180 Mahasiswa Prodi MBS Belajar Saham Langsung ke Bursa Efek Indonesia

Di zaman milenial saat ini, banyak cara yang dilakukan agar proses belajar tidak hanya terpaku di kelas saja. Ada banyak cara atau metode yang digunakan, salah satunya melalui company visit atau kunjungan perusahaan seperti yang dilakukan mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada tanggal 22-24 April 2019 di Jakarta. Sebanyak 180 mahasiswa dan 8 Dosen pembimbing terlibat dalam acara ini. Mereka mengunjungi Bursa Efek Indonesia yang beralamat di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 6, Jalan Jendral Sudirman Kav 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di situs milik BEI sendiri juga membuka program edukasi bagi siswa yang ingin menimba ilmu tentang pasar modal. Dengan adanya company visit mahasiswa memperoleh ilmu tentang profil, sejarah, manajemen perusahaan, cara berinvestasi saham/obligasi/reksa dana di BEI, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. Di tengah acara juga disisipkan interaksi secara langsung antara mahasiswa dan perusahaan yang disebut sesi tanya jawab agar mahasiswa mendapat pemahaman lebih tentang informasi yang didapatkan. Kegiatan company visit juga bertujuan agar mahasiswa memiliki inovasi di masa mendatang dan belajar untuk berpikir secara kritis. Selain itu, agenda itu juga sebagai sarana agar mahasiswa dapat menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan proses produksi dunia kerja. Secara tidak langsung mahasiswa juga belajar mengenai etos kerja yang profesional sehingga setelah lulus kuliah mereka sudah memiliki bayangan tentang dunia kerja yang sesungguhnya.

Kunjungan ke BEI kali ini memberikan sejuta manfaat bagi mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah, mereka mulai memiliki minat untuk menabung saham sekaligus  mengikuti kelas pasar modal yang diselenggarakan oleh BEI dan akan dijelaskan lebih dalam tentang cara jual beli saham di pasar modal.

Selaras dengan kampanye dari BEI “ Yuk Nabung Saham (YNS)”, BEI membuka program kelas bagi yang ingin belajar tentang jual beli saham yang mendatangkan keuntungan. Kelas tersebut terbuak untuk umum asalkan sudah ber-KTP. Biaya administrasi untuk bergabung dengan kelas tersebut sebesar Rp 100.000 dan harus mempunyai rekening saham.

Kata Siapa Skripsi Sulit?

Selasa, 16 April 2019, HMJ Manajemen Bisnis Syariah telah menyelenggarakan acara Sehari Bersama Skripsi. Tema diskusinya adalah “Kata Siapa Skripsi Sulit?”. Sehari bersama skripsi merupakan agenda rutinan yang dilakukan tiga bulan sekali oleh divisi Keilmuan. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah bagi mahasisawa FEBI untuk berdiskusi mengenai kepenulisan skripsi yang benar dan tepat. Kegiatan ini bertempat di cafe GLM IAIN Surakarta dan dihadiri 30 mahasiswa FEBI. Peserta didominasi oleh mahasiswa semester 2 dan 4 khususnya dari jurusan manajemen bisnis syariah. Syarat mengikuti kegiatan ini peserta mendaftarkan diri terlebih dahulu kepada panitia.

Sehari Bersama Skripsi ini dimulai pada pukul 10.00 sampai 12.15 WIB. Dimana acara ini dipandu oleh Dyah Sukma. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Asritami Sinta Hafsari. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pelaksana Dini Ismi Dewanti Jaenudin. Pembicara dalam diskusi ini adalah Dr. Fitri Wulandari, S.E., M.M selaku Wakil Dekan II FEBI IAIN Surakarta dan dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian.

