LPM Dra. Hj. Waryunah Irmawati, M.Hum. Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM Dr. Raden Lukman Fauroni, S.Ag., M.Ag, Dekan FEBI Drs. H. Sri Walyoto, M.M., Ph.D. Wakil Dekan 1 dan 2 FEBI,  Kabag TU FEBI, ketua dan Sekretaris Prodi Perbankan Syariah, hadir pula sebagai undangan Dekan Fakultas Adab dan Bahasa  Dr. H. Giyoto, M.Hum.

Acara rapat koordinasi ini untuk memantapkan dan memastikan bahwa persiapan pelaksanaan Visitasi/ Assesment lapangan re-akreditasi Prodi Perbankan Syariah sudah siap dilaksanakan. Semoga lancar sampai hari H dan mendapatkan nilai maksimal yaitu A.

Foto: Amir