Siap dirikan Tax and Zakat Center di Lingkungan Kampus, FEBI lakukan studi Banding ke UNNES dan Pondok Modern Tazakka

FEBI News| Dalam rangka Inisiasi Tax and Zakat Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta, pada hari Senin, 29 November 2021 diadakan kunjungan ke Tax Center Universitas Negeri Semarang dan Pondok Modern Tazakka Batang. Kegiatan ini diikuti oleh Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Anim Rahmayati, M.Si selaku Kaprodi Akuntansi Syariah, Zakky Fahma Aulia, SE, MM selaku Sekprodi Manajemen Bisnis Syariah, Septi Kurnia Prastiwi selaku Kepala Laboratorium, Devi Narulitasari, M.Si dan Adhelia Desi Prawestri, M.Ak selaku Dosen Akuntansi Syariah, M. Yusuf Prakosa Wibowo, SE dan M. Fathur Rohman serta tambahan satu orang selaku staf akademik Fakultas Ek0nomi dan Bisnis Islam.

Kegiatan kunjungan ke Tax Center di Universitas Negeri Semarang (UNNES) disambut dengan baik oleh seluruh pengelola Fakultas Ekonomi UNNES baik dari pihak Dekanat maupun Prodi termasuk didalamnya pengelola Tax Center di UNNES. Acara dimulai dengan pemberian sambutan sekaligus ucapan selamat datang oleh Bapak Dr. Wardoyo selaku Wakil Dekan I FE UNNES. Kemudian dipaparkan mengenai Tax Center yang ada di FE UNNES oleh Bapak Dr. Asrori selaku Ketua Tax Center. Tax center merupakan pusat informasi, sosialisasi, Pendidikan dan pelatihan, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dibidang perpajakan. Tax Center di FE UNNES diselenggarakan berdasarkan kerjasama dengan Kanwil DJP I Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan dengan melihat ruangan Tax Center serta fasilitas serta laboratorium yang ada di Fakultas Ekonomi UNNES.

Selanjutnya dilakukan kunjungan juga ke Pondok Modern Tazakka dalam rangka belajar mengenai pengelolaan Zakat, Infaq, Sodaqoh sekaligus pengelolaan wakaf. Dalam kunjungan tersebut, rombongan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis disambut dengan baik oleh para Ustadz yang ada di Pondok Modern Tazakka. Pengelolaan Zakat Infaq Shodaqoh serta Wakaf di Tazakka sudah sangat baik bahkan memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mempermudah pengelolaannya. Kemudian dilanjutkan dengan melihat kantor pengelolaan ZISWAF serta mengenal aplikasi yang digunakan.

Dengan adanya kegiatan Inisiasi Tax and Zakat Center ini diharapkan dapat meningkatkan serta memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan Tax Center dan Pengelolaan Lembaga ZISWAF serta mewujudkan berdirinya Tax Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta.

Penelitian di bidang Filantropi Digital, Tiga Mahasiswa Prodi MBS Presentasikan Artikel Ilmiah pada Annual International Conference on Islamic Economics and Business tahun 2021

FEBI News| Tiga Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta lolos dalam  The 2nd AICIEB (Annual International Conference on Islamic Economics and Business) tahun 2021. Konferensi ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Salatiga. Mereka telah melakukan presentasi artikel ilmiah pada Hari Kamis, 25 November 2021 yang dimulai dengan seminar nasional pada pukul 08.00 WIB hingga selesai. Para mahasiswa tersebut adalah Muhammad Ainul Yaqin, Diina Auliya, Chairina Mazaya dan dibimbing langsung oleh Fuad Hasyim, S.E.I., M.E.K selaku dosen pembimbing. Tema yang mereka usung adalah “Innovation for Islamic Philanthropy fundraising“. Adapun judul artikelnya adalah “Digitalizing of Islamic Philanthropy in Overcoming Post-Pandemic Economic Turbulence“. Saat pandemi berlangsung, motivasi masyarakat untuk berbagi meningkat. Minat positif ini, ditambah dengan adanya digitalisasi filantropi Islam diharapkan mampu mengurangi dampak dari turbulensi ekonomi dengan menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Keynote speakers dalam The 2nd AICIEB 2021 adalah Dr. Fouad Bin Amin (King Saud University), Assoc. Prof. Mohamed Asmy bin Mohd Thas Taker, P.hD (Head, Kulliyyah of Economics and Management Sciences, IIUM), Akhmad Akbar Susamto, SE, M.Phil., Ph.D. (Lecturer of FEB UGM), Dra. Ema Rachmawati, M.Hum. (Head of Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Prov. Jateng), dan Sujatmika Dwi Atmaja, S.Pd (Chairman of HIPMI). Konferensi tersebut diikuti oleh berbagai kalangan dari dosen maupun mahasiswa. Ketiga mahasiswa tersebut mendapatkan zoom room dua yang di dalamnya ada mahasiswa/dosen lain dari instansi UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, IAIN Kudus, dan IAIN Kediri.

