Tingkatkan Pengetahuan dan Inspirasi tentang Ekonomi Kreatif di Era New Normal, Dosen FEBI IAIN Surakarta Gelar Entrepreneurship Sharing Session


FEBI News | Pandemi global yang disebabkan oleh menyebarnya Covid-19 secara signifikan mempengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. Selama masa pandemi, banyak warga masyarakat yang berkurang pendapatannya atau kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja yang marak terjadi dimana-mana. Hal ini pula yang terjadi di lingkungan desa Gentan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Bahkan, para pemuda yang baru saja lulus SMK maupun sarjana sangat kesulitan dalam mencari pekerjaan.

Merespon hal tersebut, pada hari Senin, 20 Juli 2020, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta, Arif Nugroho, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk #Entrepreneurship Sharing Session dengan tema “Ekonomi Kreatif di Era New Normal”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gagasan, pengetahuan, dan inspirasi bagi generasi muda di lingkungan desa Gentan Baki Sukoharjo tentang bagaimana membangun sebuah usaha yang kreatif dan adaptif dalam rangka menyongsong era kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19. Bertindak sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Fitriya Dessi Wulandari, seorang Entrepreneur muda yang sukses mengembangkan bisnis peralatan kesehatan di masa pandemi Covid-19. Dalam kesempatan sharing session tersebut, narasumber menyampaikan bahwa membangun sebuah bisnis harus mampu melihat peluang dan kesempatan yang ada. Selain itu, memulai sebuah bisnis juga harus mempertimbangkan aspek inovasi, kreatifitas, dan kebaruan sehingga produk yang ditawarkan mampu menarik perhatian masyarakat dan bernilai jual tinggi. Lebih detail lagi, setelah narasumber selesai menyampaikan materi, peserta sharing session bebas bertanya dan berdiskusi dengan narasumber terkait ide bisnis dan pengalaman menjalankan sebuah bisnis yang sukses.

Acara yang dimoderatori oleh Meltysari Riscahyanti ini diikuti oleh sekitar 56 peserta yang tergabung dalam komunitas karang taruna desa Gentan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini terlaksana dengan lancar dalam bentuk seminar online dengan memanfaatkan platform Google Meet. Pelaksana berharap terselenggaranya kegiatan #Entrepreneurship Sharing Session ini dapat menambah wawasan dan inspirasi bagi generasi muda di desa Gentan Baki Sukoharjo untuk tetap semangat membangun usaha dan bisnis di era kebiasaan baru pasca pandemi Covid-19.

Pengabdian Dosen FEBI Diskusikan Dampak Ekonomi Pandemi Covid 19 Secara Psikologis

FEBI News| Masa pandemi covid 19 telah membuat banyak perubahan terutama pada kondisi ekonomi di Indonesia yang sangat berubah drastis. Kondisi perubahan yang tidak menentu ini berdampak pada psikologis seseorang dalam menghadapi iklim ekonomi di masa pandemi covid 19. Sabtu 11 Juli 2020 melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat yang didampingi oleh Fahri Ali Ahzar, M.Si. Pengabdian kepada masyarakat yang bertema”Dampak Ekonomi Pada Psikologis Di Era New Normal Pasca Pandemi Covid 19” ini disampaikan melaui narasumber yaitu Ibu Nandya Tiarani M.Psi serta moderator Siti Ulfi Rohmatin.  Adapun pelaksanaan pengabdian berkonsep melalui daring atau online yang diikuti oleh peserta yang bertempat tinggal sekitar Boyolali.

Dalam materi yang disampaikan oleh narasumber diketahui bahwasanya perubahan ekonomi atau kondisi ekonomi sekarang ini berpengaruh pada psikologis masyarakat. Psikologis tersebut berupa depresi pada pikiran seseorang terutama masyarakat yang bermata pencahariaan sebagai karyawan pabrik yakni berupa PHK. Mereka harus mencari pemasukan atau sumber uang dari kegiatan atau mata pencaharian yang lain untuk memenuhi kebutuhan. Begitu pula bagi para pelaku usaha yang sebagian juga terdampak kondisi ini. Misalnya adalah para pedagang kecil yang biasa berjualan disekitar kampus atau sekolah. Mereka juga mengalami depresi atau stress karena sekolah atau kampus yang tidak melakasanakan pembelajaran secara offline sehingga pemasukan mereka berkurang.

