Rektor PKM Gunung Kunci

Rektor UIN: PKM Dosen FEBI Buktikan Kolaborasi Pentahelix di Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci

Sukoharjo –(19 Oktober 2025) Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Gunung Kunci Kartasura saat gelaran Pasar Tempo Doeloe yang menghadirkan nuansa budaya masa lampau berpadu dengan semangat ekonomi kreatif. Kegiatan ini menjadi wujud nyata Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang digagas oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Namun secara teknis kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat sekitar Gunung Kunci yaitu RW 08 dan 09 Keluran Kartasura, dengan Ketua Panitia Pengelolaan Pasar Sumarno.

Acara yang dibuka langsung oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Camat Kartasura ini menjadi bukti kuat sinergi antara kampus, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media — mencerminkan kolaborasi Pentahelix dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag. menyampaikan apresiasinya terhadap tim PKM FEBI yang berhasil menjadikan kegiatan budaya sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang nantinya dilanjutkan oleh masyarakat sekitar sebagai pengelola pasar. “Inilah bukti nyata kolaborasi pentahelix yang dihidupkan oleh FEBI. Kampus hadir di tengah masyarakat, menggandeng pemerintah, pelaku usaha, Media dan komunitas untuk menghadirkan perubahan positif berbasis nilai-nilai Ekonomi Islam dan SDGs,” ujar Rektor.

Tim PKM Dari Dosen Lintas Program Studi

PKM ini dipimpin oleh Wahyu Pramesti, M.Si sebagai Ketua Tim PKM Tempo Doeloe Gunung Kunci, dengan dukungan Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si selaku Pembina dan Dekan FEBI, Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM sebagai Koordinator PKM SDG’s FEBI sekaligus Korprodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), serta dua anggota aktif Adhelia Desi Prawestri, S.Pd., M.Akun. dan M. Rofiq Junaidi, M.Hum.

Menurut Prof. Rahmawan Arifin, kegiatan ini menjadi bukti bahwa PKM dapat bertransformasi dari sekadar kegiatan akademik menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang nyata. “Pasar Tempo Doeloe adalah contoh implementasi SDGs dalam konteks lokal, khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Ini PKM yang berdampak dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kemeriahan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci menjadi momentum penting bagi masyarakat Kartasura. Selain menghadirkan nostalgia masa lalu, kegiatan ini juga membuka peluang baru bagi UMKM lokal dan pelaku ekonomi kreatif untuk tumbuh dalam ekosistem yang inklusif dan berbasis nilai-nilai ekonomi Islam.

PKM pasar tempo doeloe 1

Ribuan Warga Serbu Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci, Dosen FEBI Buktikan PKM Berbasis SDGs Bisa Hidupkan Ekonomi Lokal!

Sukoharjo – Siapa sangka, kawasan Gunung Kunci Kartasura mendadak jadi pusat perhatian ribuan warga di hari Minggu ini (19 Oktober 2025), Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci sukses digelar dan menghadirkan suasana nostalgia masa lampau dengan sentuhan edukatif dan pemberdayaan ekonomi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini diikuti oleh Rektor UIN Raden Mas Said, Camat Kartasura, Danramil, Kapolsek Kartasura serta tamu undangan lainnya.

Di balik kemeriahan itu, ada tangan-tangan kreatif para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yang bekerja keras menghadirkan PKM berdampak dan berkelanjutan. Kegiatan ini dibina langsung oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si selaku Dekan FEBI, dengan koordinasi Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM sebagai Koordinator PKM SDG’s FEBI sekaligus Korprodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS). Tim PKM ini diketuai oleh Wahyu Pramesti, M.Si dengan anggota Adhelia Desi Prawestri, S.Pd., M.Akun. dan M. Rofiq Junaidi, M.Hum. Mereka berkolaborasi menciptakan pasar yang bukan hanya seru dan penuh budaya, tapi juga berdampak bagi ekonomi warga sekitar.

