IIESC 2024: Menyelami Keagungan Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta

Surakarta, 3 Oktober 2024 Religiosity Tour menjadi salah satu kegiatan berkesan dalam rangkaian International Islamic Economic Summer Class 2024 yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Tur ini membawa peserta mengeksplorasi Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta, khususnya area perpustakaan masjid, di bawah bimbingan Mohamad Zaenal Anwar, SHI, MSI.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang arsitektur Islam, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat melalui pengalaman kolektif dalam ruang spiritual. Masjid Raya Sheikh Zayed, yang dikenal sebagai salah satu ikon arsitektur Islam modern di Surakarta, menawarkan perpaduan antara seni Islam tradisional dan inovasi kontemporer. Peserta diajak mengagumi keindahan detail arsitektur masjid yang memadukan elemen lokal dan internasional, yang merefleksikan keagungan Islam dalam bentuk fisik maupun spiritual.

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Mohamad Zaenal Anwar, pembahasan difokuskan pada peran masjid dalam mendukung moderasi beragama di tengah masyarakat. Masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi, inklusi, dan moderasi agama. Zayed Mohamad menjelaskan bagaimana Masjid Sheikh Zayed tidak hanya berfungsi sebagai pusat keagamaan, tetapi juga pusat pendidikan dan kebudayaan yang mendorong dialog antaragama dan penguatan sosial.

Masjid Raya Sheikh Zayed dipandang sebagai simbol kerukunan dan moderasi di Surakarta, dengan perannya dalam menciptakan ruang bagi diskusi intelektual dan pengembangan spiritual yang terbuka bagi berbagai kalangan. Peserta tur juga diajak untuk memahami lebih jauh tentang bagaimana masjid dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, baik dalam konteks keagamaan maupun sosial.

Acara Religiosity Tour ini menekankan pentingnya masjid dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat peradaban yang terus hidup dan berkembang. Melalui pengalaman ini, diharapkan peserta dapat lebih menghargai peran masjid dalam membina moderasi dan keharmonisan sosial di tengah keragaman.

IIESC 2024: Meresapi Warisan Sejarah di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Surakarta, 2 Oktober 2024 — Sebagai bagian dari International Islamic Economic Summer Class 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, para peserta diajak untuk mengikuti Heritage and Cultural Tour ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kegiatan ini dipandu oleh KRA. Sri Kuncoro, seorang ahli budaya dari Keraton Kasunanan Surakarta.

Kegiatan yang diadakan di tengah megahnya Keraton Surakarta ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang warisan budaya, sejarah politik, dan pengaruh Islam dalam pembentukan kebudayaan Jawa. Keraton Kasunanan Surakarta adalah salah satu pusat kebudayaan yang kaya akan nilai sejarah, di mana arsitektur, desain, serta tradisi kerajaan yang terus dilestarikan menjadi bukti hidup dari masa lalu yang penuh makna.

Dalam tur ini, KRA. Sri Kuncoro mengupas berbagai aspek warisan budaya yang ada di Keraton, mulai dari kekuatan politik kerajaan di masa lalu, pengaruh besar Islam dalam membentuk tradisi dan tata krama kerajaan, hingga dampak sosial-ekonomi dari keberadaan keraton dalam kehidupan masyarakat sekitar. Pengaruh kolonial juga menjadi bagian dari diskusi yang menarik, mengingat pentingnya peran keraton dalam menghadapi masa penjajahan dan mempertahankan nilai-nilai lokal.

Arsitektur Keraton Surakarta yang megah dan unik turut menjadi fokus utama dalam tur ini, di mana setiap elemen desain bangunan memiliki filosofi dan makna tersendiri yang mencerminkan harmoni antara tradisi Jawa dan Islam. Peserta tidak hanya diajak melihat secara fisik, tetapi juga mendalami nilai spiritual dan budaya yang terkandung dalam setiap sudut keraton.

Selain itu, diskusi tentang bagaimana tradisi kerajaan seperti upacara adat dan kebijakan kerajaan masih berdampak hingga kini, memberikan wawasan baru kepada peserta mengenai peran penting Keraton Kasunanan Surakarta sebagai penjaga warisan budaya dan agama. Pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi lebih mendalam terhadap sejarah Jawa di kalangan peserta, baik dari dalam maupun luar negeri.

Heritage and Cultural Tour ini menjadi salah satu rangkaian acara penting dalam International Islamic Economic Summer Class 2024, di mana pengayaan budaya Jawa diperkenalkan kepada para peserta untuk membangun pemahaman lintas budaya serta memperkuat jembatan antara ekonomi Islam dan sejarah sosial di tanah Jawa.

