FGD Kelas Peminatan Perbankan Syariah Usung Tema “Potensi dan Relevansi Kelas Peminatan dalam Menyongsong Era Society 5.0”

FEBI News | Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Program Kelas Peminatan dalam rangka Penyempurnaan Buku Panduan Pelaksanaan Program Kelas Peminatan dengan tema “Potensi dan Relevansi Kelas Peminatan dalam Menyongsong Era Society 5.0” di hari kedua, 23 Maret 2022, diisi oleh Quality Control Manager PT. Intan Pariwara, Yana Suryana, M.Hum dan dipandu oleh moderator Ahmad Pambudi, M.E alumni FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Turut hadir dalam kegiatan hari kedua Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah Budi Sukardi, S.E.I., M.S.I, Sekretaris Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Usnan, S.E.I., M.E.I., dan  Koordinator Prodi Perbankan Syariah, Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I., dosen-dosen Prodi Perbankan Syariah (PBS), perwakilan mahasiswa PBS semester 6, dan tenaga kependidikan.

Acara pada hari kedua diawali dengan sambutan oleh Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah Budi Sukardi, S.E.I., M.S.I., yang menyampaikan bahwa dalam era smart society kita (dosen) sebagai pendidik memiliki kewajiban dalam memberikan knowledge, skill, value dan attitude untuk mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa harus memahami teknologi dan permasalahan yang ada di masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman. Pelaksanaan kelas peminatan di FEBI memiliki potensi dan relevansi dalam menyongsong era smart society tersebut.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan kelas peminatan oleh Koordinator Prodi PBS, Rais Sani Muharrami, S.E.I., M.E.I. Beliau menyampaikan bahwa kelas peminatan diberlakukan pada mahasiswa mulai semester 5. Adanya kelas peminatan di FEBI dilatarbelakangi karena setiap mahasiswa FEBI memiliki keunikan dan potensi tersendiri. Oleh karena itu, kelas peminatan dibagi menjadi 3, yakni kelas akademisi, kelas professional, dan kelas wirausaha. Beliau juga menyampaikan bahwa kelas akademisi memiliki kecenderungan memiliki mahasiswa yang unggul dalam prestasi, kritis dalam berdiskusi dan sistematis. Mereka adalah mahasiswa yang cenderung bersemangat dan rajin dalam mengerjakan tugas kuliah. Tetapi, peminat pada kelas akademisi hanya sedikit. Kurang lebih hanya tiga puluh mahasiswa setiap angkatannya. Sementara kelas peminatan professional adalah kelas peminatan yang paling besar jumlah peminatnya. Dari Sembilan kelas yang ada di setiap angkatan, 7 kelas merupakan kelas peminatan professional. Lebih lanjut beliau menyampaikan juga kelas peminatan wirausaha memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan kelas akademisi. Kecenderungan kelas ini mahasiswa yang ada lebih kreatif, inovatif dan memiliki daya tarik tersendiri untuk membuka usaha. Terakhir beliau menyampaikan kedepannya, pembagian kelas peminatan tidak hanya dilakukan melalui kuisioner yang dibagikan di google form, akan tetapi juga melalui tes potensi akademik dan tes potensi karir.

Acara inti yaitu expert reviewdiisi oleh Quality Control Manager PT. Intan Pariwara, Yana Suryana, M.Hum. Dalam penyampaiannya, Bapak Yana Suryana menyampaikan bahwaa Era society 5.0 adalah suatu konsep yang menyatakan bahwa teknologi akan hidup berdampingan dengan manusia untuk meningkatkan hidup secara berkelanjutan. Hal ini juga berlaku dalam dunia perkuliahan yaitu bagaimana caranya mengkonsep dan mengemas kelas peminatan menjadi lebih baik. Beliau menyampaikan bahwa desain panduan kelas peminatan sudah sangat bagus tetapi permasalahannya adalah cara deliverynya yang kurang Oleh karena itu, dalam sisa sesi FGD di hari kedua dilakukan secara menyeluruh oleh Pak Yana Suryana melalui diskusi interaktif dengan Kajur, Sekjur, dan Koordinator Prodi PBS. Red: Wahyu Dian Silviani.