Menurut Prof. Ivan, Pasar Tempo Doeloe adalah bentuk nyata sinergi kampus dan masyarakat. “Kegiatan ini bukan sekadar nostalgia, tapi wadah pemberdayaan ekonomi kreatif sesuai semangat SDGs — tumbuh, berdaya, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Asep Maulana Rohimat, yang menekankan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata Tri Dharma perguruan tinggi. “PKM ini mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi Islam, kearifan lokal, dan pemberdayaan UMKM. Pasar rakyat ini bukan hanya event, tapi ekosistem ekonomi berkelanjutan, tim PKM FEBI sangat luar biasa” ungkapnya.

Stand Kuliner Tradisional, Permainan Tempo Dulu, Hingga Barang Antik

Suasana pasar dipenuhi dengan stand kuliner tradisional, permainan tempo dulu, hingga pementasan seni budaya berupa live music Keroncong. Warga pun antusias berbelanja dan bernostalgia. “Rasanya seperti kembali ke masa kecil, tapi lebih hidup!” ujar Nugie salah satu pengunjung dengan semangat.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said menunjukkan bahwa Pengabdian Kepada Masyarakat tak harus kaku dan akademis. Dengan sentuhan kreatif, kegiatan pengabdian bisa menjadi wadah kebahagiaan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Secara teknis kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat sekitar Gunung Kunci yaitu RW 08 dan 09, dengan Ketua Panitia Sumarno. Masyarakat mendapatkan inkubasi kemandirian ekonomi berbasis aset ekonomi yang mereka miliki.

pasar tempo doeloe

Dihadiri Ribuan Pengunjung, Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Sukses Dibuka oleh Camat Kartasura dan Rektor UIN

Kartasura (19 Oktober 2025)– Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci sukses dibuka oleh Camat Kartasura Ikhwan Sapto Darmono pada Minggu pagi (19/10), di kawasan Gunung Kunci, Kartasura. Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Toto Suharto, Dekan FEBI Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, serta jajaran Danramil Kartasura, Kapolsek Kartasura, dan Lurah Kartasura.

Antusiasme Ribuan Pengunjung di Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci

Kegiatan yang dibuka sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Tercatat lebih dari seribu pengunjung hadir menikmati suasana pasar bernuansa klasik yang menghadirkan sekitar 40 lapak berisi makanan dan minuman tempo doeloe, barang antik, hingga hasil kerajinan masyarakat lokal.

Dengan konsep tradisional, pasar ini menjadi ajang nostalgia sekaligus wadah ekonomi kreatif masyarakat Kartasura. Pengunjung dapat menikmati jajanan khas masa lalu sembari berinteraksi dengan pelaku UMKM yang menampilkan produk-produk unik dan bernilai budaya.

Dalam sambutannya, Camat Kartasura menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat mendukung Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci ini agar dapat berlangsung secara berkelanjutan. Inisiatif seperti ini adalah bentuk kreativitas masyarakat dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Beliau berharap pasar ini dapat menjadi agenda rutin mingguan atau bulanan untuk meningkatkan potensi wisata dan ekonomi kreatif di wilayah Kartasura.

Rektor UIN: Bukti Nyata Pengabdian Akademisi kepada Masyarakat

Sementara itu, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Toto Suharto, menegaskan bahwa kegiatan Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci merupakan bentuk nyata dari kolaborasi penthahelix antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media.

“Kegiatan ini adalah implementasi hasil riset yang diwujudkan dalam pengabdian masyarakat. Kampus hadir untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Penguatan Ekonomi Lokal

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menambahkan bahwa keterlibatan fakultas ekonomi dalam kegiatan ini menjadi contoh penerapan teori ke dalam praktik nyata. “Mahasiswa dan dosen kami ikut berkontribusi dalam perencanaan serta promosi kegiatan ini. Harapannya, pasar ini menjadi laboratorium sosial bagi pengembangan ekonomi berbasis riset,” ujarnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci berpotensi menjadi ikon wisata budaya dan ekonomi kreatif Kartasura. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

literasi-pajak-santri-febi-uin-surakarta

Literasi Pajak Santri Gen Z: Kolaborasi FEBI UIN dan HEBITREN Solo Raya di Ponpes Al-Fatih

SukoharjoFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta bersama HEBITREN Solo Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan santri melalui kegiatan Literasi Pajak untuk Santri Gen Z” di Pondok Pesantren Al-Fatih Sukoharjo, Kamis (16 Oktober 2025).

