Bekali Mahasiswa Tentang Halal Value Chain, FRESH Gelar Seminar Nasional Ekonomi Islam

FEBI News | Rabu (24/05/2023) Forum Ekonomi Syariah (FRESH) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar acara Seminar Nasional Ekonomi Islam dengan mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Digital dan Halal Value Chain Demi Mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia.”  Animo peserta yang mengikuti acara ini sangatlah tinggi. Terbukti dari hadirnya kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari delegasi KSEI se-Solo Raya, delegasi Ormawa dan LSO FEBI, serta mahasiswa umum lainnya.

Seminar dibuka dengan sambutan Bapak Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I. selaku pembina FRESH. Kemudian, acara dilanjut dengan penyampaian materi oleh seorang Influencer Ekonom Rabbani, yakni Mas Irsyad Al Ghifari, S.E., M.Ikom. Beliau mengupas tuntas mengenai halal value chain yang sebenarnya lebih banyak dikaji oleh para mahasiswa pasca sarjana.

“Digitalisasi halal value chain dapat melalui upaya percepatan sertifikasi halal, distribusi, dan promosi. Propaganda ekonomi Islam itu dapat melalui MEMC Model yang terdiri dari Movie, Music, Culture, Environment.” Jelasnya.

Penjelasan tersebut tidak hanya berupa pemaparan materi saja tapi juga disertai penayangan video yang sesuai dengan topik materi sehingga lebih menarik dan mudah dipahami. Kemudian acara dilanjut dengan sesi tanya jawab dengan peserta secara interaktif sehingga menambah banyak insight baru mengenai kiprah mahasiswa dalam memperkuat Halal Value Chain pada lingkungan sekitar.

Dengan dilaksanakannya seminar ini, diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai ekonomi Islam, terutama mengenai literasi Halal Chain di Indonesia. Selain itu juga dapat menjadi salah satu upaya dalam mendakwahkan ekonomi Islam sesuai dengan salah satu dari tiga tagline FoSSEI (red: nama organisasi pergerakan Ekonomi Islam dalam kalangan mahasiswa) yaitu Ukhuwah, Dakwah, dan Ilmiah.

Menuju Ecogreen Hidroponik, Tim PKM FEBI UIN Raden Mas Said Berikan Edukasi dan Pendampingan Santripreneur di Pondok Pesantren Al Manshur

Penulis: Rahmawati Khoiriyah

FEBI News| Peran sentral pesantren dalam memberikan pendidikan bagi para santri akan berdampak besar bagi kehidupan dimasa mendatang. Kehidupan bermasyarakat yang perlu ditunjang oleh aktivitas perekonomian bisa menjadi modal besar bagi para santri untuk mengetahui cara melakukan pengembangan perekonomian. Hal ini menjadikan pendidikan agama harus didukung oleh pengetahuan para santri dalam mengelola lingkungan dan memahami perekonomian dalam bermasyarakat. Hingga kelak, secara mandiri para santri dapat menjalankan kehidupan yang jauh lebih baik ketika memiliki kemapanan ekonomi. Harapan ini menjadi bentuk perwujudan tanpa meninggalkan ciri khas pesantren yaitu kehidupan mandiri dan sederhana bagi santri.

Sebagai salah satu ikhtiar untuk mendorong ecogreen dan keterampilan santri tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Tim PKM Kluster Pesantren khususnya kelompok yang terdiri dari tiga dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yakni Rahmawati Khoiriyah, Yulfan Arif Nurrohman dan Fuad Hasyim mendesain kegiatan yang bertujuan untuk membekali keterampilan para santri dalam mengolah media tanam yang bisa menghasilkan dari segi ekonomi melalui kegiatan dalam bentuk Sarasehan dan Pendampingan Teknis. Kegiatan Sarasehan bertema “Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Budidaya Hidroponik”  ini diselenggarakan di Yayasan Ponpes Al Manshur, tepatnya di Madrasah Tsanawiyah Al Manshur Popongan pada Jum’at (19/5). Hadir sebagai peserta adalah sekitar 50 santri pondok putra dan putri baik komplek Tengah maupun Timur.

