Perkuat Aspek Ekonomi Sebagai Upaya Mewujudkan Kartasura sebagai Destinasi Wisata, Tim PKM FEBI gelar Literasi Koperasi Bagi Pelaku Usaha dan UMKM

FEBI NEWS – Kelompok pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) FEBI Kluster Keraton Kartasura menggelar kegiatan Sarasehan bertempat di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura pada Rabu (31/5/2023) dengan mengusung tema ”Literasi Koperasi: Aspek Keuangan dan Kelembagaan kolaborasi bersama Hebitren Se-Solo Raya”. Kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok pelaksana PKM terdiri dari Usnan, M.EI., Mohamad Irsyad, Lc., M.E., Ahmad Syahirul Fauzi, M.Sc dan Sri Haryati, MM. yang bekerja sama dengan HEBITREN Se-Solo Raya.

Tujuan utama dilaksanakannya kegiatan dengan tema ini adalah sebagai salah satu upaya mendorong potensi ekonomi melalui edukasi tentang koperasi secara legalitas kelembagaan maupun aspek keuangan dalam rangka mewujudkan Surakarta khususnya wilayah sekitar Petilasan Keraton Kartasura sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan religi.

Pada sesi pembukaan, pelaksana kegiatan yang diwakili oleh Usnan, MEI menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan rangkaian konsep yang digagas oleh Tim PKM Kluster Keraton Kartasura mulai dari penguatan literasi keuangan, optimalisasi fungsi dan peran media berbasis digital, dan pada kesempatan kali ini diberikan penguatan kelembagaan usaha melalui edukasi tentang koperasi, dengan harapan menjadi upaya yang cukup komprehensif dalam mendukung terwujudnya Petilasan Keraton kartasura sebagai Destinasi wisata.

Orientasi tersebut kemudian dipertegas pula melalui sambutan Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi bahwa konsep kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim PKM FEBI Kluster Petilasan Keraton Kartasura yang secara khusus mengambil lokasi pelaksanaan di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura dan sekitarnya adalah upaya untuk terus mengenalkan kepada masyarakat dan publik tentang eksistensi Keraton Kartasura sebagai peninggalan sejarah yang sangat berharga.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan pula dalam sambutan ketua Hebitren Solo Raya Bapak KH. Miftahul Huda, bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana mendapatkan edukasi dan literasi tentang koperasi baik bagi para pelaku usaha juga komunitas pesantren yang memiliki unit bisnis, tetapi dengan kegiatan yang dilaksanakan di Petilasan Keraton Kartasura ini juga menjadikan peserta yang hadir mengetahui kondisi dan potensi yang ada di Petilasan Keraton Kartasura.

Melalui kegiatan inti sarasehan tentang literasi koperasi, peserta mendapatkan edukasi dan pengenalan seputar konsep dasar tentang koperasi terutama dilihat dari aspek kelembagaan dan keuangan, diantaranya tentang apa itu koperasi, landasan koperasi, asas-asas dalam koperasi, jenis-jenis koperasi, keanggotaan koperasi, hingga konsultasi dan diskusi tentang bagaimana membuat nama, strategi branding hingga tata kelola baik SDM, bidang usaha maupun aspek keuangan.

PKM dosen FEBI gelar Klinik Fotografi dalam Pengembangan Petilasan Keraton Kartasura sebagai Destinasi Wisata Budaya dan Religi

FEBI News| Dalam upaya meningkatkan popularitas dan kehadiran Petilasan Keraton Kartasura sebagai destinasi wisata budaya dan religi yang menarik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Rumah Budaya Kartasura menyelenggarakan Klinik Fotografi Konten Digital Marketing. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 31 Mei 2023, di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura.

Klinik Fotografi Konten Digital Marketing ini diikuti oleh milenial pegiat media sosial dari kalangan mahasiswa dan komunitas jurnalis. Dalam acara ini, dosen pelaksana Dr. Woro Retnaningsih, Dr. Amri Syarif, dan Asep Maulana Rohimat, M.S.I. M. Hanif Aditya, S.I.Kom dari relawan Rumah Budaya menjadi narasumber utama. Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menjelaskan pentingnya konten visual dalam proses digital marketing, terutama untuk mempromosikan Petilasan Keraton Kartasura.

