MES wawali

Dihadiri Wakil Walikota Surakarta, Enam Mahasiswa FEBI Ikuti Program “The Apprentice” Masyarakat Ekonomi Syariah

Surakarta, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang unggul di bidang ekonomi syariah. Sebanyak enam mahasiswa FEBI terpilih mengikuti program The Apprentice: Mewujudkan Generasi Ekonom Syariah yang Profesional yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Surakarta pada Sabtu (20/9) bertempat di Sekretariat MES, Jalan Tejonoto, Danukusuman, Surakarta.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Pembina MES Kota Surakarta sekaligus Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, S.S, S.E, M.B.A., yang menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang profesional, berkarakter, dan siap menjawab tantangan global melalui penguatan kapasitas di bidang ekonomi syariah.

Acara inti menghadirkan lima narasumber, yaitu Hesti Candra Sari (Deputi Kepala Perwakilan BI Solo), Sukarna, M.Pd., M.M. (Owner Halal Madu Arbain), Rochmad Purwanto (Owner Solo Flossroll), Karsono, S.E. (BPRS Dana Amanah), dan Nurul Fitroh, S.Pt., S.E. (LAZIS Nur Hidayah). Mereka berbagi pengalaman dan wawasan terkait praktik nyata ekonomi syariah, kewirausahaan, lembaga keuangan, hingga filantropi Islam. Tidak hanya memberikan materi, para narasumber juga membuka peluang magang eksklusif selama satu minggu bagi peserta di lembaga masing-masing.

Mahasiswa FEBI yang berhasil terpilih sebagai peserta adalah:

  1. Ayyumia Nayla Hapsari (Manajemen Bisnis Syariah)
  2. Hilma Yuniar Islahdiyah (Manajemen Bisnis Syariah)
  3. Laila Nur Hidayah (Manajemen Bisnis Syariah)
  4. Aisy Rahmadani (Ekonomi Syariah)
  5. Selvi Meiyana (Akuntansi Syariah)
  6. Haddad Nur Cholis (Ekonomi Syariah)

Melalui kegiatan ini, mahasiswa FEBI tidak hanya memperoleh ilmu dan wawasan praktis dari para pelaku ekonomi syariah, tetapi juga berkesempatan memperluas jejaring profesional sekaligus membuka jalan bagi pengalaman kerja nyata melalui program magang. Selain itu, seluruh peserta memperoleh seminar kit, konsumsi, dan doorprize sebagai bagian dari fasilitas kegiatan.

Keterlibatan mahasiswa FEBI dalam program The Apprentice menunjukkan konsistensi fakultas dalam mendorong mahasiswanya aktif mengikuti program eksternal yang memperkuat kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berharap pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai ekonom syariah yang profesional, unggul, dan berdaya saing global.

pkm bu sri

Halal Cooking Class di UIN Raden Mas Said Surakarta: Tingkatkan Kreativitas Kuliner Berbasis Syariah

Sukoharjo (20/9/2025) – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Halal Cooking Class.” berlangsung di halaman gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta dan diikuti oleh masyarakat umum serta mahasiswa yang antusias memperdalam keterampilan kuliner halal.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Septi Kurnia Prastiwi, S.E., dan Dr. Sri Haryanti, S.E., M.M., dengan menghadirkan narasumber utama Ibu Rose, pemilik Rose Culinary Yogyakarta yang dikenal sebagai praktisi kuliner berpengalaman. Materi yang disampaikan meliputi wawasan mendalam tentang makanan halal dan praktik pembuatan bakpia savory serta cake mirror glaze secara langsung. Peserta berkesempatan mencoba teknik pengolahan, sekaligus memahami pentingnya standar halal dalam industri kuliner.

Menurut penyelenggara, tujuan utama PKM ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah makanan halal, mendorong kreativitas di bidang kuliner, serta membuka wawasan tentang peluang bisnis berbasis syariah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis, tetapi juga mampu melihat potensi usaha kuliner halal sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan,” ungkap Septi Kurnia Prastiwi.

Kontribusi acara ini bagi Prodi MBS sangat signifikan, terutama dalam memperkuat peran akademik pada pengembangan kewirausahaan syariah. Kegiatan ini juga memperkaya kompetensi mahasiswa dalam bisnis kuliner halal, serta mendukung pembentukan ekosistem bisnis Islam yang inovatif dan berdaya saing melalui kolaborasi dengan pelaku industri.