kelas-peminatan-aks (1)

Tingkatkan Kualitas Kurikulum, Prodi Akuntansi Syariah FEBI Lakukan Benchmarking ke Prodi Akuntansi UNS

FEBI News | Dalam rangka meningkatkan kualitas kurikulum dan menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan benchmarking ke Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penguatan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan: Strategi Sinkronisasi Prodi dalam Menyongsong Era Society 5.0”.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22 hingga 24 Maret 2022 ini diselenggarakan di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan internal Prodi Akuntansi Syariah. Pada hari pertama, hadir sebagai narasumber utama Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., dosen senior Prodi Akuntansi FEB UNS. Kehadiran beliau menjadi sorotan utama karena membagikan praktik baik dalam penyusunan dan evaluasi kurikulum berbasis outcome.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Wakil Dekan I Dr. Awan Kostrad Diharjo, S.E., M.Ag., Ketua Jurusan Manajemen dan Akuntansi Syariah H. Khairul Imam, M.H.I., Koordinator Prodi Akuntansi Syariah Fitri Laela Wijayanti, M.Si., serta dosen-dosen Prodi AKS, mahasiswa semester 6, dan tenaga kependidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., yang menyampaikan pentingnya benchmarking sebagai upaya penyegaran dan penyempurnaan kurikulum. Beliau menekankan bahwa kurikulum yang kuat harus mampu menjembatani kebutuhan industri dan dunia akademik secara seimbang.

Wakil Dekan I, Dr. Awan Kostrad Diharjo, S.E., M.Ag., dalam pemaparan selanjutnya menjelaskan bahwa benchmarking ini juga bertujuan untuk memastikan Program Kelas Peminatan yang telah diterapkan sejak 2017 tetap relevan. Ia menambahkan bahwa penguatan kurikulum tidak lepas dari kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan industri, teknologi, dan karakteristik generasi mahasiswa saat ini.

Sesi utama dipandu oleh moderator Ahmad Pambudi, M.E., alumni FEBI yang kini aktif sebagai praktisi. Dalam sesi tersebut, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D. menyampaikan hasil evaluasi dan expert review terhadap dokumen kurikulum Prodi Akuntansi Syariah. Ia memaparkan pentingnya alur transmisi kurikulum yang logis dan berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Menurutnya, penyusunan kurikulum ideal dimulai dari penjabaran visi-misi prodi, penguatan profil lulusan, hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sistematis.

Beliau juga menjelaskan dua pendekatan dalam pemetaan peminatan mahasiswa, yakni model terstruktur dan tidak terstruktur. Pada pendekatan terstruktur, alur transmisi CPL lebih jelas dengan pengukuran berbasis mata kuliah pilihan wajib. Sedangkan pada pendekatan tidak terstruktur, mahasiswa diberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam memilih mata kuliah lintas peminatan, namun tetap perlu strategi untuk menjaga ketercapaian CPL yang ditargetkan.

Koordinator Prodi Akuntansi Syariah, Fitri Laela Wijayanti, M.Si., juga memaparkan bahwa Prodi AKS telah melaksanakan kelas peminatan yang terbagi menjadi tiga jalur: akademisi, profesional, dan kewirausahaan. Pembekalan dilakukan melalui penguatan kompetensi dosen serta sesi pertemuan dengan praktisi industri. Ia berharap hasil dari benchmarking ini dapat memperkuat penyusunan kurikulum yang selaras dengan standar nasional maupun internasional.

