WhatsApp Image 2025-12-01 at 17.43.30..........

Pelatihan Tour Guide untuk Gen Z di Petilasan Keraton Kartasura Dilatih oleh Profesional

KARTASURA, 1 Desember 2025 — Upaya menjadikan Petilasan Benteng Keraton Kartasura sebagai destinasi wisata budaya edukatif terus dikuatkan. Momentum ini ditandai dengan pelaksanaan Pelatihan Tour Guide Gen Z. Kegiatan menghadirkan pelatih profesional Nanang Wijayanto, S.ST.Par., M.M.Par. Ia merupakan praktisi sekaligus akademisi bidang pemanduan wisata.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Tim terdiri dari Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Drs. Tundjung W. Sutirta, M.Si., Asep Maulana Rohmat, M.S.I., dan Moh. Irsyad, M.E.
Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda Kartasura dengan keterampilan pemanduan wisata. Fokusnya berbasis kearifan lokal dan sejarah daerah.

Peserta berasal dari berbagai komunitas lokal. Mayoritas merupakan generasi Z. Mereka dibekali teknik dasar pemanduan wisata. Materi meliputi komunikasi publik dan narasi sejarah. Peserta juga belajar menyampaikan cerita budaya secara menarik.
Sesi simulasi dilakukan langsung di kawasan bersejarah. Peserta mempraktikkan peran sebagai pemandu wisata.

Nanang Wijayanto menilai Kartasura memiliki kekayaan sejarah besar. Keraton Kartasura menyimpan kisah penting masa Mataram.
“Data sejarah harus dikemas jadi cerita hidup,” ujarnya.
Ia menegaskan wisatawan muda menyukai pengalaman autentik. Narasi yang kuat menjadi daya tarik utama.

Tim dosen FEBI menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Prof. Rahmawan Arifin menyampaikan komitmen UIN untuk terlibat aktif.
“Masyarakat, khususnya generasi muda, harus jadi pelaku utama wisata budaya,” tegasnya.

Setelah pelatihan, peserta akan diberdayakan sebagai tour guide edukatif. Mereka bertugas di kawasan Petilasan Keraton Kartasura. Sebagian juga dilibatkan di Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci.
Pendampingan berkelanjutan akan terus diberikan.

Pelatihan ini menjadi langkah awal revitalisasi kawasan. Kegiatan juga mendukung promosi wisata sejarah Kartasura.
Sinergi akademisi, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat.
Diharapkan Kartasura tumbuh sebagai destinasi budaya unggulan di Sukoharjo.
Kawasan ini juga diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah bagi generasi muda.

WhatsApp Image 2025-12-01 at 11.07.39....

FEBI Gaet Komunitas Warga Lokal, Petilasan Benteng Keraton Kartasura Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Budaya

Kartasura, 1 Desember 2025 — Upaya pengembangan Petilasan Benteng Keraton Kartasura sebagai destinasi wisata budaya terus diperkuat. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggandeng warga dan komunitas lokal secara langsung. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Bangsal Petilasan Keraton Kartasura.

FGD digelar pada Senin, 1 Desember 2025. Kegiatan menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FEBI UIN Surakarta. Tim dosen yang terlibat antara lain Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Asep Maulana Rohimat, M.S.I., dan Moh. Irsyad, M.E.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan wisata berbasis sejarah dan budaya. Perangkat wilayah dan komunitas budaya juga turut dilibatkan. Pendekatan dilakukan melalui pendampingan dan penguatan narasi sejarah lokal.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. menegaskan peran kampus dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, UIN hadir bukan hanya memberikan edukasi. Kampus juga mendampingi masyarakat secara berkelanjutan. Pelestarian Keraton Kartasura dinilai memerlukan kolaborasi banyak pihak.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) turut memberikan pelatihan penyusunan paket wisata budaya. Pendampingan juga dilakukan untuk menyiapkan pemandu wisata lokal. Penguatan konten cerita sejarah menjadi fokus utama kegiatan ini.