Dr. Fitri Wulandari, S.E., M.M menyampaikan mengenai sumber referensi online dalam mencari jurnal yang berkualitas, cara menentukan ide melalui replikasi jurnal internasioal, menentukan variabel dan menetukan judul. Agar mendapatkan ide baru harus sering membaca bayak referensi jurnal terutama jurnal 5 tahun terakhir. Jadi kebiasaan membaca akan memudahkan dalam menuliskan ide dan gagasan saat masa skripsi nanti.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kemudian ditutup dengan closing statement oleh pembicara dan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara yang diserahkan oleh Kepala divisi Keilmuan selaku ketua pelaksana. Dengan adanya acara ini diharapkan dapat membantu mahasiswa agar lebih semangat dan serius lagi baik yang akan atau sedang berjuang menulis Skripsi    Semoga acara diskusi mengenai kepenulisan skripsi bisa terus dilaksanakan dengan lebih baik dan aktif lagi kedepannya. (HUMAS HMJ MBS)

HMJ MBS IAIN Surakarta Gelar STUDI BANDING DAN VISIT COMPANY

Sabtu, 20 April 2019. Dalam rangka menjalin relasi dan menambah wawasan kewirausahaan pengurus, HMJ MBS IAIN surakarta melakukan visit company ke perusahaan Bakpia Pathok 25 Cabang yang berada di Jl. Bhayangkara  No 1 Sanggrahan, Ngampilan, Yogyakarta. Bakpia Pathok 25 merupakan salah satu bakpia yang terkenal dan sangat sering dijadikan buah tangan khas Yogya, baik itu oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, bakpia ini memiliki cita rasa khas yang lebih “orisinil”. Bisnis bakpia ini telah berjalan selama lebih dari 70 tahun dan sukses mengimbangi para pesaing dibidang serupa serta keberadaannya terus eksis ditengah perkembangan industri kuliner.

Peserta tiba pada pukul 10.15 langsung disambut hangat oleh Ibu Widya selaku salah satu staff di sana. Acara dilanjut dengan berkeliling pabrik Bakpia Pathok 25 yang dipandu oleh Ibu Citra. Para peserta diajak untuk melihat keseluruhan proses produksi, mulai dari proses pencampuran bahan baku hingga memasuki tahap packing. Teknologi yang dipakai masih tradisional atau manual menggunakan tenaga ahli dari tim produksi. Hal ini bertujuan untuk menjaga cita rasa serta kualitas. Bakpia Pathok 25 memiliki banyak varian rasa seperti kacang, coklat, durian, hingga bakpia kering. Harga dibandrol mulai dari 30-50 ribu Rupiah. Setelah cukup berkeliling, acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari HMJ MBS IAIN Surarta. Kemudian bus bertolak menuju Gamping pada pukul 11. 30.
Kegiatan selanjutnya yaitu studi banding ke pengurus Himama Universitas Muhammadiyah Yogyakata, dengan mengusung tema : menjalin silaturahmi dan membangun relasi untuk perbaikan kinerja organisasi. Bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan mahasiswa manajemen di kampus lain serta menjadi wadah bertukar ide, gagasan mengenai program kerja, dan pengalaman. Acara dimulai pada jam 13.10 bertempat di Gedung Pascasarjana UMY, diawali dengan tilawah ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian sambutan dari general manager Himama UMY (Faris Azhar Abdurrahman) dan Ketua Umum HMJ MBS IAIN Surakarta (Herman Wahyu Lestari).
Memasuki acara inti yaitu penyampaian sekilas proker (program kerja) dari kedua himpunan mahasiswa manajemen kemudian dilanjut dengan sesi FGD (Focus Grup Discussion) antara masing-masing divisi yang saling berkaitan. Diantaranya : BPH Himama dengan Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum. Divisi PSDM dengan HCMD (Human Capital Management and Development). Divisi Humas dengan IACN (Information and Communication Networking) dan IRON (Islamic Religion Devision). Kemudian Divisi Kewirausahaan dan Keilmuan dengan IAM (Intelectual and Aspiration of Management) dan SPORTA (Sport and Art). Acara selesai pukul 15.30 dan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari masing-masing himpunan.

Sebanyak 59 peserta berkontribusi dalam acara ini, yang mana diantaranya 32 orang dari pengurus HMJ MBS IAIN Surakarta didampingi oleh 2 orang pengurus SEMA FEBI dan sebanyak 25 orang dari Himama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selaku tuan rumah. Harapannya hasil diskusi ini dapat ditindak lanjuti melalui perbaikan kinerja organisasi tanpa merubah kultur HMJ MBS yang sudah ada. (Rina Nursamsyah)

Peran Mahasiswa Dalam Pusaran Pilpres 2019, Mahasiswa Bisa Apa?

