MBKM FEBI UIN Surakarta Latih Mahasiswa Dalam Pengembangan Inovasi Bisnis Dengan Workshop PMCA

FEBI NEWS | Pada hari ketiga Program MBKM kolaboratif FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar workshop mengenai Participatory Market Chain Approach PMCA). Acara ini dilaksakan di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta pada hari Kamis (8/12/2022) dengan mengundang Ibu Septi Kurnia Prastiwi, M.Si sebagai narasumber. Beliau merupakan Kepala Laboratorium FEBI sekaligus praktisi entrepeneur.

Dalam workshopnya, beliau memaparkan bahwa dengan PMCA, pelaku usaha dalam rantai yang sama dapat berkumpul dan berdiskusi bersama untuk memunculkan inovasi baru. PMCA mempunyai tiga karakteristik, pertama, didorong oleh permintaan pasar, yaitu fokus pada bagaimana mengubungkan pasokan dengan pasar. Kedua, Inklusif, melibatkan seluruh pelaku di rantai pasok kentang kecil maupun besar. Ketiga, Stretegis, yaitu membantu para pelaku bisnis di rantai pasok kentang dalam menentukan arah bisnisnya. Selain itu PMCA juga berperan dalam Menciptakan nilai dan meningkatkan nilai tambah pada suatu produk.

Dilanjutkan setelahnya dengan simulasi PMCA dengan terjun langsung di unit-unit usaha yang ada di lingkungan kampus. Dengan workshop dan simulasi langsung ini, diharapkan terjadi pengembangan pengetahuan mahasiswa dalam menganalisa suatu Bisnis. Serta Mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi usaha dan menganalisis peluang untuk pengembangan usaha di suatu komunitas atau masyarakat.

MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL DENGAN DIGITAL MARKETING

FEBI News| Sebagai salah satu rentetan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) kolaboratif dengan FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengundang Dhias Bahari Aditama, salah seorang trainer dari Kampus UMKM Shopee Ekspor dan A. Haris Akbar, CEO Kimibag dari Pondok Pesantren Al Qohar. Acara ini dilaksanakan di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta pada hari Rabu (7/12/2022).

Mas Dias, sapaan akrab Dhias Bahari Aditama, mengungkapkan bahwa saat ini peluang kesuksesan melalui bisnis Ecommerce sangatlah besar. Tidak hanya mampu menggaet pelanggan dari dalam negeri, bahkan hingga merebut pasar mancanegara. Saat ini sudah ada ribuan seller yang berafiliasi dengan Shopee, berhasil untuk mengekspor produknya hingga ke mancanegara. Pada pelatihan UMKM Shopee Ekspor ini, dijelaskan juga tentang pentingnya Digital Marketing bagi entrepeneur masa kini.

Dilanjutkan setelahnya, sharing session bersama A. Haris Akbar, Chief Executive Officer (CEO) Kimibag. KIMIBAG adalah salah satu unit usaha yang berjalan seiring dengan Pondok Pesantren Al-Qohar. Bergerak dalam bidang manufaktur. Produksi tas dengan segala varian model. Produk Kimibag saat ini berhasil menembus pasar internasional.

Selain dihadiri oleh mahasiswa MBKM dari FEBI UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said yang mendapat beasiswa entrepreneurship dan influencer. Diharapkan dengan acara ini dapat menambah wawasan mereka dalam hal Digital Marketing.

Tingkatkan Skill Millenial, Praktikum Digital Kreatif bagi mahasiswa MBKM Kolaboratif FEBI UIN Said dan FEBI UIN Banten

FEBI News| Praktikum Digital Kreatif adalah salah satu program unggulan dari Laboratorium FEBI UIN Said Surakarta. Praktikum ini diajarkan juga kepada seluruh peserta program MBKM kolaborasi antara FEBI UIN Said dan FEBI UIN SMH Banten. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa 6 Desember 2022, bertempat di ruang baca perpustakaan FEBI.
Sebagai Narasumber pertama adalah Asep Maulana Rohimat, M.S.I selaku kepala FEBI MIC (Media and Information Center). Materi pertama ini membahas filosofi Digital Kreatif, yang merupakan ide kreatif yang dicetuskan oleh Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si sejak pertamakali menjabat sebagai Dekan FEBI. Selanjutnya Narasumber mengupas terkait teknik dan trik membuat Youtube sebagai penghasil cuan, yaitu dengan model monetisasi youtube. Kang Asep yang juga sekaligus sebagai koordinator Raktikum Digital Kreatif lantas menugaskan kepada seluruh peserta MBKM untuk membuat video pendek sebagai konten kreatif dengan objek spot ikonik di FEBI UIN Said.
Narasumber kedua adalah M. Hanif Aditya, S.Ikom selaku konten kreator FEBI Tv, dengan materi fotografi dan videografi. Ia membahas teknik-teknik praktis foto dan video yang kemudian langsung dipraktekan pleh para peserta. Hasil karya dari peserta nantinya bisa diunggah ke chanel FEBI Tv maupun medsos official FEBI UIN Said.