Pemerintah Kecamatan Kartasura mengapresiasi langkah pkm FEBI UIN. Camat Kartasura, Ikhwan Sapto Darmono, menyampaikan dukungannya. Ia menilai pelestarian Keraton Kartasura harus menjadi gerakan bersama. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan warga dinilai sangat penting.

FGD menghadirkan sejumlah narasumber. Surya Lesmana, Juru Kunci Petilasan, memaparkan sejarah Keraton Kartasura. KRRA H. Sri Kuncoro Adiningrat membahas nilai budaya dan filosofi keraton. Drs. Tundjung W. Sutirta, M.Si. menyampaikan strategi pengembangan wisata edukatif. Materi mencakup dokumentasi sejarah dan penguatan ekosistem wisata.

Beberapa hasil FGD disepakati. Peserta mendukung pelestarian fisik bangunan keraton. FGD Edukasi publik tentang sejarah Kartasura akan diperkuat. Penyusunan paket wisata budaya berbasis masyarakat juga akan dilakukan. Komunitas lokal didorong menjadi motor penggerak wisata. Promosi digital dan dokumentasi sejarah menjadi prioritas pengembangan.

Perkuat Mutu Pendidikan Islam, FEBI UIN Surakarta Gelar Program Kolaborasi Akademik

Perkuat Mutu Pendidikan Islam, FEBI UIN Surakarta Gelar Program Kolaborasi Akademik

Surakarta, 28 Oktober 2025Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah progresif. Program Studi Perbankan Syariah kembali mengadakan Lecturer Mobility Program. Kegiatan ini bertujuan memperkuat jalinan Kolaborasi Akademik. Program ini juga penting meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen senior, Dr. Agung Abdullah, M.M., dikirimkan. Beliau mengajar di FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kolaborasi Akademik Lintas Institusi Hasilkan Diskusi Berbobot

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Oktober 2025. Program ini adalah implementasi nyata dari Perjanjian Kerja Sama (PKS). PKS tersebut telah terjalin kuat antara kedua institusi. Dr. Agung Abdullah hadir memberikan kuliah umum. Beliau mengampu mata kuliah inti Ekonomi Islam. Mahasiswa FEBI UIN Jakarta menjadi audiens yang antusias.

Dalam paparannya, Dr. Agung tidak hanya menjelaskan teori dasar. Teori fundamental ekonomi Islam turut disampaikan. Selain itu, materi diperkaya dengan analisis kontemporer yang relevan. Mahasiswa mendapatkan wawasan terkait fintech syariah. Mereka juga belajar tentang dampak ekonomi digital. Tantangan dan peluang sistem ekonomi global juga dibahas. Pendekatan ini aplikatif dan interaktif. Oleh karena itu, diskusi di kelas menjadi sangat hidup dan mendalam.

“Program seperti ini sangat bernilai strategis. Selain sebagai ajang berbagi ilmu dan perspektif baru, Lecturer Mobility ini menjadi jembatan untuk mempererat sinergi antar sesama civitas akademika UIN di Indonesia. Kita saling menguatkan dengan keunggulan masing-masing,” ujar Dr. Agung Abdullah, seusai sesi kuliahnya.

Kaprodi Perbankan Syariah FEB UIN Jakarta, Dr. Yuke Rahmawati, M.A., menyambut baik inisiatif ini. Beliau menegaskan pertukaran dosen merupakan katalisator mutu. Mutu pendidikan dan penelitian dapat didongkrak. Pengalaman pembelajaran bagi dosen-mahasiswa akan bertambah.

“Kehadiran Dr. Agung dari UIN Raden Mas Said Surakarta membawa warna dan khazanah keilmuan yang fresh. Apalagi sebagai dosen Perbankan Syariah, beliau juga sharing pengalamannya bekerja di Bank Syariah terbesar di Indonesia dengan mahasiswa kami. Kami berharap Kolaborasi Akademik semacam ini dapat terus berlanjut,” tuturnya.

