Kartasura — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan “FEBI Ngabekti: Pencanangan Gunung Kunci Menuju Destinasi Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif Kartasura” di Kantor Kecamatan Kartasura. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga budaya, pegiat sejarah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi kawasan bersejarah Kartasura.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan masyarakat yang mampu menggerakkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, kawasan Gunung Kunci dan Petilasan Keraton Kartasura memiliki nilai sejarah yang tinggi dan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya berbasis edukasi yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Melalui program FEBI Ngabekti, kampus hadir untuk membangun sinergi dan menghadirkan gagasan-gagasan inovatif guna memperkuat identitas sejarah Kartasura sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Camat Kartasura, Ikhwan Sapto Darmono, M.Pd. Ia mengapresiasi inisiatif FEBI yang telah menghadirkan ruang kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian dan pengembangan situs budaya di wilayah Kartasura. Menurutnya, pengembangan kawasan bersejarah harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar mampu memberikan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat.
Pada sesi pemaparan materi, Sofan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo menyampaikan hasil pemetaan Data Cagar Budaya Tidak Bergerak di wilayah Kartasura. Paparan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Kartasura memiliki sejumlah aset sejarah yang penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah dan sumber pembelajaran sejarah bagi generasi mendatang.
Data tersebut menjadi landasan penting dalam penyusunan strategi pengembangan kawasan Gunung Kunci sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki legitimasi historis dan nilai edukatif yang kuat. Selain sebagai ruang pelestarian budaya, kawasan ini juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif berbasis sejarah dan kearifan lokal.
Dukungan terhadap pengembangan kawasan Gunung Kunci dan Petilasan Keraton Kartasura turut disampaikan oleh KRRA Kuncoro Adiningrat dari Keraton Kasunanan Surakarta. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian penting dari sejarah panjang Keraton Kartasura yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan peradaban Jawa.
Sebagai bentuk komitmen, pihak Keraton Kasunanan Surakarta siap mendukung upaya pengembangan kawasan melalui penguatan jejaring dan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk mendorong penyusunan proposal yang dapat diajukan kepada pemerintah daerah guna memperoleh dukungan program dan pendanaan untuk revitalisasi kawasan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama para pegiat budaya, tokoh masyarakat Kartasura, serta guru mata pelajaran sejarah tingkat SMA, MA, dan SMK se-Kecamatan Kartasura. Dalam forum tersebut, berbagai gagasan strategis disampaikan, mulai dari penguatan narasi sejarah lokal, pengembangan wisata edukasi berbasis sekolah, penyelenggaraan festival budaya, digitalisasi informasi sejarah, hingga pemberdayaan UMKM yang terintegrasi dengan kawasan wisata budaya.
Para peserta sepakat bahwa pengembangan Gunung Kunci tidak hanya berorientasi pada pelestarian situs sejarah semata, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk kreatif, kuliner tradisional, jasa wisata, dan berbagai aktivitas ekonomi berbasis budaya.
Melalui kegiatan FEBI Ngabekti ini, diharapkan terbangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan kampus, pemerintah, keraton, komunitas budaya, sekolah, dan masyarakat untuk mewujudkan Gunung Kunci sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kartasura. Pencanangan ini menjadi langkah awal menuju penguatan identitas sejarah daerah sekaligus pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kartasura dan Kabupaten Sukoharjo secara umum.