IIESC 2024: Menggali Kekayaan Budaya Jawa Lewat Dinner

International Islamic Economic Summer Class 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mempersembahkan acara Dinner and Cultural Talk bertema “Traditional Culture in Java” yang digelar di Dormitory (Dalem Keputren), Surakarta. Acara yang penuh dengan nuansa kebudayaan ini dihadiri oleh KRMT Sri Kuncoro dari Keraton Kasunanan Surakarta, yang menjadi narasumber utama.

Dalam kesempatan ini, KRMT Sri Kuncoro memberikan perspektif mendalam tentang kekayaan budaya tradisional Jawa, mulai dari adat istiadat hingga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap tradisi. Menurutnya, budaya Jawa tidak hanya sekedar warisan, tetapi juga sumber identitas yang dapat mempererat rasa komunitas di tengah masyarakat yang beragam. “Budaya Jawa adalah refleksi dari harmoni dan kebersamaan, yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi saat ini,” ujar KRMT Sri Kuncoro.

Acara ini bukan sekadar jamuan makan malam, tetapi juga menjadi platform untuk berdialog dan mengapresiasi kekayaan budaya Jawa, yang berfungsi sebagai media untuk mempererat hubungan sosial dan lintas budaya. Peserta dari berbagai negara mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tradisi Jawa, mulai dari seni, tata krama, hingga nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Dinner and Cultural Talk ini menjadi salah satu highlight dalam rangkaian International Islamic Economic Summer Class 2024, di mana mahasiswa internasional tidak hanya belajar tentang ekonomi Islam, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendalami aspek-aspek kebudayaan lokal. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Jawa dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas bangsa.

Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmennya dalam memadukan pendidikan ekonomi dengan penguatan nilai-nilai budaya, serta memperkaya pengalaman mahasiswa melalui dialog lintas budaya dan pengenalan terhadap tradisi lokal.

IIESC 2024: Membuka Peluang di Dunia Digital Lewat Microstock

Surakarta, 1 Oktober 2024 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan seminar yang berfokus pada potensi industri microstock dalam rangkaian acara International Islamic Economic Summer Class 2024 yang bertempat di Bangsal Mangkunegaran. Seminar ini menghadirkan Muhammad Hanif Aditya, S.I.Kom, seorang praktisi di bidang komunikasi dan media digital, yang memberikan pandangan mendalam tentang tren microstock di era digital.

Dalam sesi seminar ini, Hanif menjelaskan peluang besar yang ditawarkan oleh platform microstock, khususnya Shutterstock, kepada para kontributor konten digital. Dengan mengusung tema “Menyelami Dunia Microstock: Peluang dan Tantangan di Era Digital,” ia memberikan pemahaman kepada peserta tentang bagaimana dunia microstock bekerja dan langkah-langkah untuk memulai perjalanan sebagai kontributor Shutterstock. Menurut Hanif, “Microstock adalah peluang besar bagi fotografer dan kreator konten untuk menghasilkan pendapatan pasif melalui karya-karya mereka, terutama di platform seperti Shutterstock.”

Salah satu output yang diharapkan dari seminar ini adalah kemampuan peserta untuk membuka akun Shutterstock Contributor dan mulai menjual foto digital mereka secara global. Hanif juga menekankan pentingnya kreativitas dan kepekaan terhadap tren pasar dalam menciptakan konten visual yang relevan. “Memahami apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar digital adalah kunci sukses dalam bisnis microstock,” ujarnya.

Selain memberikan panduan teknis mengenai cara mengunggah dan menjual konten di platform microstock, seminar ini juga membuka wawasan peserta tentang potensi ekonomi kreatif di era digital, terutama bagi mahasiswa yang ingin memanfaatkan keterampilan fotografi dan desain untuk memperoleh pendapatan tambahan.

Dengan seminar ini, diharapkan para peserta dapat memanfaatkan platform digital sebagai sarana untuk menghasilkan karya yang produktif dan komersial. Acara ini turut memperkaya rangkaian International Islamic Economic Summer Class 2024 yang tidak hanya berfokus pada ekonomi Islam, tetapi juga membuka wawasan tentang tren digital masa kini.

international-summer-class-febi-uin-surakarta

“Welcome to the Global Campus”: Wakil Rektor 1 UIN Said Buka The 1st International Islamic Economics Summer Class 2024

Surakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta secara resmi membuka kegiatan The 1st International Islamic Economics Summer Class 2024 pada Senin (1/10) di Amphitheatre FEBI. Mengusung tema Empowering Future Leaders in The Digital Age, acara ini bertujuan untuk membekali para pemimpin muda dengan wawasan dan keterampilan di bidang ekonomi Islam yang relevan di era digital.