Komitmen Jangka Panjang untuk Keunggulan Dosen

Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, memberikan dukungannya. Beliau menambahkan program mobilitas ini sudah sejalan dengan komitmen prodi. Komitmen tersebut adalah memperkaya Dosen sebagai tenaga pendidik. Dosen akan mendapat pengalaman baru mengajar di kampus besar. Hal ini penting agar mereka berinovasi dalam pembelajaran.

“Melalui program ini, kami tidak hanya berkontribusi pada penguatan jaringan nasional. Di samping itu, kami juga mempromosikan keunggulan dosen. Kapasitas dosen yang kami miliki turut ditunjukkan. Ini adalah bagian dari upaya kami menjadikan dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pusat rujukan,” jelasnya.

Dengan demikian, Lecturer Mobility Program ini akan menjadi tradisi akademik berkelanjutan. Sejalan dengan itu, komitmen UIN Raden Mas Said Surakarta terbukti nyata. Institusi ini terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam. Sebagai hasilnya, kualitas lulusan yang dihasilkan akan semakin berkualitas dan kompeten.

Visiting Lecturer Mobility UIN SUrakarta

Perkuat Jejaring Keilmuan, FEBI UIN Surakarta Sukses Gelar Visiting Lecturer Mobility di UIN Jakarta

Jakarta, 28 November 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menorehkan langkah strategis. Kolaborasi akademik penting dilaksanakan. Kegiatan Visiting Lecturer Mobility dilaksanakan bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program ini adalah bagian penting implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tujuannya adalah penguatan jejaring keilmuan antar perguruan tinggi Islam. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Visiting Lecturer Mobility: Momen Berbagi Ilmu Lintas Kampus

Rombongan dosen terbaik FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta telah tiba di Jakarta. Mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penyambutan resmi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Sofyan Rizal. Beliau didampingi oleh Ketua Program Studi Perbankan Syariah, Yuke Rahmawati. Diskusi awal telah menjadi ruang penting penguatan kerja sama. Peluang sinergi antar kedua fakultas segera dibahas. Langkah ini penting untuk kemajuan bersama.

Selanjutnya, para dosen FEBI berkesempatan mengampu kuliah reguler. Total lima mata kuliah berhasil disampaikan. Materi-materi tersebut kaya akan perspektif teoritis dan praktis. Dr. Agung Abdullah, M.M, dan Dr. Waluyo, Lc., M.A., memberikan materi Ekonomi Islam. Kemudian, mata kuliah Manajemen Operasional diampu oleh Dr. H. Kusuma Wijayanto, S.E., M.M. Terakhir, Suprianto, S.Ud., M.Ud, menyampaikan tentang Research Publication.

Kegiatan ini telah berjalan sangat sukses. Respons dari mahasiswa dan dosen FEB UIN Jakarta sangatlah positif. Materi yang diberikan dinilai sangat relevan. Materi ini mampu memperkaya wawasan keilmuan ekonomi dan bisnis Islam. Kontribusi signifikan telah diberikan.

Dr. Waluyo, Lc., M.A., salah satu dosen yang mengampu mata kuliah, mengungkapkan kepuasannya. Beliau mengatakan, “Kami senang dapat berbagi perspektif keilmuan terbaru. Interaksi dengan mahasiswa di Jakarta sangat inspiratif. Ini adalah wujud nyata kolaborasi antar kampus Islam.”

Dampak Positif dan Komitmen Jangka Panjang

Melalui program ini, kerja sama akademik telah berhasil diperkuat. Selain itu, peluang kolaborasi riset telah terbuka lebar. Kurikulum bersama juga didorong untuk dikembangkan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan akan terus berlanjut. Ini adalah wujud nyata komitmen kedua fakultas. Mereka berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Di samping itu, mahasiswa secara tidak langsung terlibat. Mereka mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Pengalaman ini datang dari dosen lintas kampus. Sejalan dengan itu, hubungan baik antar institusi menjadi semakin erat. Dengan demikian, jejaring keilmuan nasional akan terus berkembang. Sebagai hasilnya, mutu lulusan perguruan tinggi Islam di Indonesia akan terus meningkat.