Departemen KASTRAT (Kajian dan Aksi Strategis) DEMA FEBI IAIN Surakarta mengadakan sebuah Diskusi yang disebut dengan BERAKSI “Berani Kepo Isu Terkini” yang merupakan salah satu program kerja dari Departemen tersebut (11/4). Lebih dari 40 Mahasiswa antusias mengikuti agenda yang diselenggarakan di JeLM Cafe IAIN Surakarta ini.

Dalam diskusi BERAKSI tersebut Dept.Kastrat mengusung sebuah Tema yang berjudul “Peran Mahasiswa dalam Pusaran Pilpres 2019. Mahasiswa Bisa Apa?” dengan menghadirkan pembicara sekaligus pemantik diskusi yang sudah berpengalaman dalam bidang kemahasiswaan dan bidang aktivisme. Pembicara tersebut ialah Dwi Agil Setiawan S.E, pembicara merupakan Presiden BEM FEBI IAIN Surakarta 2015-2016. Dengan di Moderatori oleh Said Satria, selaku Kepala Dept. KASTRAT

Tujuan Dept.Kastrat mengusung tema tersebut ialah, “Melihat sekarang banyak mahasiswa yang masih sangatlah kurang antusiasnya dalam mengawal jalannya pilpres 2019 ini dan bahkan beberapa dari mereka memutuskan untuk golput dan memilih untuk tidak memilih atau mencoblos pada tanggal 17 April besok, dan hal ini sangatlah disesalkan karena mengingat mahasiswa ialah elemen paling berpengaruh dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Melihat dulu ketika masa orde baru yang runtuh karena peran dari Mahasiswa, dan inilah yang membuat mahasiswa menjadi tonggak terdepan dalam mengawal jalannya politik kenegaraan. Dan sekarang harus bagaimana sikap atau tindakan yang diambil kita sebagai seorang mahasiswa dalam menyikapi tahun politik yang carut marut dan panas saat ini. Tentunya akan dibahas tuntas dalam acara BERAKSI DEMA FEBI kali ini” Ujar Said selaku Kadept sekaligus Moderator dalam acara beraksi kali ini.

Dalam isinya pembicara Agil Setiawan membeberkan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam perhelatan pemilihan terbesar dibangsa ini, mulai dengan politik uang, netralitas aparat dan ketidak percayaan masyarakat terhadap panitia pemilu kali ini. Dipoint pembahasannya pembicara menuturkan tiga peran penting yang harus dilakukan saat pemilu kali ini.

“Tugas kita dalam mengawal pemilu kali ini ialah terbagi menjadi tiga yaitu, yang pertama ialah H- yang mana di hari hari sebelum pemilihan kita harus mengenali calon calon dan mensosialisasikan hal hal yang perlu disampaikan pada masyarakat, Hari H karena kita harus menggunakan Hak Pilih kita untuk Indonesia yang lebih baik dan yang terakhir di H+ kita wajib mengawasi dan memantau karena kecurangan yang paling banyak terjadi itu bukan dipra pencoblosan tetapi setelah pencoblosan” Ujarnya
Dalam closing statementnya pembicara juga menuturkan jika sebuah perbedaan dalam memilih itu sudah biasa, karena dengan adanya perbedaan maka kita akan bersatu intinya bersatulah dengan perbedaan yang ada, Ia juga menjelaskan jika maksut dari peran diatas ialah “Jadilah humas Indonesia, jadilah humas kpu untuk kemajuan Indonesa menjadi lebih baik”. (sa)

Error: Contact form not found.

Error: Contact form not found.

