febi-uin-surakarta-workshop-inkubasi-bisnis-pibma-2025

Workshop PIBMA 2025: Gen Z Islamicpreneur Bangun Kreativitas dan Inovasi Berkelanjutan

Surakarta, 30 September 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar rangkaian PIBMA 2025. Salah satu agenda utamanya adalah Workshop Inkubasi Bisnis dengan tema The Rise of Gen Z Islamicpreneur: Wadah Kreativitas, Inovasi & Berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan Yudha Mei Lukmana, praktisi bisnis sekaligus penggerak Inamikro Jakmikro. Workshop ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami konsep Gen Z Islamicpreneur sekaligus melatih jiwa wirausaha yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Inspirasi dan Motivasi dari Praktisi

Dalam pemaparannya, Yudha menekankan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil peluang adalah modal utama generasi muda. “Gen Z Islamicpreneur harus berani tampil dengan ide-ide baru. Inovasi yang lahir dari kampus dapat berkembang menjadi bisnis berkelanjutan,” ujarnya.

Mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori kewirausahaan, tetapi juga diajak menyusun rencana bisnis berbasis inovasi. Melalui metode interaktif, peserta dilibatkan langsung dalam simulasi pengembangan produk dan strategi pemasaran.

Wadah Kreativitas dan Inovasi

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap workshop ini. Menurutnya, kegiatan inkubasi seperti ini penting untuk melatih keberanian mahasiswa. “Kami ingin PIBMA menjadi jembatan dari teori ke praktik. Mahasiswa perlu ruang untuk bereksperimen, gagal, lalu bangkit kembali,” tegasnya.

Workshop ini juga menjadi bagian dari strategi FEBI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Kolaborasi dengan praktisi dinilai sebagai langkah strategis agar mahasiswa lebih dekat dengan dunia nyata.

Menuju Gen Z Entrepreneur Berdaya Saing

Kegiatan ini menegaskan bahwa Gen Z Islamicpreneur bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan zaman. Mahasiswa FEBI diharapkan mampu mengembangkan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa dampak sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui PIBMA 2025, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan yang inovatif dan berdaya saing global. Workshop ini meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa, sekaligus membuka peluang baru bagi lahirnya generasi wirausaha Islami yang kreatif dan tangguh.

febi-uin-surakarta-pibma-2025

PIBMA 2025: Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa FEBI Siap Jadi Entrepreneur

Surakarta, 29 September 2025 – Opening Ceremony Pekan Inkubasi Bisnis Mahasiswa (PIBMA) 2025 Batch 2 resmi digelar di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara tahunan ini dibuka langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, yang menekankan pentingnya penguatan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa.

“Melalui PIBMA 2025, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan pengalaman nyata sebagai entrepreneur muda,” ujar Prof. Rahmawan. Dengan pernyataan ini, peserta merasa terlibat langsung dalam perjalanan menuju dunia bisnis yang penuh tantangan sekaligus peluang.

PIBMA 2025 Hadirkan Entrepreneur Muda Kreatif

Kegiatan PIBMA 2025 dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat di Selasar Gedung B FEBI UIN Surakarta. Lebih dari 100 tenant kreatif hadir meramaikan suasana, mulai dari makanan, minuman, fashion, hingga aksesoris kekinian.

Mahasiswa semester 5 FEBI mendapat kesempatan bergantian menjalankan 15 kelompok bisnis setiap minggu. Praktik ini menjadi bagian dari output mata kuliah Kewirausahaan Islam dan Kewirausahaan Digital. Dengan demikian, teori yang diajarkan di kelas langsung dipraktikkan dalam wujud nyata.

Wahyu Pramesti, M.Si selaku Kepala Laboratorium FEBI, menyampaikan, “PIBMA adalah ikhtiar kita menyelaraskan teori dengan praktik. Mahasiswa harus bisa beradaptasi dan belajar cepat.”

Kolaborasi Akademik dan Praktik Bisnis

Pengalaman dalam PIBMA 2025 tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan bisnis, tetapi juga menghubungkan mereka dengan konsumen secara langsung. Dengan adanya voucher belanja dan doorprize menarik, masyarakat ikut terlibat menikmati kreativitas mahasiswa FEBI.