Berdasarkan penuturan salah satu anggota tim, yaitu Chairina Mazaya ia menyampaikan bahwasannya untuk sampai di titik keberhasilan ini bukanlah hal yang mudah, mereka harus melalui berbagai proses mulai dari menyusun konsep penelitian kemudian observasi dan wawancara ke salah satu lembaga filantropi Islam. Tentunya semua pencapaian ini juga tidak terlepas dari peran Fuad Hasyim, S.E.I., M.E.K selaku dosen FEBI sekaligus pembimbing yang turut mendampingi penelitian hingga akhir.

Prodi Akuntansi Syariah inisasi pembentukan Tax Center di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Sa’id Surakarta

FEBI News|FEBI UIN Raden Mas Said kembali membuat inovasi baru dalam pengelolaan pajak. Kali ini adalah pembentukan Tax Center yang diinisiasi oleh Prodi Akuntansi Syariah. Pembentukan lembaga baru ini diawali dengan pertemuan sekaligus pembahasan MoA antara FEBI dengan Kanwil DJP Jawa Tengah pada Jum’at (26/11/2021). Hadir dalam pertemuan ini Kanwil DJP II Jawa tengah Surakarta yang diwakili oleh Muhammad Afif Fauzi, SIP selaku Kasi Kerjasama dan Humas, Mukhamad Wisnu Nagoro dan Festian Nugi selaku staff Sesi Kerjasama dan Humas. Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin. M.Si dan Wakil Dekan II Dr.Hj. Woro Retnaningsih. S.Pd. KaProdi Akuntansi Syariah Anim Rahmayati, M.Si sekretaris prodi Fitri Laela wijayati, M.Si dan Ketua Tax Center Indriyana Puspitosari, M.Si.

Dalam acara tersebut Dekan FEBI Dr M.Rahmawan Arifin memberikan arahan berkaitan dengan inisiasi pembentukan Tax Center ini. Dekan menyampaikan potensi kegiatan tax center ini akan bermanfaat untuk seluruh lingkungan Universitas, diantaranya untuk membantu wajib pajak dalam hal pelaporan dan pembayaran pajak baik dalam lingkungan internal universitas maupun lingkungan eksternal kampus terutama UMKM. Dekan juga menyampaikan berkaitan dengan program program fakultas salah satunya berkaitan dengan uji kompetensi serta peningkatan skill bagi mahasiswa prodi Akuntansi dalam bidang perpajakan.

Pihak DJP pun menyambut baik hal tersebut dengan mensinergikan program DJP berkaitan dengan edukasi dan kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Di akhir acara kegiatan ini akan ditindak lanjuti dengan pembentukan MoA antara kanwil DJP II Jawa tengah dengan universitas dalam rangka pembentukan tax center FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Peringati Hari Jadi ke 10, Ketua OTORITAS JASA KEUANGAN Beri Kuliah Umum untuk Mahasiswa FEBI UIN RM Said

FEBI NEWS| Dalam rangka memperingati hari jadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ke-10, OJK mengadakan program OJK Mengajar dengan mengusung tema “Kebijakan Strategis OJK di Masa Pandemi untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional” pada Kamis (18/11/21). Acara berlangsung secara hybrid yang mana masing-masing wilayah regional OJK Republik Indonesia mengadakan acara secara offline dan online dengan saling terhubung melalui zoom meeting.