Grand Opening Training Desain HMJ AKS 2019

Jum’at, 12 April 2019, HMJ Akuntansi Syariah menyelenggarakan pertemuan pertama Training Design. Training Design merupakan salah satu program kerja HMJ AKS divisi Public Relation, yang bertujuan untuk mengasah kemampuan design mahasiswa Akuntansi Syariah dan pengurus HMJ AKS khususnya. Dengan diikuti oleh 30 mahasiswa, kegiatan ini akan dilaksanakan selama 6 kali pertemuan. Dimana pada akhir pertemuan nantinya akan diadakan evaluasi untuk mengukur kemampuan design para peserta.
Pertemuan pertama Training Design dimulai pada pukul 15.50 WIB bertempat di ruang F.307 FEBI IAIN Surakarta. Dimana acara ini dipandu oleh Wahyu Irawan. Acara dibuka dengan perkenalan dan kemudian sambutan oleh Ketua Panitia dan Ketua HMJ AKS 2019. Mentor dalam kegiatan ini adalah Ardhian Eka Putra S.Akun yang juga merupakan ketua HMJ AKS 2018. Pada pertemuan ini, materi pertama yang disampaikan adalah pengenalan aplikasi corel lalu praktek membuat project sederhana. Para peserta terlihat sangat antusias menyimak dan mempraktekkan langkah-langkah yang disampaikan oleh mentor.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan mengembangkan minat serta bakat mahasiswa Akuntansi Syariah di bidang design. Semoga kegiatan Training Design HMJ AKS bisa terus dilaksanakan dengan lebih baik dan lebih aktif lagi kedepannya. Mohon do’a dan dukungannya selalu demi Akuntansi Syariah yang lebih baik. Hidup mahasiswa! (Nurul Fauziyah)

Sharing Proker antara HMJ PBS IAIN Surakarta dan HMPS-PS UIN Sunan Kalijaga

Study Banding To UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
6 April 2019

Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah IAIN Surakata menyelenggarakan Study Banding To UIN Sunan Kalijaga yang dilaksanakan Sabtu, 6 April 2019 dari pukul 09.30-15.30 WIB di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta dari anggota HMJ Perbankan Syariah. Study Banding ini membahas tentang sharing program kerja dari HMJ PBS IAIN Surakarta maupun HMPS-PS UIN Sunan Kalijaga dengan tujuan untuk menambah pengetahuan dan menjalin silaturahmi. Saudara Bukhori selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa HMPS-PS mempunyai 3 Bidang yang terdiri dari Bidang Sosial, Akademik, dan Team Building. Di bidang Sosial bertugas untuk membantu saudara ataupun saudari kita yang sedang terkena musibah dan menyalurkan dana sosial bela sungkawa. Di bidang akademik bertugas untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa melalui kegiatan mingguan. Di bidang Team Building bertugas untuk merekatkan tali persaudaraan antar mahasiswa Perbankan Syariah. Saudara Budi Prihastoro selaku Ketua Umum HMJ Perbankan Syariah IAIN Surakarta menjelaskan bahwa HMJ Pbs mempunyai Sekretaris yang membawahi Biro Kesekretariatan, Bendahara yang membawahi Biro Dana Usaha dan 3 Bidang Inti yang membawahi 6 Divisi. Bidang 1 terdiri dari Devisi Kemahasiswaan yang bertugas membantu pengurus HMJ dalam kepentingan akademik dan Devisi Keilmuan yang bertugas meningkatkan pengetahuan pengurus HMJ PBS. Bidang 2 terdiri dari Devisi Keorganisasian yang bertugas mengatur hubungan antar organisasi dan dan Devisi Keagamaan yang bertugas meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pengurus HMJ. Bidang 3 terdiri dari Devisi Eksternal yang bertugas menyalurkan aspirasi dan kreativitas mahasiswa dan Devisi Media Informasi dan Komunikasi yanh bertugas mempublikasikan dan memberi informasi terkait kegiatan HMJ maupun fakultas. Di dalam kegiatan ini menghasilkan ide baru untuk merintis berdirinya Ikatan Mahasiswa Perbankan Syariah Indonesia yang terdiri dari Institut dan Universitas Islam Negeri wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Optimalisasi Wakaf dan Sociopreneur untuk Mengembangkan Industri Halal

      Kamis, 11 April 2019 telah dilaksanakan kajian rutin FRESH FEBI IAIN Surakarta di salah satu ruang fakultas dengan pembicara bapak Waluyo Lc, MA. Topik yang dibahas dalam kajian ini adalah wakaf dan sociopreneur. Inti pembahasan kajian ini ialah mengenai bagaimana mengembangkan industri halal khususnya di Indonesia secara optimal.

