WhatsApp Image 2025-09-26 at 18.57.01

Workshop Technology in Accounting Batch 2: Tingkatkan Keterampilan Akuntansi di Era Digital

Sukoharjo, 25 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Technology in Accounting Batch 2. Tema yang diangkat adalah “Level Up Your Accounting Skills: Integrating Technology For a Smarter Future”. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung A lantai 1. Peserta terdiri dari mahasiswa Akuntansi Syariah dan tamu undangan.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ketua Umum HMPS Akuntansi Syariah, serta Koordinator Program Studi Akuntansi Syariah, Ibu Fitri Laela Wijayanti, S.E., M.Si., Ak.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan teknologi akuntansi. Menurutnya, mahasiswa perlu membekali diri agar mampu bersaing di era digital.

Sesi utama menghadirkan demisioner Ketua Umum HMPS AKS 2023, yang kini berkarier sebagai Staff Accounting di PT. Cahaya Fortuna Sejati. Materi berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam akuntansi modern. Topik mencakup penggunaan software Accurate, penerapan sistem berbasis cloud, dan tantangan digitalisasi.

Peserta terlihat antusias saat sesi tanya jawab. Pertanyaan yang muncul berkisar pada penerapan digitalisasi akuntansi di UMKM hingga potensi kecerdasan buatan (AI) menggantikan peran akuntan. Diskusi ini memperlihatkan ketertarikan mahasiswa pada perkembangan teknologi akuntansi.

Workshop ditutup dengan penyerahan sertifikat, doa, dan sesi foto bersama. Acara berjalan lancar dari awal hingga akhir. Mahasiswa memperoleh wawasan baru tentang keterampilan digital dan pentingnya sertifikasi profesional. Keduanya menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

WhatsApp Image 2025-09-25 at 09.31.51

SEMA Hadirkan Parlemen Rekacipta : Mengasah Communication Skill dalam Organisasi

Sukoharjo, 25 September 2025 — Senat Mahasiswa (SEMA) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menghadirkan program unggulan, Parlemen Rekacipta. Tahun ini, kegiatan difokuskan pada pelatihan Communication Skill dalam Organisasi.

Kemampuan komunikasi kini menjadi keterampilan dasar. Mahasiswa tidak hanya dituntut menyampaikan pendapat, tetapi juga harus mampu membangun kolaborasi dan solusi. Melihat kebutuhan tersebut, SEMA FEBI berkomitmen menyediakan ruang belajar yang relevan dengan tantangan zaman.

Pentingnya Komunikasi Bagi Mahasiswa

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Dekan II FEBI. Beliau menegaskan, komunikasi memiliki peran besar dalam membangun jejaring mahasiswa. Keterampilan ini bukan hanya berguna di masa kuliah, tetapi juga setelah lulus.

Ia menambahkan, komunikasi yang baik berakar pada sikap kritis, empati, dan kejujuran. Dengan bekal ini, mahasiswa lebih siap menghadapi dinamika organisasi dan menemukan solusi nyata.

Sambutan juga diberikan oleh Ketua Umum SEMA FEBI. Ia menilai, pelatihan ini adalah bukti keseriusan organisasi dalam menyiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Komunikasi yang baik menentukan sejauh mana kita bisa membangun relasi, menyuarakan aspirasi, dan membawa perubahan,” ujarnya.

Materi dan Pemaparan Interaktif

Pelatihan menghadirkan Fadzlian Rizky Reinaldy sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman organisasi dan kapasitas akademiknya, ia berhasil menciptakan suasana yang interaktif.

Dalam paparannya, Fadzlian menekankan bahwa komunikasi bukan hanya berbicara di depan umum. Komunikasi juga berarti mendengarkan, memahami pesan, dan merespons dengan tepat.

Ia membagi materi menjadi tiga poin utama:

  1. Komunikasi efektif. Organisasi berjalan baik bila setiap anggota mampu menyampaikan gagasan dengan jelas. Pola komunikasi sehat membangun rasa percaya dan memperkuat solidaritas.
  2. Relasi lewat empati. Berbicara bukan hanya soal menyampaikan pesan. Pesan harus diterima dengan baik agar konflik bisa diminimalkan.
  3. Berpikir kritis. Ide yang didukung analisis tajam lebih mudah diterima. Komunikasi dengan argumen kritis terdengar meyakinkan sekaligus membuka ruang solusi.