MBKM

Prof. Dr. Imam Makruf resmi membuka Program MBKM Kolaboratif FEBI UIN Banten dan FEBI UIN Said Surakarta

Penulis: Asep Maulana Rohimat
Foto: Hanif Aditya

FEBI News| Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kali ini dilaksanakan di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Pembukaan program nasional ini dilaksanakan pada Senin (5/12/2022) oleh Prof. Dr. Imam Makruf, M.Pd selaku koordintor task force MBKM Kemenag sekaligus Wakil Rektor 1 UIN Said. Acara dihadiri oleh segenap pimpinan Dekanat FEBI, Wakil Dekan 1. Dr. Awan Kostrad Diharto, M.Ag, Wakil Dekan 2 FEBI, Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd, para Kajur, Sekjur, Korprodi, Kepala Laboratorium, Kasubag TU FEBI, dosen dan staf.

Fitri Laila Wijayati, M.Si, selaku pelaksana program  MBKM tahun 2022 menyampaikan sambutan pertama kali, ia menyampaikan laporan kegiatan MBKM yang pernah dilaksanakan oleh FEBI UIN Said telah terlaksana 3 kegiatan, yaitu magang industri pada bulan Juli yang dikonversi kepada mata kuliah sebesar 6-9 SKS. Pada program pertama itu, FEBI bekerjasama dengan 15 industri di Solo Raya yang diikuti oleh 37 mahasiswa.  Kegiatan ke 2 adalah pogram Student Mobility bekerjasama dengan UIN Banten pada bulan Agustus 2022, peserta MBKM ini bersama 15 mahasiswa di perusahaan internasional Gaido Grup. Kegiatan ketiga adalah hari ini berbentuk Student Mobility Program kerjasama dengan FEBI UIN Banten, yaitu berupa inclass training model PMCA dan magang di Pondok Pesantren anggota Himpunan Bisnis dan Ekonomi Pesantren (HEBITREN) Solo Raya sebagai stakeholder FEBI UIN Said.

Wakil Dekan 1 FEBI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Dr. Budi Sudrajat, MA, memberikan sambutan kedua. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan student mobilty dalam skala nasional. Ia membawa 10 mahasiswa dari prodi Perbankan Syariah dan Prodi Ekonomi Syariah FEBI UIN Banten. “Tujuan kami datang ke FEBI UIN Said ini adalah untuk silaturahim dan penguatan kapasitas mahasiswa, terutama untuk cross culture understanding dalam menguatkan identitas kebangsaan, saling mengenal budaya, tradisi. Kegiatan ini sangat penting untuk mengembangkan softskill, berupa mental kewirausahaan mahasiswa.” Pungkasnya.

Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si Dekan FEBI UIN Said memberikan sambutan ke-3. Ia menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi MBKM ini berawal dari pertemuan AFEBIS, dan merupakan pionir di lingkungan Kemenag. Untuk itu program mobility ini menjadi percontohan dan akan dilakukan oleh FEBI seluruh indonesia. Kegiatan  MBKM di FEBI UIN Said ini berkolaborasi dengan HEBITREN Solo Raya, yang dipilih adalah pondok Pesantren yang sudah memproduksi tas berskala ekspor dengan brand Kimibag. Masih menurut Dekan, bahwa mahasiswa peserta MBKM ini akan belajar dari seluruh unit bisnis yang dimiliki FEBI UIN Said. Dekan menutup sambutan dengan memaparkan berbagai inovasi yang dilakukan FEBI selama ia pimpin. Salah satu inovasi bidang akademik saat ini adalah Kelas peminatan, terbagi dalam 3 jenis yaitu kelas peminatan akademisi, profesional, dan entrepreneur. Inovasi dalam bidang karakter yaitu program Pesmadin: Pesantren Mahasiswa Diniyah. “Tahun 2023 FEBI UIN Said menjadi pilot project model kelas inklusi keuangan syariah bekerjasama dengan OJK dan lembaga non keuangan syariah.” pungkasnya.

