WhatsApp Image 2025-11-06 at 12.34.37 PM

FEBI UIN Raden Mas Said Gelar FGD Penyusunan Dokumen Prodi S1 Bisnis Digital

Surakarta, 29 Oktober 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun dokumen akademik Program Studi S1 Bisnis Digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (6/11/2025) dan diikuti oleh dosen serta tim pengembang kurikulum.

Pembukaan Kegiatan

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta. Acara dibuka oleh Ketua Jurusan Manajemen dan Akuntansi Syariah.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya FGD ini sebagai tahap awal pembentukan Prodi S1 Bisnis Digital.
Ia juga menekankan bahwa arah pengembangan program studi harus sejalan dengan visi fakultas dan universitas. Langkah ini penting agar FEBI siap menghadapi tantangan di era ekonomi digital.

Pemaparan Materi oleh Narasumber

Sesi dilanjutkan dengan materi dari Raja Rizky Apriandy, S.E., M.Sc in EBM.
Ia memaparkan lima topik utama, yaitu:

  • Kompetensi lulusan,
  • Struktur kurikulum,
  • Pendekatan pembelajaran,
  • Peran industri dalam kurikulum,
  • Dan contoh kolaborasi kampus–industri.

Peserta aktif berdiskusi tentang arah dan penguatan visi Prodi S1 Bisnis Digital. Diskusi berjalan dinamis dan berfokus pada kebutuhan industri digital nasional yang terus berkembang.

Diskusi dan Penyelarasan Arah Prodi

Setelah istirahat siang pukul 12.00–13.00 WIB, kegiatan berlanjut dengan sesi diskusi terbuka. Tujuannya untuk menyelaraskan visi dan misi program studi.
Hasil diskusi menghasilkan draft awal visi dan misi Prodi S1 Bisnis Digital. Fokus utama diarahkan pada integrasi antara bisnis, teknologi, dan nilai-nilai Islam.

Kegiatan hari pertama berakhir pukul 15.00 WIB. Melalui FGD ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkomitmen menciptakan program studi yang inovatif, relevan, dan kompetitif di era digital.

arum 12

Mahasiswi MAZAWA soroti Digital Leadership & Waqf di Konferensi Internasional University of Greater Manchester Inggris

Manchester, Inggris (27 Oktober 2025) __ Arum Fitri Lestari mahasiswa Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, sukses mempresentasikan hasil risetnya dalam ajang Joint Conference on Empowering Leaders for Global Contemporary Businesses yang diselenggarakan oleh University of Greater Manchester, bekerja sama dengan University of Bradford dan SHE Inspires Foundation, Inggris.

Konferensi internasional yang berlangsung pada 27–29 Oktober 2025 ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemimpin industri dari berbagai negara untuk membahas inovasi kepemimpinan, nilai etika, dan strategi keberlanjutan di era digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Dalam forum bergengsi ini, Arum memaparkan penelitian berjudul “Digital Leadership in the Implementation of the e-AIW System: An Ethnographic Case Study at KUA Kartasura.” Penelitian tersebut dilakukan dengan arahan dan bimbingan dari dosen pendamping, Betty Eliya Rokhmah, M.Sc. dan Asep Maulana Rohimat, M.S.I. Arum berkesempatan memaparkan hasil risetnya pada sesi Track 5: Global Talent Strategies and Technological Transformation pukul 10.45 waktu Inggris, yang berfokus pada isu kepemimpinan, teknologi, dan inovasi sumber daya manusia di era digital.

Penelitian yang dilakukan Arum menyoroti praktik kepemimpinan digital di lembaga keagamaan, khususnya dalam implementasi sistem Akta Ikrar Wakaf Elektronik (e-AIW) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kartasura, Sukoharjo. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, Arum menggambarkan bagaimana kepala KUA menjalankan peran sebagai pemimpin yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas dan etika birokrasi.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi sistem e-AIW tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan inovasi digital dengan nilai religius dan moralitas publik.