Dalam kegiatan ini, hadir sebagai narasumber utama Dr. Indriana Puspitosari, M.Si., Akt., pakar pajak dari FEBI UIN Raden Mas Said. Ia memaparkan pentingnya pemahaman pajak sebagai instrumen fiskal negara yang berperan dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, generasi muda, termasuk santri, perlu memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban warga negara, tetapi juga sarana kontribusi sosial untuk kesejahteraan umat.

“Santri harus menjadi generasi sadar pajak, karena pajak adalah salah satu instrumen keadilan ekonomi dan bentuk tanggung jawab sosial dalam Islam,” jelas Dr. Indriana di hadapan puluhan santri peserta kegiatan.

Menariknya, kegiatan ini diwarnai dengan antusiasme dan rasa ingin tahu (curiosity) tinggi dari para santri Gen Z. Mereka aktif bertanya tentang fungsi, mekanisme, dan etika pengelolaan pajak dalam perspektif syariah.

Ketua HEBITREN Solo Raya, KH. Miftahul Huda, turut hadir dan menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi edukatif ini.

“Kegiatan literasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter santri yang cerdas finansial dan berjiwa entrepreneur syariah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatih Sukoharjo, KH. Dr. Heru Utomo, M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami berterima kasih kepada FEBI UIN dan HEBITREN Solo Raya yang telah menghadirkan program literasi pajak bagi santri. Ini langkah nyata dalam membekali santri dengan wawasan ekonomi syariah dan nasionalisme fiskal,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi berkelanjutan antara FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan HEBITREN Solo Raya dalam mendorong ekosistem bisnis syariah, literasi fiskal, serta pemberdayaan ekonomi pesantren di wilayah Solo Raya.

gkm-febi-uin-surakarta

Wujudkan Pembelajaran Berkualitas, GKM FEBI Gelar FGD Evaluasi Akademik Semester Gasal 2025/2026

Sukoharjo, 17 Oktober 2025 – Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi kegiatan akademik dan pembelajaran semester gasal tahun akademik 2025/2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., selaku Ketua GKM FEBI. FGD dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, dan unsur pimpinan fakultas. Semua peserta terlibat aktif dalam memberikan masukan untuk peningkatan mutu akademik.

Dalam sambutannya, Mufti Arief menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penjaminan mutu internal. Ia menegaskan, evaluasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi wadah refleksi bersama. “Kami ingin memastikan proses pembelajaran di FEBI semakin efektif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.


Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas berbagai aspek, mulai dari perencanaan perkuliahan, pelaksanaan evaluasi belajar, sistem administrasi akademik, hingga umpan balik dari mahasiswa. Setiap masukan yang disampaikan peserta akan menjadi dasar perumusan rekomendasi strategis guna peningkatan mutu layanan akademik pada semester berikutnya.

Diskusi berjalan interaktif. Peserta membahas berbagai aspek, seperti perencanaan perkuliahan, pelaksanaan evaluasi belajar, administrasi akademik, dan umpan balik dari mahasiswa. Setiap masukan akan dirangkum menjadi rekomendasi untuk perbaikan pada semester berikutnya.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat komitmennya. Fakultas bertekad menghadirkan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

ffb

Prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar FGD Pendirian Center for Innovation and Digital Entrepreneurship

Sukoharjo, – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pendirian Center for Innovation and Digital Entrepreneurship”. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan digital di lingkungan kampus.

Acara berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan FEBI. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, peneliti, dan perwakilan unit bisnis mahasiswa. Para peserta membahas arah, struktur, dan program kerja pusat yang akan fokus pada pengembangan kreativitas dan kewirausahaan digital berbasis nilai Islam.

Peserta FGD menyoroti pentingnya transformasi digital dalam dunia usaha dan pendidikan tinggi. Mereka juga menekankan perlunya kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, dan mahasiswa untuk membangun ekosistem bisnis yang adaptif dan kompetitif.

Hasil FGD menyepakati pembentukan tim perumus pendirian Center for Innovation and Digital Entrepreneurship FEBI. Tim ini bertugas menyusun rancangan kelembagaan, strategi pengembangan, dan rencana kerja sama dengan mitra eksternal seperti industri dan lembaga inkubator bisnis.