Selain itu dampak psikologis juga dialami para orang tua dan mahasiswa. Salah satunya adalah bagi orang tua mereka juga harus membayar biaya pendidikan bagi para anak-anaknya. Bagi mahasiswa sendiri mereka pun juga sama harus belajar secara online yang yang mana mungkin ada pemasukan orang tua yang berkurang dan mengharuskan mahasiswa untuk bekerja dengan tujuan agar mereka bisa  membeli kuota internet untuk berkuliah online.

Dari semua kondisi yang bermacam macam tersebut, narasumber menyarankan bahwasanya mausia sekarang memang sedang mengalami ujian sehingga alangkah baiknya tetap selalu sabar dan semangat dalam menjalani semua kondisini ini. Memang terkadang manusia harus berpikir keras akan tetapi hal itu tidaklah bagus bagi kondisi fisik terutata pikiran manusia. Hal ini karena jika manusia memikirkan sesuatu atau kondisi sekarang ini melebihi dari batas wajar akan merugikan diri sendiri, alangkah baiknya tetap melakukan kegiatan yang bernilai positif yang tentunya akan berdampak positif pada diri sendiri.

Perkenalkan Marketplace, Dosen FEBI IAIN Surakarta Laksanakan Pengabdian Masyarakat Bagi Para Pelaku Bisnis Online

FEBI News | Dunia ekonomi dan bisnis secara global turut terkena dampak akibat adanya pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar dan social distancing, perilaku konsumen pun telah berubah. Pelaku bisnis harus bekerja ekstra keras untuk memasarkan produk ataupun jasa kepada konsumen agar dapat bertahan di tengah pandemi virus corona. Pemasaran online  dan digital branding pun dapat menjadi sarana komunikasi yang tepat bagi pelaku bisnis. Sehingga tidak mengherankan apabila di tengah pandemi ini, justru ada sektor bisnis yang berpotensi stabil bahkan mengalami peningkatan, salah satunya adalah marketplace. Marketplace adalah situs yang menghimpun beberapa online shop. Jadi, apabila kita membuka suatu situs marketplace, maka akan ditemukan banyak penjual yang menawarkan berbagai produk yang diinginkan dari berbagai toko. Dengan adanya marketplace, pemasaran produk dapat dilakukan dengan mudah serta peluang menjadi terbuka lebar karena produk dapat dilihat oleh calon pelanggan di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diprakarsasi oleh Puspa Novita Sari, S. Si, M.M. dengan tema “Pemanfaatan Marketplace sebagai Upaya Meningkatkan Penjualan Bisnis Online di Era New Normal”. Kegiatan ini diselenggarakan secara Webinar pada Sabtu, 18 Juli 2020 Pukul 10.00 WIB dengan peserta yakni pelaku bisnis baik yang sudah memiliki bisnis online maupun offline di wilayah Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan webinar ini menghadirkan Ellanariana Widayani, S.E. selaku Narasumber dan Arifin Dwi Susilo, S.H. selaku Moderator. Ellanariana Widayani, S.E. adalah pemilik usaha Grosir Hijab berlabel UNIQELLAHIJAB yang merupakan Star Seller di Shopee. Kegiatan ini diselenggarakan dalam 2 (dua) sesi yakni Sesi 1 dimana Narasumber memaparkan tren dan perkembangan marketplace di Indonesia sekaligus memperkenalkan beberapa marketplace yang bisa menjadi solusi atas pemasaran produk secara online. Sedangkan pada Sesi 2, peserta diajak langsung mempraktekkan penggunaan marketplace Shopee mulai dari membuat akun, posting produk yang akan dijual, tips memberikan caption yang menarik, hingga tips dan trik untuk menjadi Star Seller di Shopee.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapat ilmu dan masukan yang sangat bermanfaat. Seperti yang diungkapkan salah satu peserta pemilik usaha fashion pria @arjuna.cloth yang selama ini hanya memasarkan produknya melalui Instagram. Dengan webinar ini banyak tips yang bisa diperoleh bahwa menjual produk tidak hanya bisa dilakukan melalui social media, namun juga dapat dilakukan dengan menjual produk di marketplace agar dapat meningkatkan penjualan. Hal yang sama pun diungkapkan pemilik usaha toko pernak pernik homedecor di Kartasura yakni @keyz.gallery. Selama ini penjualan hanya dilakukan secara offline serta online di Instagram namun belum merambah ke marketplace. Melalui webinar ini pihaknya akan segera memasarkan produknya melalui marketplace agar produknya menjadi lebih dikenal dan dapat menjangkau target konsumen dengan penjualan yang lebih besar.