Tiga dimensi utama kepemimpinan yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi:

  1. Kepemimpinan adaptif, yang tanggap terhadap keterbatasan infrastruktur dan literasi digital.
  2. Kepemimpinan kolaboratif, yang membangun sinergi antara kepala KUA, operator, dan lembaga pendukung.
  3. Kepemimpinan berbasis nilai, yang menempatkan amanah, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai pedoman dalam proses digitalisasi layanan keagamaan.

Melalui hasil tersebut, Arum memperkenalkan konsep religiously embedded digital leadership atau kepemimpinan digital yang berakar pada nilai spiritual dan akuntabilitas etis. Konsep ini menegaskan bahwa inovasi teknologi dalam lembaga publik tidak boleh sekadar berorientasi pada efisiensi, tetapi juga harus berlandaskan nilai kemanusiaan dan moralitas sosial.

ashfi

Dari Solo ke Manchester! Mahasiswi FEBI Bicara Soal Green Job di Konferensi Internasional University of Greater UK

Surakarta, 27 Oktober 2025 — Mahasiswi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, Ashfi Pratiwi, berhasil mempresentasikan hasil risetnya pada The 2nd International Leadership Conference: Empowering Leaders for Global Contemporary Business (ELGCB 2025) yang diselenggarakan oleh University of Greater Manchester, bekerja sama dengan University of Bradford dan She Inspires Foundation, di Inggris secara virtual melalui Zoom pada 27 Oktober 2025.

Penelitian yang dibawakan Ashfi dibimbing langsung oleh dosen FEBI yaitu Dr. Moh Rifqi Khairul Umam, M.M., Rina Hastuti, M.M., Ph.D., dan Dr. Ika Yoga, M.M.,. Artikel berjudul “The Spillover Effect of Environmental Volunteering on Workplace Aspiration: The Moderating Role of Religiosity in Fostering Altruism and Biospheric Values.” Studi ini mengangkat fenomena menarik mengenai rendahnya minat Generasi Z Indonesia terhadap pekerjaan ramah lingkungan (green jobs), meskipun sektor tersebut tengah mengalami pertumbuhan pesat.

Melalui metode kuantitatif dengan pendekatan SEM-PLS, Ashfi meneliti bagaimana keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sukarelawan lingkungan (environmental volunteering) dapat menumbuhkan nilai-nilai sosial dan ekologis, yaitu altruism (kepedulian terhadap sesama) dan biospheric values (kepedulian terhadap lingkungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sukarelawan lingkungan secara signifikan meningkatkan kedua nilai tersebut, yang kemudian berpengaruh positif terhadap niat mahasiswa untuk mengejar karier hijau.

Menariknya, variabel religiosity dalam penelitian ini tidak berperan sebagai moderator yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepedulian lingkungan muncul bukan semata dari keyakinan religius, tetapi juga dari kesadaran moral universal akan tanggung jawab sosial dan ekologis.

Secara teoretis, penelitian ini memperluas cakupan Value-Belief-Norm Theory (Stern, 1999) dengan mengidentifikasi environmental volunteering sebagai pemicu terbentuknya nilai-nilai pro-sosial dan pro-lingkungan yang mendorong orientasi karier berkelanjutan. Sedangkan secara praktis, hasil riset ini merekomendasikan agar universitas dan perusahaan mengintegrasikan kegiatan environmental volunteering dalam program pengembangan karakter dan sumber daya manusia, guna membentuk generasi muda yang memiliki empati sosial, kesadaran ekologis, dan orientasi karier hijau.

Keterlibatan Ashfi Pratiwi dalam forum ilmiah internasional ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Indonesia dalam menjawab isu global di bidang sustainability, leadership, dan green economy, sekaligus menunjukkan kapasitas riset mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di kancah dunia akademik internasional. Prosiding International Conference bisa diakses di laman berikut.

Benchmarking UIN Mataram di FEBI UIN Surakarta

Benchmarking UIN Mataram di FEBI UIN Surakarta Bahas Inovasi Pelayanan Akademik dan Suasana Kampus

Sukoharjo, 27 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan tim Benchmarking FEBI UIN Mataram. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik antarperguruan tinggi Islam di Indonesia.