Acara pembukaan diresmikan oleh Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said, Dr. H. Zainul Abas, M.Ag, yang dalam sambutannya menyampaikan semangat globalisasi kampus. “Welcome to the Global Campus,” ucapnya, seraya menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam pendidikan ekonomi Islam di tengah perkembangan teknologi.

Dekan FEBI UIN Raden Mas Said, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., turut memberikan sambutan. Beliau menekankan peran FEBI sebagai pusat pengembangan pendidikan ekonomi Islam yang berorientasi global. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka di bidang ekonomi Islam,” tuturnya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 12 hari dan dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai negara. Para peserta terdiri dari 1 peserta dari Uganda, 1 dari Gambia, 1 dari Filipina, 2 dari Yaman, 1 dari Bangladesh, 2 dari Thailand, serta mayoritas lainnya dari Indonesia. Dari Indonesia, 8 peserta berasal dari UIN Raden Mas Said sendiri, sementara 28 peserta inti lainnya berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), seperti UIN Jakarta, UIN Pekalongan, UIN Tulungagung, UIN Jember, IAIN Kudus, dan UIN Salatiga.

Selain dihadiri oleh para pendamping dari PTKIN, acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan FEBI yang hadir untuk menyemangati dan menginspirasi para peserta. Diharapkan, program ini dapat mencetak pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan ekonomi Islam di era digital.

Program ini juga menjadi ajang internasionalisasi bagi UIN Raden Mas Said, memperkuat jejaring global dengan perguruan tinggi lain di berbagai negara.

Strengthening the Halal Business Ecosystem in Thailand through Community Service Program at Hala Bala Park

FEBI News| Yala-Thailand, On September 30, 2024, the Community Service Program (PKM) initiated by the Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI), UIN Raden Mas Said Surakarta was successfully held at Halabala Park Resto. The program was attended by the entire FEBI PKM team and guided by Asst. Prof. Mahamadaree Waena, SE, M.Si, Head of the ASEAN Center for Indonesia Studies (PUSAINA) at Fatoni University, along with Islahuddin, M.A, Lecturer from the Malay Language Department of the Faculty of Liberal Arts and Social Sciences at Fatoni University.

The implementation of this program was spearheaded by Zakky Fahma Auliya, M.M., Head of the Department of Islamic Economics and Finance, and Asep Maulana Rohimat, M.S.I., Coordinator of the Sharia Business Management Program. The signing of key agreements and commitments during the event was witnessed by Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., Head of the Quality Control Unit, and Ichsanul Ibad Ali, an outstanding student from FEBI UIN Raden Mas Said.

This community service initiative aimed to empower halal business entrepreneurs in Thailand, including those in the culinary, fashion, fisheries, and Islamic tourism sectors. Despite being a minority in Thailand, the participants showed tremendous enthusiasm in strengthening the halal business ecosystem.

Key discussions revolved around marketing strategies, including digital marketing for halal products, and the application of Islamic accounting to ensure transparency and Sharia compliance in financial management.

Asst. Prof. Mahamadaree Waena highlighted the importance of a sustainable halal business ecosystem, emphasizing the role of collaboration between academia and the business community. “The halal business sector is an opportunity for economic growth in Thailand, and with the right guidance, we can expand its reach while maintaining Sharia compliance,” he said.

Participants expressed optimism about the program’s impact on their businesses, with many seeing it as an opportunity to improve their operations and market presence while adhering to Islamic values. The event concluded with a group discussion and networking session, fostering connections among the entrepreneurs.

This PKM activity reinforces FEBI UIN Raden Mas Said’s dedication to supporting halal business entrepreneurs and contributing to the global halal economy.

Fostering Collaboration, Asst. Prof. Dr. Ahmad Omar Chapakia Signs MoU with UIN Raden Mas Said Surakarta

FEBI News| Pattani, Thailand, September 30, 2024 – Asst. Prof. Dr. Ahmad Omar Chapakia, Senior Vice Rector of Fatoni University, officially signed an extension of the Memorandum of Understanding (MoU) with UIN Raden Mas Said Surakarta. Representing UIN Raden Mas Said were Zakky Fahma Auliya, M.M., Head of the Department of Islamic Economics and Finance, and Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Coordinator of the Sharia Business Management Program. The signing was also witnessed by Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak, Head of the Quality Control Unit, and Ichsanul Ibad Ali, an outstanding student from FEBI UIN Raden Mas Said.