“Foto adalah salah satu konten penting dalam proses digital marketing. Melalui foto-foto yang menarik, kita dapat memperkenalkan keindahan dan keunikan Petilasan Keraton Kartasura kepada khalayak luas, terutama generasi milenial. Kita harus mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan berinovasi dalam menciptakan konten yang menarik bagi mereka,” ungkap Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si.

Peserta klinik mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik fotografi yang baik, pencahayaan yang tepat, dan pengeditan foto yang menarik. Mereka juga diajak berkeliling Petilasan Keraton Kartasura untuk mencari sudut pengambilan foto yang menarik dan menggambarkan keindahan budaya dan religi yang terkandung di dalamnya.

Ketua Rumah Budaya Kartasura, Marsudi Widodo menyampaikan harapan kepada para peserta untuk menambah wawasan tentang strategi pemasaran digital dan penggunaan media sosial sebagai alat promosi yang efektif. Mereka didorong untuk memanfaatkan kekuatan media sosial dalam menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi milenial, terutama dalam mensosialisasikan cagar budaya petilasan keraton kartasura.

Asep Maulana Rohimat, M.S.I, salah satu dosen pelaksana, menyatakan, “Kami berharap melalui Klinik Fotografi Konten Digital Marketing ini, peserta dapat belajar dan mempraktikkan cara-cara baru dalam menciptakan konten visual yang menarik. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan, kami berharap Petilasan Keraton Kartasura dapat menjadi destinasi wisata yang semakin populer dan dikenal oleh masyarakat luas.”

Klinik Fotografi Konten Digital Marketing ini merupakan salah satu upaya kolaboratif antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dan Rumah Budaya Kartasura dalam mempromosikan potensi wisata budaya dan religi di kawasan Kartasura. Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan konten-konten visual yang menarik dan menginspirasi generasi milenial untuk mengunjungi dan mengenal lebih dekat Petilasan Keraton Kartasura.

JADWAL UJIAN SEMINAR PROPOSAL DAN SKRIPSI PERIODE JUNI 2023

PEMBERITAHUAN TES AKHIR SEMESTER

http://bit.ly/TASFEBI_20222

Kami informasikan kepada seluruh Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, bahwa Tes Akhir Semester dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2023 – 13 Juni 2023. Jadwal ujian dapat dilihat melalui akun siakad masing-masing (Jadwal Ujian Tes Akhir Semester) atau dapat dilihat melalui link bit.ly/TASFEBI_20222. Apabila Dosen Pengampu Mata Kuliah dilaksanakan secara Mandiri (Lisan, Tugas, Observasi dll), Mahasiswa WAJIB untuk hadir untuk mengisi presensi ujian sesuai jadwal ujian dan sebagai syarat sah sudah mengikuti Tes Akhir Semester.

Bekali Mahasiswa Tentang Halal Value Chain, FRESH Gelar Seminar Nasional Ekonomi Islam

FEBI News | Rabu (24/05/2023) Forum Ekonomi Syariah (FRESH) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar acara Seminar Nasional Ekonomi Islam dengan mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Digital dan Halal Value Chain Demi Mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia.”  Animo peserta yang mengikuti acara ini sangatlah tinggi. Terbukti dari hadirnya kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari delegasi KSEI se-Solo Raya, delegasi Ormawa dan LSO FEBI, serta mahasiswa umum lainnya.

Seminar dibuka dengan sambutan Bapak Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I. selaku pembina FRESH. Kemudian, acara dilanjut dengan penyampaian materi oleh seorang Influencer Ekonom Rabbani, yakni Mas Irsyad Al Ghifari, S.E., M.Ikom. Beliau mengupas tuntas mengenai halal value chain yang sebenarnya lebih banyak dikaji oleh para mahasiswa pasca sarjana.

“Digitalisasi halal value chain dapat melalui upaya percepatan sertifikasi halal, distribusi, dan promosi. Propaganda ekonomi Islam itu dapat melalui MEMC Model yang terdiri dari Movie, Music, Culture, Environment.” Jelasnya.

Penjelasan tersebut tidak hanya berupa pemaparan materi saja tapi juga disertai penayangan video yang sesuai dengan topik materi sehingga lebih menarik dan mudah dipahami. Kemudian acara dilanjut dengan sesi tanya jawab dengan peserta secara interaktif sehingga menambah banyak insight baru mengenai kiprah mahasiswa dalam memperkuat Halal Value Chain pada lingkungan sekitar.