Prof. Dr. Imam Makruf, M.Pd Wakil Rektor 1 UIN Raden Mas Said Surakarta selaku koordintor task force MBKM Kemenag sekaligus Wakil Rektor 1 UIN Said menyampaikan apresiasi kepada FEBI UIN Said dan FEBI UIN Banten yang telah melakukan inovasi dan pionir dalam program MBKM di Kemenag. Meskipun menurutnya MBKM di Kemenag masih terus dikaji dan dibahas di Kementerian. Salah satu ciri khas model MBKM di Kemenag adalah adanya poin ke 9 berupa Moderasi Beragama yang menjadi pembeda dengan model MBKM yang dilakuka di lingkungan kampus dibawah DIKTI. Ia mendorong kepada seluruh kampus terutama FEBI UIN Said dan FEBI UIN Banten untuk selalu berinovasi dan kreatif. “kita sama-sama belajar mengembangkan model MBKM ini, sebagaimana ijtihad, salah dan benar akan mendapatkan pahala.”pungkasnya.

Dosen FEBI UIN RM Said Raih Penghargaan Terbaik Kedua dalam Biannual Conference on Research Result (BCRR) 2022 di Gorontalo

FEBI News| Gorontalo (27/11/2022) Setelah tertunda karena pandemi Covid-19, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menyelenggarakan seleksi penelitian terbaik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam baik negeri maupun swasta. Kegiatan seleksi ini dikemas dalam acara betajuk Biannual Conference on Research Result (BCRR) 2022. Sebagai tuan rumah BCRR 2022 kali ini adalah IAIN Sultan Amai Gorontalo, dengan pelaksanaan pada 25-27 November 2022.

Ada tiga tahap untuk bisa mencapai seleksi final di ajang BCRR 2022 di Gorontalo. Tahap pertama adalah tahap seleksi berkas. Berkas yang wajib diunggah misalnya ringkasan hasil penelitian, laporan lengkap penelitian, artikel hasil penelitian hingga HKI atas karya penelitian tersebut. Jika lolos pada tahap ini, peserta akan masuk tahap kedua yakni wawancara. Wawancara ini dilakukan untuk mendalami dan mengkonfirmasi berbagai aspek yang dibutuhkan oleh reviewer dari Kemenag. Jika dinyatakan lolos, maka peserta masuk tahap ketiga yakni final di BCRR 2022 di Gorontalo. Reviewer dan Dewan Juri pada tahap final ini berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bappenas dan reviewer dari Kementerian Agama.

Salah satu dosen FEBI yakni M. Zainal Anwar berhasil lolos ke final di BCRR 2022 pada kategori Penelitian yang dibiayai BOPTN/BLU untuk kluster sosial humaniora. Penelitian berjudul Dari Modal Sosial Menjadi Modal Politik : Studi Terhadap Pemanfaatan Jaringan Pesantren oleh Caleg Perempuan Dalam Pemilu 2018 dipresentasikan Zainal dihadapan Dewan Juri dan para reviewer. Pada malam penganugerahan, M. Zainal Anwar dinobatkan sebagai terbaik kedua dalam kategori Penelitian dibiayai BOPTN/BLU dalam rumpun Sosial Humaniora berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6722 Tahun 2022. .

Hal ini membuktikan bahwa SDM civitas akademika di UIN Raden Mas Said Surakarta mampu bersaing dengan dosen peneliti dari kampus PTKI lainnya. Adanya penghargaan ini juga menjadi rekognisi kualitas penelitian di UIN RM Said Surakarta. “Penelitian yang saya ajukan untuk BCRR 2022 ini dibiayai BOPTN dan prosesnya disupervisi LPPM UIN Raden Mas Said Surakarta. Artinya, supervisi dan fasilitasi di UIN RM Said ini cukup baik dan berkualitas. Buktinya, bisa mendapat penghargaan di ajang BCRR 2022,” kata Zainal.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh salah satu dosen FEBI tersebut, ia pun mendorong kepada seluruh dosen untuk bisa menorehkan prestasi dalam bidang akademik baink nasional maupun internasional. “selamat, berkah, manfaah” pungkas Dekan FEBI.

