WhatsApp Image 2025-10-27 at 10.01.28

Learning Harmony from Indonesia : Global Youth Embrace Reog Ponorogo at Eco-Culture Camp

Ponorogo, Jawa Timur 24 Oktober 2025 – Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan The International Youth Eco-Culture Camp 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Program ini menjadi ajang kolaboratif yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara dan budaya untuk belajar, berbagi, dan bertindak bersama dalam semangat keberlanjutan dan perdamaian.

Kegiatan perkemahan internasional ini diikuti oleh 30 peserta, sebagian besar mahasiswa dari berbagai bidang akademik. Mereka berasal dari 10 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keberagaman ini menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat pembelajaran lintas budaya dan kolaborasi global.

Salah satu sesi paling berkesan adalah Cultural Talk and Workshop bertema “Traditional Dance and Music of Reog Ponorogo: Learning of Local Wisdom.”
Kegiatan ini dipandu oleh Kosiyar, seorang budayawan sekaligus pelestari seni Reog Ponorogo. Peserta diperkenalkan pada makna filosofis Reog yang menggambarkan keberanian, solidaritas, dan kearifan lokal masyarakat Ponorogo.

Tidak hanya menonton, peserta juga diajak menari dan memainkan alat musik tradisional Reog. Suasana menjadi hangat ketika pemuda dari berbagai negara berbaur dalam irama kendang dan gamelan khas Ponorogo.

Melalui kegiatan ini, peserta belajar tentang pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian dari keberlanjutan sosial dan lingkungan. Kesenian Reog mengajarkan keseimbangan antara budaya, alam, dan spiritualitas yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ponorogo.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 membuktikan bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan lintas bangsa. Melalui dialog dan pengalaman langsung, pemuda dunia belajar menghargai perbedaan dan memperkuat solidaritas global.

Dengan semangat “Go Green, Go Bright, Go Alive,” kegiatan ini bukan hanya pertemuan budaya, tetapi juga ruang pembelajaran hidup. Dari Reog, para pemuda dunia menemukan pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan dan kearifan lokal adalah sumber inspirasi global.

DSC09593h

Field Trip ke Gontor: Pemuda Internasional Pelajari Nilai Toleransi dan Ekologi Berkelanjutan Bersama Dr. Ishom Mudin

Ponorogo, 24 Oktober 2025 – Isu lingkungan dan keberagaman kini menjadi perhatian global. Untuk menjawab tantangan itu, The International Youth Eco-Culture Camp 2025 hadir sebagai wadah kolaborasi lintas negara dan budaya.

Program ini diinisiasi untuk mempertemukan pemuda dari berbagai bangsa agar belajar, berbagi, dan bertindak bersama demi masa depan yang berkelanjutan. Kegiatan perkemahan dilaksanakan pada 24 Oktober 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.

Sebanyak 30 peserta akan mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar adalah mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Mereka berasal dari 10 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan.

Kehadiran peserta dari berbagai negara menunjukkan semangat pembelajaran antarbudaya dan kolaborasi global. Melalui dialog, pertukaran budaya, serta pengalaman lapangan, peserta diajak menumbuhkan tanggung jawab ekologis dan memperkuat solidaritas antarbangsa.

Setelah kegiatan utama, peserta akan mengikuti Academic Field Trip bertema “Managing Diversity and Sustainability: Learning from Pondok Modern Gontor.” Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Moh. Isom Mudin, S.Th.I., M.Ud. dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari nilai-nilai keberagaman, kemandirian, dan keberlanjutan sosial di Pondok Modern Gontor. Mereka juga diajak melihat bagaimana pendidikan pesantren modern mampu menggabungkan nilai keislaman, budaya lokal, dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta internasional. Mereka memperoleh wawasan baru tentang praktik keberlanjutan sosial yang tumbuh dari kearifan lokal Indonesia.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 bukan sekadar pertemuan budaya, tetapi gerakan nyata pemuda dunia dalam menghadapi isu lingkungan dan sosial. Dari Ponorogo, semangat kolaborasi dan keberlanjutan menyebar ke seluruh dunia – dibawa oleh generasi muda yang siap menjadi agen perubahan menuju masa depan yang hijau, damai, dan berkelanjutan.

Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University Hadir di Youth Eco-Culture Camp 2025: 10 Negara Bahas Circular Economy dan Perdamaian Dunia

Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University Hadir di Youth Eco-Culture Camp 2025: 10 Negara Bahas Circular Economy dan Perdamaian Dunia

Ponorogo, 24 Oktober 2025 – Tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan terus meningkat. Untuk menjawab hal tersebut, The International Youth Eco-Culture Camp 2025 hadir sebagai wadah kolaborasi lintas negara dan budaya. Program ini mempertemukan para pemuda dari berbagai latar belakang untuk belajar, berbagi, dan bertindak bersama.

Kegiatan perkemahan berlangsung pada 24 Oktober 2025 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mereka mewakili institusi dari 10 negara, yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan. Keikutsertaan lintas negara ini menunjukkan komitmen bersama terhadap pembelajaran antarbudaya dan kolaborasi pemuda global.

Perkemahan ini dirancang sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan dialog, pertukaran budaya, dan kegiatan berbasis komunitas. Peserta diajak menumbuhkan rasa tanggung jawab ekologis, memahami keberagaman budaya, dan membangun semangat kerja sama global.

Salah satu agenda utama adalah Peace and Sustainability Dialogue bertema “Circular Economy Toward Sustainability: Learning from Circular Economics Singapore.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Asif Siddiqui dari Curtin University, Australia, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, peserta belajar mengenai konsep ekonomi sirkular dan penerapannya dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperluas wawasan internasional, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dan duta keberlanjutan. Mereka belajar bahwa kolaborasi, empati, dan aksi nyata adalah kunci dalam menjaga bumi serta warisan budaya dunia.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 bukan sekadar pertemuan, tetapi juga gerakan anak muda dunia untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau, damai, dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2025-10-27 at 09.24.20

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 : Ajang Kolaborasi Mahasiswa dari 10 Negara

Ponorogo, 24 Oktober 2025 – Kegiatan The International Youth Eco-Culture Camp 2025 akan diselenggarakan 3 hari di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Program ini menjadi wadah pertemuan pemuda dari berbagai negara untuk belajar, berdialog, dan bergerak bersama dalam isu lingkungan dan budaya

Perkemahan ini akan melibatkan 30 peserta, sebagian besar dari kalangan mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu dan institusi pendidikan di Indonesia serta mitra internasional. Negara yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya yaitu Indonesia, Bangladesh, Filipina, Thailand, Gambia, Timor-Leste, Nigeria, Malaysia, Turki, dan Tajikistan.

Kegiatan Youth Eco-Culture akan diisi dengan dialog, pertukaran budaya, eksplorasi lapangan, dan aktivitas berbasis komunitas. Melalui rangkaian ini, peserta didorong untuk membangun kesadaran ekologis, memperkuat pemahaman antarbudaya, dan menumbuhkan semangat kolaborasi lintas negara.

Tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan menuntut adanya peran aktif generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi penerus masa depan, tetapi juga penggerak solusi dan inovasi. Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pemimpin muda yang siap menjadi duta perdamaian, keberlanjutan, dan pelestarian budaya di komunitas masing-masing.

Selain itu, interaksi peserta dengan masyarakat lokal di Ponorogo akan menjadi bagian penting. Mereka akan mempelajari nilai budaya setempat serta mengamati langsung praktik pelestarian lingkungan berbasis komunitas.

Kegiatan Youth Eco-Culture ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan saja. Jaringan kerja dan hubungan antar peserta diharapkan terus berlanjut sebagai komitmen jangka panjang dalam mengupayakan keberlanjutan lingkungan dan harmoni sosial di tingkat lokal maupun global.

The International Youth Eco-Culture Camp 2025 bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi juga gerakan kolektif anak muda dunia yang percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, dari kolaborasi lintas bangsa, dan dari kepedulian terhadap bumi yang kita huni bersama.

moderasi-beragama-febi-uin-surakarta-ekonomi-moderat

Ekonomi Moderat Jadi Pondasi Peradaban Inklusif: UIN Surakarta Dorong Sinergi Moderasi dan Halal Lifestyle

Surakarta, 23 Oktober 2025 — Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Penguatan Moderasi Beragama di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Acara bertema “Sinergi Moderasi Beragama dan Halal Lifestyle: Mewujudkan Kehidupan Religius yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seratus peserta. Mereka terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Acara berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan, diskusi, dan simulasi nilai moderasi.