Acara FGD dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar implementasi CPL, penyusunan RPS, hingga praktik kurikulum adaptif di Prodi Akuntansi FEB UNS. Diharapkan hasil benchmarking ini dapat menjadi acuan strategis dalam penguatan kurikulum dan peningkatan mutu lulusan Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Seminar Nasional Moderasi Beragama, FEBI hadirkan Budayawan Ngatawi Al-Zastrow dan Aktifis Katolik Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi

Penulis: Asep Maulana Rohimat

FEBI News| Sebagai rangkaian peringatan tasyakur Dies Natalis FEBI ke 22, panitia menggelar Seminar Nasional Moderasi bergama dengan tema ”Generasi Hebat, berfikir Moderat, menebar Manfaat”. Hadir sebagai pembicara Budayawan sekaligus Juru Bicara Presiden Gus Dur Dr. Ngatawi Al-Zastrow, M.Si serta dipandu Moderator Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi, ST sebagai Aktifis Katolik dan Manajer Rumah Budaya Kratonan. Turut hadir Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag, Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd, Wakil Rektor 3 Septin Puji Astuti, Ph.D, Dosen, Tenaga Kependidikan, Pengurus Ormawa dan ratusan mahasiswa sebagai peserta. Acara ini diselenggarakan pada Senin (21/3/2022) bertempat di Aula Gedung A lantai 2 juga disiarkan secara langsung di kanal FEBI Tv.

Acara seminar didahului dengan opening seremoni sekaligus pemotongan tumpeng, sebagai simbol tasyakuran dies natalis FEBI ke 22. Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si dalam sambutan awalnya menyatakan bahwa dalam Dies Natalis ke 22 ini, FEBI menghadirkan acara “kenduren” dalam rangka Dies Natalis, sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa Indonesia yang sekaligus dikemas dalam Seminar Nasional Moderasi Beragama untuk mencetak Generasi FEBI yang moderat dalam berfikir dan berperilaku, bukan sekedar ahli ekonomi namun bisa menjadi agen perubahan  toleran di dunia yang penuh keragaman.   

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag selanjutnya memberikan opening speech sekaligus membuka secara resmi rangkaian acara Dies Natalis FEBI ke 22. Rektor memberikan ucapan selamat kepada FEBI karena sudah 22 tahun menjadi bagian penting dalam perkembangan Kampus UIN Raden Mas Said Surakarta, diantaranya adalah sebagai fakultas yang paling favorit pada masa IAIN Surakarta. Prof. Mudofir kemudian menjelaskan pentingnya sikap moderasi beragama bagi generasi digital saat ini. Menurutnya kesadaran moderasi beragama sudah ada sejak dulu, karena DNA manusia Indonesia adalah berbangsa-bangsa, masa lalu bangsa Indonesia bahkan kepercayaannya adalah berupa agama animisme dan dinamisme, baru selanjutnya munculah agama Hindu, Budha, Kristen, Katolik, lalu Islam. DNA Moderasi sudah aja sejak dulu, maka perlu kesadaran sebagai generasi muda intelektual dengan rendah hati, melampaui batas-batas keorganisasian dan menjadi open society. Sebagai kelompok elit strategis, mahasiswa harus menjadi agen moderasi dan perubahan. Salah satunya literasi digital yang berbasis fakta, bukan hoax. “Hidup masa depan harus berkolaborasi dengan berbagai orang, moderasi beragama adalah pintu masuk agar bisa berkolaborasi dengan baik”. pungkas Prof. Mudofir.