“Edukasi dan pendampingan ini diharapkan bisa menambah skill santri untuk bisa melakukan penghijauan di pesantren. Kemudian, jika skill penanaman melalui hidroponik dapat dikembangkan maka akan mendatangkan penghasilan tambahan, selain itu hasil panen dari sayuran hidroponik juga diharapkan bisa memberi suplai bahan pangan sehingga terwujud ketahanan pangan pesantren”, ungkap Rahma sebagai ketua pelaksana kegiatan.

“Pemilihan peserta yang mayoritas dari madrasah di pondok  pesantren ini ditujukan agar para santri generasi muda bisa menjadi moda penggerak ekonomi kreatif pesantren.  Selain sebagai bekal di masa depan, santri penggerak ini juga diharapkan bisa menjadi agent of change untuk bisa memaksimalkan sumber daya alam dan lahan yang tersedia”, imbuh Susanto sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Manshur.

Pengembangan hidroponik menjadi salah satu alternatif agar penghijauan di area pesantren dapat dikembangkan dengan baik di area pesantren yang dipaving, salah satunya menggunakan Dutch Bucket System. Penggunaan system ini karena tidak membutuhkan ruang yang luas untuk instalasinya, serta bisa disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Selain itu, bahan bucket yang digunakan dalam instalasi ini juga mudah didapatkan, baik baru maupun bekas pakai sehingga pendampingan ini juga berkontribusi untuk mengurangi timbulan sampah lingkungan.

Metode hidropik Dutch Bucket System tidak memerlukan tempat yang berlebihan yang tentunya juga dengan rangkaian penanaman yang rapi dan indah. Hidroponik dutch bucket merupakam system hidroponik yang menggunakan tetesan air nutrisi yang menetes secara terus menerus ke dalam bucket tanaman dan sisa air nutrisi dialirkan kembali melalui selang atau pipa menuju ke penampungan air nutrisi yang nantinya akan digunakan kembali. Hidroponik dengan menggunakan sistem dutch bucket membutuhkan beberapan peralatan pembantu, antara lain: ember atau wadah (bucket), Papan, dan netpot.

Dalam kegiatan ini para santri dikenalkan dengan berbagai macam alat dan bahan penanaman hidroponik oleh pemateri, yaitu Intan. Intan juga menjelaskan cara memilih biji tanaman yang baik, sehingga biji tersebut dapat tumbuh dengan maksimal. Kegiatan ini dibagi dengan dua sesi, yaitu sesi materi dan sesi praktrek. Setelah sesi materi selesai lalu peserta dibagi menjadi 10 kelompok dengan 5 santri tiap kelompoknya.

Tiap kelompok diberikan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan penanaman melalui media hidroponik. Langkah pertama setiap kelompok harus menyiapkan rockwool sebagai media pembibitan. Proses pembibitan dimulai dengan pemilihan bibit unggul dan penyemaian di media rockwool. Setelah itu rockwool di pootong dengan ukuran 2×2 cm, dan dipindahkan di netpot. Setelah bibit ditumbuhkan di netpot, santri diarahkan untuk menyediakan media air beserta nutrisinya untuk penumbuhan tanaman. Rangkaian hidroponik yang sudah jadi lalu ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari agar memaksimalkan tumbuh kembang tumbuhan.

Setelah kegiatan Sarasehan dan Pendampingan selesai, para santri mengaku terkesan dan senang dengan diadakannya kegiatan ini. “Untuk kedepannya kami berharap para santri di pondok pesantren Al Manshur bisa terus mempraktekkan skill yang diterima, sehingga apa yang menjadi tujuan pendampingan ini dapat terwujud, dan diharapkan dari pengembangan ecogreen ini dapat membuat lingkungan pesantren menjadi lebih hijau serta menghasilkan pendapatan lebih dari penjualan sayur organik tersebut,” ungkap Hanif salah seorang santri Al Manshur.

jadwal ujian seminar proposal dan munaqosah periode mei 2023 (Tahap kedua)

Tambah Bekal Mahasiswa Untuk Berinvestasi, KSPM Gelar Seminar Nasional Pasar Modal 2023

FEBI NEWS|Pada Rabu (10/5/2023) telah terselenggara Seminar Nasional Pasar Modal dengan tajuk “Modal Kecil Jadi Penghalang Investasi? Yuk Kupas Tuntas Strateginya”. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa serta dalam rangka memperingati Milad Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta baik mahasiswa FEBI maupun Fakultas lain di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Meskipun jumlah peserta kurang dari target, namun KSPM sukses menghadirkan pemateri yang expert di bidang Pasar modal seperti M. Wira Adibrata (Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah II), Wisnu R. Putro (Branch Manager IPOT Solo), dan Frisca Devi ( Co Founder @ngertisaham ). Seminar ini membahas 3 materi utama yakni pengenalan investasi, psikologi investasi, dan strategi investasi dengan modal kecil).

