SEMA FEBI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA GELAR SEKOLAH ADVOKASI: SIAP CETAK MAHASISWA BERPIKIR KONSTRUKTIF

FEBI News| Berlangsung selama dua hari, Kamis (31/03/2022) hingga Jum’at (01/04/2022) Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (SEMA FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses gelar sekolah advokasi. Kegiatan ini berlangsung di Graha UIN Raden Mas Said Surakarta dengan antusias tinggi dari para mahasiwa, terbukti kegiatan ini diikuti paling tidak 100 mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta. Dengan mengusung tema “Membingkai Jiwa Advokasi sebagai Upaya Menumbuhkan Pola Berfikir Konstruktif Mahasiswa” kegiatan berlangsung secara interaktif dengan para mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Rahmawan Arifin, M.Si., beliau menuturkan bahwasannya berfikir konstruktif merupakan bekal utama seorang mahasiswa. Dengan adanya pola pikir konstruktif mahasiswa mampu berpikir secara kritis dan kreatif tetapi membangun. Berfikir konstruktif mampu menghasilkan solusi yang tidak menimbulkan masalah baru.

Kegiatan ini berhasil hadirkan dua pemateri yang kompeten pada bidangnya dengan materi yang sangat berbobot. Materi pertama memaparkan mengenai Pengantar Mahasiswa dan Advokasi yang disampaikan oleh Abdul Ghofur, S.Pd  (WALHI Nasional). Dilanjutkan pemateri kedua yang memaparkan mengenai Manajemen Isu dan Analisis Wacana.yang disampaikan oleh RT. Gunawan Setyopuro S.Sos.I yang merupakan pegiat dan pendamping desa.

Di hari kedua kegiatan tak kalah interaktif, yakni menghadirkan dua pemateri yaitu materi yang pertama adalah Agitasi & Propaganda yang disampaikan oleh Nur Rifai S.E (Sekertaris PC GP Ansor  Klaten) dan yang kedua adalah  Manajemen Aksi dalam advokasi litigasi Thoha Ulil Albab, S.H. ( Aktivis Komphein ). Di setiap akhir sesi pemateri dilakukan FGD (Forum Group Discussion) selama 30 menit yang diikuti oleh seluruh  peserta.

Puncak acara pada hari kedua diadakan praktik orasi secara berkelompok oleh seluruh mahasiswa peserta sekolah advokasi ini. Terselenggaranya sekolah advokasi ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan pengetahuan kepada mengenai hal-hal yang berkaitan dengan advokasi dan membangun pola berpikir konstruktif dalam menghadapi suatu permasalahan. Besar harapan kedepan akan lebih banyak diadakan kegiatan seperti ini untuk cetak mahasiswa yang visioner, berkompeten, dan siap lanjutkan tampuk keberlangsungan masa depan.

Redaktur: Shafina HD/KJF

Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FEBI tahun 2022 mengusung tema Ekonomi Kreatif dan Inovatif dalam rangka memperkuat Ketahanan Usaha Masyarakat Pasca Pandemi

Penulis: Anim Rahmayati, M.Si

FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengadakan kegiatan FGD Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat pada Jumat (1/04/2022). Kegiatan ini bertujuan memberikan masukan rencana kegiatan PKM dosen oleh narasumber agar kelompok dosen dapat melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan baik. Acara pembukaan dipandu oleh pembawa acara Sadewa Aziz Diamonda, M.Sc. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan I, Dr. Awan Kostrad Diharto, SE, M.Ag.

Acara inti FGD disampaikan oleh narasumber Rohadi, S.Pd sebagai pelaku ekonoi kreatif yang dipandu oleh moderator Khomaruddin Achmad, ME. Narasumber menyampaikan tema Ekonomi Kreatif. Para dosen harus memetakan dan identifikasi dahulu sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah pengetahuan dan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Harusnya proposal pengabdian itu ada beberapa level, antaralain 1. Charity yaitu datang, membawa bantuan dan bukan pemberdayaan, 2. Income generating, lebih dari carity ada peningkatan pendapatan, 3. Community development, mendorong masyarakat menyelesaikan masalahnya sendiri. 4. Community organizing, pengorganisasian satu komunitas, 5. Community empowermen, menyelesaikan problem dengan membangun kekuatan.

Setelah pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan memberikan masukan atas proposal/usulan rencana PKM yang masuk dan sesi tanya jawab dengan kelompok pengusul PKM. Acara diakhiri dengan penutupan oleh moderator dengan menyampaikan ringkasan acara FGD. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian info PKM oleh panitia dan foto Bersama.