Refleksi dan Penutup

Peserta diajak memahami bahwa organisasi tidak cukup hanya dengan semangat. Diperlukan komunikasi yang solutif dan terarah. Bukan sekadar bersuara, tetapi berbicara dengan isi, arah, dan empati.

Acara ditutup dengan refleksi bersama. Mahasiswa menyadari bahwa komunikasi adalah keterampilan yang harus terus diasah. Dengan komunikasi yang baik, organisasi akan menjadi ruang tumbuh. Tempat gagasan bernyawa, relasi diperkuat, dan solusi lahir untuk kemajuan bersama.

WhatsApp Image 2025-09-24 at 15.52.35

Global Syariah Banking Workshop Batch 2 Dorong Literasi Digital Mahasiswa FEBI

Sukoharjo, 24 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Global Syariah Banking Workshop Batch 2. Tema kegiatan adalah “Digital Native Generation and The Future of Global Islamic Banking.”

Workshop HMPS PBS berlangsung di Aula A FEBI lantai 1. Sebanyak 75 mahasiswa dari berbagai program studi hadir. Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara.

Acara dibuka dengan sambutan M. Fauzan Ali Muzaki, Ketua Umum HMPS PBS 2025. Ia mengajak peserta menjadikan workshop sebagai ajang berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan menumbuhkan kolaborasi. Sambutan berikutnya datang dari Dr. Ika Yoga, S.E., M.M. Ia menekankan pentingnya pengalaman organisasi dan semangat belajar sebagai bekal dunia profesional. Beliau juga mengapresiasi kerja keras panitia.

Sesi inti dipandu oleh moderator Desti Amaliah. Pemateri Silviana Nurhermawati, S.E., membahas peran generasi digital dalam masa depan perbankan syariah global. Ia menegaskan bahwa literasi digital, adaptasi teknologi, dan inovasi berkelanjutan adalah kunci bersaing di tingkat internasional.

Suasana semakin hidup pada sesi diskusi interaktif. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pandangan tentang peluang serta tantangan digitalisasi. Forum ini tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif. Mahasiswa terdorong untuk mengembangkan potensi diri dan kontribusi nyata bagi perbankan syariah.

Workshop HMPS ditutup dengan sesi foto bersama pemateri, panitia, dan peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting. Mahasiswa FEBI, khususnya Perbankan Syariah, didorong agar siap menghadapi tantangan global dengan literasi digital, inovasi, dan semangat kolaborasi.

WhatsApp Image 2025-09-24 at 21.27.21 (1)

Workshop Enhancing Competitive Profiles: Siapkan Mahasiswa Hadapi Dinamika Dunia Kerja

Sukoharjo, 24 September 2025 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (HMPS MBS) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Workshop Enhancing Competitive Profiles. Acara ini mengusung tema “Future Skills and Workforce Agility” dan bertempat di Aula Gedung A Lantai 1 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Workshop ini menjadi upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa. Tujuannya agar mereka mampu bersaing di dunia kerja yang penuh dinamika. Fokus kegiatan mencakup penguasaan keterampilan, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta pemahaman tentang pasar kerja modern.

Acara menghadirkan Prof. Dr. Fitri Wulandari, S.E., M.Si., r Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, sebagai narasumber utama. Jalannya diskusi dipandu oleh Ikhsan Saputra, Kepala Divisi Student Empowerment. Kehadiran keduanya menciptakan suasana interaktif yang memberi ruang peserta mendalami isu-isu strategis terkait daya saing sumber daya manusia.

Para peserta menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai workshop membuka wawasan baru tentang cara menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Selain teori, peserta juga memperoleh gambaran praktis mengenai keterampilan yang diperlukan untuk bertahan dan berkembang.

Ketua HMPS MBS menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu program unggulan. Tujuannya adalah memperkuat peran mahasiswa dalam menghadapi persaingan global. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga mahasiswa FEBI mampu meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di akhir acara, panitia menegaskan bahwa workshop ini tidak hanya sekadar transfer pengetahuan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang belajar bersama, tempat mahasiswa berlatih keterampilan, dan sarana menumbuhkan kepercayaan diri. Dengan demikian, peserta pulang dengan wawasan baru sekaligus motivasi untuk berkembang.