Sebagai penutup acara webinar, narasumber berpesan kepada para pelaku bisnis untuk selalu gigih dan pantang menyerah dalam menjalankan usahanya walaupun di tengah kesulitan selama pandemi Covid-19. Justru ini menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis dimana semenjak diberlakukannya social distancing banyak masyarakat enggan berbelanja keluar rumah sehingga lebih memilih untuk berbelanja secara online. Semoga dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memotivasi seluruh pelaku bisnis untuk dapat meningkatkan penjualannya dan terus berinovasi mengikuti perkembangan jaman. (Puspa N. S.)

Ajarkan Literasi Keuangan Anak, Dosen FEBI Lakukan Sosialisasi Program TABUNGAN SIMPANAN PELAJAR bagi Masyarakat

FEBI News| Salah satu budaya penting yang perlu mendapat perhatian serius adalah pentingnya anak mengenal pengelolaan keuangan sejak dini. Kebiasaan anak-anak sangat tergantung dari orang tuanya, karena mereka akan meniru atau mengikuti yang dilakukan orang tuanya. Dengan demikian, orangtua harus mampu mendidik anaknya untuk cerdas mengelola keuangan sejak dini, yang salah satu caranya melalui kegiatan menabung.

Melihat hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya membantu orangtua untuk mengajarkan perencanaan keuangan kepada anaknya melalui program tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL). SIMPEL adalah tabungan khusus bagi ppelajar yang diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia, dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik, dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung. Inklusi keuangan adalah kemudahan akses untuk mendapatkan informasi mengenai keuangan.

Tabungan SIMPEL dicetuskan oleh pemerintah dan dijalankan oleh OJK. Dengan membuka tabungan SIMPEL, anak akan mendapatkan pengalaman belajar membangun budaya gemar menabung dan melatih pengelolaan keuangannya sendiri. Presiden Jokowi yang meluncurkan produk tabungan ini pada tanggal 14 Juni 2015. Presiden mengharapkan anak-anak Indonesia mulai mengenal perencanaan keuangan sejak dini dan mulai tertarik mengenal perbankan melalui produk tabungan ini sehingga akan muncul generasi melek keuangan yang menjadikan kebiasaan menabung menjadi bagian dari gaya hidup.

Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan pengetahuan orangtua untuk mendidik anak-anaknya menjadi cerdas mengelola keuangan sejak dini, maka salah satu dosen FEBI IAIN Surakarta, Arif Muanas, M.Sc, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Edukasi bagi Orangtua Siswa PAUD tentang Literasi Tabungan Simpanan Pelajar (SIMPEL)”. Kegiatan yang menerapkan Protokol Kesehatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Juli 2020 bertempat di Gedung Kelompok Belajar Annisa yang beralamat di Padukuhan Bandan, Sleman. Kegiatan dengan peserta para orangtua siswa PAUD ini menghadirkan narasumber dari PD Bank Sleman yaitu Bapak Fajar Setiyanto, S.Kom dan dimoderatori oleh Ibu Sri Nur Alamsih dari KB Annisa.

