WhatsApp Image 2026-03-02 at 10.05.39

Sinergi Ormawa FEBI Diperkuat untuk Dorong Prestasi Mahasiswa

Penguatan Peran Ormawa dalam Pengembangan Mahasiswa

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat peran Ormawa sebagai estafet penggerak kegiatan mahasiswa. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat penguatan sinergi organisasi mahasiswa.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026. Rapat berlangsung di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Selain itu, kegiatan dihadiri oleh seluruh perwakilan Ormawa di lingkungan FEBI. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi organisasi mahasiswa.

Rapat dipimpin oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni FEBI, Dr. Ika Yoga, S.E., M.M. Kegiatan juga didampingi jajaran tenaga kependidikan.

Hj. Imamah Mar’ati Sholihah, S.S., M.Pd. hadir sebagai Ketua Tim Tata Usaha FEBI. Selain itu, turut mendampingi Wibowo Isa, S.Sos., M.E. serta M. Yusuf Perkasa Wibowo, S.E., M.M.

Dalam kesempatan tersebut, sinergi antara fakultas dan Ormawa ditekankan sebagai kunci pengembangan mahasiswa. Oleh karena itu, koordinasi lintas organisasi dinilai sangat penting.

“Kami berharap organisasi mahasiswa mampu menjadi ruang tumbuh kreativitas dan prestasi mahasiswa FEBI,” ujar Dr. Ika Yoga.

Program Kerja Ormawa Disampaikan secara Kolaboratif

Selanjutnya, masing-masing Ormawa memaparkan rencana program kerja tahun 2026. Program tersebut mencerminkan dinamika serta inovasi organisasi mahasiswa.

DEMA FEBI menyoroti optimalisasi fasilitas fakultas. Podcast mahasiswa akan dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan publikasi kegiatan.

Kemudian, SEMA FEBI menyiapkan program penguatan kapasitas kelembagaan. Program tersebut meliputi Training of Senator dan Public Hearing mahasiswa.

Selain itu, Election Class juga akan diselenggarakan bersama narasumber dari Komisi Pemilihan Umum Surakarta. Program ini dirancang untuk memperkuat literasi demokrasi mahasiswa.

HMPS Manajemen Bisnis Syariah menghadirkan berbagai kegiatan akademik dan kreativitas mahasiswa. Beberapa program unggulan meliputi Forum Ketua Kelas dan Gallery Inspiration.

Selain itu, terdapat program Network Alumni dan Business Talkshow Series. Program kewirausahaan mahasiswa juga direncanakan melalui Sahara Coins dan Barakah Coins.

Sementara itu, HMPS Akuntansi Syariah menyiapkan kompetisi akademik. Program tersebut meliputi COMPAC, ACT Olimpiade, serta seminar sertifikasi profesi.

Namun demikian, kegiatan kreatif juga akan dikembangkan melalui program bakat mahasiswa. Program tersebut meliputi kompetisi poster digital dan kegiatan sosial mahasiswa.

Sinergi Ormawa Diharapkan Mendorong Prestasi

Di sisi lain, HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf menyoroti tantangan penguatan organisasi. Tantangan tersebut meliputi branding program studi dan penguatan budaya akademik.

Sebagai langkah solusi, program PICU telah dirancang. Program tersebut bertujuan mempercepat peningkatan kapasitas mahasiswa.

Selanjutnya, HMPS Ekonomi Syariah merencanakan program Eksyar Peduli UKT. Program ini berfokus pada solidaritas mahasiswa serta peningkatan kualitas akademik.

Adapun HMPS Perbankan Syariah akan menyelenggarakan Islamic Banking Fair. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah mahasiswa.

Dengan demikian, forum rapat ini menjadi momentum strategis bagi Ormawa. Program kerja mahasiswa akan diselaraskan dengan arah pengembangan fakultas.

Selain itu, sinergi yang terbangun diharapkan memperkuat ekosistem organisasi mahasiswa.

“Kolaborasi yang kuat akan melahirkan inovasi dan prestasi mahasiswa,” ujar salah satu peserta forum.

Akhirnya, komitmen bersama telah ditegaskan melalui rapat ini. Program kerja Ormawa diharapkan berjalan kolaboratif dan berdampak nyata.

Dengan demikian, FEBI terus mendorong organisasi mahasiswa menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang progresif.

tahsin quran pesmadin

Program Tahsin Quran Pesmadin Tingkatkan Literasi Qur’ani Mahasiswa FEBI

Surakarta, 17 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali memperkuat komitmen pembinaan keislaman mahasiswa melalui program Tahsin Quran Pesmadin. Program ini dijalankan oleh Unit Pesantren Mahasiswa Diniyah (Pesmadin) sebagai bentuk dukungan FEBI terhadap peningkatan kompetensi baca Al-Qur’an mahasiswa, khususnya mahasiswa semester awal.