Sebagai narasumber utama, Maria Fauzi, Direktur Shafiec (Centre for Sharia Finance and Digital Economy) UNU Yogyakarta dan pendiri neswa.id, menegaskan pentingnya membangun Ekonomi Moderat. Menurutnya, ekonomi yang sehat harus menyeimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan.

“Kita butuh ekonomi yang moderat, yaitu ekonomi yang adil, produktif, dan tidak eksploitatif,” ujar Maria. “Ekonomi tidak boleh didorong oleh kerakusan, tetapi oleh nilai kemanusiaan.”

Ia menambahkan bahwa peradaban Islam masa depan akan berkembang bukan karena kekuatan militer, melainkan melalui ilmu dan moralitas.

Sementara itu, Bakhrul Amal, Ketua Rumah Moderasi Beragama, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana menanamkan nilai toleransi di lingkungan kampus.

“Moderasi beragama bukan sekadar konsep. Ia harus menjadi sikap hidup dalam pendidikan dan pengabdian,” ungkapnya.

Sebagai tambahan, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI, menyampaikan bahwa halal lifestyle dan Ekonomi Moderat saling melengkapi.

“Sinergi keduanya membangun peradaban religius dan inklusif. Ini adalah wajah Islam yang menyejukkan,” tuturnya.

Kemudian, Dr. Zainul Abas, M.Ag., Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjaga nilai moderasi.

“Moderasi harus menjadi ruh dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dengan itu, kita merawat keutuhan bangsa,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmen untuk memperkuat sinergi antara nilai keislaman dan pengembangan Ekonomi Moderat. Dengan begitu, kampus ini bertekad mencetak generasi muda yang beretika, adil, dan berdaya saing global.

FBI08979kk

Lecturer Mobility FEBI UIN Malang di FEBI UIN Surakarta: Bahas Inovasi dan Suasana Kampus yang Inspiratif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan Lecturer Mobility Program dari Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa, 23 Oktober 2025.
Kegiatan ini berlangsung di ruang Senat FEBI. Agenda utama membahas kolaborasi akademik, inovasi pembelajaran, dan pengembangan suasana kampus yang kreatif.

Kunjungan disambut langsung oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., bersama jajaran pimpinan fakultas.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya lecturer mobility sebagai sarana memperkuat jejaring antarperguruan tinggi Islam.

“Kolaborasi lintas kampus menjadi ruang berbagi gagasan dan praktik baik. Dengan sinergi, kita bisa menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof. Rahmawan.

Perwakilan FEB UIN Malang menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari FEBI UIN Surakarta.
Dalam sesi diskusi, para dosen bertukar pandangan tentang strategi pembelajaran inovatif dan penguatan kurikulum digital.
Mereka juga membahas penciptaan atmosfer kampus yang inspiratif dan religius.
Selain itu, muncul gagasan kerja sama ke depan seperti joint research, visiting lecturer, pertukaran mahasiswa, dan publikasi ilmiah bersama.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif.
Dosen FEBI UIN Surakarta berbagi pengalaman tentang inkubasi bisnis mahasiswa melalui The Rolasan Cafemart.
Program tersebut menjadi contoh nyata inovasi sosial di lingkungan kampus.
Sementara itu, UIN Malang memperkenalkan model pembelajaran integratif yang memadukan nilai spiritual dan keunggulan akademik modern.

Kedua fakultas berkomitmen melanjutkan kolaborasi strategis.
Tujuannya adalah membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Program Lecturer Mobility ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar dosen.
Selain itu, kegiatan ini juga memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

rekor-muri-dunia-febi-uin-surakarta

UIN Surakarta Raih Rekor DUNIA MURI Lewat Transaksi Bersama ETF Syariah Terbanyak

Sukoharjo, 22 Oktober 2025 — Dalam momentum Hari Santri Nasional, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menorehkan sejarah baru melalui pencapaian Rekor DUNIA MURI. Rekor ini diraih atas kegiatan “Transaksi Bersama Pembelian ETF Syariah Terbanyak oleh Sivitas Akademika dan Santri” yang diikuti oleh 1.680 peserta.