Dengan dilaksanakannya seminar ini, diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai ekonomi Islam, terutama mengenai literasi Halal Chain di Indonesia. Selain itu juga dapat menjadi salah satu upaya dalam mendakwahkan ekonomi Islam sesuai dengan salah satu dari tiga tagline FoSSEI (red: nama organisasi pergerakan Ekonomi Islam dalam kalangan mahasiswa) yaitu Ukhuwah, Dakwah, dan Ilmiah.

Menuju Ecogreen Hidroponik, Tim PKM FEBI UIN Raden Mas Said Berikan Edukasi dan Pendampingan Santripreneur di Pondok Pesantren Al Manshur

Penulis: Rahmawati Khoiriyah

FEBI News| Peran sentral pesantren dalam memberikan pendidikan bagi para santri akan berdampak besar bagi kehidupan dimasa mendatang. Kehidupan bermasyarakat yang perlu ditunjang oleh aktivitas perekonomian bisa menjadi modal besar bagi para santri untuk mengetahui cara melakukan pengembangan perekonomian. Hal ini menjadikan pendidikan agama harus didukung oleh pengetahuan para santri dalam mengelola lingkungan dan memahami perekonomian dalam bermasyarakat. Hingga kelak, secara mandiri para santri dapat menjalankan kehidupan yang jauh lebih baik ketika memiliki kemapanan ekonomi. Harapan ini menjadi bentuk perwujudan tanpa meninggalkan ciri khas pesantren yaitu kehidupan mandiri dan sederhana bagi santri.

Sebagai salah satu ikhtiar untuk mendorong ecogreen dan keterampilan santri tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Tim PKM Kluster Pesantren khususnya kelompok yang terdiri dari tiga dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yakni Rahmawati Khoiriyah, Yulfan Arif Nurrohman dan Fuad Hasyim mendesain kegiatan yang bertujuan untuk membekali keterampilan para santri dalam mengolah media tanam yang bisa menghasilkan dari segi ekonomi melalui kegiatan dalam bentuk Sarasehan dan Pendampingan Teknis. Kegiatan Sarasehan bertema “Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Budidaya Hidroponik”  ini diselenggarakan di Yayasan Ponpes Al Manshur, tepatnya di Madrasah Tsanawiyah Al Manshur Popongan pada Jum’at (19/5). Hadir sebagai peserta adalah sekitar 50 santri pondok putra dan putri baik komplek Tengah maupun Timur.

“Edukasi dan pendampingan ini diharapkan bisa menambah skill santri untuk bisa melakukan penghijauan di pesantren. Kemudian, jika skill penanaman melalui hidroponik dapat dikembangkan maka akan mendatangkan penghasilan tambahan, selain itu hasil panen dari sayuran hidroponik juga diharapkan bisa memberi suplai bahan pangan sehingga terwujud ketahanan pangan pesantren”, ungkap Rahma sebagai ketua pelaksana kegiatan.

“Pemilihan peserta yang mayoritas dari madrasah di pondok  pesantren ini ditujukan agar para santri generasi muda bisa menjadi moda penggerak ekonomi kreatif pesantren.  Selain sebagai bekal di masa depan, santri penggerak ini juga diharapkan bisa menjadi agent of change untuk bisa memaksimalkan sumber daya alam dan lahan yang tersedia”, imbuh Susanto sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Manshur.

Pengembangan hidroponik menjadi salah satu alternatif agar penghijauan di area pesantren dapat dikembangkan dengan baik di area pesantren yang dipaving, salah satunya menggunakan Dutch Bucket System. Penggunaan system ini karena tidak membutuhkan ruang yang luas untuk instalasinya, serta bisa disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Selain itu, bahan bucket yang digunakan dalam instalasi ini juga mudah didapatkan, baik baru maupun bekas pakai sehingga pendampingan ini juga berkontribusi untuk mengurangi timbulan sampah lingkungan.

Metode hidropik Dutch Bucket System tidak memerlukan tempat yang berlebihan yang tentunya juga dengan rangkaian penanaman yang rapi dan indah. Hidroponik dutch bucket merupakam system hidroponik yang menggunakan tetesan air nutrisi yang menetes secara terus menerus ke dalam bucket tanaman dan sisa air nutrisi dialirkan kembali melalui selang atau pipa menuju ke penampungan air nutrisi yang nantinya akan digunakan kembali. Hidroponik dengan menggunakan sistem dutch bucket membutuhkan beberapan peralatan pembantu, antara lain: ember atau wadah (bucket), Papan, dan netpot.