Dengan adanya Halal Cooking Class ini, UIN Raden Mas Said Surakarta semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap terjun dalam dunia usaha, khususnya di sektor bisnis kuliner halal yang terus berkembang di Indonesia.

literasi-keuangan-digital-umkm-febi-uin-surakarta-bersama-bank-raya

Literasi Keuangan Digital UMKM: Sinergi UIN Raden Mas Said dan Bank Raya

Surakarta, 20 September 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengukuhkan komitmennya untuk pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Literasi Keuangan Digital UMKM. Program ini diinisiasi oleh empat dosen, yaitu Helmi Haris, Adhelia Desi Prawestri, Yuni Astuti, dan Luluk Ayuningtyas.

Kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kampus. Melalui sinergi bersama Bank Raya, literasi ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan digital sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah transformasi ekonomi yang kian cepat.

Literasi Keuangan Digital UMKM sebagai Solusi Praktis

Acara dilaksanakan di Outdoor Hall Gedung SBSN UIN Surakarta dengan menghadirkan Ibu Fatma dari Bank Raya Cabang Solo. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan aplikasi pencatatan keuangan, pemanfaatan QRIS, serta layanan digital banking. Peserta juga diajak praktik langsung agar memahami cara digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi keuangan usaha.

“Digitalisasi membuat UMKM lebih terorganisir dan siap bersaing di pasar modern. Kami ingin peserta merasakan manfaat nyata,” ungkap Fatma.

Antusiasme Peserta dan Manfaat Nyata

Antusiasme terlihat jelas dari para pelaku UMKM kuliner dan jasa. Mereka aktif berdiskusi, mencoba aplikasi, serta berbagi pengalaman usaha. Menurut Yuni Astuti, kegiatan ini bukan hanya teori, tetapi praktik nyata. “Kami ingin UMKM bisa mandiri mengadopsi teknologi digital sehingga usahanya lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Peran FEBI dalam Pemberdayaan Masyarakat

Melalui kegiatan Literasi Keuangan Digital UMKM, FEBI menegaskan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Dukungan akademisi, ditambah mitra perbankan, memperkuat pesan bahwa literasi digital adalah kebutuhan mendesak. Dengan program ini, UMKM tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga keterampilan untuk berkembang di era digital.

pkm-sdgs-febi-uin-surakarta-pembentukan-bank-kompos

FEBI UIN Surakarta Luncurkan Bank Kompos di Kartasura untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kartasura, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen berfokus pada pembentukan Bank Kompos FEBI UIN Surakarta yang melibatkan warga Keputren Kartasura, khususnya jamaah Masjid An Nur.

Tim pengabdian yang terdiri dari Betty Eliya Rokhmah, Ade Setiawan, dan Agus Setiawan mengemas kegiatan dalam bentuk workshop. Melalui pelatihan ini, warga mendapatkan pendampingan langsung dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos bermanfaat untuk pertanian dan penghijauan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menambah nilai guna sampah organik.

Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

Dalam sesi materi, tim PkM memperkenalkan tahapan pembuatan kompos secara sederhana.

  1. Pengumpulan sampah organik – warga diajak memisahkan sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan.
  2. Pencacahan bahan – sampah dipotong kecil agar mudah terurai.
  3. Pencampuran bahan tambahan – tanah, serbuk gergaji, atau aktivator ditambahkan untuk mempercepat pembusukan.
  4. Fermentasi – campuran ditutup selama beberapa minggu dengan pengadukan rutin.
  5. Pemanenan kompos – setelah matang, kompos siap digunakan sebagai pupuk alami.

Melalui metode ini, sampah yang biasanya terbuang percuma dapat diolah menjadi sumber daya produktif bagi masyarakat.

Apresiasi dari Dekan FEBI

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa program bank kompos merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi untuk pembangunan berkelanjutan.

“FEBI berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat. Bank kompos ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga menciptakan keberkahan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujarnya.

Warga Kartasura Antusias

Warga Keputren Kartasura menyambut positif program ini. Banyak di antara mereka berkomitmen menerapkan konsep pengelolaan sampah di rumah masing-masing. Mereka menilai bank kompos mampu menjadi solusi nyata, sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan berbasis nilai Islam.

Tim PkM berharap program ini berkembang menjadi wadah kolektif warga dalam mengelola sampah organik. Hasil kompos bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian lokal atau bahkan menjadi peluang ekonomi baru.

Komitmen FEBI untuk SDGs

Program bank kompos ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Responsible Consumption and Production serta Climate Action. Dengan demikian, FEBI UIN Surakarta tidak hanya menanamkan literasi ekonomi Islam, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan global yang berkelanjutan.