Melalui workshop ini, HMPS MBS UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmennya mencetak lulusan yang unggul. Lulusan tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga siap menghadapi perubahan zaman. Harapannya, mahasiswa mampu menjadi generasi tangguh, berdaya saing tinggi, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

ddei guest lecture 2

Kuliah Dasar Ekonomi Islam Makin Seru! Dosen UIN Suska Riau Bongkar Perbedaan Ekonomi Islam vs Konvensional

Sukoharjo (24/9/2025) – Mahasiswa Kelas MBS 1 H UIN Raden Mas Said Surakarta mendapat pengalaman baru dalam perkuliahan mata kuliah Dasar-dasar Ekonomi Islam. Zilal Afwa Ajidin, S.E., M.A., dosen UIN Suska Riau sekaligus alumni UGM Yogyakarta, hadir sebagai dosen tamu untuk membahas topik menarik: Perbandingan Ilmu Ekonomi Islam dan Ilmu Ekonomi Konvensional.

Kuliah tamu ini dipandu oleh Asep Maulana Rohimat, M.S.I., dosen pengampu mata kuliah, dan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa. Dalam paparannya, Zilal menekankan pentingnya semangat literasi mahasiswa terhadap literatur ekonomi Islam yang komprehensif. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap konsep, prinsip, dan nilai-nilai ekonomi Islam akan membekali mahasiswa untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Tidak hanya membahas teori, Zilal juga menghadirkan berbagai contoh kasus kontemporer mengenai perkembangan ekonomi Islam baik di tingkat nasional maupun global. Hal ini membuat diskusi semakin hidup dan membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan sekaligus peluang di industri ekonomi syariah. Beberapa mahasiswa memberikan pertanyaan kritis terkait realitas praktek ekonomi syariah di Indonesia, lembaga keuangan syariah salah satunya.

Kegiatan guest lecture ini menjadi bagian dari upaya UIN Raden Mas Said Surakarta untuk memperkaya pembelajaran di kelas dan memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa semakin kritis, analitis, dan siap menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi Islam di masa depan.

benchmark Sutan Emir

Manajemen Eksekutif KNEKS Bongkar Strategi Percepat Ekonomi Syariah bersama Seluruh Prodi FEBI UIN Raden Mas Said

Sukoharjo (23/9/2025) – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melalui Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Manajemen Eksekutif KNEKS, Sutan Emir Hidayat, MBA., Ph.D menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion bersama seluruh Koordinator Program Studi (Korprodi) di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta.

Diskusi yang berlangsung di FEBI ini turut dihadiri oleh Dekan FEBI Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dan Wakil Dekan II Dr. Indah Piliyanti, M.Si. Pertemuan tersebut menjadi ajang tukar pikiran mengenai arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di perguruan tinggi, sekaligus membahas kontribusi FEBI dalam mendukung ekosistem syariah nasional.

Dalam diskusi, Bang Emir – sapaan akrab Sutan Emir Hidayat – menegaskan peran KNEKS sebagai katalisator yang bertugas “mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional.” Para Korprodi FEBI pun berbagi ide terkait pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dapat berkontribusi pada agenda nasional ini.

KNEKS juga memberikan apresiasi atas gelaran The 5th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2025 yang mengangkat tema “Islamic Economics and Sustainability: Strengthening Resilience and Inclusivity in the Global Environment.” Menurut Bang Emir, konferensi ini menjadi momentum penting untuk mendorong penelitian yang berfokus pada keberlanjutan (sustainability) dan inklusivitas, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Prof. Rahmawan Arifin menyampaikan bahwa FEBI siap menindaklanjuti hasil diskusi dengan KNEKS. “Kami ingin memastikan setiap program studi di FEBI memiliki peta jalan penelitian dan pengabdian yang sejalan dengan agenda nasional ekonomi syariah,” ujarnya.