This MoU extension reaffirms the strong partnership between the two institutions and highlights their ongoing commitment to several key initiatives such as student exchange programs, international internships in Thailand, and International Guest Lectures.

The event was further supported by Asst. Prof. Mahamadaree Waena, SE, M.Si, Head of the ASEAN Center for Indonesia Studies (PUSAINA) at Fatoni University, and Islahuddin, M.A, Lecturer from the Malay Language Department of the Faculty of Liberal Arts and Social Sciences at Fatoni University.

Zakky Fahma Auliya expressed his enthusiasm about this collaboration, emphasizing the importance of extending the MoU to continue advancing Islamic education, particularly in the fields of Islamic economics and finance. “The extension of this MoU strengthens our mutual efforts to provide more opportunities for our students, preparing them for global challenges through international learning and internships,” he said.

Asst. Prof. Dr. Ahmad Omar Chapakia also shared his optimism, stating that the MoU extension will further enhance the academic and cultural ties between the two universities. “This renewal marks our sustained commitment to fostering collaboration and creating new avenues for Sharia-based education within the ASEAN region,” he added.

The extended collaboration is expected to continue elevating the quality of education at both institutions, while also enriching the international experiences of students and faculty members, particularly in the areas of research, education, and community service.

Image: Ichsanul Ibad Ali

Pesmadin FEBI Gelar Placement Tes untuk Mahasiswa Baru, Fokus pada Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an

Surakarta – Pesantren Mahasiswa Diniyah (PESMADIN) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan Placement Tes bagi mahasiswa baru pada Sabtu, 28 September 2024. Tes ini menjadi tahap awal sebelum para mahasiswa baru menjalani pembelajaran pesantren yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini tes lebih berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an. Mengingat pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam, FEBI menekankan bahwa setiap mahasiswa baru harus memiliki kemampuan yang baik dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. “Kemampuan membaca Al-Qur’an ini merupakan kewajiban dasar yang harus dimiliki mahasiswa FEBI,” ungkap panitia acara.

Tes yang dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB ini dibagi menjadi tiga sesi, dengan durasi satu setengah jam per sesi. Pelaksanaan tes dilakukan di ruang kelas FEBI, di mana para musyrif/musyrifah bertugas menilai kemampuan membaca Al-Qur’an dari setiap mahasiswa baru. Hasil tes ini nantinya akan menentukan pembagian kelas dalam program pendampingan PESMADIN.

Program utama PESMADIN FEBI adalah pembinaan melalui Program Pembinaan Reguler (Tahsin Wajib) bagi mahasiswa yang dinyatakan “belum lulus” dari placement tes. Pembinaan ini akan diadakan tiga kali dalam seminggu dengan bimbingan dari para musyrif/musyrifah. Selain membaca Al-Qur’an, mahasiswa juga akan mendapatkan pengetahuan dasar tentang ibadah dan akhlak.

Bagi mahasiswa yang lulus placement tes, mereka tetap diwajibkan mengikuti program PESMADIN dengan bergabung dalam kelompok-kelompok minat dan bakat, seperti kelompok Hafidz Qur’an, Seni Qiroatul Qur’an, Kajian Kitab Kuning, Seni Hadroh/Sholawat, dan lainnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan para mahasiswa baru FEBI tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga dalam hal spiritualitas dan akhlak, sebagai bekal utama mereka dalam menjalani kehidupan di kampus maupun masyarakat.

International Guest Lecture: Mufti Arief Arfiansyah Delivers Insightful Lecture on “The Role of Sharia Accounting in Assessing the Performance of Small and Micro Businesses” at Fatoni University, Thailand

FEBI News| Pattani, Thailand – (29 September 2024) Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak., a prominent lecturer from the Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) at UIN Raden Mas Said Surakarta, delivered an engaging international guest lecture titled “The Role of Sharia Accounting in Assessing the Performance of Small and Micro Businesses” at Fatoni University, Thailand, on 29 September 2024. The lecture drew students from several countries, including Thailand, Malaysia, and Indonesia, who participated enthusiastically in the insightful discussions.

The lecture centered on the critical role that Sharia accounting principles play in the financial assessment and management of small and micro businesses. Mufti Arief Arfiansyah explained how Sharia accounting not only ensures that financial transactions are compliant with Islamic law (Shariah), but also offers a comprehensive framework for evaluating business performance, ensuring ethical practices, and promoting sustainability.