WhatsApp Image 2025-09-23 at 07.39.28

Seminar DEMA Career Day Digital Business: Generasi Muda Siap Hadapi Transformasi Digital

Sukoharjo, 20 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Seminar Career Day Digital Business pada Sabtu, 20 September 2025. Acara bertema “Empowering Future Careers through Digital Business Transformation” ini berlangsung di Aula Gedung A FEBI Lt. 1 mulai pukul 08.00 WIB. Peserta terdiri dari mahasiswa FEBI dan peserta umum dengan kuota terbatas.

Rangkaian acara Career Day Digital Business dimulai dengan pembukaan, tilawah, doa, dan sambutan panitia. Prof. Dr. Rahmawan Arifin, M.Si, Dekan FEBI, memberi keynote speech. Ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai penopang karier masa depan.

Sesi utama menghadirkan Hasan Adnan Zein, Project Manager Temanlokal.id. Ia membawakan materi berjudul “Trend Bisnis Digital 2025: Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Ekonomi Digital”. Hasan menjelaskan bahwa transformasi digital mengubah model bisnis dan perilaku konsumen. Perubahan ini dipicu internet, mobile, kebutuhan layanan cepat, serta hadirnya teknologi seperti AI, Big Data, IoT, dan Blockchain.

Dibaca juga : Manajemen Eksekutif KNEKS Bongkar Strategi Percepat Ekonomi Syariah bersama Seluruh Prodi FEBI UIN Raden Mas Said

Tren digital yang berkembang meliputi e-commerce, fintech, edutech, healthtech, remote work, SaaS, dan automation. Peluang terbuka luas bagi UMKM go digital, ekspor produk, dropship, reseller, serta bisnis berbasis produk digital. Namun, tantangan juga besar, seperti persaingan ketat, keamanan data, regulasi, pajak, dan keterbatasan SDM digital.

Seminar Career Day Digital Business ini memberi banyak manfaat. Peserta mendapat free HTM, konsumsi, e-sertifikat, dan jejaring baru. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka wawasan mengenai tren dan peluang bisnis digital 2025, sekaligus mengingatkan pentingnya inovasi dan adaptasi di era teknologi.

pkm-febi-uin-surakarta-sampah-media-sedekah

FEBI UIN Surakarta Edukasi Jamaah Masjid An Nur: Sedekah Sampah Jadi Berkah

Kartasura, 19 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen FEBI hadir di Masjid An Nur Kartasura dengan membawa gagasan segar: “Sampah sebagai Media Sedekah agar Berkah.”

Program ini dipandu oleh tim PkM yang terdiri dari Betty Eliya Rokhmah, Ade Setiawan, dan Agus Setiawan. Tujuannya sederhana namun bermakna: mengubah persepsi jamaah tentang sampah agar tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sumber keberkahan.

Sampah Jadi Amal Jariyah

Dalam pemaparannya, tim menjelaskan bahwa sampah plastik dapat dikumpulkan di wadah khusus di depan masjid untuk kemudian dikelola sebagai sedekah. Sementara itu, sampah organik bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman di sekitar masjid. Dengan cara ini, jamaah bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus bersedekah.

“Sedekah tidak selalu berupa uang atau barang. Dari sampah pun kita bisa memulai amal jariyah, jika dikelola dengan baik, sedekah sampah bisa menjadi salah satu solusinya” ungkap Betty Eliya Rokhmah.

Agus Setiawan menambahkan, konsep serupa telah berhasil dijalankan di Masjid Salman ITB dan Masjid Al Ihsan Sidoarjo. Kedua masjid itu berhasil mengubah pengelolaan sampah jamaah menjadi dana sosial untuk mendukung berbagai program keumatan.

Apresiasi dari Dekan FEBI

Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., turut memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk nyata kontribusi kampus dalam memberikan solusi bagi persoalan sosial-ekonomi umat.

“FEBI berkomitmen hadir di tengah masyarakat. Kami ingin menghadirkan program yang bukan hanya memperkuat literasi ekonomi Islam, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme Jamaah dan Komitmen Keberlanjutan

Acara berlangsung interaktif dengan respon positif jamaah. Banyak yang menyatakan siap menerapkan konsep zero waste di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program PkM berbasis SDGs yang konsisten dilakukan oleh FEBI UIN Surakarta. Harapannya, konsep sedekah sampah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan keberlanjutan lingkungan.