Mahasiswa FEBI UIN Said Galang Dana Kemanusiaan dan gelar Kampanye Pancasila DI CFD SOLO

Penulis: Mahendra Rahmat Bintang Perdana

FEBI News| Surakarta, Minggu (27/11). Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kampanye Pancasila di arena Car Free Day (CFD) Solo mulai jam 06.00-09.00. Acara ini merupakan bagian dari mata kuliah Pancasila yang diampu M. Zainal Anwar, M.S.I. Mahasiswa yang ikut pada acara kampanye ini berasal dari jurusan Perbankan Syariah angkatan 2022 dan jurudan Manajemen Bisnis Syariah angkatan 2022.

Menurut Mahendra Rahmat Bintang Perdana (mahasiswa MBS 1B angkatan 2022), koordinator acara kampanye, kegiatan ini untuk menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian Pancasila. Ada berbagai macam acara yang digelar misalnya pertunjukan tari, membaca puisi hingga flash mob. Dalam kegiatan ini juga dibagikan buku tentang Pancasila dan Moderasi Beragama yang diterbitkan LPPM UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan lain adalah penggalangan dana untuk meringankan beban masyarakat Cianjur yang beberapa waktu lalu tertimpa musibah gempa bumi. Donasi terkumpul sebesar Rp. 1.222.000 yang kemudian diserahkan ke Bendahara FEBI yakni Ibu Jadzilah untuk kemudian diserahkan kepada Bendahara UIN Raden Mas Said Surakarta.

Wujud Nyata Aksi Kepedulian Untuk Korban Gempa Cianjur, KSPM FEBI Gelar Galang Dana di Car Free Day

FEBI News| Minggu (27/11/2022) Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta telah melaksanakan kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk aksi solidaritas dan bentuk rasa kepedulian terhadap korban gempa yang terjadi pada (21/11/2022) silam di Cianjur, Jawa Barat. Galang dana ini merupakan program kerja dari Divisi Human Resource Development (HRD) yang berkolaborasi dengan Divisi Public Relation KSPM FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Ada Tiga titik lokasi yang menjadi sasaran galang dana ini. Tepatnya di lampu merah simpang lima kabupaten Sukoharjo, Car Free Day Sukoharjo dan lampu merah desa Mandan, Sukoharjo.

Saudara Saka Ardika selaku ketua umum KSPM FEBI 2022 mengatakan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas KSPM FEBI untuk membantu meringankan sedikit beban penyintas Gempa Cianjur. Saka Ardika juga menyampaikan bahwa penggalangan dana untuk korban gempa Cianjur berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat sekitar, terutama bagi pengendara jalan.

Kegiatan penggalangan ini telah berjalan dengan baik dari awal hingga ditutup dengan penyaluran secara langsung hasil donasi sebesar Rp 2.029.100 ke Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sukoharjo. “Hasil dari penggalangan dana ini langsung kami salurkan kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sukoharjo yang nantinya akan didistribusikan secara langsung oleh mereka ke daerah yang terdampak”, jelas Saka Ardika.

Adanya kegiatan penggalangan dana ini diharapkan mampu meningkatkan lagi rasa kepedulian pengurus KSPM FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Besar harapan kedepannya bisa melaksanakan aksi-aksi yang memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Tak lupa menutup kegiatan hari itu, Saka Ardika mewakili KSPM FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara kita yang sedang terdampak bencana Gempa di Cianjur, serta pihak Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sukoharjo yang sudah berkenan untuk membantu penyaluran hasil donasi dari aksi penggalangan dana ini.

Redaktur: Yuliana/KJF

Editor: Shafina/KJF

Kunjungan ke Sidogiri Corp, FEBI lakukan studi banding Pengembangan Ekonomi Syariah berbasis Pondok Pesantren