GIS FEBI Juara di Ajang Apresiasi BEI 2025

Prestasi GIS FEBI Juara di GI BEI Gathering 2025

Surakarta, 4 Desember 2025 – Galeri Investasi Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mencatat capaian membanggakan dalam ajang GI BEI Gathering 2025. Acara ini digelar oleh Bursa Efek Indonesia Wilayah Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya pada 27 November 2025 di Nawa Bistro Surakarta. Keberhasilan ini menegaskan posisi GIS FEBI JUARA sebagai motor edukasi pasar modal syariah di lingkungan kampus.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh M. Wira Adibrata sebagai Kepala BEI Jawa Tengah 2 dan Madiun Raya. Selain itu, hadir pula M. Yusuf Perkasa Wibowo, S.E., M.E., AWP, Direktur GIS UIN Raden Mas Said, bersama perwakilan dari 33 galeri investasi lainnya. Pada sesi awal, peserta menerima paparan Program BEI Tahun 2026. Setelah itu, kegiatan berlanjut pada evaluasi kinerja edukasi pasar modal sepanjang 2025.

Pada momen penghargaan, GIS FEBI UIN Raden Mas Said berhasil meraih empat kategori utama. Keempatnya meliputi Juara 1 Peserta Edukasi Terbanyak, Juara 1 Kegiatan Edukasi Terbanyak, Juara 1 Pembukaan Rekening Efek Terbanyak, serta Juara 2 Nilai Transaksi Terbanyak. Empat capaian tersebut menegaskan bahwa program literasi keuangan syariah telah dijalankan secara konsisten. Selain itu, kegiatan edukasi yang diberikan mampu menjangkau banyak mahasiswa lintas prodi.

Dalam sambutannya, Direktur GIS menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif tim. “Prestasi GIS FEBI JUARA ini adalah hasil kolaborasi. Mahasiswa, dosen, dan mitra telah berperan besar,” ujarnya. Kutipan ini menunjukkan bahwa penghargaan tersebut bukan semata hasil program, tetapi juga sinergi seluruh pihak.

Kolaborasi Strategis yang Perkuat Literasi Keuangan Syariah

Kegiatan ini turut menghadirkan dialog terkait tantangan literasi investasi pada generasi muda. Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh pembaruan mengenai arah kebijakan BEI di sektor edukasi. Sesi ini menjadi penting, karena mendorong galeri untuk tetap adaptif pada perkembangan pasar modal.

Transisi menuju sesi penutup berlangsung lancar. Para peserta diajak memahami peran galeri investasi di kampus sebagai pusat literasi yang inklusif. Dengan adanya kolaborasi dari BEI dan IndoPremier Sekuritas, GIS UIN Raden Mas Said dinilai berhasil menghadirkan program edukasi yang efektif. Selain itu, inovasi digital turut dimanfaatkan untuk memperluas sasaran kegiatan.

Tim GIS juga menyampaikan rencana peningkatan kapasitas edukasi pada tahun berikutnya. Program mentoring, sertifikasi pasar modal, dan kelas intensif akan diperkuat. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih siap menghadapi dinamika investasi modern yang terus berkembang.

Komitmen FEBI untuk Hadirkan Generasi Melek Investasi

Melalui raihan empat penghargaan ini, GIS meneguhkan posisinya sebagai pelopor literasi investasi syariah di kampus. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen FEBI dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan ekonomi kontemporer. Selain itu, program edukasi yang dijalankan telah memberi dampak langsung bagi mahasiswa yang ingin memahami pasar modal.

Partisipasi GIS pada GI BEI Gathering 2025 juga membuka peluang kolaborasi baru. Kegiatan bersama antar galeri dapat diperluas agar lebih banyak mahasiswa memperoleh akses edukasi. Dengan berbagai capaian tersebut, FEBI berharap lahir generasi muda yang cerdas finansial dan siap bersaing di sektor ekonomi syariah.