Dengan adanya pusat ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmen kuat untuk mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di era digital. Langkah ini juga memperkuat kontribusi FEBI dalam pengembangan ekonomi Islam yang berbasis teknologi dan inovasi.

kolaboratif-industrial-ponpes-almuayyad-windan

Santri Melek Investasi, FEBI UIN Raden Mas Said Ajak Pesantren Pahami Pasar Modal Syariah

Sukoharjo, 17 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperluas peran akademiknya melalui program Santri Melek Investasi. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Al Muayyad Windan bekerja sama dengan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) Solo Raya.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan investasi syariah di kalangan santri. Acara berlangsung hangat dengan dihadiri oleh pengasuh pesantren, pimpinan Hebitren, dosen FEBI, serta para santri yang antusias mengikuti setiap sesi.

Santri Melek Investasi Jadi Langkah Nyata Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Kegiatan Santri Melek Investasi dipimpin oleh Asep Maulana Rohimat, M.Si., dosen FEBI UIN Raden Mas Said, dan menghadirkan M. Yusuf Perkasa Wibawa, M.E., Direktur Galeri Investasi Syariah FEBI, sebagai narasumber utama. Dalam materinya, Yusuf membahas tema “Pasar Modal Syariah dan Pengaplikasiannya dalam Kehidupan Santri Modern.”

Menurutnya, investasi syariah bukan sekadar tren, tetapi sarana penting untuk menyiapkan masa depan ekonomi umat.

“Berinvestasi adalah ikhtiar masa depan. Santri harus cerdas membaca peluang ekonomi agar mampu mandiri secara finansial,” ujarnya.

Sementara itu, KH. Drs. Dian Nafi’, M.Pd., selaku Pengasuh Ponpes Al Muayyad Windan, menyampaikan pandangannya bahwa santri juga perlu memahami dunia finansial.

“Saya pun berinvestasi di reksadana syariah dan emas. Investasi bukan hanya untuk keuntungan pribadi, tetapi juga untuk kemaslahatan,” tuturnya.

Selain itu, KH. Miftahul Huda, Ketua Hebitren Solo Raya, turut memberikan motivasi dalam sesi bertajuk Ngaji Fiqih Ngaji Sugih. Ia menegaskan bahwa memahami fiqih muamalah adalah dasar penting agar investasi tetap berada dalam koridor syariah.

Acara berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta seputar praktik investasi halal dan pengelolaan keuangan pesantren. Melalui sesi diskusi tersebut, para santri mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mengelola keuangan dengan prinsip syariah tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan pesantren.

Kegiatan Santri Melek Investasi menjadi bukti nyata komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam menghubungkan dunia akademik dan pesantren. Dengan sinergi antara kampus dan Hebitren, diharapkan muncul generasi santri cakap finansial yang mampu berkontribusi dalam membangun ekonomi umat secara berkelanjutan.

monev PKM 2025 2

Rapat Monev Progres PKM SDG’s 2025, Siapkan Launching Produk Inovatif

Sukoharjo (16 Oktober 2025)- Dalam rangka memperkuat implementasi SDGs (Sustainable Development Goals) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, empat tim PKM FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) progres program di hadapan Dekan FEBI dan Gugus Kendali Mutu (GKM), rapat ini dipimpin Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM pada Kamis (16/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Ketua GKM FEBI Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., serta sejumlah stakeholders internal dan eksternal yang turut mendukung keberlanjutan program. Dalam rapat tersebut, masing-masing tim PKM memaparkan laporan progres kegiatan, laporan keuangan sementara, laporan antara untuk LITAPDIMAS, serta rencana launching produk dan pemasangan papan nama branding lokasi PKM.

Dekan FEBI menegaskan bahwa kegiatan Monev ini bukan hanya bentuk evaluasi administratif, tetapi juga langkah strategis dalam memastikan PKM berbasis SDGs benar-benar memberi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat. “PKM ini menjadi contoh nyata kolaborasi riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem keilmuan ekonomi Islam,” ungkap Prof. Ivan.