Seminar Nasional Moderasi Beragama, FEBI hadirkan Budayawan Ngatawi Al-Zastrow dan Aktifis Katolik Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Sebagai rangkaian peringatan tasyakur Dies Natalis FEBI ke 22, panitia menggelar Seminar Nasional Moderasi bergama dengan tema ”Generasi Hebat, berfikir Moderat, menebar Manfaat”. Hadir sebagai pembicara Budayawan sekaligus Juru Bicara Presiden Gus Dur Dr. Ngatawi Al-Zastrow, M.Si serta dipandu Moderator Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi, ST sebagai Aktifis Katolik dan Manajer Rumah Budaya Kratonan. Turut hadir Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag, Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd, Wakil Rektor 3 Septin Puji Astuti, Ph.D, Dosen, Tenaga Kependidikan, Pengurus Ormawa dan ratusan mahasiswa sebagai peserta. Acara ini diselenggarakan pada Senin (21/3/2022) bertempat di Aula Gedung A lantai 2 juga disiarkan secara langsung di kanal FEBI Tv.

Acara seminar didahului dengan opening seremoni sekaligus pemotongan tumpeng, sebagai simbol tasyakuran dies natalis FEBI ke 22. Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si dalam sambutan awalnya menyatakan bahwa dalam Dies Natalis ke 22 ini, FEBI menghadirkan acara “kenduren” dalam rangka Dies Natalis, sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa Indonesia yang sekaligus dikemas dalam Seminar Nasional Moderasi Beragama untuk mencetak Generasi FEBI yang moderat dalam berfikir dan berperilaku, bukan sekedar ahli ekonomi namun bisa menjadi agen perubahan  toleran di dunia yang penuh keragaman.   

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag selanjutnya memberikan opening speech sekaligus membuka secara resmi rangkaian acara Dies Natalis FEBI ke 22. Rektor memberikan ucapan selamat kepada FEBI karena sudah 22 tahun menjadi bagian penting dalam perkembangan Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta, diantaranya adalah sebagai fakultas yang paling favorit pada masa IAIN Surakarta. Prof. Mudofir kemudian menjelaskan pentingnya sikap moderasi beragama bagi generasi digital saat ini. Menurutnya kesadaran moderasi beragama sudah ada sejak dulu, karena DNA manusia Indonesia adalah berbangsa-bangsa, masa lalu bangsa Indonesia bahkan kepercayaannya adalah berupa agama animisme dan dinamisme, baru selanjutnya munculah agama Hindu, Budha, Kristen, Katolik, lalu Islam. DNA Moderasi sudah aja sejak dulu, maka perlu kesadaran sebagai generasi muda intelektual dengan rendah hati, melampaui batas-batas keorganisasian dan menjadi open society. Sebagai kelompok elit strategis, mahasiswa harus menjadi agen moderasi dan perubahan. Salah satunya literasi digital yang berbasis fakta, bukan hoax. “Hidup masa depan harus berkolaborasi dengan berbagai orang, moderasi beragama adalah pintu masuk agar bisa berkolaborasi dengan baik”. pungkas Prof. Mudofir.

Agenda Utama Seminar Nasional Moderasi Beragama dipandu oleh Moderator Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi, ST sebagai Aktifis Katolik dan Manajer Rumah Budaya Kratonan dan pembicara utama Budayawan sekaligus Juru Bicara Presiden Gus Dur Dr. Ngatawi Al-Zastrow, M.Si. pembicara menekankan pentingnya generasi milenial FEBI memahami Konsep Moderasi Beragama lalu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya dengan diawali pemahaman sejarah munculnya agama-agama di Indonesia, terutama interaksi Agama Spiritualisme (animisme-dinamisme) yang kemudian dilakukan akulturasi oleh para pendakwah dari masa Khalifah Usman terhadap budaya bangsa Indonesia saat itu. Poin penting kemudian adalah memahami definisi Moderasi beragama dalam Islam, yaitu sikap berIslam  yang menolak ekstrimitas, Menolak berbagai tindakan dan pemikiran ekstrim yang bisa merusak tatanan dan menimbulkan kemadharatan. Berdiri tegak di tengah untuk menjaga keadilan demi terwujudnya kemaslahatan. Istilah ini dipopulerkan oleh Yusuf Qardawi yang berasumsi bahwa semua prinsip dasar agama Islam baik Aqidah, Syariah maupun Akhlak dilandasi atas nilai wasatiyah. Selanjutnya memahami Karakter Dasar Islam Moderat (Wasathiyyah) yaitu Fleksibel dan elastis namun tegas, Mengedepankan kearifan dan akhlak, dan Menolak tindakan dan pemikiran ekstrim.