Menurut narasumber, Tabungan SIMPEL sebagai produk simpanan khusus untuk pelajar, nasabah tabungan ini bisa saja mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai SMA dan sekolah sederajatnya. Adapun Tabungan SIMPEL memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut:

  1. Setoran awal Rp 5.000,- jika pembukan rekening bank konvensional dan Rp 1.000,-jika di bank syariah.
  2. Setoran selanjutnya mulai dari Rp 1.000,-
  3. Bebas biaya administrasi.
  4. Rekening dan buku tabungan atas nama siswa

158 Lulusan FEBI IAIN Surakarta Angkatan 43 diwisuda Serentak Secara Daring

FEBI News | Wisuda ke 43 IAIN Surakarta dilaksanakan pada Senin 20 juli 2020 di gedung Graha IAIN Surakarta. Sejumlah 784 orang mahasiswa dinyatakan lulus dari IAIN Surakarta, jumlah tersebut terdiri dari 158 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 143 wisudawan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, 183 wisudawan Fakultas Syariah, 129 wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah, 127 Fakultas Adab dan Bahasa, serta 44 wisudawan magister. Wisudawan cumlaude sejumlah 93 orang dan wisudawan tahfidz 30 juz sejumlah 4 orang.

Mahasiswa FEBI yang mendapatkan nilai terbaik diantaranya adalah Apressia Nurul Latifah Prodi AKS dengan IPK 3.83, Era Repsi Prodi MBS dengan IPK 3.79. Mufidah Prodi PBS dengan IPK 3.75 ketiga mahasiswa tersebut melaksanakan Masa studi 3 Tahun 6 Bulan,

Untuk pertamakalinya wisuda IAIN Surakarta dilaksanakan secara luring dan daring. Diikuti oleh ketua, sekretaris dan anggota senat sejumlah 22 orang bersama dengan peserta 25 wisudawan/Wisudawati perwakilan dari 5 Fakultas yang menghadiri secara langsung di gedung Graha. Wisuda ke-43 kali ini mengambil topik “Kontribusi Pendidikan Islam dalam Membangun Ketahanan Hidup Masyarakat Menghadapi Krisis Selama Pandemi Covid-19 dan New Normal”.

Latih kreasi bros jilbab Home Industri Kualitas Ekspor, Dosen FEBI IAIN Surakarta laksanakan Pengabdian Masyarakat Untuk Ibu-ibu PKK


FEBI News| Dalam rangka pengabdian masyarakat Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Surakarta berkerjasama dengan Ibu-ibu PKK Desa Papringan melaksanakan Pelatihan Membuat Bros Pita untuk Remaja Putri dan Ibu-ibu, pada Minggu (19/07/2020). kegiatan pelatihan guna meningkatkan produktifitas masyarakat di Desa Papringan khususnya kaum perempuan, skill yang didapatkan peserta adalah kreasi membuat bros pita sebagai aksesoris jilbab dengan kualitas ekspor. Sebagai pelatih adalah Ibu Mutia Azizah Nuriana SE.Sy., M.E. bersama tim memberikan beberapa alternatif produk bros yang bisa dibuat yang sesuai dengan tren kekinian.

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh ibu-ibu PKK dan para pemudi, kegiatan yang sedianya dimulai pukul 09.00 ini selesai pukul 16.30 WIB yang menghasilkan bros yang bernilai ekonomi. Namun tidak hanya berhenti disitu, kedepannya bros ini akan dikembangkan sebagai produk home indutri yang dikemas dan dipasarkan sehingga tentu akan meningkatkan alternatif pendapatan bagi para ibu rumah tangga.

Antuasiasme peserta pelatihan sungguh mengharukan sekaligus menggembirakan. Terlihat jelas keinginan mereka untuk bisa memiliki keterampilan merangkai Pita, manik-manik ini. Pekerjaan rumah bisa ditinggal sebentar. Namun tidak demikian dengan anak-anak yang masih kecil. Tidak sedikit para ibu yang datang mengikuti pelatihan dengan membawa serta buah hati mereka. Dan hal ini pun sama sekali tidak merepotkan,

Hidup keseharian yang terpusat pada kegiatan mengurus anak, rumahtangga dan keluarga membuat para ibu rumah tangga merasa memerlukan sebuah aktivitas lain. Aktivitas yang tidak membutuhkan biaya terlalu besar dan tanpa harus meninggalkan rumah. Keinginan mereka ini ditangkap oleh Dosen FEBI IAIN Surakarta yang lalu menawarkan sebuah kegiatan seharian berupa kegiatan pelatihan keterampilan merangkai kain pita satin, manik-manik dan sebagainya menjadi bros jilbab berharga.