Dari hasil presentasi seluruh tim, terungkap bahwa telah terjadi proses riset and development (R&D) yang menghasilkan inovasi berkelanjutan, mulai dari pengadaan alat produksi inovatif hingga penguatan model pemberdayaan masyarakat. Kegiatan PKM FEBI ini bahkan dinilai sebagai role model PKM berdampak tinggi di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta.

Ke depan, FEBI akan menggelar launching produk PKM sebagai hasil konkret program berbasis SDGs tersebut, meliputi:

  • Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci, sebagai revitalisasi ekonomi lokal berbasis kearifan budaya;
  • Produk Susu Kedelai Murni, inovasi pangan sehat berbasis UMKM di Pondok Pesantren Muhammad Al-Fatih;
  • Pupuk Cair Kyase, hasil penemuan dari KH. Heri Sarwoko Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo Klaten; serta
  • Pupuk Kompos Organik Masjid An-Nur, penguatan ekonomi sirkular berbasis masjid dan masyarakat.

Dengan berbagai inovasi tersebut, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan komitmennya untuk menjadikan kegiatan PKM sebagai wahana integrasi keilmuan, pengabdian, dan keberlanjutan ekonomi Islam berbasis nilai-nilai SDGs.

WhatsApp Image 2025-10-27 at 14.49.05

Prodi Perbankan Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar FGD Pendirian Shariah Finance Innovation Center

Sukoharjo, 16 Oktober 2025 — Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pendirian Shariah Finance Innovation Center”. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat inovasi dan riset di bidang keuangan syariah.

Acara berlangsung di Hall FEBI. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, peneliti, dan mahasiswa Prodi PBS. Para peserta membahas konsep, arah, serta manfaat pendirian pusat inovasi keuangan syariah bagi civitas akademika.

Peserta FGD menyampaikan banyak ide dan saran. Mereka menilai, Shariah Finance Innovation Center dapat menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri keuangan. Pusat ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat inovatif di bidang ekonomi syariah.

Kegiatan ini menghasilkan kesepakatan awal untuk membentuk tim perumus pendirian Shariah Finance Innovation Center Prodi PBS. Tim tersebut akan menyiapkan rancangan kelembagaan dan rencana kerja yang mencakup penelitian, pelatihan, dan pengabdian masyarakat.

Melalui inisiatif ini, Prodi PBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor inovasi di sektor keuangan syariah. Langkah ini juga memperkuat kontribusi FEBI dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif dan relevan dengan perkembangan era digital.

al Falah baki

Menyongsong Hari Santri, FEBI-HEBITREN Solo Raya Literasi Pasar Modal Syariah Pondok Pesantren Al-Falah

Sukoharjo (13/10/2025) — Dalam rangka menyongsong Hari Santri Nasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta bersama Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya menggelar kegiatan Literasi Pasar Modal Syariah untuk Santri Gen Z di Pondok Pesantren Al-Falah Gedongan Baki, Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi keuangan syariah ke wilayah nonperkotaan yang memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi santri cerdas finansial dan berjiwa entrepreneur islami.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Dr. Ika Yoga, M.M., bersama Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CIMM, dan Meilana Widyaningsih, S.E.Sy., M.E. yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama. Para narasumber membahas pentingnya pemahaman pasar modal syariah sebagai salah satu instrumen investasi halal yang dapat menjadi alternatif bagi generasi muda muslim. Melalui kegiatan ini, para santri mendapatkan wawasan tentang prinsip-prinsip dasar investasi syariah, perbedaan dengan pasar modal konvensional, serta peluang membangun ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam.

Wakil Dekan III FEBI, Dr. Ika Yoga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FEBI dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat pesantren. “Santri tidak hanya harus kuat secara spiritual, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan secara syariah. Dengan literasi pasar modal syariah, kami berharap para santri menjadi pelaku ekonomi Islam yang berdaya saing,” ujarnya.

Selain memperluas pengetahuan keuangan syariah, kegiatan ini juga menjadi media promosi akademik FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kepada para santri Pondok Pesantren Al-Falah. Harapannya, para santri tertarik untuk melanjutkan studi di FEBI setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara FEBI, HEBITREN Solo Raya, dan lembaga pesantren dalam mewujudkan ekosistem pendidikan dan ekonomi syariah yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.