Harapan dari teman-teman KSPM dengan diadakannya Seminar Nasional Pasar Modal yaitu untuk meningkatkan bekal mahasiswa FEBI terkait pasar modal setelah mengikuti praktikum pasar modal. Selain itu, bagi mahasiswa di luar FEBI bisa memperdalam khazanah pengetahuannya terkait ilmu pasar modal. Semoga kegiatan yang bermanfaat ini bisa terus dilaksanakan secara rutin oleh KSPM untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai investasi di pasar modal dikarenakan Pasar modal dapat menambah ketersediaan lapangan kerja dan pemerataan peluang usaha.

Redaktur: staff KSPM

Editor: Ersi/KJF

JADWAL UJIAN SEMINAR PROPOSAL DAN SKRIPSI PERIODE MEI 2023 (TAHAP 1)

JADWAL UJIAN YANG MENJADI ACUAN ADALAH JADWAL YANG DIUNGGAH DI SOSIAL MEDIA, BUKAN DI SIAKAD.
BAGI MAHASISWA MBS YANG AKAN MELAKSANAKAN UJIAN SEMINAR PROPOSAL WAJIB MENYERTAKAN KUESIONER.

Diskusi Publik Inovasi Produk Makanan Daerah bersama Khomarudin Ahmad, Alumni FEBI penemu Brownies Tiwul

FEBI News| Kartasura, (30/3/2023) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar diskusi publik dengan tema “Pengembangan Wisata berbasis Religi, Budaya, dan Potensi Lokal dengan menghadirkan Khomarudin Ahmad, ME seorang alumni FEBI yang juga penemu Brownies Tiwul dengan brand merk Mas Browul. Acara ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum anggota Paguyuban Warga Ageng Kartasura (PAWARTOS) dan komunitas pegiat budaya di sekitar Keraton Kartasura.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Said Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyampaikan pentingnya peran kampus FEBI dalam pengembangan inovasi produk lokal. Ia juga menyambut baik kehadiran Khomarudin Ahmad sebagai alumni FEBI yang sukses dalam mengembangkan produk makanan daerah.

Diskusi publik ini dipandu oleh Ruthsahaya Sapujiati (Ipoet), ketua PAWARTOS. Khomarudin Ahmad berbagi pengalaman dan kesuksesannya dalam mengembangkan Brownies Tiwul sebagai produk makanan daerah yang kini memiliki penggemar di seluruh Indonesia.

Khomarudin Ahmad juga mengungkapkan pentingnya inovasi dalam mengembangkan produk makanan daerah agar dapat bersaing dengan produk dari luar daerah. “Kita harus bisa membuat produk yang memiliki ciri khas daerah dan juga disukai oleh masyarakat luas,” ujarnya. Diskusi ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk lebih mengembangkan produk makanan daerah dan menjadikannya sebagai potensi ekonomi yang dapat mengangkat daerah tersebut.

JADWAL UJIAN SKRIPSI DAN SEMINAR PROPOSAL PERIODE APRIL 2023

Dosen FEBI Menjadi Pembicara Pada Seminar Keagamaan Islam di Kampus AMIKOM Surakarta

FEBI News| Surakarta, Sabtu (25/3/2023)- Ikatan Mahasiswa Islam (IMI) AMIKOM Surakarta menggelar seminar keagamaan Islam yang membahas pentingnya Ramadhan dan Rukun Agama dalam meningkatkan kesucian hati generasi milenial. Acara tersebut diadakan di aula kampus AMIKOM dan dihadiri oleh sejumlah mahasiswa serta dosen.