Konferensi ICFBB 2025 Kiprah Akademik Dosen FEBI UIN Surakarta

Konferensi ICFBB 2025: Kiprah Akademik Dosen FEBI

Mataram, 27 November 2025 — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan kiprah akademik pada tingkat internasional melalui keterlibatan dalam Konferensi ICFBB 2025. Kegiatan ilmiah yang digelar FEBI UIN Mataram ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi panel, sesi paralel, dan cultural trip yang disusun panitia.

Pada kegiatan Konferensi ICFBB 2025 ini, FEBI UIN Surakarta mengirim empat delegasi pemakalah. Keempatnya adalah Zakky Fahma Auliya, Indriyana Puspitosari, Moh Rifqi Khairul Umam, dan Suryati. Masing-masing membawa topik yang relevan dengan isu kontemporer ekonomi digital, tata kelola perusahaan, etika bisnis Islam, hingga mutu pendidikan berbasis SDGs. Dengan demikian, kontribusi FEBI terlihat pada banyak bidang strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Zakky Fahma Auliya memperoleh perhatian luas. Beliau mempresentasikan artikel berjudul Beyond the Plate: How Delivery Time and Price Value Shape Consumer Satisfaction in Online Food Ordering. Artikel ini menyoroti hubungan ketepatan waktu pengiriman dengan nilai harga bagi kepuasan konsumen. Riset tersebut dipuji peserta dan dinyatakan sebagai salah satu Best Paper. Penghargaan ini menegaskan kualitas riset FEBI.

Penguatan Riset Melalui Konferensi ICFBB 2025

Selain itu, kontribusi penting juga disampaikan Indriyana Puspitosari. Ia memaparkan artikel berjudul An Exploration of Corporate Tax Avoidance from the Perspective of ESG Performance. Penelitiannya memberi sudut pandang baru mengenai keterkaitan praktik penghindaran pajak dengan kinerja keberlanjutan perusahaan. Dengan demikian, diskusi mengenai tata kelola korporasi menjadi lebih kaya.

Pada bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda, Moh Rifqi Khairul Umam mengangkat topik Improving Indonesia’s Education Quality through SDGs for Gen Z Empowerment. Penelitian tersebut membahas strategi peningkatan mutu pendidikan melalui kerangka SDG 4. Selain itu, riset ini menegaskan pentingnya pemberdayaan Generasi Z dalam pembangunan nasional.

Sementara itu, Suryati mempresentasikan artikel berjudul Implementation of Islamic Business Ethics: A Case Study of Agung Karya Printing Company. Penelitian ini menunjukkan bagaimana etika bisnis Islam diterapkan dalam dunia usaha. Dengan demikian, praktik etis dapat dinilai secara nyata. Dalam presentasinya, beliau menegaskan, “Mahasiswa turut terlibat langsung dalam proses riset ini. Hal tersebut membuat penelitian lebih hidup.”

Seluruh artikel delegasi FEBI akan diterbitkan dalam prosiding resmi konferensi. Proses penerbitan dilakukan oleh panitia ICFBB. Dengan demikian, hasil penelitian dapat diakses publik secara luas.

Melalui partisipasi ini, FEBI UIN Surakarta memperkuat budaya riset, meningkatkan daya saing akademik, serta memperluas jejaring internasional. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi riset lintas kampus. FEBI berharap keikutsertaan ini terus berlanjut dan semakin berdampak pada pengembangan keilmuan.

Seluruh artikel yang dipresentasikan para delegasi tersebut akan diterbitkan dalam prosiding resmi ICFBB 2025 dan dapat diakses melalui laman https://proceeding.uinmataram.ac.id/index.php/icfbb/index. Partisipasi ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan daya saing akademik, serta memperluas jejaring kolaborasi internasional.