Ide ini sejalan dengan rancangan pemberdayaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. “Pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan usaha yang membutuhkan interaksi yang sederajat dan saling menguntungkan sesuai fungsi dan potensinya masing-masing dari aktor-aktor pemberdaya dan perempuan yang diberdayakan”. Hal ini termaktub dalam laman Kemenppa (Kemenppa, 2016).

Kementrian tentu tidak akan bisa meraih semua perempuan di Indonesia, maka diperlukan peran serta masyarakat dan Pendidikan tinggi untuk membantu mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam masyarakat dan mencoba mengulurkan sebuah solusi. Solusi inipun mungkin tidak serta merta secara ajaib memecahkan persoalan, namun paling tidak ada keperpihakan terhadap perempuan-perempuan dan ada kemauan untuk bersinergi dengan aparat dan masyarakat setempat. Dukungan dan sinergi ini diperlihatkan oleh tokoh desa dalam mendampingi peserta pelatihan. (Agus Setiawan)

MEngkaji Efektifitas Pengelolaan Dana sosial di Masa New Normal, Dosen FEBI IAIN Surakarta Gelar Pengabdian Masyarakat BERBASIS KOMUNITAS

FEBI News | Bertempat di Gowanan, ngemplak, kartasura pada tanggal 12 Juli telah berlangsung kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pengelolaan Dana Sosial Berbasis Komunitas Di Era New Normal”. Acara ini merupakan inisiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang diketuai oleh Ibu Indah Piliyanti, MSI dalam rangka melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi dalam kaitannya dengan pengabdian pada masyarakat.

Kegaitan ini telah diterapkan protokol kesehatan dengan cara pengecekan suhu badan dan menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki tempat pelaksanaan. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 55 orang yang terdiri dari pengelola dasa wisma di desa Gowanan Ngemplak Gatak Sukoharjo. Acara dibuka oleh Ibu Indah Piliyanti selaku ketua pelaksana kegiatan ini.

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini menghadirkan Dra. Liesmianingsih dari selaku pegiat sosial dan pengusaha kuliner di solo. Beliau menyampaikan bagaimana cara mengelola dana sosisal berbasis komunitas di era new normal. Dalam pemaparan materi beliau berucap “kita harus paham dulu apa yang akan kita tuju jadi harus tepat sasaran, tepat guna dan dampaknya pun kita harus tau, karena lebih mudah mengelola komunitas dari pada perseorangan. Adapun masalahnya di dalam komunitas itu kita harus paham akan peluang yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan minimal perekonomian keluarga. Kemudian dari komunitas inilah yang akan membackup semua dari apa yang telah menjadikan program-program dalam rangka new normal”. Acara berlangsung khidmat dan lancar serta berlangsung diskusi interaktif antar peserta kegiatan.

To Begin the Publication Journey of 2020, Shirkah Journal Disseminates 3 Articles written by Authors from 3 different countries


FEBI News | As a dissemination platform of articles reporting research results on the field of Islamic economics and business, Shirkah: Journal of Economics and Business begins the journey of 2020’s publication by disseminating 6 articles discussing current issues and trends in economics, business, and finance written by authors from 3 different countries (i.e. Indonesia, Syria, and Iraq). These articles are available in Volume 5 Number 1 (January – April 2020), and can be accessed online through the journal website (see shirkah.or.id). The journal is published by Faculty of Economics and Business IAIN Surakarta in collaboration with Indonesian Association of Islamic Economists (IAEI) Central Java.

One of the interesting articles in the edition is written by M. Rahmawan Arifin. In his article, he reports the result of an inquiry about antecedents and consequences of transcendental knowledge sharing to improve work performance. The study is at the cutting edge of building a theoretical model on the effect of transcendental knowledge sharing on the budget implementation performance. A secondary aim of the study is to provide a novelty of the gaps between affective commitments and employee performance, particularly the finance staff at the State Islamic Religious College (PTKIN). He employs questionnaire to collect the required data from 230 respondents consisting of leaders, structural officials, finance staff, and lectures at IAIN Surakarta. Drawing on Structural Equation Model (SEM) method by means of AMOS 21.0 software to analyze the data, the results highlight that transcendental knowledge sharing has a significant effect on the performance of the finance staff. Moreover, transformational leadership, organizational citizenship behavior (OCB), and affective commitments with transcendental knowledge sharing mediation positively influence the budget implementation performance. According to him, who is also the Dean of FEBI IAIN Surakarta, the results has contribution to strengthen financial policies at IAIN Surakarta and professional governance to improve budget implementation performance.