Setiap minggu, suasana semakin meriah dengan hadirnya menu spesial seperti cireng kuah keju, green boba, bomboloni, hingga fashion dan aksesoris trendi. Hal ini membuat PIBMA 2025 menjadi laboratorium kewirausahaan hidup yang melibatkan semua pihak.

Dengan dibukanya PIBMA, FEBI UIN Surakarta menegaskan komitmennya mendidik mahasiswa agar siap bersaing sebagai entrepreneur muda. Kegiatan ini menjadi wujud nyata bagaimana kampus mendampingi generasi muda menghadapi era ekonomi kreatif.

rifa

FEBI dan IARFC libatkan 6 Dosen ikuti Sertifikasi Internasional Registered Islamic Financial Associate-RIFA

Sukoharjo, 28 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen melalui Sertifikasi Internasional Registered Islamic Financial Associate (RIFA) yang digelar bekerja sama dengan IARFC Indonesia.

IARFC Indonesia merupakan bagian dari International Association of Registered Financial Consultants (IARFC), sebuah asosiasi perencana keuangan global yang berdiri sejak 1984 dan diakui di lebih dari 30 negara. Program ini bertujuan mencetak Konsultan Keuangan Syariah yang profesional dan berintegritas, sekaligus mendukung pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri keuangan syariah.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop Islamic Financial pada Sabtu–Minggu, 27–28 September 2025, dan diikuti oleh 6 dosen FEBI UIN Raden Mas Said sebagai peserta utama. Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dosen yang nantinya akan berdampak langsung pada mahasiswa. “Dengan sertifikasi internasional ini, para dosen akan semakin siap memberikan pembelajaran berstandar global dan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri keuangan syariah,” ungkapnya.

Pelatihan ini tidak hanya membahas teori teknis keuangan syariah, tetapi juga menanamkan filosofi gelas kosong – prinsip bahwa seorang pembelajar harus selalu siap menerima ilmu baru yang berlimpah, terbuka terhadap perspektif baru, dan siap berkembang secara profesional.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi berbasis keuangan syariah internasional, serta mempersiapkan lulusannya untuk berdaya saing di tingkat global.

DEMA : Talkshow Sertifikasi Halal dalam Rangkaian Amerta Fest

DEMA FEBBI : Talkshow Sertifikasi Halal dalam Rangkaian Amerta Fest

Surakarta, 29 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menghadirkan kegiatan inspiratif melalui rangkaian Amerta Fest. Salah satu agenda penting adalah Talkshow Sertifikasi Halal yang digelar pada Senin, 29 September 2025 pukul 08.00 WIB di Gedung Graha UIN Raden Mas Said.

Acara ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Mereka adalah KH. Sulhani Hermawan, S.Ag., M.Ag. selaku Ketua Lembaga Pusat Studi Halal UIN Surakarta, M. Azkal Abid, dan Anwar Mustaqim yang berpengalaman sebagai pendamping sertifikasi halal. Kehadiran ketiganya diharapkan memberi wawasan praktis dan strategis terkait sertifikasi halal.

Ada tiga pokok bahasan utama yang disampaikan. Pertama, pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kepercayaan konsumen sekaligus peningkatan daya saing produk. Kedua, penjelasan tentang proses dan regulasi sesuai Undang-Undang Jaminan Produk Halal yang sering dianggap rumit. Ketiga, peran pendampingan bagi UMK dan UMKM agar lebih mudah mengurus sertifikasi.

Melalui diskusi ini, peserta diajak memahami bahwa sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban agama. Sertifikasi juga menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi persaingan global. Produk bersertifikat halal lebih mudah diterima pasar, memiliki standar kualitas yang jelas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat.

Talkshow juga memberi ruang dialog interaktif. Mahasiswa, pelaku UMK, dan sivitas akademika dapat menyampaikan pertanyaan langsung mengenai tantangan di lapangan. Dengan begitu, kegiatan tidak hanya memberi teori, tetapi juga solusi nyata yang bisa diterapkan.