Kunjungan GKM FEBI ke STAI Daarut Tauhiid Perkuat Arah Kolaborasi

Kunjungan GKM FEBI ke STAI Daarut Tauhiid Perkuat Arah Kolaborasi

Bandung, 27 November 2025 — Tim Gugus Kendali Mutu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kunjungan resmi ke STAI Daarut Tauhiid. Kegiatan ini dilakukan untuk menjajaki peluang kolaborasi akademik dan pengembangan mahasiswa. Melalui kunjungan ini, hubungan dua institusi diharapkan semakin kuat.

Tim GKM FEBI diterima langsung oleh pimpinan STAI Daarut Tauhiid. Pertemuan berlangsung hangat dan terbuka. Selain itu, diskusi dilakukan untuk memahami kebutuhan pengembangan institusi. Dengan demikian, peluang sinergi dapat dirancang secara realistis.

Dalam sambutannya, Senki Nurahmadi memaparkan perkembangan kampus. Ia menjelaskan, “STAI Daarut Tauhiid berkembang sejak 2017 dengan dua program studi aktif. Tahun depan kami menambah dua program baru sebagai penguatan layanan pendidikan.”

Peluang Program Mahasiswa antara FEBI dan STAI Daarut Tauhiid

Selama sesi diskusi, berbagai potensi kemitraan dibahas secara rinci. STAI Daarut Tauhiid membuka peluang penempatan mahasiswa magang di empat yayasan Daarut Tauhiid. Selain itu, mahasiswa dapat belajar langsung di unit pendidikan dan sosial yang menaungi banyak kegiatan. Dengan demikian, pengalaman mahasiswa akan lebih kaya.

Yayasan Daarut Tauhiid Rahmatan Lilalamin dijelaskan sebagai unit pendidikan terbesar. Unit ini membina jenjang TK hingga perguruan tinggi. Selain itu, unit ini memiliki banyak divisi yang relevan dengan mahasiswa FEBI. Peluang kolaborasi pun semakin luas.

Mewakili FEBI, Rais Sani Muharrami menyampaikan pemaparan program studi. Ia mengatakan, “FEBI memiliki enam prodi. Mahasiswa diwajibkan PPL mulai semester lima. Kami siap bekerja sama untuk penempatan di lingkungan Daarut Tauhiid.”

Penguatan Kolaborasi Riset dan Pemberdayaan Pesantren

Kunjungan ini juga memperkuat wacana kerja sama pemberdayaan ekonomi pesantren. Tim GKM menyampaikan pengalaman FEBI dalam program Hebitren. Dalam program tersebut, FEBI terlibat dalam pendampingan produksi susu kedelai, pengelolaan melon, hingga pembuatan pupuk cair. Dengan demikian, peluang pengembangan kewirausahaan pesantren di STAI DT semakin terbuka.

Menanggapi hal itu, Bagja Dani Magribi menyampaikan antusiasme. Ia menegaskan, “Walaupun STAI DT masih kecil, kami sangat siap membangun kolaborasi. Riset bersama dan program magang menjadi prioritas kerja sama kami ke depan.”

Selain itu, pihak STAI DT menilai bahwa kerja sama ini akan memperkaya ekosistem akademik. Dengan demikian, mahasiswa dua institusi dapat memperoleh manfaat nyata. Peluang ini juga memperkuat peran pesantren dalam pendidikan tinggi modern.

Pada akhir pertemuan, kedua institusi sepakat melanjutkan penjajakan teknis. Proses penyusunan MoU dijadwalkan segera dilakukan. Dengan langkah ini, kerja sama dapat berjalan lebih terstruktur.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kemitraan strategis antara FEBI dan STAI Daarut Tauhiid. Sinergi ini diharapkan memperluas jejaring akademik, membuka peluang riset, dan memperkuat pengalaman lapangan mahasiswa.