MBS

Kolaborasi STAI Kuningan dan UIN Surakarta: Review Kurikulum Prodi MBS Berstandar Internasional

Sukoharjo (18/9/2025) – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) STAI Kuningan melakukan benchmarking ke Program Studi MBS Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, sebagai tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi. Kegiatan ini diisi dengan sesi bedah kurikulum yang dipimpin langsung oleh Asep Maulana Rohimat, M.S.I., CCC, selaku Koordinator Prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Turut hadir dalam kegiatan ini H. Usnan, M.E.I. selaku Sekretaris Jurusan Manajemen dan Akuntansi Syariah, Ketua STAI Kuningan Dedy Setiawan, M.E., Ketua Pusat Penjaminan Mutu Hidayatul Faridah, M.A., Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Muhammad Permadi, M.Pd., Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Aep Syaeful Millah, M.E., serta dosen Manajemen Bisnis Syariah Rizka Rahmayani, M.E. Kehadiran para pimpinan ini semakin memperkuat komitmen STAI Kuningan untuk membangun kurikulum yang sesuai standar nasional dan berorientasi global.

Visi Internasional Prodi MBS
Dalam paparannya, Asep menjelaskan pentingnya penyusunan kurikulum yang mengacu pada Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 dengan target akreditasi Unggul dari LAMEMBA. Ia menekankan bahwa visi dan misi Prodi MBS harus dirancang agar memiliki orientasi internasional, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat global. Kurikulum juga perlu mendapatkan peninjauan dari para pakar (expert review), baik dari kalangan akademisi internasional, dunia usaha, maupun dunia industri, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja. Selain itu, Asep menegaskan perlunya penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) untuk memastikan capaian pembelajaran yang terukur dan relevan. Ia juga menyoroti pentingnya luaran Tri Dharma Perguruan Tinggi dari dosen dan mahasiswa yang tidak hanya berdampak secara nasional tetapi juga diakui di tingkat internasional.

Benchmarking ini memperkuat komitmen FEBI UIN Surakarta dalam mempertahankan akreditasi Unggul Prodi MBS sekaligus berbagi pengalaman dalam membangun inovasi akademik. “Melalui kerja sama ini, kami berharap tercipta sinergi yang saling menguntungkan bagi pengembangan prodi MBS di perguruan tinggi lainnya, serta mengaktifkan Asosiasi Prodi MBS Nasional sebagai wadah kolaborasi,” ungkap Asep.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Islam berbasis bisnis syariah. Dengan adanya review kurikulum ini, Prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said semakin siap menjadi pusat rujukan akademik dan mitra pengembangan program studi serupa di seluruh Indonesia.

kerjasama-febi-uin-surakarta-stai-kuningan

FEBI UIN Surakarta Teken MoU dengan STAI Kuningan dan Gelar Bedah Kurikulum MBS

Sukoharjo, 18 September 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat jejaring akademik. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuningan yang digelar di Aula Pendapi Mangkunegaran FEBI.

MoA ini ditandatangani langsung oleh Dekan FEBI UIN Surakarta, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., dan Ketua STAI Kuningan, Dedy Setiawan, M.E. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kerja sama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi untuk menjawab tantangan zaman. “Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ungkapnya.

Bedah Kurikulum Manajemen Bisnis Syariah

Selain penandatanganan MoA, acara juga dirangkai dengan Bedah Kurikulum Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) FEBI UIN Surakarta. Agenda ini menghadirkan Asep Maulana Rohimat, M.S.I., selaku Koordinator Prodi MBS, sebagai pembicara utama, sekaligus melakukan review dokumen kurikulum Prodi MBS STAI Kuningan yang baru didirikan di tahun 2025 ini.

Bedah kurikulum menjadi forum penting untuk menyelaraskan isi perkuliahan dengan perkembangan ekonomi syariah dan dunia usaha. Diskusi menyoroti kebutuhan keterampilan baru di era digital, penguatan soft skills mahasiswa, kolaborasi dengan industri juga penyelarasan dengan kurikulum OBE dan standar akreditasi LAMEMBA.

Komitmen FEBI untuk Inovasi Akademik

Kegiatan ini mempertegas komitmen FEBI UIN Surakarta dalam mempertahankan akreditasi Unggul prodi MBS sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman dalam membangun inovasi akademik. Melalui kerja sama dengan STAI Kuningan, diharapkan tercipta kolaborasi yang saling menguntungkan antar perguruan tinggi secara nasional. Sementara melalui bedah kurikulum, prodi MBS FEBI UIN Raden Mas Said semakin siap berkontribusi dan mendampingi prodi MBS di perguruan tinggi lainnya melalui knowledge sharing serta aktivasi Asosiasi Prodi MBS Nasional.

cimm

22 Dosen dan Tendik FEBI aktif dalam Certified Islamic Money Manager dari IARFC

Sukoharjo, 18 September 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis IslamUIN Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan internasionalisasi untuk 22 dosen dan tenaga kependidikan, yaitu Pelatihan Sertifikasi Profesi Perencana Keuangan Islam dengan gelar non-akademik Certified Islamic Money Manager (CIMM). Kegiatan ini bekerja sama dengan IARFC Indonesia, bagian dari International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) yang telah berdiri sejak tahun 1984 dan diakui di lebih dari 30 negara.