Pembicara dalam seminar ini adalah Asep Maulana Rohimat, M.S.I (Dosen FEBI UIN Said), ia membahas tentang bagaimana Ramadhan dapat membentuk kesucian hati dengan latihan empati dan kreatifitas terutama dalam media sosial dan masyarakat nyata. Selain itu, ia juga membahas pentingnya implementasi Rukun Agama (iman, islam, ihsan) untuk meraih derajat taqwa. Serta bagaimana potensi ekonomi yang bisa dikelola dengan kreatif selama bulan Ramadhan

Acara ini diawali dengan sambutan dari Pembantu Ketua 3 AMIKOM M. Nur Junaidi, M.M. yang menyampaikan bahwa seminar ini merupakan wujud dari peran aktif IMI dalam memberikan edukasi keagamaan kepada mahasiswa AMIKOM. Acara pun berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh peserta dengan antusias.

Seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan inspirasi bagi mahasiswa AMIKOM Surakarta, khususnya generasi milenial untuk dapat meningkatkan kesucian hati dan mendapatkan derajat taqwa dengan mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat, ketua LPM dan dua Dosen FEBI menjadi Asesor LAMEMBA

FEBI News|Selamat kepada Ketua Lembaga Penjamin Mutu UIN Raden Mas Said Surakarta Dr. R. Lukman Farouni, serta dua Dosen FEBI yaitu Dr. Waluyo, MA dan Dr. Agung Abdullah atas terpilihnya menjadi Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Pengumuman resmi tersebut tertuang dalam surat nomor 191/DE/A.6/HA.1/III/2023 yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA, Prof. Dr. Ina Primiana.

Ketiga dosen tersebut dinyatakan lolos dalam proses wawancara sebagai calon asesor LAMEMBA tahun 2022. Kepastian ini disambut gembira oleh Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si yang menyatakan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya dua dosen FEBI sebagai asesor LAMEMBA.

Sebagai lembaga akreditasi mandiri, LAMEMBA memainkan peran penting dalam menjamin mutu program studi di bidang ekonomi, manajemen bisnis, dan akuntansi. Dengan adanya asesor yang berkompeten dan berpengalaman, diharapkan LAMEMBA dapat semakin meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan dari masyarakat.

Dalam rangka menunjang tugasnya sebagai asesor, ketiga dosen tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dan berkomitmen penuh dalam menjalankan tugas-tugas sebagai asesor LAMEMBA. Selamat dan sukses atas terpilihnya sebagai asesor LAMEMBA, semoga dapat memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang ekonomi, manajemen bisnis, dan akuntansi di Indonesia.

LAMEMBA Gelar Asesmen Lapangan Pada Prodi Manajemen Bisnis Syariah

FEBI NEWS | Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) melakukan Asesmen Lapangan pada Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta pada Senin 20 Maret 2023. Asesor yang ditunjuk dalam Asesmen Lapangan (AL) tersebut adalah Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., MM dan Dr. Suhendra, M.M.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama FEBI dengan dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd. Beserta pimpinan lainnya di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta, alumni, stakeholder, dan turut dihadiri oleh seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa asesmen lapangan diharapkan tidak hanya berorientasi pada nilai akhir semata melainkan dapat mengambil catatan dari asesor selama proses berlangsung sehingga kedepan bisa terus melakukan pembenahan.

“Kami berharap dengan agenda Asesor Lapangan Lamemba ini dapat memberikan manfaat dan masukan serta pembelajaran dalam meningkatkan mutu dan kualitas FEBI, terutama Prodi Manajemen Bisnis Syariah.” Tambahnya.

Selanjutnya, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. memaparkan presentasi mengenai visi dan misi fakultas yang mendukung terjadinya akselerasi positif pada pengembangan prodi MBS.

Selain itu, Dr. Rahmawan juga memaparkan keunggulan dari FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, di antaranya adalah kurikulum yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan industri, penggunaan teknologi terkini dalam proses pembelajaran, dan penekanan pada pengembangan karakter dan moralitas siswa.

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta juga berkomitmen untuk terus meningkatkan internasionalisasi fakultas. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri serta mengirimkan staf dan mahasiswa ke luar negeri untuk mengikuti program pertukaran dosen dan pelajar serta pengabdian kepada masyarakat dan riset.