Dalam mensukseskan program tersebut, OJK Solo turut mengundang Mahasiswa FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta juga Mahasiswa Universitas Sebelas Maret untuk mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan di kantor OJK Solo dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kuliah umum dimulai dari pembicara yang pertama dari Ketua OJK Solo yaitu Bapak Eko Yunianto. Beliau menyampaikan materi secara langsung di kantor OJK Solo dan membersamai para mahasiswa hingga akhir acara.

Selanjutnya kuliah umum oleh pengajar utama dari Ketua Dewan Komisioner OJK, Prof. Wimboh Santoso yang secara langsung hadir di Universitas Dian Nuswantoro yang mana sebagai tuan rumah OJK Mengajar tahun ini. Dalam paparanya, Prof Wimboh Santoso menyatakan bahwa program ini merupakan kesempatan bagi beliau untuk membagi dan menginspirasi anak muda. Beliau juga mengatakan bahwa bagi mahasiswa kerja keras adalah modal utama.

Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dan disambut dengan antusias yang baik dari para peserta. Harapanya OJK hadir di tengah mahasiswa untuk bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi, memberi wadah untuk magang, memberi kesempatan untuk mahasiswa belajar. Agar mahasiswa dapat mengambil peran sebagai agen percepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang masih berlangsung di Indonesia.

Redaktur: Shafina HD/KJF

Model Akselerasi Pengembangan Ekosistem Halal di Indonesia, Diskusi Dosen Hadirkan Pengurus Pusat MES

FEBI News| Kamis (11/11/2021) Unit Konsorsium Dosen FEBI kembali menggelar kegiatan diskusi dosen dengan tema “Akselerasi Pengembangan Industri Halal” yang dilaksanakan secara online dengan menghadirkan narasumber Djihadul Mubarok, MH yang merupakan pengurus pusat MES sekaligus sebagai seorang akademisi dan praktisi. Tema kali ini diangkat dengan harapan menjadi media untuk menemukan formulasi bagaimana peran khususnya perguruan tinggi Islam dalam mendorong percepatan industri halal di Indonesia. Kegiatan diskusi dosen kali ini tidak hanya diikuti oleh para dosen di lingkungan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, tetapi turut hadir pula peserta dari kampus Insitut Bisnis Muhammadiyah Bekasi dan dari UMJ.

Kegiatan diskusi dosen kali ini dipandu oleh moderator Ahmad Pambudi Utomo, ME. Pada sesi inti diskusi ini, narasumber memaparkan materi dimulai dari gambaran tentang apa itu industri halal dan bagaimana prospek serta kondisi saat ini baik di level nasional maupun internasional, bagaimana strategi di Indonesia untuk mengembangakan Industri halal (over view masterplan ekonomi syariah), bagaimana melakukan akselerasi pada aspek SDM dan peran pendidika tinggi utuk mencapai percepatan SDM, bagaimana akselerasi pada aspek regulasi yang ada khususnya di Indonesia. Narasumber menegaskan bahwa secara regulasi pun, pemerintah sudah sangat mendukung upaya percepatan pengembangan industri halal melalui penerbitan beberapa peraturan perundang-undangan berkaitan dengan ekosistem industri halal. (Usnan).

Diskusi Dosen: Kupas Produk Bank Syariah yang Adaptif sesuai Fiqih, bersama Head of Sharia Compliance PT Bank Muamalat Indonesia

FEBI News | Unit konsorsium dosen kembali melaksanakan kegiatan Diskusi dosen online pada hari Kamis (4/11/2021) melalui aplikasi zoom meeting. Tinjauan Fikih pada Pengembangan Produk Perbankan Syariah merupakan tema yang diangkat pada kegiatan diskusi dosen kali ini dengan menghadirkan narasumber yang merupakan pakar sekaligus praktisi yang telah banyak malang melintang di dunia perbankan syariah yaitu Dr. Ardiansyah Rakhmadi, MSI (Head of Sharia Compliance pada PT Bank Muamalat Indonesia). Tema diskusi kali ini diangkat dengan harapan dapat memberikan update seputar dunia praktis khususnya perbankan syariah dalam pengembangan produknya, serta bagaimana pengembangan tersebut dilihat dari perspektif Fikih.