Dengan terselenggaranya Talkshow Sertifikasi Halal, FEBI UIN Raden Mas Said menegaskan komitmennya untuk mendukung ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing. Sertifikasi halal diharapkan mampu menjadi pintu bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

AKS, MBS, PBS, ES,BISDIG, MAZAWA

Relawan DEMA FEBI Adakan Gerbek (Gerakan Bersih Keraton) di Keraton kartasura

Sukoharjo, 28 September 2025 – Relawan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Gerbek (Gerakan Bersih Keraton) di Keraton Kartasura. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bersama DEMA FEBI.

Acara DEMA FEBI dibuka secara resmi dengan sambutan perwakilan keraton. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga peninggalan sejarah. “Sebagai seorang mahasiswa perlu memahami arti penting tentang nilai-nilai sejarah, khususnya di lingkungan UIN Raden Mas Said,” ungkap Bapak Suryo, juru kunci Keraton Kartasura.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow sejarah keraton. Peserta mendapat kisah-kisah menarik tentang peran keraton dalam perjalanan budaya dan peradaban Nusantara. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti pemotongan tumpeng dan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur.

Agenda utama berupa bersih-bersih area makam dilakukan secara khidmat. Aktivitas ini menjadi simbol penghormatan sekaligus upaya menjaga kesakralan lingkungan keraton.

Inti acara adalah membersihkan area makam keraton. Relawan bersama-sama menjaga kesakralan situs bersejarah tersebut dengan penuh penghormatan. Seluruh rangkaian ditutup dengan penyerahan simbolis dan pembubaran relawan.

Kegiatan DEMA FEBI ditutup dengan pembubaran relawan dalam suasana sederhana namun penuh makna. Gerakan Bersih Keraton menjadi aksi nyata menjaga kebersihan situs sejarah sekaligus cerminan semangat gotong royong mahasiswa untuk melestarikan budaya.

WhatsApp Image 2025-09-27 at 21.23.03 (1)

Dialog Moderasi Beragama Batch 2 dan Launching Pesmadin di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta

Surakarta, 27 September 2025 – PAKKIS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Dialog Moderasi Beragama Batch 2. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Pesmadin (Pesantren Mahasiswa Diniyah). Acara berlangsung di Graha UIN dengan tema “Merajut Persaudaraan dalam Keberagaman: Moderasi Agama sebagai Jalan Tengah.”

Acara dibuka pukul 08.30 WIB. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, beberapa tokoh menyampaikan sambutan. Ketua Panitia, Fairuz Adna Fika, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan semua pihak. Koordinator PAKKIS FEBI 2025, Ichsanul Ibad Ali, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang pembinaan mahasiswa. Pembina PAKKIS sekaligus Pesmadin, Usnan, S.E.I., M.E.I., juga memberikan sambutan. Keynote speaker, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menekankan bahwa moderasi beragama adalah pilar penting dalam menghadapi masyarakat yang majemuk.

Memasuki inti acara, moderator Shaka Aulianto Wibowo memandu jalannya diskusi. Narasumber, Maulana Miftakhur Ridlo Al Arief, menyampaikan materi mengenai sikap Islam terhadap non-Muslim. Ia menjelaskan perbedaan kafir harbi, yaitu non-Muslim yang memusuhi Islam, dan kafir dzimmi, non-Muslim yang hidup damai dan wajib dilindungi haknya.

Maulana menegaskan, Al-Qur’an surat Al-Mumtahanah ayat 8 menjadi dasar sikap adil kepada non-Muslim yang tidak memusuhi umat Islam. Ia juga mengangkat teladan Rasulullah SAW dalam menjalin hubungan harmonis. Contohnya perlindungan dari Raja Najasyi di Habasyah serta dialog Rasul dengan kaum Nasrani Najran. Pesan utama dari materi ini adalah pentingnya tasamuh (toleransi) dan keadilan dalam kehidupan sosial.