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Pasuruan (22/11/2022). Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan menjadi lokasi kunjungan studi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Sebagai Pondok Pesantren yang sudah berdiri sejak tahun 1745, Pondok Pesantren Sidogiri telah mengalami perkembangan pesat, diantaranya adalah kemandirian ekonomi pesantren dengan berdirinya Sidogiri Corp. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang yang terdiri dari Dekan, Kabag TU Akademik, para dosen dan staf Tata Usaha FEBI.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.S.I menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan rombongan FEBI, yaitu dalam rangka studi banding pengelolaan ekonomi syariah berbasis pondok Pesantren. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tugas FEBI untuk melakukan mandat dakwah Iqtishodiyah, yaitu mencetak mahasiswa sebagai  insan entrepreneur yang berkompetensi ekonomi syariah. Saat ini FEBI sudah memiliki unit usaha sebagai laboratorium pembelajaran mahasiswa, yaitu minimarket FEBI One Mart, BMT Mazaya, dan Jujugan Cafe. Lebih lanjut Dekan FEBI sangat tertarik dengan perkembangan  Mini Market Basmalah yang bisa eksis menjadi toko retail dan sudah lebih dari 200 toko tersebar di area Jawa Timur.

Ust. Munjil Anam, S.E.I selaku sekretaris pengelola Kopontren Sidogiri yang mewakili Pimpinan Pondok Pesantren Sidogiri KH. Fuad Noerhasan, menyampaikan bahwa seluruh Unit Usaha di Pondok Pesantren Sidogiri bernaung dalam Sidogiri Corp, namun demikian, Visi utama Pesantren Sidogiri adalah tarbiyah (pendidikan), adapun membentuk unit usaha ekonomi adalah sebagai upaya pengembangan ekonomi pesantren secara mandiri: “Dari Santri, oleh santri, untuk santri.”. Beberapa unit usaha pondok ini adalah: Kopontren Sidogiri yang menjadi naungan bagi Koperasi Toko Basmalah, PT. Sidogiri Mitra Utama, PT. Sidogiri Mandiri Utama, PT. Sidogiri Pandu Utama sebagai perusahaan konsultan bisnis dan Sidogiri Fintech Utama dengan prodok E-Mall sebagai layanan financial technology syariah.

Selanjutnya dilakukan diskusi dan tanya jawab yang hangat antara peserta dan pengelola Kopontren, serta melakukan kunjungan ke lokasi unit usaha Sidogiri Corp.

Hasil Riset Kesadaran Halal Generasi Milenial di Solo Raya berhasil dipresentasikan oleh Dosen FEBI di Global Advance Research Conference on Management and Business Studies (GARCOMBS) 2022

FEBI News| Bandung (19/11/2022). The Global Advance Research Conference on Management and Business Studies (GARCOMBS) digelar pada 17-19 November 2022. Agenda konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Program Studi Doktor Ilmu Manajemen  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran. Dengan menghadirkan para pakar dalam ilmu manajemen dan bisnis dari beberapa negara, diantaranya Prof. Dr. Peter Mayer dari Osnabruk University Jerman, Dr. Thuy Chung Phan dari Vietnam, dan CEO Siemens Denmark BL. Sorensen, Ph.D.

Dalam konferensi tersebut, tiga dosen FEBI yaitu Septi Kurnia Prastiwi, Asep Maulana Rohimat, dan Helti Nur Aisyiah berpartisipasi menulis artikel dengan tema Peran Kesadaran Halal Pada Generasi Milenial  Di Aplikasi Online  Food Delivery. Menjadi presenter dalam sesi Paralel Session adalah Asep Maulana Rohimat dengan reviewer Mr. Phou Sambath Assistant Professor di Royal University of Phnom Penh.

Presentasi hasil penelitian ini mengemukanan bahwa Halal certificate dan Religious belief yang diduga kuat menjadi factor yang mempengaruhi keputusan pembelian makanan halal pada aplikasi online food delivery ternyata tidak terbukti pada populasi generasi milenial di Solo Raya. Hanya variable halal awareness saja yang dapat berpengaruh langsung terhadap keputusan pembelian makanan halal pada aplikasi online food delivery. Bahkan Halal certificate juga tidak berpengaruh melalui variable mediasi halal awareness. Hal ini karena masih minimnya informasi mengenai kehahalan produk dan minimnya pencantuman sertifikat halal/ logo halal pada katalog produk makanan pada tiap mitra atau resto pada aplikasi online food delivery. Sehingga yang menjadi factor kuat pembelian produk halal pada aplikasi online food delivery adalah kesadaran halal pada konsumen, yang terbukti signifikan memperkuat pengaruh religious belief terhadap keputusan pembelian makanan halal.