Rombongan UIN Mataram dipimpin oleh Dr. H. Muslihun, Wakil Dekan I Bidang Akademik. Mereka melakukan diskusi intensif dengan jajaran FEBI untuk mempelajari praktik terbaik dalam pelayanan akademik dan pengelolaan mahasiswa.

Benchmarking UIN Mataram: Belajar dari Suasana Kampus FEBI yang Inklusif

Dalam kegiatan Benchmarking UIN Mataram ini, para peserta tertarik dengan suasana akademik yang diciptakan FEBI. Lingkungan kampus yang bersih, hijau, dan ramah dinilai mampu meningkatkan kenyamanan mahasiswa. Selain itu, pendekatan interaktif dalam pembelajaran membuat mahasiswa asing betah dan aktif berpartisipasi.

Dr. Muslihun menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang diraih FEBI.

“Kami belajar banyak dari sistem di FEBI UIN Raden Mas Said. Lingkungan kampusnya sangat inspiratif dan mendukung kegiatan belajar,” ungkapnya.

Selain diskusi, rombongan juga diajak meninjau beberapa fasilitas pendukung, termasuk ruang layanan akademik dan area belajar mahasiswa. Kunjungan ini membuka ruang pertukaran ide untuk mengembangkan sistem yang lebih adaptif di masing-masing kampus.

Sinergi Kolaboratif untuk Mutu Akademik yang Lebih Baik

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi Islam.

“Benchmarking seperti ini menjadi ruang berbagi pengalaman. Kami berharap kolaborasi dapat memperkuat mutu akademik di tingkat nasional,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua fakultas berkomitmen menjalin kerja sama dalam pengembangan kurikulum, sistem akademik digital, dan program internasionalisasi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam menciptakan pendidikan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan global.

Eco-Theology Discussion Forum-febi-uin-surakarta

Eco-Theology Discussion Forum: Mahasiswa dari 10 Negara Bahas Spiritualitas Lingkungan di Ponorogo

Ponorogo, 25 Oktober 2025 — Isu lingkungan kini menjadi perhatian global yang membutuhkan sinergi lintas bangsa dan lintas keyakinan. Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran ekologis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Eco-Theology Discussion Forum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The International Youth Eco-Culture Camp 2025, yang mempertemukan 40 mahasiswa dari 10 negara untuk berdiskusi dan berbagi perspektif tentang spiritualitas, lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Forum ini berlangsung di Aula Sekolah Alam Sabila, Ponorogo, dengan suasana dialog yang terbuka, interaktif, dan reflektif.

Forum dipandu oleh dua akademisi, Dr. Umu Salamah, M.Pd.I. dan Dr. Rifqi Khoirul Iman, S.E., M.M. Keduanya mengarahkan jalannya diskusi dengan mengaitkan nilai-nilai keagamaan dan prinsip keberlanjutan.

Eco-Theology Discussion Forum: Sinergi Spiritualitas dan Aksi Lingkungan

Dalam kegiatan Eco-Theology Discussion Forum ini, para mahasiswa peserta diajak menggali makna teologi lingkungan (eco-theology) sebagai pendekatan spiritual untuk menjaga bumi. Diskusi berkembang pada pentingnya melihat krisis ekologi bukan hanya sebagai masalah ilmiah, tetapi juga sebagai ujian moral dan tanggung jawab manusia terhadap Sang Pencipta.

Pembina kegiatan, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi global dalam isu lingkungan.

“Kita tidak hanya bicara teori. Forum ini mengajak generasi muda menjadi pelaku perubahan dengan memadukan iman, ilmu, dan aksi nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Umu Salamah menegaskan bahwa eco-theology mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi bagian dari ibadah dan rasa syukur kepada Tuhan,” ungkapnya.