Agenda Utama Seminar Nasional Moderasi Beragama dipandu oleh Moderator Agustina Dewi Sitaresmi Ratih Pratiwi, ST sebagai Aktifis Katolik dan Manajer Rumah Budaya Kratonan dan pembicara utama Budayawan sekaligus Juru Bicara Presiden Gus Dur Dr. Ngatawi Al-Zastrow, M.Si. pembicara menekankan pentingnya generasi milenial FEBI memahami Konsep Moderasi Beragama lalu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya dengan diawali pemahaman sejarah munculnya agama-agama di Indonesia, terutama interaksi Agama Spiritualisme (animisme-dinamisme) yang kemudian dilakukan akulturasi oleh para pendakwah dari masa Khalifah Usman terhadap budaya bangsa Indonesia saat itu. Poin penting kemudian adalah memahami definisi Moderasi beragama dalam Islam, yaitu sikap berIslam  yang menolak ekstrimitas, Menolak berbagai tindakan dan pemikiran ekstrim yang bisa merusak tatanan dan menimbulkan kemadharatan. Berdiri tegak di tengah untuk menjaga keadilan demi terwujudnya kemaslahatan. Istilah ini dipopulerkan oleh Yusuf Qardawi yang berasumsi bahwa semua prinsip dasar agama Islam baik Aqidah, Syariah maupun Akhlak dilandasi atas nilai wasatiyah. Selanjutnya memahami Karakter Dasar Islam Moderat (Wasathiyyah) yaitu Fleksibel dan elastis namun tegas, Mengedepankan kearifan dan akhlak, dan Menolak tindakan dan pemikiran ekstrim.

Kunci utama Untuk memperkuat moderasi beragama, adalah diperlukan pemahaman yang kuat terhadap sejarah keislaman dan kenusantaraan. Sejarah ini inilah yang akan menjadi referensi hidup (maroji’ul hayah) sekaligus sumber pengetahuan (resources) untuk diaktualisasikan dalam menghadapi pertarungan. Kedua memahami akar-akar tradisi sebagai jangkar dan spirit agar tidak mudah hanyut dan larut dalam tekanan arus dan silau oleh kenyataan. Dengan berbekal pada kedua hal inilah Walisongo dan Ulama Nusantara mampu melahirkan berbagai macam karya budaya dan pemikiran hingga bisa bertahan menghadapi tekanan dan tampil menjadi pemenang. Pungkas Dr. Ngatawi yang juga pernah menjadi Juru Bicara Presiden Gus Dur.

Foto: Kris

Rapat Koordinasi Program dan Anggaran Tahun 2022 Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta

Penulis : Sadewa Aziz Diamonda, M.Sc.

FEBI News | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said selalu meningkatkan sinergitas dengan Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) untuk meningkatkan kualitas kegiatan dan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan FEBI. Salah satu bentuk respon adalah menggelar Rapat Koordinasi Program dan Anggaran Tahun 2022 Organisasi Kemahasiswaan yang bertujuan membahas dan meninjau inisiasi program yang akan dilaksanakan oleh semua Ormawa. Kegiatan rapat dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022 di Aula FEBI Lantai 1 dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan di lingkungan FEBI dan perwakilan dari masing-masing Ormawa seperti SEMA, DEMA, HIMA MBS, HIMA AKS, HIMA PBS, PAKKIS, dan FRESH.

Kegiatan rapat dibuka dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi yaitu “Sosialisasi program dan anggaran harus dilakukan agar terjadi sinkronisasi dan kerjasama antar unit Ormawa sehingga sinergitas kelembagaan dapat berdampak positif dalam peningkatan kualitas bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan (SDM Fakultas). Ormawa memiliki instrumen penting yang merupakan concern dari fakultas juga, dimana dapat menghasilkan sinergitas visi dan misi antara FEBI dan Ormawa. Sinergitas dan kolaborasi mempercepat dan mempermudah dalam mencapai tujuan berupa pengembangan dan kemajuan bersama.”. Kegiatan rapat dilanjut dengan acara inti yang dipandu oleh Moderator Farah Nilawati, S.Sos.I. dengan pemaparan konsep kegiatan dari masing-masing Ormawa. Kegiatan rapat semakin seru dan hangat ketika Ormawa pemapar selesai memberikan pemaparan, maka para jajaran pimpinan di lingkungan FEBI dan Ormawa lain langsung memberikan beberapa catatan dan saran pada draft kegiatan, sehingga didapatkan koreksi langsung mengenai calon kegiatan dan mendapatkan transparansi kegiatan bagi Ormawa lain. Kegiatan rapat diakhiri dengan closing statement yang disampaikan oleh Dekan FEBI berupa “Kerjakan pekerjaan dengan sebaik mungkin dan menjunjung tinggi kepercayaan diri dan harga diri.”, selanjutnya acara ditutup oleh pembawa acara.