Bedah Disertasi Dosen FEBI: Inklusivitas dan Inovasi Sosial Lembaga Filantropi Islam di Indonesia

Penulis: Usnan

FEBI News| Salah satu fungsi dari kegiatan diskusi dosen yang dilaksanakan oleh Unit Konsorsium Dosen FEBI UIN Surakarta adalah menjadi ajang sharing hasil riset dan karya para dosen di lingkungan FEBI UIN Surakarta. Oleh karena itu, pada bulan November kali ini, Unit Konsorsium Dosen kembali melaksanakan kegiatan diskusi dosen untuk membedah salah satu karya disertasi dosen FEBI yaitu Ibu Indah Piliyanti dengan judul disertasi ” Inklusivitas dan Inovasi Sosial Lembaga Filantropi Islam di Indonesia ditinjau berdasarkan Maqashid Syariah”. Hadir sebagai pembedah disertasi pada kegaitan diskusi dosen kali ini yaitu bapak Dr. Misnen Ardiansyah, SE, MSi., Ak. CA., ACPA (Wakil Dekan 1 FEBI UIN Suka Yogyakarta) yang merupakan salah satu tim penguji disertasi Ibu Dr. Indah Piliyanti, MSI.

Kegiatan diskusi dosen diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh MC. Pada sesi pembukaan ini, disampaikan sambutan sekaligus membuka acara diskusi oleh Septin Puji Astuti, Ph.D (Wakil Dekan 3 FEBI UIN Surakarta). Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi pada pelaksanaan kegiatan diskusi kali ini, karena sangat sejalan dengan sasaran Fakultas untuk menjadikan kegiatan diskusi dosen tidak hanya untuk mendapatkan wawasan baru dari para pakar, tetapi juga sebagai ajang dan panggung bagi para dosen FEBI untuk menyampaikan hasil-hasil karya ilmiahnya termasuk melalui kegiatan hari ini (14/11/2022) yaitu diseminasi disertasi.

Kegiatan selanjutnya yaitu inti diskusi yang dipandu oleh moderator Agung Wahyudi, SE.Sy, ME. Inti diskusi kali ini dibagi dalam tiga termin, yaitu paparan singkat dari Ibu Indah Piliyanti, membedah disertasi oleh Bapak Misnen Ardiansyah, dan termin terakhir yaitu diskusi dan tanya jawab.
Paparan pertama dari Ibu Indah disampaikan tentang tiga poin utama, yaitu (1) latarbelakang riset yang beliau lakukan, (2) konsep tentang inklusivitas dan inovasi sosial, dan (3) temuan dari hasil riset yang telah dilakukan. Paparan selanjutnya yaitu dari pembedah disertasi (Bapak Misnen Ardiansyah), yang secara umum beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas disertasi Indah Piliyanti. Sebelum memberikan beberapa catatan dan masukan yang dapat digunakan untuk pengembangan riset kedepan, beliau mengawali paparan dengan harapan besar beliau terhadap potensi dan peran yang sangat besar dari ekonomi islam khususnya sektor filantropi sebagai sarana pembangunan berbagai sektor dan kemajuan umat. Adapun secara khsusus berkaitan dengan disertasi Indah Piliyanti, ia menyampaikan bahwa secara umum disertasi ini sangat bagus, telah memberikan dasar yang kuat baik dari latar belakang, teori maupun metodologi dan temuan yang dihasilkan dari karya disertasi ini. Meski demikian, beliau memberikan sedikit catatan sebagai masukan bahwa hendaknya pada kajian untuk membedah tentang inklusivitas dan inovasi sosial, perlu juga digunakan pula beberapa teori sebagai acuan, diantaranya teori legitimasi Dowling and Preffer (1975), Stakeholder Theory dan Syariah enterprise Theory. Adapun beberapa saran beliau untuk riset mendatang diantaranya (1) maqashid syariah perlu dibedah secara komprehensif untuk memotret implementasi dalam mewujudkan implementasi inovasi sosial, (2) perlu mengkaji akuntabilitas dan transparansi unit-unit yang ada pada social enterprise, (3) perlu kajian tentang bagaimana peran negara dalam mengawasi kedua model tersebut (model bisnis dan sosial enterprise) yang ada dalam naungan LAZ, dan (4) perlu mengkaji tentang regulasi berkaitan dengan penyajian laporan keuangan LAZ apakah telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

Setelah selesai sesi inti diskusi yaitu paparan materi dari para narasumber dan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi (tanya jawab), kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi penutupan, dan diakhiri dengan sesi foto bersama narasumber dan seluruh peserta. (Usnan)