Dialog Global, Aksi Nyata untuk Bumi

Melalui berbagai sesi dialog dan refleksi, peserta forum berbagi pengalaman tentang praktik hijau yang diterapkan di negara masing-masing. Mereka juga menyusun eco-pledge, yakni komitmen bersama untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dr. Rifqi Khoirul Iman menambahkan,

“Forum ini bukan sekadar diskusi akademik. Ia menjadi ruang pertemuan antara ilmu, etika, dan aksi sosial untuk bumi yang lebih baik.”

Sebagai bagian dari The International Youth Eco-Culture Camp 2025, kegiatan ini mencerminkan semangat UIN Raden Mas Said Surakarta untuk memperluas peran akademisi dalam membangun kesadaran global. Melalui Eco-Theology Discussion Forum, nilai spiritualitas, keberlanjutan, dan kemanusiaan disinergikan menuju peradaban yang lebih harmonis dan berkeadilan ekologis.

Kampanye Eco-Theology-febi-uin-surakarta

Kampanye Eco-Theology: Mahasiswa Internasional Serukan Kesadaran Hijau di Ponorogo

Ponorogo, 26 Oktober 2025 — FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta bersama peserta International Youth Eco-Culture Camp 2025 menggelar Kampanye Eco-Theology di kawasan Car Free Day (CFD) Ponorogo. Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, dan sekolah dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan melalui nilai-nilai teologis dan aksi nyata.

Kampanye tersebut berlangsung penuh semangat pada Ahad pagi dan menarik perhatian masyarakat yang memadati area CFD. Tidak hanya mahasiswa internasional, para murid dan wali murid dari Sekolah Alam Sabila juga turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka membawa bibit pohon siap tanam untuk dibagikan kepada pengunjung sebagai simbol kepedulian terhadap bumi.

Kampanye Eco-Theology Dorong Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Melalui Kampanye Eco-Theology ini, peserta menyerukan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual manusia. Mereka mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke energi hijau. Suasana semakin hidup dengan adanya orasi singkat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekologi sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI UIN Surakarta, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara ilmu, iman, dan aksi sosial.

“Kita tidak bisa bicara ekonomi tanpa menyinggung ekologi. Eco-theology mengajarkan keseimbangan antara pemanfaatan alam dan tanggung jawab moral manusia,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari IYECC 2025 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar tentang keberlanjutan, budaya, dan solidaritas global. Melalui aksi nyata seperti ini, peserta belajar menerjemahkan nilai-nilai ekologis ke dalam praktik sosial dan spiritual.

Membangun Kesadaran Kolektif Melalui Aksi Nyata

Selain pembagian bibit pohon, para peserta juga berdialog langsung dengan warga untuk berbagi inspirasi tentang gaya hidup ramah lingkungan. Transisi menuju masyarakat hijau, menurut para narasumber, dimulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah dan menanam pohon.

Endang Widayati dari Komunitas Hijau Lestari menambahkan bahwa kegiatan seperti ini membangun kesadaran kolektif lintas generasi.

“Anak-anak, mahasiswa, hingga orang tua harus terlibat dalam menjaga bumi. Kampanye ini menanamkan nilai tanggung jawab ekologis sejak dini,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi lintas negara, Kampanye Eco-Theology diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa menjaga bumi adalah bentuk ibadah. FEBI UIN Surakarta terus mendorong sinergi antara pendidikan, teologi, dan aksi sosial untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan, beriman, dan beretika lingkungan.

international-community-services-febi-uin-surakarta

International Community Services: Mahasiswa dari 10 Negara Tanam Harapan di Lahan Bekas Tambang Ponorogo

Ponorogo, 26 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan berkelanjutan melalui PKM International Community Services. Kegiatan ini menjadi bagian dari The International Youth Eco-Culture Camp 2025, yang mempertemukan mahasiswa dari sepuluh negara dalam aksi nyata peduli lingkungan.

Kegiatan berlangsung di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, pada Ahad (26/10). Sebanyak 39 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk UNIDA Gontor dan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, terlibat aktif dalam penanaman pohon di area bekas tambang yang rusak akibat eksploitasi lahan.