     Semenjak tahun 2000 hingga sekarang, filantropi muslim melaju pesat, termasuk di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya bentuk –bentuk filantropi seperti jumlah LAZ, jumlah badan amil, jumlah dana ZIS masyarakat muslim, hingga jumlah objek wakaf tanah. Penguatan aktivitas filantropi ini sejalan dengan demokrasi di Indonesia. Salah satu bagian dari penguatan aktivitas filantropi ini ialah wakaf. Bahwasannya potensi ekonomi Islam tidak hanya dikembangkan lewat Lembaga Keuangan Syariah tertentu saja. Tetapi yang justru akan mengangkat harkat dan martabat kaum dhuafa, serta menciptakan kesejahteraan yang merata adalah wakaf.

     Wakaf sendiri berasal dari kata waqafa-yaqifu-waqfan yang berarti menghentikan atau menahan. Secara bahasa, wakaf dapat diartikan sebagai kegiatan menahan harta yang bisa bermanfaat, dengan tetap menjaga pokok hartanya, serta dengan  memutus kepemilikannya dan digunakan untuk hal yang diperbolehkan saja. Potensi wakaf di Indonesia sendiri sudah banyak, tetapi belum dapat dilakukan secara optimal. Hal ini dikarenakan, masih sedikitnya wakaf produktif, dan masih terbatasnya tanah yang digunakan untuk tempat ibadah, makam, sekolahan, pesantren, dan lain sebagainya.

     Berdampingan dengan hal itu, sociopreneur hadir untuk turut serta menciptakan keadilan ekonomi masyarakat. Sociopreneur sendiri adalah usaha yang tidak hanya mengambil keuntungan semata, namun terdapat unsur sosial di dalamnya. Jenis usaha sociopreneur ini sangat beragam, mulai dari kesehatan hingga pendidikan.

     Dilihat dari adanya wakaf dan sociopreneur, sociopreneur akan membuat pengelolaan wakaf menjadi lebih baik. Melihat perkembangannya wakaf sudah tidak lagi hanya menyoal tanah, namun lebih ditekankan untuk mengembangkan wakaf produktif yang mana akan menghasilkan efek jangka panjang dalam penerapannya. Berdasarkan hal tersebut, wakaf dapat memainkan peran dalam memberdayakan sosial apabila dikelola menggunakan model wakaf investasi. Model wakaf ini dilakukan dengan menjadikan aset wakaf bernilai ekonomis. Wakaf model ini sudah banyak digunakan di Indonesia.

Sementara dalam kaitannya dengan bidang industri, wakaf dan sociopreneur ini memiliki pengaruh dalam perkembangan industri halal. Wakaf dapat menjadi modal untuk suatu industri halal. Hal ini menandakan bahwa wakaf juga memiliki peran dalam meningkatkan potensi dari industri halal yang ada di suatu negara. Industri halal merupakan industri yang memiliki produk yang halal pula. Suatu produk dapat digolongkan menjadi produk halal apabila produk tersebut telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam oleh BPJPH (Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal). BPJPH merupakan salah satu unsur pendukung di Kementrian Agama Republik Indonesia yang bertanggungjawab kepada Menteri Agama yang bertugas melaksanakan penyelenggaraan jaminan produk halal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Deskripsi tentang produk halal ini diatur dalam UU Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Wisuda Sarjana dan Magister ke-40 IAIN Surakarta

Sejumlah 721 wisudawan/ti hari ini, Sabtu (6/4) resmi dilepas oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Mereka diharapkan dapat mengambil peran dalam mengisi dan mengembangkan nilai-nilai Islam dan budaya sebagai instrumen integrasi bangsa.