IIC 2025 Sebagai Forum Strategis Penguatan Mutu Akademik

IIC 2025 Sebagai Forum Strategis Penguatan Mutu Akademik

Bandung, 26 November 2025 — Tim Gugus Kendali Mutu UIN Raden Mas Said Surakarta berpartisipasi dalam IIC 2025 atau Iqtishaduna International Conference yang digelar di Puri Khatulistiwa Hotel, Jatinangor. Konferensi internasional ini mengangkat tema tentang strategi ekonomi ASEAN yang inklusif dan adaptif. Melalui IIC 2025, para akademisi lintas negara berkumpul untuk merumuskan pendekatan baru yang sesuai dengan tantangan global.

Delegasi GKM dipimpin oleh Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., dan didampingi enam anggota tim. Dengan demikian, FEBI memastikan keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional tersebut. Selain itu, seluruh delegasi diarahkan untuk membawa perspektif baru bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam.

Menurut Mufti Arief Arfiansyah, konferensi ini sangat relevan untuk pengembangan mutu akademik. Ia menyampaikan, “Kami datang untuk belajar dan menyerap praktik terbaik. Konferensi seperti ini memperluas cara pandang kami terhadap mutu pendidikan di era global.”

Kolaborasi dan Riset Internasional Menguat di IIC 2025

Selama sesi utama IIC 2025, peserta mengikuti paparan ilmiah dari pakar kawasan ASEAN. Para pemateri berasal dari Thailand, Brunei Darussalam, Turki, Inggris, Vietnam, Arab Saudi, dan Indonesia. Selain itu, forum juga menghadirkan keynote speech dari KNEKS yang menyoroti peran ASEAN dalam ekonomi halal global.

Dalam sesi diskusi, tim GKM terlibat aktif. Berbagai gagasan tentang riset kolaboratif dan integrasi keilmuan dibahas secara terbuka. Dengan demikian, peluang kerja sama antarnegara semakin terbuka. Selain itu, pendekatan mutu berbasis data menjadi fokus yang banyak dibahas.

Menurut salah satu anggota GKM, pengalaman ini sangat berharga. Ia mengatakan, “Paparan dari berbagai negara membuat kami memahami bahwa mutu harus dibangun dengan kolaborasi. Kami membawa pulang banyak inspirasi.”

Dampak IIC 2025 bagi Penguatan Mutu Pendidikan

Partisipasi dalam IIC 2025 menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Melalui kegiatan ini, tim GKM memperoleh wawasan baru tentang penguatan kurikulum, sistem penjaminan mutu, dan inovasi pembelajaran. Selain itu, jejaring internasional semakin kuat, sehingga FEBI lebih siap menghadapi tantangan global.

Komitmen peningkatan mutu juga ditegaskan kembali setelah konferensi. Dengan demikian, hasil diskusi dan praktik terbaik akan diterapkan dalam pengembangan sistem mutu di lingkungan FEBI. Melalui langkah ini, FEBI berharap dapat menciptakan ekosistem akademik yang unggul dan kompetitif.

WhatsApp Image 2025-11-21 at 11.30.18.......

PEMILU HMPS FEBI 2026: WAJAH BARU KEPEMIMPINAN LAHIR DARI SEMANGAT DEMOKRASI MAHASISWA

Jumat, 21 November 2025 – Berkaitan dengan pentingnya pembentukan kepengurusan baru di organisasi mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Pemilihan Umum Ketua Umum Pemilu HMPS Periode 2026 dilaksanakan pada Senin, 17 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung A Lantai 2.

Sebanyak 396 mahasiswa mengikuti pemilu setelah melakukan registrasi. Proses ini disaksikan oleh SEMA-F, Ketua Umum HMPS 2025, para calon dari tiap program studi, para saksi, PANSUS, dan PANWAS.

Pemilu ini menjadi bukti semangat aktivisme mahasiswa FEBI. Mereka menegakkan nilai demokrasi, partisipasi, dan integritas organisasi melalui proses yang terbuka dan akuntabel. Mahasiswa juga menunjukkan komitmen untuk bergerak dan menjaga keberlanjutan organisasi.