Kolaborasi Internasional dalam International Community Services

Kegiatan International Community Services ini diinisiasi oleh Bumi Langit Mulia Foundation dengan dukungan Circular Economics dan Komunitas Hijau Lestari. Program ini dipimpin oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, bersama Endang Widayati selaku perwakilan komunitas hijau.

Prof. Rahmawan menegaskan pentingnya sinergi lintas negara untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin menanamkan nilai kepedulian ekologis pada mahasiswa. Alam yang rusak harus dipulihkan bersama, bukan hanya dibicarakan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta juga belajar tentang konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi laboratorium hidup untuk menerapkan nilai-nilai ekonomi hijau yang diajarkan di FEBI.

Peserta international Community Services dari FEBI UIN Surakarta berpose bersama sebelum menanam pohon di lahan bekas tambang

Membangun Kesadaran Ekologis dan Solidaritas Global

Kegiatan The International Youth Eco-Culture Camp 2025 menggabungkan pendidikan, budaya, dan aksi sosial. Melalui lokakarya, diskusi lintas budaya, dan penanaman pohon, peserta diajak memahami pentingnya kolaborasi global dalam menjaga bumi.

Endang Widayati menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi bagi masyarakat.

“Penanaman ini bukan hanya simbol, tapi awal dari kesadaran baru untuk memulihkan alam secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan menjadi model PKM International Community Services yang berorientasi pada aksi, kolaborasi, dan keberlanjutan lingkungan. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berkomitmen menjadi pelopor pendidikan yang menanamkan nilai ekologis dan spiritualitas dalam pembangunan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2025-10-28 at 09.06.38 (1)

The International Youth Eco-Culture Camp 2025: Ajang Pemuda Dunia Belajar Musik Tradisional Jawa

Ponorogo, 25 Oktober 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mendukung penuh kegiatan The International Youth Eco-Culture Camp 2025. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara untuk belajar, berbagi, dan bertindak bersama.

Perkemahan internasional ini digelar pada 25 Oktober 2025 di Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 30 peserta dari Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan ikut berpartisipasi. Sebagian besar peserta merupakan mahasiswa dengan latar belakang akademik yang beragam. Mereka datang dengan semangat tinggi untuk belajar tentang keberlanjutan dan budaya lokal.

Pada hari tersebut, peserta The International Youth Eco-Culture Camp 2025 belajar memainkan alat musik tradisional Jawa di Sanggar Seni Bodronoyo. Aktivitas ini menjadi ajang mengenal nilai-nilai budaya lokal secara langsung

“Musik tradisional bukan hanya tentang nada, tetapi juga tentang harmoni kehidupan,” ujar Kosiyar, penggiat budaya dan pelatih seni di sanggar tersebut. Ia menambahkan bahwa setiap alat musik memiliki makna filosofis yang mengajarkan keseimbangan dan kebersamaan.

Para peserta tampak antusias memainkan gamelan dan alat musik lain. Mereka berusaha memahami ritme dan teknik permainan tradisional. Kegiatan ini memperkaya wawasan budaya sekaligus menumbuhkan rasa saling menghargai antarbangsa.

Kehadiran FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen terhadap kolaborasi lintas budaya. FEBI berupaya mencetak generasi muda yang berwawasan global namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

Sebagai penutup kegiatan, peserta menampilkan musik kolaboratif yang memadukan alat tradisional Jawa dan irama modern. Penampilan ini menjadi simbol harmoni antarbudaya dan pesan perdamaian dunia.

Melalui Belajar Musik semangat kolaboratif, The International Youth Eco-Culture Camp 2025 membuktikan bahwa keberlanjutan dan toleransi dapat tumbuh melalui seni, kebersamaan, dan rasa saling menghormati.

Sukoharjo, 25 September 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menggelar Kegiatan Pendirian Pusat Studi Center for Innovation and Digital Entrepreneurship. Inisiatif ini menandai langkah strategis fakultas dalam memperkuat riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam.