Diskusi Potret Ekonomi Masyarakat Pedesaan, FEBI siap ikut berkarya melalui program PKM Dosen


FEBI News| Forum Diskusi Dosen terus mengkaji berbagai aspek ekonomi sebagai bagian dari tanggung jawab akademisi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi khususnya Fakultas, tetapi juga terus berupaya merespon dan peka terhadap berbagai kondisi yang ada di sekitar. Salah satu sisi yang tak luput dikaji dalam forum Diskusi Dosen adalah sisi kehidupan ekonomi yang ada di masyarakat pedesaan yang ini diangkat dalam kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada Rabu (16/3/2022) dengan mengangkat tema “Potret Ekonomi Masyarakat Pedesaan”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula FEBI juga disiarkan langsung melalui akun youtube FEBI ini menghadirkan narasumber dari akademisi Sadewa Azis Diamonda, S.TP, M.Sc (Dosen muda FEBI UIN Surakarta) dan narasumber dari pakar sekaligus praktisi yaitu Rahadi, S.Pd (Ketua Yayasan LPTP Surakarta juga Komisaris PT. BPRS CSU Surakarta) dan dipandu oleh moderator M. Azwan Anas. Kegiatan inti diskusi dosen kali ini diawali dengan pembuka materi dari narasumber pertama bapak Sadewa yang memberikan paparan awal bahwa untuk membangun perekonomian yang berkontribusi baik bagi daerah maupun secara nasional maka perlu pembangunan mulai dari level desa, namun demikian pembangunan ekonomi di pedesaan sangat berhubungan dengan beberapa aspek diantaranya tipologi wilayah, kesuburan tanah termasuk pula aspek budaya.

Paparan materi inti berikutnya disampaikan oleh narasumber kedua Rahadi yang memulai materinya dengan satu kutipan dari apa yang disampaikan bung Hatta bahwa “Indonesia tidak akan terang dengan obor-obor di kota, tetapi Indonesia akan terang dengan cahaya lilin-lilin di desa”. Beliau kemudian melanjutkan materi inti berkaitan dengan dua gagasan utama yaitu pertama bahwa dalam membangun perekonomian masyarakat desa, perlu memperhatikan berbagai faktor yang menjadi tekanan bagi masyarakat di pedesaan mulai dari tekanan ekologi, tekanan ekonomi, tekanan budaya hingga tekanan sosial politik. Selanjutnya beliau memberikan narasi tetang bagaimana melakukan pembangunan ekonomi di pedesaan yang harus dimulai dari dua mendasar yaitu pertama dengan merubah pola piker (mindset) dan kedua dengan membangun kolaborasi sebagai modal utama di era digitalisasi.

Kegiatan diskusi semakin semarak dengan berbagai pertanyaan dari peserta diskusi termasuk tanggapan pula yang disampaikan dari bapak Dekan FEBI tentang bagaimana peran FEBI UIN Surakarta dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk memajukan perekonomian masyarakat khsususnya di pedesaan melalui kombinasi berbagai keilmuan mulai dari manajemen, akuntansi termasuk perbankan. Acara kemudian ditutup dengan closing statemen yang disampaikan oleh kedua narasumber dan selanjutnya kegiatan Diskusi Dosen secara resmi ditutup oleh pembawa acara.

GIS FEBI BerSama Dengan KSPM UIN Raden Mas Said gelar Talkshow Seputar Investasi dan Pasar Modal

FEBI News|Untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta mengenai pasar modal, Galeri Investasi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal UIN Raden Mas Said Surakarta dengan mengadakan kegiatan Sekolah Pasar Modal dan TAKSASI “Talkshow Seputar Investasi” pada Sabtu (12/3/2022). Tema kegiatan ini yaitu “Investasi di Pasar Modal: Strategi Kaya Ala Milenial” yang memiliki tujuan untuk memberikan edukasi dan materi mengenai pasar modal serta pengenalan dasar terkait pasar modal.