Kunci utama Untuk memperkuat moderasi beragama, adalah diperlukan pemahaman yang kuat terhadap sejarah keislaman dan kenusantaraan. Sejarah ini inilah yang akan menjadi referensi hidup (maroji’ul hayah) sekaligus sumber pengetahuan (resources) untuk diaktualisasikan dalam menghadapi pertarungan. Kedua memahami akar-akar tradisi sebagai jangkar dan spirit agar tidak mudah hanyut dan larut dalam tekanan arus dan silau oleh kenyataan. Dengan berbekal pada kedua hal inilah Walisongo dan Ulama Nusantara mampu melahirkan berbagai macam karya budaya dan pemikiran hingga bisa bertahan menghadapi tekanan dan tampil menjadi pemenang. Pungkas Dr. Ngatawi yang juga pernah menjadi Juru Bicara Presiden Gus Dur.

Foto: Kris

Rapat Koordinasi Program dan Anggaran Tahun 2022 Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta

Penulis : Sadewa Aziz Diamonda, M.Sc.

FEBI News | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said selalu meningkatkan sinergitas dengan Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) untuk meningkatkan kualitas kegiatan dan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan FEBI. Salah satu bentuk respon adalah menggelar Rapat Koordinasi Program dan Anggaran Tahun 2022 Organisasi Kemahasiswaan yang bertujuan membahas dan meninjau inisiasi program yang akan dilaksanakan oleh semua Ormawa. Kegiatan rapat dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 di Aula FEBI Lantai 1 dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan di lingkungan FEBI dan perwakilan dari masing-masing Ormawa seperti SEMA, DEMA, HIMA MBS, HIMA AKS, HIMA PBS, PAKKIS, dan FRESH.

Kegiatan rapat dibuka dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi yaitu “Sosialisasi program dan anggaran harus dilakukan agar terjadi sinkronisasi dan kerjasama antar unit Ormawa sehingga sinergitas kelembagaan dapat berdampak positif dalam peningkatan kualitas bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (SDM Fakultas). Ormawa memiliki instrumen penting yang merupakan concern dari fakultas juga, dimana dapat menghasilkan sinergitas visi dan misi antara FEBI dan Ormawa. Sinergitas dan kolaborasi mempercepat dan mempermudah dalam mencapai tujuan berupa pengembangan dan kemajuan bersama.”. Kegiatan rapat dilanjut dengan acara inti yang dipandu oleh Moderator Farah Nilawati, S.Sos.I. dengan pemaparan konsep kegiatan dari masing-masing Ormawa. Kegiatan rapat semakin seru dan hangat ketika Ormawa pemapar selesai memberikan pemaparan, maka para jajaran pimpinan di lingkungan FEBI dan Ormawa lain langsung memberikan beberapa catatan dan saran pada draft kegiatan, sehingga didapatkan koreksi langsung mengenai calon kegiatan dan mendapatkan transparansi kegiatan bagi Ormawa lain. Kegiatan rapat diakhiri dengan closing statement yang disampaikan oleh Dekan FEBI berupa “Kerjakan pekerjaan dengan sebaik mungkin dan menjunjung tinggi kepercayaan diri dan harga diri.”, selanjutnya acara ditutup oleh pembawa acara.

Diskusi Potret Ekonomi Masyarakat Pedesaan, FEBI siap ikut berkarya melalui program PKM Dosen


FEBI News| Forum Diskusi Dosen terus mengkaji berbagai aspek ekonomi sebagai bagian dari tanggung jawab akademisi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi khususnya Fakultas, tetapi juga terus berupaya merespon dan peka terhadap berbagai kondisi yang ada di sekitar. Salah satu sisi yang tak luput dikaji dalam forum Diskusi Dosen adalah sisi kehidupan ekonomi yang ada di masyarakat pedesaan yang ini diangkat dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada Rabu (16/3/2022) dengan mengangkat tema “Potret Ekonomi Masyarakat Pedesaan”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula FEBI juga disiarkan langsung melalui akun youtube FEBI ini menghadirkan narasumber dari akademisi Sadewa Azis Diamonda, S.TP, M.Sc (Dosen muda FEBI UIN Surakarta) dan narasumber dari pakar sekaligus praktisi yaitu Rahadi, S.Pd (Ketua Yayasan LPTP Surakarta juga Komisaris PT. BPRS CSU Surakarta) dan dipandu oleh moderator M. Azwan Anas. Kegiatan inti diskusi dosen kali ini diawali dengan pembuka materi dari narasumber pertama bapak Sadewa yang memberikan paparan awal bahwa untuk membangun perekonomian yang berkontribusi baik bagi daerah maupun secara nasional maka perlu pembangunan mulai dari level desa, namun demikian pembangunan ekonomi di pedesaan sangat berhubungan dengan beberapa aspek diantaranya tipologi wilayah, kesuburan tanah termasuk pula aspek budaya.