Throughout the session, he elaborated on the unique aspects of Sharia accounting, including the emphasis on fairness, transparency, and accountability. These principles are vital for small and micro businesses, which often face challenges in maintaining accurate financial records and ensuring ethical management.

Cross-National Student Participation
The lecture attracted a diverse audience of students from Thailand, Malaysia, and Indonesia, fostering a collaborative environment for academic exchange. The students actively participated in the discussions, sharing their perspectives on how Sharia accounting can address the financial challenges faced by small businesses in their respective countries. This cross-cultural interaction added depth to the lecture, enhancing the understanding of Sharia accounting’s practical applications across different regions.

Enhancing the Role of Small and Micro Businesses
Mufti Arief Arfiansyah underscored the importance of small and micro businesses as the backbone of many economies, particularly in Muslim-majority countries. He highlighted how applying Sharia accounting principles can enhance the operational efficiency, financial transparency, and long-term sustainability of these businesses. Additionally, he presented real-world examples of how Islamic financial institutions can support small businesses by offering Sharia-compliant financing options that align with their ethical and operational goals.

Strengthening Academic Collaboration
The international guest lecture was part of an ongoing academic partnership between UIN Raden Mas Said Surakarta and Fatoni University, aimed at strengthening collaboration in the fields of Islamic economics and finance. This event reflects both institutions’ commitment to advancing the study of Sharia-compliant business practices and contributing to the development of Islamic financial literacy in the region.

Looking Ahead
The session concluded with an interactive Q&A segment, where students from Thailand, Malaysia, and Indonesia posed thoughtful questions on the practical implementation of Sharia accounting for small and micro businesses. The lecture not only deepened their understanding of Sharia accounting but also inspired them to explore ways to apply these principles in their future careers.

The success of this international guest lecture highlights the growing importance of Sharia-compliant financial systems in today’s global economy and underscores the significance of small and micro businesses in fostering economic growth.

This event serves as a milestone in the collaboration between UIN Raden Mas Said Surakarta and Fatoni University, further enriching the academic discourse on Islamic accounting and finance at an international level.

Strengthening Collaboration with Fatoni University Thailand, FEBI UIN Said Surakarta Enhances Tri Dharma of Higher Education Cooperation

FEBI News| Pattani, Thailand, September 29, 2024 – The Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta continues to strengthen its international relations by formalizing a partnership with Fatoni University, Thailand. This collaboration focuses on enhancing the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, encompassing education, research, and community service.

The event was attended by representatives from Fatoni University, including Ustadz Abd. Rahman bin Wae Yusuf, Head of Foreign Affairs at Fatoni University, alongside Asst. Prof. Mahamadaree Waena, SE, M.Si, Head of the ASEAN Center for Indonesia (PUSAINA). Also present were Teerawat Japrang, Head of the Business Administration Department, Islahuddin, M.A, Lecturer in the Malay Language Department, and Rowiyah Asengbaramae, B.Econ, M.Si, Head of the Bachelor of Economics Program in Financial Economics and Banking.

The delegation from FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta was led by Zakky Fahma Auliya, M.M., Head of the Department of Islamic Economics and Finance, along with Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Head of the Sharia Business Management Program, Mufti Arief Arfiansyah, M.Ak Head of Gugus Kendali Mutu (Quality Control Unit), and Ichsanul Ibad Ali, Outstanding Student of FEBI. The meeting aimed to strengthen collaboration in curriculum development, joint research, and community service activities, particularly in the fields of Islamic economics and business.

Zakky Fahma Auliya remarked, “This partnership is a strategic step to enhance the quality of education at FEBI and strengthen inter-university relations at the ASEAN level. We hope this collaboration will yield valuable outcomes for both institutions and the wider community.”

Ustadz Abd. Rahman bin Wae Yusuf expressed his optimism about the future of this collaboration, particularly in improving the quality of education and globally-oriented research. “We believe that this collaboration with FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta will open up many new opportunities, especially in the development of Islamic economics and relevant research across the ASEAN region,” he said.

The collaboration also opens up opportunities for student and faculty exchanges, as well as international seminars and joint research programs involving both universities. Asst. Prof. Mahamadaree Waena added that they are committed to supporting various initiatives that can enhance the global competitiveness of both students and faculty members.

This step reaffirms the commitment of FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta and Fatoni University Thailand to advancing Sharia-based education while strengthening bilateral relations between higher education institutions in Southeast Asia.