Kegiatan bersejarah ini diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Program ini juga mendapat dukungan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indo Premier Sekuritas. Acara berlangsung di Gedung SBSN lantai 2 dan dihadiri oleh berbagai tokoh akademik serta mitra industri.

Sebagai lembaga pencatat, MURI melalui Ari Andriani, Kepala MURI Semarang, melakukan verifikasi langsung. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut awalnya diajukan dengan target 1.500 peserta, namun hasil akhir melampaui ekspektasi.

“Rekor ini luar biasa karena bukan hanya nasional, tetapi juga Rekor DUNIA MURI. Capaian ini mencerminkan semangat glokalisasi UIN Raden Mas Said, yang menggabungkan nilai global dengan kearifan lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI, menjelaskan filosofi angka 1.680 yang digunakan dalam rekor tersebut.

“Tahun 1680 merupakan tahun berdirinya Keraton Kartasura oleh Amangkurat II. Angka ini melambangkan kebangkitan Mataram Islam serta semangat membangun ekonomi umat di era digital,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa angka 80 juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional ke-80 dan semangat kemerdekaan Indonesia.

Piagam Rekor DUNIA MURI diserahkan langsung oleh pihak MURI kepada:

  1. UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai penyelenggara,
  2. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pemrakarsa,
  3. Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pendukung, dan
  4. Indo Premier Sekuritas sebagai pendukung.

Kegiatan ini menegaskan sinergi antara dunia akademik dan sektor keuangan syariah. Melalui kolaborasi strategis ini, UIN Raden Mas Said terus memperkuat perannya dalam membangun budaya investasi Islami di kalangan mahasiswa dan santri.

Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., Rektor UIN Raden Mas Said, menegaskan pentingnya literasi finansial sejak dini.

“Kami ingin para santri dan mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai Islam, tetapi juga siap menjadi pelaku ekonomi syariah yang kompetitif dan berintegritas,” ujarnya.

Melalui pencapaian Rekor DUNIA MURI ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta mempertegas komitmennya dalam mendukung visi universitas menuju kampus unggul, berdaya saing global, dan berakar kuat pada nilai-nilai lokal.

Accounting Institute FEBI UIN Surakarta Siap Bangun Sinergi Akademik dan Industri untuk UMKM

Surakarta, 22 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat kiprahnya di bidang riset dan inovasi. Melalui pendirian Accounting Institute for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), FEBI berkomitmen menciptakan wadah kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.

Kegiatan hari ketiga pendirian Accounting Institute digelar di Aula Lantai 1 Gedung F FEBI. Kegiatan ini menghadirkan Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., yang memaparkan strategi pengelolaan pusat studi di berbagai universitas. Peserta memperoleh banyak inspirasi dari praktik baik yang telah diterapkan di institusi lain.

Membangun Pusat Studi yang Kuat dan Relevan

Dalam sesi pertama, Sidiq menekankan pentingnya visi yang jelas serta orientasi riset yang aplikatif. “Pusat studi yang berkelanjutan harus memiliki arah yang kuat dan melibatkan mitra eksternal,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi yang membahas pendanaan dan kolaborasi akademik. Beragam ide muncul, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung transparansi dan efektivitas riset.

Kemudian, sesi panel discussion menyoroti bagaimana Accounting Institute dapat menjembatani kampus dan dunia industri. Melalui forum ini, peserta menyepakati pentingnya sinergi riset dan jejaring kemitraan lintas sektor.

Langkah Strategis Menuju Kolaborasi Nyata

Sebagai tindak lanjut, peserta merumuskan beberapa langkah strategis. Di antaranya, penyusunan proposal hibah riset, kemitraan dengan dunia usaha, dan program kolaborasi internasional.

“Harapannya, Accounting Institute menjadi ruang kolaboratif untuk riset terapan di bidang akuntansi dan keuangan syariah,” ungkap salah satu anggota tim perintis.