Sebanyak 721 wisudawan/ti yang terdiri dari 34 orang Magister/Pascasarjana (S2) 127 orang dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, 64 orang dari Fakultas Syariah, 193 orang dari Fakultas Ilmu Tarbiyah, 217 Orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan 86 Orang dari Fakultas Adab dan Bahasa telah resmi menyandang gelar kependidikan yang harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Dalam sidang terbuka wisuda ke-40 yang bertema “Islam dan Budaya Sebagai Instrumen Integrasi Bangsa” ini Rektor berpesan kepada seluruh wisudawan agar dapat mengaplikasikan ilmunya untuk mengembangkan nilai-nilai Islam dan budaya di dalam masyarakat.

Sumber: http://www.iain-surakarta.ac.id/?p=17000

Pelepasan Calon Wisudawan FEBI 2019

Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (IKAFEBI) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan acara pelepasan calon wisudawan FEBI ke–40 pada hari Kamis, 4 April 2019. Dekan FEBI IAIN Surakarta, Drs. H. Sri Walyoto, M.M., Ph.D. dalam sambutanya menyampaikan bahwa acara yang diadakan di Multazam Syariah Hotel tersebut dimaksudkan untuk menyerahkan secara simbolis calon wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kepada orang tuanya masing-masing setelah sekitar 4 tahun dititipkan di kampus.

Pelepasan wisudawan FEBI XL diikuti oleh 217 calon wisudawan yang terdiri dari 70 calon wisudawan Jurusan Manajemen dan Bisnis Syariah (MBS), 90 calon wisudawan Jurusan Akuntansi Syariah (AKS), dan 57 calon wisudawan Jurusan Perbankan Syariah (PBS). Adapun calon wisudawan terbaik program studi sekaligus terbaik fakultas diraih oleh Muhammad Alan Nur dari Jurusan Perbankan Syariah dengan IPK 3,91. Terbaik Jurusan Akuntansi Syariah diraih oleh Luluk Ayuning Tyas dengan IPK 3,76 dan Terbaik Jurusan Manajemen Bisnis Syariah diraih oleh Lulu Syifa Pratama dengan IPK. 3,75.

Rektor IAIN Surakarta Dr. H. Mudhofir S.Ag. M.Pd. turut hadir dan membuka acara tersebut memberikan pesan kepada calon wisudawan untuk terus semangat dalam meraih cita-cita. Beliau juga meminta calon wisudawan untuk membuka cakrawala dan mau bekerja sama untuk kemajuan. Selanjutnya, beliau juga berpesan kepada calon wisudawan untuk melanjutkan kuliah S2 karena warisan yang paling berharga adalah pendidikan.

 

Selanjutnya sambutan disampaikan oleh perwakilan wali calon wisudawan yang disampaikan oleh Drs. Muhammad Ishom, M.A. Beliau menyampaikan banyak terimakasih Bapak / Ibu dosen atas semua ilmu yang telah diberikan kepada calon wisudawan, mendidik, dan mengarahkan calon wisudawan dengan penuh kesabaran hingga dapat lulus menempuh S1. Permohonan maaf juga disampaikan atas semua kesalahan yang diperbuat calon wisudawan selama menimba ilmu di kampus.

Acara dimeriahkan dengan berbagai hiburan seperti tari tradisional, pembacaan puisi, dan musik. Tampilan Tari Bajigor diperagakan oleh mahasiswi MBS semester 6 FEBI yaitu Dzun Nur’ain dan Oktavia Reny A. Pembacaan puisi karya Buya Hamka dibawakan oleh calon wisudawan FEBI yaitu Galuh Anggraeny. Puisi tersebut berisikan semangat bagi kaum muda untuk terus maju dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita. Suasana dimeriahkan dengan alunan musik yang dinyanyikan oleh Tim MM Production yang berasal dari alumni IAIN Surakarta.

Ketua Panitia Bapak Agus Setiawan M.E. menyampaikan selamat kepada para calon wisudawan semoga ilmu yang telah dimiliki dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk melangkah di masa depan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada segenap panitia dan berbagai pihak yang telah mempersiapkan dan mendukung acara dengan semaksimal mungkin sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan kita semua.

Penulis: Devi Narulitasari, M.Si.