Kegiatan berlangsung di Aula Gedung F lantai 1 dan menghadirkan Prof. Anas Hidayat, MBA., Ph.D., Direktur Pusat Pengembangan Manajemen Universitas Islam Indonesia (UII). Dalam sesi paparan, Prof. Anas menekankan pentingnya pendirian Pusat Studi Kewirausahaan yang terarah dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta dunia industri.

“Pusat studi tidak hanya berfungsi akademik, tetapi juga harus menghadirkan solusi konkret bagi publik,” ungkap Prof. Anas.

Pusat Studi Kewirausahaan Sebagai Arah Baru Kampus Inovatif

Lebih lanjut, Prof. Anas menjelaskan bahwa Pusat Studi ini berperan vital dalam menciptakan ekosistem inovatif di lingkungan kampus. Kolaborasi lintas bidang menjadi elemen penting untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pasar.

Ia juga menegaskan, kampus perlu memiliki sistem manajemen pengetahuan yang efektif agar mampu merespons perubahan sosial dan ekonomi secara cepat. Dengan begitu, pendidikan tinggi dapat memainkan peran strategis dalam mencetak pengusaha muda yang unggul dan beretika.

Sinergi Akademik dan Dunia Industri

Kegiatan ini menyoroti pentingnya membangun sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha. FEBI berkomitmen memperkuat jejaring kemitraan dengan pelaku industri untuk mendorong riset yang aplikatif dan relevan. Selain itu, strategi pendanaan dan penguatan tim riset turut menjadi pembahasan utama dalam forum ini.

“Kemitraan lintas sektor menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pusat studi. Kampus harus terbuka terhadap kolaborasi,” ujar Prof. Anas.

Langkah Strategis Menuju Kampus Entrepreneurial

Melalui forum diskusi, disepakati bahwa Pusat Studi Kewirausahaan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta akan menjadi motor penggerak inovasi bisnis digital Islami. Kegiatan Pendirian Pusat Studi Center for Innovation and Digital Entrepreneurship ini mencerminkan komitmen FEBI dalam mewujudkan ekosistem kewirausahaan yang kreatif, berdaya saing, dan bernilai etika Islam.

WhatsApp Image 2025-10-28 at 09.06.38ff

Youth Eco-Culture Camp 2025 Satukan Pemuda Global Lestarikan Tradisi di Desa Bedingin Beji Sirah Keteng Ponorogo

Ponorogo, 25 Oktober 2025 – The International Youth Eco-Culture Camp 2025 digelar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas budaya dan negara.

Program ini mempertemukan pemuda dari berbagai latar belakang untuk belajar, berbagi, dan bertindak nyata dalam isu keberlanjutan serta pelestarian budaya. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta, sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Peserta berasal dari sepuluh negara: Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keberagaman mereka mencerminkan semangat pembelajaran antarbudaya dan kerja sama pemuda global.

Hari ini, peserta mengikuti agenda Global Community Services bertema “Bersih Desa dan Sendang”. Kegiatan ini berlangsung di Desa Bedingin dan dipandu oleh Kosiyar, budayawan lokal Ponorogo.

Melalui kegiatan tersebut, peserta belajar tentang gotong royong dan kepedulian lingkungan. Mereka turut membersihkan area sendang serta berdialog dengan warga desa.

Selain itu, peserta juga mengikuti Heritage Trip and Local Eco Experiences bertema “Introduction to Eco Culture and Local Wisdom in Bedingin Village”. Sesi ini dipandu oleh Purbo Sasongko, pemerhati budaya dan lingkungan.

Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari kearifan lokal masyarakat Ponorogo dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan alam. Mereka juga mengenal praktik budaya yang mendukung keberlanjutan hidup.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 tidak hanya menjadi ajang pembelajaran budaya, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran global tentang pentingnya menjaga bumi. Melalui interaksi lintas negara, peserta diharapkan mampu membawa semangat kolaboratif untuk diterapkan di komunitas masing-masing.