Dalam kegiatan ini para santri dikenalkan dengan berbagai macam alat dan bahan penanaman hidroponik oleh pemateri, yaitu Intan. Intan juga menjelaskan cara memilih biji tanaman yang baik, sehingga biji tersebut dapat tumbuh dengan maksimal. Kegiatan ini dibagi dengan dua sesi, yaitu sesi materi dan sesi praktrek. Setelah sesi materi selesai lalu peserta dibagi menjadi 10 kelompok dengan 5 santri tiap kelompoknya.

Tiap kelompok diberikan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan penanaman melalui media hidroponik. Langkah pertama setiap kelompok harus menyiapkan rockwool sebagai media pembibitan. Proses pembibitan dimulai dengan pemilihan bibit unggul dan penyemaian di media rockwool. Setelah itu rockwool di pootong dengan ukuran 2×2 cm, dan dipindahkan di netpot. Setelah bibit ditumbuhkan di netpot, santri diarahkan untuk menyediakan media air beserta nutrisinya untuk penumbuhan tanaman. Rangkaian hidroponik yang sudah jadi lalu ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari agar memaksimalkan tumbuh kembang tumbuhan.

Setelah kegiatan Sarasehan dan Pendampingan selesai, para santri mengaku terkesan dan senang dengan diadakannya kegiatan ini. “Untuk kedepannya kami berharap para santri di pondok pesantren Al Manshur bisa terus mempraktekkan skill yang diterima, sehingga apa yang menjadi tujuan pendampingan ini dapat terwujud, dan diharapkan dari pengembangan ecogreen ini dapat membuat lingkungan pesantren menjadi lebih hijau serta menghasilkan pendapatan lebih dari penjualan sayur organik tersebut,” ungkap Hanif salah seorang santri Al Manshur.

jadwal ujian seminar proposal dan munaqosah periode mei 2023 (Tahap kedua)

Tambah Bekal Mahasiswa Untuk Berinvestasi, KSPM Gelar Seminar Nasional Pasar Modal 2023

FEBI NEWS|Pada Rabu (10/5/2023) telah terselenggara Seminar Nasional Pasar Modal dengan tajuk “Modal Kecil Jadi Penghalang Investasi? Yuk Kupas Tuntas Strateginya”. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa serta dalam rangka memperingati Milad Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta baik mahasiswa FEBI maupun Fakultas lain di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Meskipun jumlah peserta kurang dari target, namun KSPM sukses menghadirkan pemateri yang expert di bidang Pasar modal seperti M. Wira Adibrata (Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah II), Wisnu R. Putro (Branch Manager IPOT Solo), dan Frisca Devi ( Co Founder @ngertisaham ). Seminar ini membahas 3 materi utama yakni pengenalan investasi, psikologi investasi, dan strategi investasi dengan modal kecil).

Harapan dari teman-teman KSPM dengan diadakannya Seminar Nasional Pasar Modal yaitu untuk meningkatkan bekal mahasiswa FEBI terkait pasar modal setelah mengikuti praktikum pasar modal. Selain itu, bagi mahasiswa di luar FEBI bisa memperdalam khazanah pengetahuannya terkait ilmu pasar modal. Semoga kegiatan yang bermanfaat ini bisa terus dilaksanakan secara rutin oleh KSPM untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai investasi di pasar modal dikarenakan Pasar modal dapat menambah ketersediaan lapangan kerja dan pemerataan peluang usaha.

Redaktur: staff KSPM

Editor: Ersi/KJF

JADWAL UJIAN SEMINAR PROPOSAL DAN SKRIPSI PERIODE MEI 2023 (TAHAP 1)

JADWAL UJIAN YANG MENJADI ACUAN ADALAH JADWAL YANG DIUNGGAH DI SOSIAL MEDIA, BUKAN DI SIAKAD.
BAGI MAHASISWA MBS YANG AKAN MELAKSANAKAN UJIAN SEMINAR PROPOSAL WAJIB MENYERTAKAN KUESIONER.