Pembicara tamu pada acara ini yaitu Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia M. Wira Adibrata sebagai pemateri 1 dan Branch Manager IPOT Solo Wisnu Radityo Putra sebagai pemateri 2. Acara ini diawali dengan sambutan oleh Direktur GIS Yuni Astuti, M.B.A. dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Mohammad Rahmawan Arifin, SE.,M.Si. serta Pengenalan GIS oleh ketua umum KSPM Yusuf Ahmad Syafi’i. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi dari Bursa Efek Indonesia dan Indopremier Sekuritas.

GIS FEBIUIN Raden Mas Said Surakarta beserta panitia pelaksana kegiatan berharap semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta SPM dan TAKSASI. Selain itu, harapannya semoga seluruh peserta talkshow bisa mengenal lebih dalam mengenai pasar modal dan teknis penggunaan aplikasi IPOT.

Redaktur : Beni Suci/KJF

Guru Besar FEB UGM lakukan review Panduan Tugas Akhir Mahasiswa berbasis Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Penulis: Usnan, M.E.I
FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said terus beradaptasi dan merespon berbagai perkembangan dan regulasi yang ada, diantaranya berkaitan dengan pembelajaran yang mengakomodir konsep kampus merdeka. Salah satu bentuk respon tersebut dilakukan dengan menggelar kegiatan Workshop Pembelajaran Kampus Merdeka yang secara fokus membahas dan mereview panduan tugas akhir agar sejalan dengan konsep merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Kegiatan Workshop ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 14 Maret 2022 di Aula FEBI UIN Raden Mas Said, dan menghadirkan narasumber Prof. Mahfud Solihin, Ph.D yang merupakan Guru Besar sekaligus mantan Wakil Dekan 1 FEB UGM.

Kegiatan workshop yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan para dosen di lingkungan FEBI dibuka dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi yang kemudian dilanjutkan dengan acara inti Workshop dipandu oleh Moderator Khomarudin Achmad, ME. Mengawali paparan materi, narasumber menyampaikan apresiasinya terhadap ikhtiar yang dilakukan oleh FEBI UIN Surakarta yang telah berupaya menyusun buku panduan tugas akhir dengan mengakomodir konsep merdeka belajar. Guru Besar UGM ini kemudian menyampaikan pula gambaran konsep merdeka belajar melalui tugas akhir yang ada di FEB UGM, yang selanjutnya lebih fokus lagi narasumber memberikan beberapa catatan dan poin-poin masukan pada draft panduan yang telah disusun oleh Tim FEBI. Kegiatan workshop semakin hangat dengan berbagai pertanyaan, tanggapan serta masukan-masukan yang disampaikan para peserta kepada narasumber. Kegiatan Workshop diakhiri dengan cloosing statement yang disampaikan oleh narasumber dan dari Dekan FEBI, selanjutnya acara ditutup oleh pembawa acara.

Wisuda ke-49 UIN Raden Mas Said, Rektor berpesan Civitas Akademika peduli terhadap Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim

FEBI News| UIN Raden Mas Said selenggarakan wisuda ke-49 yang digelar secara luring pada Sabtu (12/3/2022). Acara dilaksanakan di Boulevard kampus UIN, dengan total 629 wisudawan mengikuti acara ini, secara rinci wisudawan Program Doktor (S3) sejumlah 2 orang, Pascasarjana/Magister (S2) sejumlah 23 orang dan Program Sarjana (S1) sejumlah 604 orang. Sebanyak 107 wisudawan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Dalam wisuda kali ini wisudawan FEBI yang mendapat predikat tercepat terbaik adalah Nurul Katimah, S.E dari prodi PBS dengan IPK 3.79, Elvira Itsnaini Sholihah, SE dari Prodi MBS dengan IPK 3.73 dan Puspita Dewi Cahyani, S.Akun dari prodi AKS dengan IPK 3.69.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta,  Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd., Rektor menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah selesai menempuh studi di kampus UIN. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan sekaligus harapan kepada seluruh civitas akademika UIN RM Said juga kepada para alumni untuk lebih peduli terhadap krisis lingkungan dan perubahan iklim. Sambutannya dikemas dengan tema “Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam Menghadapi Perubahan Iklim”. Pilihan tema ini bertujuan untuk mendorong agar semua pihak menyadari, mengenali, dan melaksanakan agenda-agenda mitigasi krisis lingkungan akibat perubahan iklim pada level yang bisa dilakukan sesuai fungsi masing-masing di perguruan tinggi Islam maupun di masyarakat. Menurutnya ada tiga ancaman utama umat manusia di masa kini dan masa depan, yakni: mikroba, perang nuklir, dan perubahan iklim. Tiga ancaman ini sebagian telah terjadi dan dirasakan, namun dalam batas-batas tertentu, dan telah dapat dilalui meskipun dengan korban-korban yang terus berjatuhan.

Rektor menyampaikan tiga tindakan yang bisa dilakukan oleh civitas akademik UIN. Pertama, memasukkan isu-isu krisis lingkungan dan perubahan iklim dalam kurikulum Pendidikan dalam balutan teologis. Kedua, mendorong tema-tema riset mahasiswa baik S1, S2, dan S3 (termasuk para dosen) dengan pendekatan perspektif lingkungan dan perubahan iklim. Apapun judul risetnya selalu didekati dengan perspektif lingkungan dan perubahan iklim, dan ketiga, terus-menerus memupuk pandangan dunia komunitas kampus yang responsif terhadap lingkungan dan perubahan iklim sehingga diharapkan menjadi agen-agen efektif bagi gerakan mitigasi lingkungan hidup.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si turut memberikan ucapan kepada 107 wisudawan FEBI yang telah secara resmi diwisuda pada hari ini.  

Sumber Foto: Humas UIN

FEBI siap berlakukan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

FEBI News | Salatiga, Rabu (09/03/2022) Dalam rangka penyelenggaraan Kegiatan Benchmarking Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan ke IAIN Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh Dekan fakultas ekonomi dan bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E., M.Si.,  Wakil Dekan 2 Dr.Hj. Woro Retnaningsih,M.Pd disertai oleh  Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, perwakilan Dosen dan perwakilan dari tenaga kependidikan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan Benchmarking berlangsung  di Aula Pertemuan Rektorat IAIN yang dihadiri oleh  Dr. Sidqon Maesur, Lc., M.A. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Bahwa beliau mengucapkan selamat datang di Kota Salatiga sebagai Kota Toleransi terbaik dan pertama di Indonesia. Hal ini menjadikan Kota Salatiga sangat nyaman untuk dijadikan sebagai prefrensi menempuh pendidikan perguruan tinggi di IAIN Salatiga. Serta memperkenalkan branding IAIN Salatiga yaitu “KEREN BRO” – Kerja Terencana Bersih Rapi Obyektif dan “AJAIB” – Aman, Jelas, Integritas, Berwibawa.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan Sambutan dekan FEBI. Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E.. M.Si. selaku Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, beliau menyampaikan bahwa kehadiran FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta ke IAIN Salatiga adalah dalam rangka untuk menambah wawasan terkait pembangunan zona integritas (ZI). Masuk pada acara inti yaitu Diskusi Materi Pokok tentang pembangunan zona integritas (ZI) yang disampaikan secara langsung oleh Muh. Amin, S.Ag, M.M. selaku Kepala Subbagian Tata Usaha, Hubungan Masyarakat, dan Rumah Tangga IAIN Salatiga. Adanya pembangunan zona integritas yang ada di lingkungan IAIN Salatiga, Poin terpenting yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi WBK dan WBBM adalah Membangun Budaya Melayani, Akuntable Obyektif dan Transparan, Pencegahan Perilaku Korupsi dan Diskriminasi, Menyediakan Sarana dan Prasarana, Pengawasan dan Pengendalian Mutu Layanan. Selain itu, ada juga 6 komponen harus terpenuhi dalam penilaian mandiri pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM adalah komponen manajemen perubahan, komponen penataan pelaksanaan, komponen sistem manajemen SDM aparatur, komponen akuntabilitas, komponen penguatan pengawasan, komponen kualitas pelayanan publik.