Acara yang digelar pada Rabu (18/9) ini dihadiri langsung oleh Vice President IARFC Indonesia, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya para dosen memiliki kompetensi perencana keuangan Islam dengan standar global. “Dengan sertifikasi CIMM, para dosen tidak hanya meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga mampu memberikan edukasi keuangan syariah yang lebih profesional kepada mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Sebanyak 22 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FEBI UIN Raden Mas Said menjadi peserta pelatihan ini. Mereka akan mendapatkan gelar non-akademik Certified Islamic Money Manager (CIMM) setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan lulus ujian kompetensi. Gelar ini menjadi pengakuan profesional yang diakui secara internasional dan akan memperkuat peran FEBI UIN dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik global.

Pelatihan ini membekali peserta dengan empat modul komprehensif yang dirancang sesuai kebutuhan industri keuangan syariah:

  • Modul 1 – Fikih Harta: membahas konsep kepemilikan, distribusi, dan pengelolaan harta menurut syariah.
  • Modul 2 – Fikih Perencanaan Keuangan Syariah: mengulas prinsip-prinsip perencanaan keuangan sesuai kaidah fiqh muamalah.
  • Modul 3 – Ekonomi Rumah Tangga Muslim: memberikan wawasan tentang manajemen ekonomi keluarga berbasis syariah untuk mencapai kesejahteraan.
  • Modul 4 – Tujuan Keuangan & Penggunaan Instrumen Investasi Syariah: mengenalkan strategi penetapan tujuan keuangan dan pemilihan instrumen investasi yang sesuai syariah.

Wakil Dekan 1 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Arif Muanas, M.Sc., turut memberikan sambutan dan mengapresiasi kegiatan ini. “Kompetensi yang diakui secara internasional seperti CIMM sangat penting, agar para dosen FEBI mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran yang berkelas global. Hal ini sejalan dengan visi FEBI dalam mencetak lulusan yang unggul dan siap bersaing di kancah internasional,” jelasnya.

Pelatihan ini diakhiri dengan ujian kompetensi CIMM yang menjadi penentu kelulusan peserta. Dengan adanya pelatihan ini, FEBI UIN Raden Mas Said semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam bidang keuangan syariah yang berstandar internasional.

hesti candra sari

Deputi Kepala KPW BI Solo: Halal Lifestyle Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sukoharjo (17/9/2025)- Halal Lifestyle menjadi salah satu sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia saat ini, terlebih Indonesia menargetkan diri menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada tahun 2029. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Hesti Candra Sari, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, dalam Studium General yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini berlangsung di Graha UIN Raden Mas Said dan diikuti ratusan mahasiswa baru semester 1 angkatan 2025.

Mengangkat tema “Securing the Future through Islamic Financial Literacy: Strengthening Gen Z Potential”, Hesti menegaskan bahwa Generasi Z memegang peran penting untuk mewujudkan target besar Indonesia. “Kita harus mampu bersaing dengan Timur Tengah, Malaysia, Pakistan, dan Thailand. Generasi Z adalah konsumen dan produsen masa depan yang akan menentukan arah ekonomi syariah Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hesti menjabarkan bahwa halal lifestyle merupakan faktor penentu daya saing global. Halal lifestyle mencakup sektor makanan dan minuman halal, modest fashion, wisata ramah muslim, keuangan syariah, obat-obatan dan vitamin halal, kosmetik halal, hingga media dan hiburan berbasis nilai syariah. Kesadaran Gen Z akan memperkuat ekosistem halal nasional.

Selain dari Bank Indonesia, hadir pula Heri Santoso, Kepala Bagian Pengawasan PUJK, EPK, LMS OJK Solo, yang menegaskan pentingnya pengawasan industri jasa keuangan agar tetap sehat dan melindungi konsumen. M. Wira Adi Brata, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II, memperkenalkan peluang investasi halal di pasar modal, mendorong mahasiswa untuk menjadi investor cerdas yang mendukung pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia.

Studium General ini menjadi langkah awal FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dalam meningkatkan literasi keuangan syariah sejak dini, sekaligus menumbuhkan pola pikir kreatif dan berkelanjutan di kalangan mahasiswa baru. FEBI berkomitmen menghadirkan narasumber inspiratif dari berbagai sektor untuk mencetak generasi yang siap berkontribusi pada ekosistem ekonomi syariah nasional dan menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.