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta siap memperkuat kolaborasi dengan KNEKS, meningkatkan kualitas riset dan inovasi, serta memperluas kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi syariah berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Foto: Media FEBI

WhatsApp Image 2025-09-23 at 17.06.18 (1)

Closing Ceremony The 5th ICIES 2025 di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta: Momentum Kolaborasi Global Ekonomi Islam Berkelanjutan

Sukoharjo, 23 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Closing Ceremony The 5th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2025. Acara ini berlangsung di Plaza Academy FEBI dengan mengangkat tema “Islamic Economics and Sustainability: Strengthening Resilience and Inclusivity in the Global Environment.”

Sejak dibuka, ICIES 2025 menyedot perhatian banyak pihak. Ratusan peserta hadir dari kalangan akademisi, praktisi, peneliti, hingga mahasiswa. Tidak hanya dari Indonesia, konferensi ini juga diikuti oleh peserta internasional yang datang dari Gambia, Filipina, dan Malaysia. Kehadiran mereka menegaskan posisi FEBI sebagai pusat kajian ekonomi Islam dengan reputasi global.

Dibaca juga : The 5th ICIES 2025: FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Jadi Pusat Diskursus Ekonomi Islam Internasional

Saat memasuki Closing Ceremony ICIES, suasana Plaza Academy FEBI tetap penuh semangat. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi hingga akhir kegiatan. Panitia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan konferensi. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan acara ini merupakan hasil kolaborasi antara universitas, mitra internasional, dan seluruh peserta.

Delegasi luar negeri juga memberikan kesan positif. Perwakilan dari Filipina menyebut konferensi ini sebagai ruang berharga untuk berbagi gagasan dan memperluas kerja sama antarnegara. Sementara peserta dari Malaysia menilai ICIES 2025 sebagai jembatan penting dalam pengembangan riset internasional.

Dengan berakhirnya The 5th ICIES 2025, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta meneguhkan komitmennya sebagai pusat inovasi dan kolaborasi internasional. Penyelenggaraan konferensi ini diharapkan menjadi pijakan untuk kegiatan selanjutnya yang lebih besar dan berpengaruh di dunia akademik.

Penutupan ICIES 2025 juga menjadi momen refleksi atas rangkaian kegiatan. Dari diskusi panel hingga presentasi riset, semuanya menghasilkan gagasan segar yang memperkaya literatur sekaligus praktik ekonomi Islam global. Para peserta meninggalkan Plaza Academy dengan semangat baru untuk berkontribusi pada pengembangan ekonomi Islam yang inklusif dan tangguh.

WhatsApp Image 2025-09-23 at 14.42.18 (2)

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Gelar Diskusi Strategis Bersama KNEKS

Sukoharjo, 23 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar forum akademik penting di Ruang Rapat FEBI. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, Ph.D., Director National Committee for Islamic Economy and Finance (KNEKS) Republik Indonesia, sebagai keynote speaker.

Dalam pemaparannya, Sutan Emir menegaskan bahwa FEBI perlu mengambil peran besar dalam isu Islamic Economics and Sustainability. Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan (sustainability) bukan hanya soal lingkungan. Aspek sosial, ekonomi, dan tata kelola yang baik juga menjadi bagian penting.

“FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta memiliki potensi besar. Kampus ini bisa melahirkan generasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip keberlanjutan global,” ujarnya.

Dibaca juga : The 5th ICIES 2025: FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Jadi Pusat Diskursus Ekonomi Islam Internasional

Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa. Diskusi berlangsung aktif dengan banyak pertanyaan dari peserta. Topik yang muncul meliputi peran zakat dan wakaf dalam pembangunan berkelanjutan, digitalisasi instrumen keuangan syariah, hingga literasi keuangan Islam di kalangan Gen Z.

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menyampaikan rasa bangga atas kehadiran narasumber dari KNEKS. Ia berharap gagasan tersebut bisa menjadi pijakan strategis bagi FEBI. “Kehadiran KNEKS memberi motivasi besar. FEBI harus terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi Islam yang tangguh dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus penguat komitmen FEBI. Dengan menggandeng KNEKS, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan perannya sebagai pusat kajian ekonomi Islam yang berdaya saing internasional.