FEBI merancang Buku Panduan Tugas Akhir Mahasiswa berdasarkan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka

FEBI News| Sebagai upaya untuk terus merespon berbagai tantangan dan tuntutan perkembangan zaman, juga untuk terus menyesuaikan kegiatan akademik yang ada di kampus dengan regulasi yang ada, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam pada Jum’at (4/3/2022) menyelenggarakan kegiatan Entry Meeting sebagai tahap awal dalam rangkaian penyusunan buku panduan tugas akhir yang mengakomodir konsep dalam kurikulum merdeka belajar- kampus merdeka (MBKM). Kegiatan entry meeting ini diharapkan menjadi media untuk menyerap berbagai pandangan dan masukan, sehingga diharapkan buku panduan yang nantinya disusun benar-benar applicable dan sejalan dengan tujuan yang ingin direalisasikan, serta dengan tetap mempertimbangkan bobot tugas akhir tersebut secara terukur.

Kegiatan entry meeting diawali dengan sambutan Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi sekaligus memberikan arahan dan pandangan awal berkaitan dengan kegiatan penyusunan buku panduan tugas akhir di tahun 2022 ini, yang berlandaskan pada pedoman tugas akhir terbaru dari universitas. Kegiatan entry meeting yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan di lingkungan FEBI UIN Surakarta dan beberapa Dosen FEBI yaitu Prof. Drs. H. Sri Walyoto, PhD (Guru besar FEBI dan Senat Universitas), Drs. Azis slamet Wiyono, MM (Dosen MBS), Dr. Hj. Datien E. Utami, MSi (Dosen MBS), Marita Kusuma W, MSi, Ak, CA (Senat Universitas dan dosen AKS), Dr. Waluyo, Lc., MA (Dosen PBS), Ika Yoga, MM (Dosen MBS) dan Arif Nugroho, M.Pd (Jurnal Shirkah dan Dosen AKS). Kegiatan entry meeting yang dilaksanakan menghasilkan beragam masukan dan saran serta hal-hal yang perlu dievaluasi dan dilengkapi dalam penyusunan buku panduan tugas akhir bagi mahasiswa, diantaranya (1) perlu memperhatikan kesesuaian beberapa bentuk tugas akhir dengan kurikulum, (2) memperhatikan Kembali antara tugas akhir skripsi dan tugas akhir jurnal, (3) perlu membreakdown lagi kriteria dan penilaian pada tugas akhir dalam bentuk Jurnal, (4), tugas akhir berupa jurnal juga kiranya bisa dikembangkan misalnya proceeding atau book chapter, (5) perlu pedoman teknis yang lebih jelas dan detail untuk tugas akhir berupa intership/magang, sehingga jelas berbeda dengan kegiatan PPL yang telah ada, (6) perlu mempertimbangkan pula kesiapan dari aspek SDM, dan beberapa masukan-masukan pandangan pandangan lain.

Kegiatan entry meeting kemudian diakhiri dengan closing statemen yang disampaikan oleh Dekan FEBI yang menyampaikan banyak terimakasih atas berbagai masukan dan saran yang disampaikan, Dekan juga menyampaikan bahwa ketersediaan beberapa bentuk tugas akhir pada dasarnya bukan untuk memilih enak atau tidak enak, tetapi untuk memberikan beragam pilihan kepada mahasiswa, dan tentunya ini juga sejalan dengan apa yang telah ada dalam panduan induk yaitu pedoman penulisan tugas akhir di UIN Raden mas Said Surakarta. (Usnan)