Program ini dirancang sebagai langkah sistematis untuk memastikan seluruh mahasiswa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Melalui pendekatan bertahap, mahasiswa yang masih membutuhkan bimbingan diberi kesempatan mengikuti kelas intensif yang digelar setiap Senin. Selain itu, kelas tambahan pada hari Rabu juga disediakan agar proses pembinaan berjalan lebih optimal.

Sebagai tambahan, mahasiswa memperoleh ruang belajar yang nyaman dan terstruktur. Dengan demikian, proses peningkatan kemampuan membaca dapat tercapai secara bertahap. Para pembina memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan personal agar perkembangan mereka dapat terukur.

Tahsin Quran Pesmadin sebagai Wadah Pembinaan Berkelanjutan

Program Tahsin Quran Pesmadin diposisikan sebagai fondasi penting pembinaan karakter mahasiswa FEBI. Menurut salah satu pembina, program ini tidak hanya menyentuh aspek teknis membaca, tetapi juga menanamkan sikap cinta Al-Qur’an. Ia menjelaskan, “Kami ingin mahasiswa memiliki keterampilan dasar yang kuat. Keterampilan ini akan menjadi bekal mereka saat berkarya di masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan program juga didesain agar mahasiswa merasa terlibat langsung dalam proses pembinaan. Dengan pola pendampingan yang konsisten, mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga membangun kebiasaan membaca yang lebih baik. Proses ini berjalan berkesinambungan sehingga hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Program ini juga mendapat apresiasi dari pimpinan FEBI. Mereka menilai bahwa penguatan kompetensi keislaman merupakan bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa. Selain itu, program ini menegaskan peran FEBI dalam membangun generasi muda yang memiliki kecakapan akademik dan spiritual.

Sebagai penutup, program Tahsin ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Mahasiswa juga diharapkan mampu berbagi ilmu di masyarakat sesuai amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui komitmen tersebut, FEBI menegaskan upayanya mencetak lulusan yang unggul, berakhlak, dan membawa manfaat bagi lingkungan sosial mereka.

geopolitik

Ekonom Muda FEBI UIN Said dukung Gagasan Negosiasi dalam merespon Perang Ekonomi Global

Sukoharjo 15 April 2025 — Menanggapi isu terkini dalam konteks ekonomi global, UKMI Nurul Ilmi UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Ngaji Muamalah pada Selasa, 15 April 2025, bertempat di Ruang Utama Masjid Ibadurrahman Kampus UIN Raden Mas Said. Kegiatan ini mengangkat tema “Membaca Geopolitik dan Perang Ekonomi Global dalam Perspektif Syariah”.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Asep Maulana Rohimat, M.S.I, seorang dosen dan ekonom muda dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Selain aktif dalam dunia akademik, ia juga dikenal sebagai pegiat ekonomi syariah dan pengurus di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, Sekretaris Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya, serta menjabat sebagai Koordinator Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Raden Mas Said. Acara diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, yang memiliki ketertarikan pada isu-isu ekonomi dan geopolitik dari perspektif Islam.

Dalam pemaparannya, Asep menyoroti dinamika geopolitik dan perang ekonomi global yang terjadi terutama sejak era Presiden US Donald Trump, dengan fokus pada kebijakan tarif impor yang berdampak luas terhadap rantai pasok dunia. Ia mengajak peserta untuk menelaah isu tersebut dengan kacamata muamalah syariah. menurutnya, Negara mayoritas berpenduduk muslim, harus bersatu dalam melakukan muamalah secara global, yaitu lebih meningkatkan kerjasama ekonomi dalam sektor penting. “Sudah saatnya negara muslim tidak lagi ketergantungan kepada USA dan Tiongkok dalam hal ekonomi” ungkapnya. Ia juga mendukung respon Pemerintah Indonesia dengan melakukan negosiasi kepada pemerintah USA, daripada melakukan retaliasi.

“Islam memberikan tawaran sistemik untuk menciptakan ekonomi global yang adil, berkelanjutan, dan bebas dari praktik eksploitatif yang membabi buta. Prinsip keadilan (al-‘adl), kebaikan (al-ihsan), dan larangan terhadap riba serta ihtikar adalah dasar kuat untuk merespons dinamika tersebut,” ungkap Asep juga. Ia kemudian menyoroti kondisi dunia saat ini dalam kondisi global trade distruption. merujuk kepada analisis dari Prof. Rhenald Kasali, bahwa kondisi tidak menentu dari ekonomi global ini sangat perlu diperhatikan oleh para ekonom, akademisi, dan peran anak muda.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat literasi ekonomi Islam di kalangan mahasiswa dan generasi muda Muslim agar lebih siap menghadapi tantangan global dengan pendekatan yang komprehensif dalam konteks ekonomi politik.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan antusiasme peserta terhadap tema yang dibahas. UKMI Nurul Ilmi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam membangun wacana ekonomi Islam yang kontekstual dan relevan dengan isu-isu global.