Paparan materi inti berikutnya disampaikan oleh narasumber kedua Rahadi yang memulai materinya dengan satu kutipan dari apa yang disampaikan bung Hatta bahwa “Indonesia tidak akan terang dengan obor-obor di kota, tetapi Indonesia akan terang dengan cahaya lilin-lilin di desa”. Beliau kemudian melanjutkan materi inti berkaitan dengan dua gagasan utama yaitu pertama bahwa dalam membangun perekonomian masyarakat desa, perlu memperhatikan berbagai faktor yang menjadi tekanan bagi masyarakat di pedesaan mulai dari tekanan ekologi, tekanan ekonomi, tekanan budaya hingga tekanan sosial politik. Selanjutnya beliau memberikan narasi tetang bagaimana melakukan pembangunan ekonomi di pedesaan yang harus dimulai dari dua mendasar yaitu pertama dengan merubah pola piker (mindset) dan kedua dengan membangun kolaborasi sebagai modal utama di era digitalisasi.

Kegiatan diskusi semakin semarak dengan berbagai pertanyaan dari peserta diskusi termasuk tanggapan pula yang disampaikan dari bapak Dekan FEBI tentang bagaimana peran FEBI UIN Surakarta dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk memajukan perekonomian masyarakat khsususnya di pedesaan melalui kombinasi berbagai keilmuan mulai dari manajemen, akuntansi termasuk perbankan. Acara kemudian ditutup dengan closing statemen yang disampaikan oleh kedua narasumber dan selanjutnya kegiatan Diskusi Dosen secara resmi ditutup oleh pembawa acara.

Guru Besar FEB UGM lakukan review Panduan Tugas Akhir Mahasiswa berbasis Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Penulis: Usnan, M.E.I
FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said terus beradaptasi dan merespon berbagai perkembangan dan regulasi yang ada, diantaranya berkaitan dengan pembelajaran yang mengakomodir konsep kampus merdeka. Salah satu bentuk respon tersebut dilakukan dengan menggelar kegiatan Workshop Pembelajaran Kampus Merdeka yang secara fokus membahas dan mereview panduan tugas akhir agar sejalan dengan konsep merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Kegiatan Workshop ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 14 Maret 2022 di Aula FEBI UIN Raden Mas Said, dan menghadirkan narasumber Prof. Mahfud Solihin, Ph.D yang merupakan Guru Besar sekaligus mantan Wakil Dekan 1 FEB UGM.

Kegiatan workshop yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan para dosen di lingkungan FEBI dibuka dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi yang kemudian dilanjutkan dengan acara inti Workshop dipandu oleh Moderator Khomarudin Achmad, ME. Mengawali paparan materi, narasumber menyampaikan apresiasinya terhadap ikhtiar yang dilakukan oleh FEBI UIN Surakarta yang telah berupaya menyusun buku panduan tugas akhir dengan mengakomodir konsep merdeka belajar. Guru Besar UGM ini kemudian menyampaikan pula gambaran konsep merdeka belajar melalui tugas akhir yang ada di FEB UGM, yang selanjutnya lebih fokus lagi narasumber memberikan beberapa catatan dan poin-poin masukan pada draft panduan yang telah disusun oleh Tim FEBI. Kegiatan workshop semakin hangat dengan berbagai pertanyaan, tanggapan serta masukan-masukan yang disampaikan para peserta kepada narasumber. Kegiatan Workshop diakhiri dengan cloosing statement yang disampaikan oleh narasumber dan dari Dekan FEBI, selanjutnya acara ditutup oleh pembawa acara.

Wisuda ke-49 UIN Raden Mas Said, Rektor berpesan Civitas Akademika peduli terhadap Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim

FEBI News| UIN Raden Mas Said selenggarakan wisuda ke-49 yang digelar secara luring pada Sabtu (12/3/2022). Acara dilaksanakan di Boulevard kampus UIN, dengan total 629 wisudawan mengikuti acara ini, secara rinci wisudawan Program Doktor (S3) sejumlah 2 orang, Pascasarjana/Magister (S2) sejumlah 23 orang dan Program Sarjana (S1) sejumlah 604 orang. Sebanyak 107 wisudawan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Dalam wisuda kali ini wisudawan FEBI yang mendapat predikat tercepat terbaik adalah Nurul Katimah, S.E dari prodi PBS dengan IPK 3.79, Elvira Itsnaini Sholihah, SE dari Prodi MBS dengan IPK 3.73 dan Puspita Dewi Cahyani, S.Akun dari prodi AKS dengan IPK 3.69.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta,  Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd., Rektor menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah selesai menempuh studi di kampus UIN. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan sekaligus harapan kepada seluruh civitas akademika UIN RM Said juga kepada para alumni untuk lebih peduli terhadap krisis lingkungan dan perubahan iklim. Sambutannya dikemas dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam Menghadapi Perubahan Iklim”. Pilihan tema ini bertujuan untuk mendorong agar semua pihak menyadari, mengenali, dan melaksanakan agenda-agenda mitigasi krisis lingkungan akibat perubahan iklim pada level yang bisa dilakukan sesuai fungsi masing-masing di perguruan tinggi Islam maupun di masyarakat. Menurutnya ada tiga ancaman utama umat manusia di masa kini dan masa depan, yakni: mikroba, perang nuklir, dan perubahan iklim. Tiga ancaman ini sebagian telah terjadi dan dirasakan, namun dalam batas-batas tertentu, dan telah dapat dilalui meskipun dengan korban-korban yang terus berjatuhan.

Rektor menyampaikan tiga tindakan yang bisa dilakukan oleh civitas akademik UIN. Pertama, memasukkan isu-isu krisis lingkungan dan perubahan iklim dalam kurikulum Pendidikan dalam balutan teologis. Kedua, mendorong tema-tema riset mahasiswa baik S1, S2, dan S3 (termasuk para dosen) dengan pendekatan perspektif lingkungan dan perubahan iklim. Apapun judul risetnya selalu didekati dengan perspektif lingkungan dan perubahan iklim, dan ketiga, terus-menerus memupuk pandangan dunia komunitas kampus yang responsif terhadap lingkungan dan perubahan iklim sehingga diharapkan menjadi agen-agen efektif bagi gerakan mitigasi lingkungan hidup.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si turut memberikan ucapan kepada 107 wisudawan FEBI yang telah secara resmi diwisuda pada hari ini.  

Sumber Foto: Humas UIN

FEBI siap berlakukan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

FEBI News | Salatiga, Rabu (09/03/2022) Dalam rangka penyelenggaraan Kegiatan Benchmarking Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan ke IAIN Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh Dekan fakultas ekonomi dan bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E., M.Si.,  Wakil Dekan 2 Dr.Hj. Woro Retnaningsih,M.Pd disertai oleh  Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, perwakilan Dosen dan perwakilan dari tenaga kependidikan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan Benchmarking berlangsung  di Aula Pertemuan Rektorat IAIN yang dihadiri oleh  Dr. Sidqon Maesur, Lc., M.A. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Bahwa beliau mengucapkan selamat datang di Kota Salatiga sebagai Kota Toleransi terbaik dan pertama di Indonesia. Hal ini menjadikan Kota Salatiga sangat nyaman untuk dijadikan sebagai prefrensi menempuh pendidikan perguruan tinggi di IAIN Salatiga. Serta memperkenalkan branding IAIN Salatiga yaitu “KEREN BRO” – Kerja Terencana Bersih Rapi Obyektif dan “AJAIB” – Aman, Jelas, Integritas, Berwibawa.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan Sambutan dekan FEBI. Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E.. M.Si. selaku Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, beliau menyampaikan bahwa kehadiran FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta ke IAIN Salatiga adalah dalam rangka untuk menambah wawasan terkait pembangunan zona integritas (ZI). Masuk pada acara inti yaitu Diskusi Materi Pokok tentang pembangunan zona integritas (ZI) yang disampaikan secara langsung oleh Muh. Amin, S.Ag, M.M. selaku Kepala Subbagian Tata Usaha, Hubungan Masyarakat, dan Rumah Tangga IAIN Salatiga. Adanya pembangunan zona integritas yang ada di lingkungan IAIN Salatiga, Poin terpenting yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi WBK dan WBBM adalah Membangun Budaya Melayani, Akuntable Obyektif dan Transparan, Pencegahan Perilaku Korupsi dan Diskriminasi, Menyediakan Sarana dan Prasarana, Pengawasan dan Pengendalian Mutu Layanan. Selain itu, ada juga 6 komponen harus terpenuhi dalam penilaian mandiri pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM adalah komponen manajemen perubahan, komponen penataan pelaksanaan, komponen sistem manajemen SDM aparatur, komponen akuntabilitas, komponen penguatan pengawasan, komponen kualitas pelayanan publik.