The complete articles published in Volume 5, Number 1 (January-April 2020) are as follows:

Islamic vs. Conventional Banks in Syria: Analysis on Financial Performances
Authors: Khaled Nour Aldeen, Sri Herianingrum, Ziad Mhmmad Wafik al Agawany
Link: http://shirkah.or.id/new-ojs/index.php/home/article/view/291

What Drives Muzakki to Pay Zakat at Baitul Mal?
Authors: Fathin Azzahra, M. Shabri Abd Majid
Link: http://shirkah.or.id/new-ojs/index.php/home/article/view/297


Consumer Behavior toward the Use of Credit Cards: The Empirical Evidence from Iraq
Author: Amanj Mohamed Ahmed
Link: http://shirkah.or.id/new-ojs/index.php/home/article/view/303

Determinants of Underpricing in Islamic and Non-Islamic Shares on IPO
Authors: Vabila Ananta Setya, Indri Supriani, Bayu Arie Fianto
Link: http://shirkah.or.id/new-ojs/index.php/home/article/view/276


Sharia Firm Value: The Role of Enterprise Risk Management Disclosure, Intellectual Capital Disclosure, and Intellectual Capital
Authors: Bima Cinintya Pratama, Karin Maharani Sasongko, Maulida Nurul Innnayah
Link: http://shirkah.or.id/new-ojs/index.php/home/article/view/302

Antecedents and Consequences of Transcendental Knowledge Sharing to Improve Work Performance
Author: M. Rahmawan Arifin
Link: http://shirkah.or.id/new-ojs/index.php/home/article/view/306


Tekankan Keharmonisan Rumah Tangga di Masa New normal, Dosen FEBI IAIN Surakarta Berikan Pendampingan Manajemen Keuangan Keluarga

FEBI News | Di masa pandemi ini banyak keluarga di Desa Makamhaji yang berkurang pendapatanya atau bahkan kehilangan pemasukan keuangan karena pemutusan hubungan kerja atau karena harus  berdiam diri di rumah tidak bisa bekerja atau berjualan lagi dalam situasi lock down. Situasi demikian membuat para ibu harus memutar otak bagaimana menyusun keuangan keluarga yang jauh berbeda dengan masa sebelum pandemi. Dalam pengelola keuangan keluarga ini yang bertindak sebagai manajer biasanya adalah ibu rumah tangga.  Oleh karena itu diperlukan pendampingan pembenahan pengelolan manajemen keuangan keluarga yang lebih realistis. Pendampingan tersebut telah dilakukan oleh Dr. Woro Retnaningsih selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta pada tanggal 18 Juli 2020 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Hal ini didasarkan pemikiran secara profesional bahwa keluarga perlu mengetahui beberapa konsep utama tentang manajemen keuangan keluarga.

Pendampingan pelatihan manajemen keuangan keluarga untuk ibu rumah tangga ini juga dibantu oleh bapak Farid sebagai fasilitator. Dalam paparanya disampaikan bahwa terdapat dua konsep utama tentang manajemen keuangan keluarga yang wajib diketahui yaitu manajemen cashflow/arus kas serta tentang neraca dan rugi/laba. Pengetahuan akan cashflow wajib diketahui agar keuangan dalam keluarga tidak kacau balau dan terpantau. Kebutuhan akan pengeluaran keluarga apabila tidak diatur dengan baik maka akan  membuat keuangan keluarga menjadi kacau dan bila sudah kronis dapat menuju ke dalam jurang kebangkrutan. Dalam tanya jawab selama berlangsungnya kegiatan tersebut banyak peserta yang menyatakan bahwa, karena uang seringkali menjadi penyebab terjadinya percekcokan dan perselisihan. Hal demikian terjadi karena biasanya mereka merasa risih bila harus membicarakan masalah keuangan dalam keluarganya. Lebih lanjut dalam pelatihan keuangan ini, peserta belajar untuk membuat pengelolan keuangan keluarga mereka masing-masing dengan dua komponen utama dalam penyusunan laba rugi, yaitu jumlah pemasukan dan jumlah pengeluaran dalam satu periode/bulan.