Acara ditutup dengan doa bersama. Suasana khidmat menyertai akhir kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar, penuh kebersamaan, dan sarat nilai kebangsaan. Launching Pesmadin diharapkan menjadi langkah penting untuk penguatan keilmuan, spiritualitas, dan ukhuwah Islamiyah di kalangan mahasiswa FEBI.

WhatsApp Image 2025-09-26 at 20.20.11

FRESH Tawarkan Ajang Visioner Unjuk Gigi Inovasi Ekonomi Halal Digital

Sukoharjo, 26 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melalui Forum Ekonomi Syariah FRESH sukses menggelar puncak International Competition for Islamic Students (ICIS) 2.0 2025. Ajang ini menjadi wadah mahasiswa untuk menyalurkan ide-ide kreatif di bidang ekonomi syariah berbasis digital, transformasi halal economy, digitalisasi rantai nilai halal. Kompetisi juga memperkuat kapasitas akademik mahasiswa yang sejalan dengan visi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Kegiatan tersebut FRESH dimulai dengan Grand Opening. Peresmian dilakukan oleh Zulfa Fauziyah Az-Zahra, Presiden FRESH FEBI 2025. Pada sesi berikutnya hadir sesi presentasi karya dari 10 tim finalis. Masing-masing tim memaparkan esai dan poster dengan gagasan tentang penguatan rantai nilai halal berbasis digital.

Dibaca juga : Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta: Meriah, Edukatif, dan Penuh Kebersamaan

DisampingTema besar FRESH ICIS 2.0 2025 adalah “Transforming the Global Halal Value Chain with Digital Innovation and Sustainable Islamic Economy”. Tema ini mendorong mahasiswa menjawab tantangan ekonomi syariah di tengah arus digitalisasi. Tema ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan.

Penutupan dilakukan dengan dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang. Suasana penuh antusiasme mewarnai momen ini. Bagi peserta, ICIS 2.0 2025 bukan sekadar kompetisi. Kegiatan tersebut, Momentum ini, Rangkaian ICIS 2.0 2025, atau Ajang kompetisi ini menjadi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan wujud semangat mahasiswa untuk membangun ekonomi Islam yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

WhatsApp Image 2025-09-26 at 14.52.11

Gelar Evaluasi Asesmen Lapangan Program Studi Akuntansi dan Ekonomi Syariah

Sukoharjo, 26 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Evaluasi Asesmen Lapangan (AL) untuk Program Studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 26 September 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Gedung A Lantai 2 FEBI.

Evaluasi Asesmen Lapangan menjadi bagian penting dari upaya penjaminan mutu akademik. Kegiatan ini meninjau seluruh aspek program studi, termasuk kurikulum, metode pembelajaran, fasilitas, pengelolaan akademik, dan capaian mahasiswa. Setiap hasil evaluasi dianalisis untuk memastikan program studi tetap memberikan pendidikan berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dibaca juga : Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta: Meriah, Edukatif, dan Penuh Kebersamaan

Selain menilai aspek akademik, evaluasi juga fokus pada peningkatan pelayanan dan pengalaman mahasiswa. Temuan dari kegiatan ini digunakan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Dengan begitu, Program Studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah dapat menjaga standar mutu yang tinggi dan menghasilkan lulusan profesional, berintegritas, serta siap berkontribusi di bidang ekonomi dan akuntansi syariah.

Kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

Pelaksanaan evaluasi ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat posisi kedua program studi sebagai pusat pendidikan unggulan. Kegiatan ini menegaskan komitmen FEBI dalam memberikan pendidikan yang bermutu, berkelanjutan, dan selalu berorientasi pada hasil terbaik.

jalan-sehat-febi-uin-surakarta-menuju-keraton-kartasura

Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta: Meriah, Edukatif, dan Penuh Kebersamaan

Surakarta, 26 September 2025 – Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta kembali digelar dengan penuh semangat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat pagi dengan rute unik dari depan gedung FEBI menuju petilasan Keraton Kartasura.