Kegiatan berakhir dengan semangat optimisme untuk melanjutkan tahap berikutnya. FEBI UIN Raden Mas Said bertekad menjadikan Accounting Institute sebagai pusat unggulan yang berkontribusi pada penguatan ekonomi umat dan pembangunan berkelanjutan.

literasi-keuangan-santri-febi-uin-surakarta

FEBI UIN Surakarta Tingkatkan Literasi Keuangan Santri Bersama BEI dan IPOT

Surakarta, 15 Oktober 2025 — Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan Santri yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Indo Premier Sekuritas (IPOT). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung A FEBI dan diikuti ratusan santri dari berbagai pondok pesantren mahasiswa di Surakarta, termasuk Ponpes Al Hikmah dan Ponpes Al Muayyad Windan.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah yang digagas oleh FEBI UIN Raden Mas Said. Melalui kegiatan ini, para santri diajak memahami lebih dalam mengenai pentingnya investasi syariah, pengelolaan keuangan yang bijak, serta peran pasar modal dalam perekonomian umat.

Sebagai bentuk kolaborasi lintas lembaga, FEBI menghadirkan dua narasumber utama dari industri pasar modal. Wisnu R. Putro, Branch Manager Indo Premier Sekuritas, dan M. Wira Adibrata, Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Tengah dan Madiun Raya, turut hadir memberikan pemaparan inspiratif. Kegiatan ini dimoderatori oleh M. Hanif Aditya, dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dalam pemaparannya, Wisnu R. Putro menekankan bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah.

“Santri bukan hanya penerus ulama, tetapi juga calon ekonom yang bisa menjaga keberlanjutan keuangan umat. Literasi keuangan santri menjadi fondasi penting menuju kemandirian finansial berbasis syariah,” ujarnya.

Sementara itu, M. Wira Adibrata menambahkan bahwa Bursa Efek Indonesia berkomitmen memperluas inklusi keuangan hingga ke pesantren.

“Kami ingin santri memahami bahwa berinvestasi di pasar modal syariah bukan hal yang rumit. Dengan edukasi yang tepat, mereka bisa menjadi pelaku ekonomi syariah yang berdaya,” jelasnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari para peserta. Banyak santri yang aktif bertanya tentang investasi reksa dana syariah dan saham berbasis etika Islam. Transisi dari teori ke praktik investasi menjadi titik penting dalam memperkuat kesadaran ekonomi syariah di kalangan santri.

Melalui kegiatan literasi keuangan santri ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi santri yang cerdas finansial, berdaya saing, dan berprinsip pada nilai-nilai Islam.

pencatatan-rekor-muri-febi-uin-surakarta

UIN Raden Mas Said Surakarta Raih Rekor MURI Melalui Transaksi Bersama Pembelian ETF Syariah

Surakarta, 21 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mencatat sejarah baru. Melalui kegiatan bertajuk “Transaksi Bersama Pembelian ETF Syariah oleh Sivitas Akademika dan Santri”, kampus ini berhasil meraih Rekor MURI atas partisipasi 1.680 peserta dalam transaksi keuangan syariah secara serentak.

Kegiatan monumental ini merupakan hasil kolaborasi antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Indo Premier Sekuritas. Lebih dari 2.500 peserta, yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan santri, turut serta dalam acara yang berlangsung di Mini Theater Gedung SBSN lantai 2.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta terlebih dahulu mengikuti Sekolah Pasar Modal Syariah sebelum melakukan transaksi pembelian ETF Syariah. Transisi dari edukasi menuju praktik ini menandai upaya konkret FEBI dalam mengintegrasikan teori dengan pengalaman langsung di pasar modal syariah.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Zainul Abas, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam membangun budaya literasi keuangan syariah.

“Rekor MURI ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus memperluas inklusi keuangan syariah di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menekankan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara kampus dan industri.

“Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi dapat bersinergi dengan dunia keuangan untuk membentuk generasi melek investasi syariah,” ungkapnya.

Transisi menuju era literasi digital dan ekonomi syariah kini menjadi fokus utama FEBI. Dengan adanya dukungan industri, kegiatan seperti ini diyakini dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam pasar modal syariah.

Deputi Kantor OJK Solo, Heri Santoso, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas langkah inovatif ini.

“Langkah UIN Raden Mas Said Surakarta sangat strategis. Melalui Rekor MURI ini, kampus berperan aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan nasional,” tuturnya.

Acara turut dihadiri oleh perwakilan BEI, Indo Premier Sekuritas, serta jajaran dekan dari berbagai fakultas. Verifikasi resmi dilakukan langsung oleh perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang mengesahkan pencapaian tersebut.

Melalui pencatatan Rekor MURI ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.