Beberapa catatan akhir  yang bisa dilaporkan dalam pelatihan tersebut antara lain: (a) Telah terjadi kesadaran akan perlunya pasangan suami istri untuk belajar saling terbuka mengenai keuangannya masing-masing (b) Setiap orang memiliki pandangan mengenai uang yang berbeda-beda karena suami atau istri dibesarkan di lingkungan yang berbeda, dengan demikian apabila terjadi kegagalan dalam membicarakan soal uang di dalam keluarga berpotensi menimbulkan permasalahan.  (c) Meskipun setiap rumah tangga memiliki gaya dan pola yang tidak sama dalam hal pengaturan dan sistem pengeluaran keuangan, setidaknya dengan perencanaan ini akan semakin mudah menata manajemen keuangan rumah tangga, hal ini akan bermanfaat untuk masa sekarang dan masa datang. (d) Kesinambungan kehidupan keluarga menuju keharmonisan menjadi suatu keniscayaan bagi terwujudnya keluarga sakinah, karena di antara faktor penting yang menjadi penunjang adalah pemahaman keluarga terhadap manajemen keuangan yang tepat. Dengan adanya pemahaman yang baik tentang laporan keuangan keluarga, didukung oleh perencanaan yang baik, pembagian tugas dengan pasangan dan usaha mensiasati pengeluaran ekstra, maka rumah tangga dapat melalui masalah-masalah keuanganya dengan solusi yang benar. (Wr)

BERBAGI PENGALAMAN MENJADI PROFESIONAL SEJAK MAHASISWA, WEBINAR KELAS PROFESIONAL PRODI AKS FEBI IAIN SURAKARTA SIAPKAN KARIR DI MASA MUDA

FEBI NEWS| Melalui media Zoom, sabtu (18/07/2020) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta telah menyelenggarakan kegiatan Webinar Kelas Peminatan Profesional bertajuk “Sukses Berkarir dimasa Muda”. Kegiatan ini berhasil menghadirkan seorang pembicara yaitu Bapak Dwi Cahyadi, SE.Sy., dengan didampingi oleh Wahyu Irawan selaku moderator. Acara webinar ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa semester 7 yang mengambil kelas peminatan profesional tepatnya pada prodi Akuntansi Syariah sebagai tambahan informasi terkait persiapan mahasiswa agar sukses berkarir dimasa muda.

Pada kesempatannya, dengan didampingi oleh moderator, Bapak Dwi Cahyadi selaku pembicara menyampaikan beberapa hal dengan jelas dan lengkap mengenai persiapan mahasiswa semester 7 untuk melanjutkan karir dibidang profesional. Terkait hal tersebut, beliau berpendapat bahwa mahasiswa di semester 7 harusnya sudah mulai fokus memikirkan skripsi dan memperbaiki nilai mata kuliah agar IPK bagus. Selain itu, terdapat dua faktor yang harus diperhatikan sebelum memasuki dunia kerja, yang pertama adalah faktor teknis meliputi pembuatan CV dan interview yang baik, serta yang kedua ialah faktor non-teknis meliputi kemampuan mengidentifikasi peluang, menemukan kefokusan, dan branding diri sendiri. Dalam dunia kerja, ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh para “High Performers”, diantaranya adalah open mind, inisiatif tinggi, menyukai feedback, all out, dan lifelong learner. Kemudian pembicara juga menceritakan pengalaman-pengalaman beliau ketika membuat CV dan mengikuti interview kerja. Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi para peserta yang nantinya akan melanjutkan karirnya dibidang professional.

Pada akhir acara, bapak dwi cahyadi sempat berpesan agar mahasiswa semester 7 mulai fokus memikirkan skripsi dan mengembangkan prestasi baik akademik maupun non-akademik guna menunjang karir profesional mereka. Demikianlah acara tersebut, semoga bermanfaat dan mampu menajadi pacuan mahasiswa untuk lebih serius dalam mempersiapkan karir mereka mulai dari sekarang

Redaktur: Ajeng (KJF)