Acara ini diikuti oleh civitas akademika, dosen, staf, dan perwakilan organisasi mahasiswa. Mereka berjalan bersama sejak pukul 07.00 pagi, dipimpin oleh Wakil Dekan II, Dr. Indah Piliyanti, M.Si, dan Wakil Dekan III, Dr. Ika Yoga, M.M. Tidak ketinggalan, Dekan FEBI Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si juga turut serta meramaikan jalannya kegiatan.

Edukasi Sejarah di Keraton Kartasura

Setibanya di petilasan Keraton Kartasura, para peserta disambut dengan penjelasan singkat mengenai sejarah tembok keraton. Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Dekan FEBI.

“Melalui Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta ini, kita tidak hanya berolahraga. Kita juga diajak untuk mengenal sejarah lokal yang penting,” tutur Prof. Rahmawan dalam sambutannya.

Ungkapan itu disambut antusias oleh peserta. Banyak yang merasa bahwa kegiatan sederhana ini memberi pengalaman berharga.

Kebersamaan Ditutup dengan Jamuan

Setelah sesi edukasi, kegiatan berlanjut dengan makan bersama di Griya Dhahar Siti Hinggil, yang baru dibuka di area belakang gedung FEBI. Suasana hangat terasa saat dosen, staf, dan mahasiswa berkumpul tanpa sekat, menikmati hidangan khas dalam suasana penuh keakraban.

Kebersamaan ini menjadi momen penting. Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta tidak hanya menjadi ajang olahraga, melainkan juga ruang memperkuat ikatan akademik dan sosial.

Komitmen FEBI untuk Kebersamaan

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang menyehatkan, mendidik, dan mempererat kebersamaan. Peserta merasakan bahwa kegiatan sederhana dapat menghadirkan manfaat besar, baik bagi tubuh maupun jiwa.

“Jalan sehat seperti ini akan terus kami dukung. Karena manfaatnya nyata, bukan hanya kesehatan, tapi juga kebersamaan,” ungkap Dr. Indah Piliyanti menutup kegiatan.

Dengan demikian, Jalan Sehat FEBI UIN Surakarta menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara olahraga, pendidikan, dan kebersamaan yang akan terus dikenang oleh semua yang hadir.

WhatsApp Image 2025-09-27 at 20.05.03

HMPS MAZAWA Gelar Diskusi Filantropi Islam Bertema Socio Preneur 2025

Sukoharjo, 25 September 2025 — HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) Kabinet Kasyasih Bawera 2025 sukses menyelenggarakan Diskusi Public Islamic Philanthropy (DPIP) 2025 di Aula Gedung A Lantai 1 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kegiatan ini mengusung tema “SOCIO PRENEUR: Membangun Inovasi Sosial & Bisnis Berkelanjutan”. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai filantropi Islam, khususnya pengelolaan ZISWAF secara produktif. Selain itu, acara juga mendorong lahirnya model bisnis sosial yang kreatif dan inovatif.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh MC. Selanjutnya, diisi dengan tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan-sambutan. Ketua Panitia, Muh. Fattan Alfarizky, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk mengasah ilmu, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang ekonomi Islam. Sambutan berikutnya datang dari Ketua Umum HMPS MAZAWA 2025, Numan Rafi, yang menegaskan pentingnya mahasiswa dalam melihat peluang pengelolaan ZISWAF untuk menjawab tantangan UMKM. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kaprodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Ibu Betty Eliya Rokhmah, S.E., M.Sc.

Memasuki inti acara, diskusi dipandu oleh moderator Arum Fitri Lestari. Dua narasumber inspiratif hadir. Narasumber pertama, Ibu Ning Karna Wijaya, S.E., M.Si. (Dosen FEBI UIN Raden Mas Said), menjelaskan konsep socio preneur. Ia juga memaparkan langkah membangun usaha sosial serta strategi keberlanjutan melalui zakat produktif dan wakaf. Sementara itu, narasumber kedua, Bapak Zaini Tafrikhan, S.Ag. (Branch Manager Dompet Dhuafa Jawa Tengah), berbagi pengalaman praktik pemberdayaan masyarakat melalui program-program Dompet Dhuafa. Salah satunya adalah Filantropreneur sebagai model pemberdayaan tanpa henti (No Exit Program).