Setelah pemungutan suara selesai, panitia membuka kotak suara dan menghitung suara dari setiap program studi. Hasil akhirnya sebagai berikut:

a. Manajemen Bisnis Syariah
Dimenangkan Calon Nomor 2, Dwi Cahyono Ardhi, dengan 106 suara.

b. Akuntansi Syariah
Dimenangkan Calon Nomor 1, Fatmawati, dengan 64 suara.

c. Perbankan Syariah
Dimenangkan Calon Nomor 2, Eka Saputri, dengan 55 suara.

d. Manajemen Zakat dan Wakaf
Dimenangkan Calon Nomor 1, Taufik Abdullah, dengan 21 suara.

Suasana pemilu menjadi gambaran nyata bagaimana mahasiswa FEBI memahami pentingnya demokrasi dan partisipasi aktif dalam organisasi. Proses ini mencerminkan nilai transparansi dan akuntabilitas yang selama ini dijunjung tinggi dalam dunia kemahasiswaan. Setiap pemilih datang dengan kesadaran bahwa satu suara memiliki makna besar bagi keberlanjutan roda organisasi, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa FEBI siap untuk tetap bergerak dan berkontribusi dalam ruang-ruang strategis kampus.

Pemilihan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat mahasiswa FEBI. Mahasiswa didorong untuk terus bersuara dan berproses sebagai aktivis yang kritis dan progresif. Pengurus terpilih juga diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih visioner, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh mahasiswa. Semoga semangat perubahan ini terus hidup dan mendorong lahirnya langkah-langkah kebaikan di masa depan.

WhatsApp Image 2025-11-21 at 08.51.11hhhhhhhhhhh

Penguatan Jejaring : Dosen PBS Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si Hadir sebagai Dosen Tamu dan Resmikan Kerja Sama Strategis dengan UIN Palembang

Palembang, 20 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Fatah Palembang menyelenggarakan Guest Lecturer bertema “Tata Kelola Filantropi Islam di Indonesia.” Acara ini digelar di Ruang Teater Gedung FEBI dan menjadi ruang berbagi wawasan mengenai penguatan filantropi Islam.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si., CFRM dari FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Beliau memaparkan perkembangan filantropi Islam serta peran lembaga syariah dalam membangun tata kelola yang profesional.

Program Studi Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Raden Fatah menjadi penggerak utama kegiatan ini. PIC, Dr. Peny Cahaya Azwari, M.M., MBA., Ak.CA., CRA, turut memastikan kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat bagi peserta.

Pada kesempatan Penguatan Jejaring, FEBI UIN Raden Fatah dan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menandatangani kerja sama strategis. Penandatanganan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan akademik kedua institusi.

Isi kesepakatan mencakup beberapa bidang strategis. Bidang tersebut meliputi kolaborasi penelitian, pertukaran dosen, penguatan kurikulum, serta pengabdian masyarakat. Seluruh poin dirancang untuk meningkatkan kualitas akademik dan memperluas kontribusi lembaga.

Pihak FEBI UIN Raden Fatah menyambut baik kerja sama ini. Mereka menegaskan komitmen untuk memperluas jejaring dan menciptakan ruang kolaborasi yang lebih produktif. Perwakilan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta juga menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk menindaklanjuti program yang disepakati.

Dokumen kerja sama tersebut mencakup beberapa bidang strategis, yaitu:

  • kolaborasi penelitian di bidang ekonomi dan filantropi Islam,
  • pertukaran dosen dan peningkatan kapasitas akademik,
  • penguatan kurikulum pada program studi terkait,
  • kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis filantropi Islam.

Seluruh poin kerja sama ini disusun untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan memperluas dampak keilmuan bagi masyarakat.

Penandatanganan kerjasama penguatan Jejaring ini menjadi simbol sinergi kedua institusi. Kerja sama ini diharapkan melahirkan program inovatif dan memberi manfaat luas bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Kedua perguruan tinggi juga berharap kolaborasi ini dapat memperkuat tata kelola filantropi Islam di Indonesia.