WhatsApp Image 2025-09-23 at 16.53.38

The 5th ICIES 2025: FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Jadi Pusat Diskursus Ekonomi Islam Internasional

Sukoharjo, 23 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan The 5th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2025. Kegiatan ini berlangsung di Mini Theatre SBSN Building lantai 2. Tema konferensi adalah “Islamic Economics and Sustainability: Strengthening Resilience and Inclusivity in the Global Environment.”

Konferensi tahun ini diikuti peserta dari berbagai negara. Antara lain Gambia, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Kehadiran peserta lintas negara menunjukkan tingginya perhatian global terhadap isu-isu ekonomi Islam.

Sejumlah pembicara hadir dengan gagasan penting. Prof. Min Teah dari Curtin University, Australia, menyoroti transformasi keuangan syariah di era digital. Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah dari Al Azhar University, Mesir, membahas peran ekonomi Islam dalam menghadapi ketidakpastian global. Dr. Diah Retnowulandaru, MBA, dari FEB UNU Yogyakarta, memberi perspektif tentang inklusivitas dalam praktik ekonomi syariah. Sementara itu, Prof. Dr. Datien Eriska Utami, M.Si., dari UIN Raden Mas Said Surakarta, menekankan pentingnya riset dan inovasi di bidang ekonomi Islam.

Dibaca juga : Kolaborasi STAI Kuningan dan UIN Surakarta: Review Kurikulum Prodi MBS Berstandar Internasional

Acara dibuka oleh Dr. R. Lukman Fauroni, M.Ag., Wakil Rektor II UIN Raden Mas Said Surakarta. Beliau menegaskan arti penting kerja sama akademik lintas negara. Kemudian, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI, menyampaikan harapan agar ICIES menjadi ruang pengembangan ilmu dan riset internasional.

Diskusi ICIES berjalan dinamis. Peserta aktif membahas isu seperti zakat produktif, ekonomi hijau, inovasi instrumen keuangan syariah, serta digitalisasi keuangan Islam. Selain itu, konferensi juga menjadi sarana memperluas jejaring riset dan kolaborasi antaruniversitas.

Dengan semangat kolaborasi, The 5th ICIES 2025 menegaskan komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Konferensi ini memperlihatkan peran penting FEBI sebagai pusat kajian ekonomi Islam yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di era global.

WhatsApp Image 2025-09-23 at 15.06.56

The 5th ICIES 2025 di FEBI UIN RM Said Surakarta Hadirkan Islamic Economics and Sustainability

https://uinsaid.ac.id/Sukoharjo, 23 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar acara internasional. Kegiatan ini bernama The 5th International Conference on Islamic Economics Studies (ICIES) 2025. Tahun ini, konferensi mengusung tema “Islamic Economics and Sustainability: Strengthening Resilience and Inclusivity in the Global Environment.”

Acara berlangsung di Mini Theatre SBSN Building, lantai 2 UIN Raden Mas Said Surakarta. Forum ini dihadiri akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Peserta datang dari Gambia, Filipina, Timor Leste, Nigeria, Malaysia, dan Indonesia. Antusiasme mereka terlihat sejak awal acara, menunjukkan pentingnya konferensi ini sebagai wadah bertukar gagasan tentang ekonomi Islam.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dr. R. Lukman Fauroni, M.Ag., Wakil Rektor II UIN Raden Mas Said Surakarta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Beliau berharap konferensi ini dapat memperkuat riset, literasi, dan praktik ekonomi Islam yang lebih inklusif.

Dibaca juga : Halal Cooking Class di UIN Raden Mas Said Surakarta: Tingkatkan Kreativitas Kuliner Berbasis Syariah

Suasana konferensi semakin meriah dengan diskusi yang penuh antusias. Narasumber membahas bagaimana ekonomi Islam mampu meningkatkan ketahanan ekonomi dan memperluas inklusivitas. Mereka juga menyoroti peran penting ekonomi Islam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

The 5th ICIES 2025 menjadi bukti nyata semangat kolaborasi lintas negara. Konferensi ini tidak hanya menghasilkan gagasan strategis, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama internasional. Harapannya, hasil konferensi dapat berkontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan global yang berlandaskan nilai-nilai Islam.