Pada rangkaian kegiatan pertama yaitu sambutan yang disampaikan oleh Dekan FEBI, Dr. M. Rahmawan Arifin. Dekan sangat mengapresiasi kegiatan diskusi kali ini, sekaligus tema yang diangkat pula sejalan dengan apa yang diangkat pula dalam kegiatan AICIS yang baru saja dilaksanakan selama 4 hari di akhir bulan Oktober 2021. Beliau berharap, Islam khususnya melalui fikih terus mampu mejawab berbagai persoalan dan tantangan zaman, khususnya dalam bidang ekonomi.

Kegiatan inti diskusi kali ini dipandu oleh moderator Agus Setiawan, ME. Pada acara inti materi, narasumber ( Dr. Ardiansyah) memberikan paparan mulai dari materi I yaitu Mengenali konsep produk adaptif dan originatif pada perbankan syariah, dan menjelaskan bagaimana mengenali antara konsep produk yang adaptif dan originative, selanjutnya materi II yaitu mengenali kelompok pasar bagi perbankan syariah yang terdiri dari pasar rasional dan pasar spiritual, selanjutnya materi III tentang pengenalan realitas produk di perbankan syariah Indonesia apakah lebih originatif atau adaptif, dan paparan materi diakhiri dengan memberikan beberapa kesimpulan dan saran bagi pengembangan produk perbankan syariah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanyajawab disampaikan oleh peserta. Setelah berakhir materi dan kegiatan diskusi, acara diakhiri dengan closing stemtement yang disampaikan oleh narasumber, dan selanjutnya sesi foto bersama dan penutupan kegiatan diskusi oleh pembawa acara (Usnan).

Kolaborasi bersama Perbankan Syariah, FEBI dorong HEBITREN kembangkan Bisnis Minimarket Modern

FEBI News | Bertempat di Pondok Pesantren Al-Barokah Sukoharjo, FEBI UIN Raden Mas Said bersama HEBITREN Soloraya gelar acara sosialisasi dan koordinasi pengembangan bisnis pesantren bersama Pimpinan dan Perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren se Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri. Tercatat lebih dari 80 orang perwakilan menghadiri acara yang digelar pada Selasa (16/11/2021) di Aula Pondok. Turut hadir dalam acara ini Dekan FEBI UIN RM Said Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd., Kabag TU Nurhidayatiningsih, M.H., Tim Dosen FEBI Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Moh. Irsyad, M.E serta Lailaturahmah, SE. Hadir Pula Ketua HEBITREN Soloraya KH. Miftahulhuda, Wakil Ketua KH. Sutrisno Yusuf, M.Pd, beserta para pengurus lainnya. Sebagai perwakilan Pemerintah hadir pula Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kab. Sukoharjo serta perwakilan Bank Syariah Indonesia Cabang Solo.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si berikan sambutan sekaligus arahan terkait peran FEBI UIN RM Said dalam pengembangan bisnis pesantren. Menurutnya acara di Pondok Al-Barokah ini merupakan acara ke-10 yang dilakukan oleh FEBI dan HEBITREN. Acara kali ini dilaksanakan untuk menguatkan dan mensosialisasikan dukungan FEBI selaku Perguruan Tinggi kepada program-program HEBITREN. Salah satu dukungannya adalah pembuatan website hebitren-soloraya.id juga media sosial untuk media promosi produk-produk bisnis pesantren. Selain itu, FEBI juga sedang membuat buku direktori potensi bisnis pesantren berbasis riset, yang nantinya akan digunakan oleh berbagai stake holder dalam pengembangan bisnis pesantren. “FEBI juga akan mengundang Para anggota HEBITREN untuk hadir di Kampus FEBI dalam rangka pelatihan mutu produksi dan marketing bisnis pesantren”. Pungkas Dekan FEBI

Ketua HEBITREN Soloraya, KH Miftahulhuda menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung HEBITREN, “niat kita semua adalah berkolaborasi untuk bergerak bersama mengembangkan bisnis pesantren, hari ini kita akan mendengarkan penjelasan dan peran BSI untuk mendorong bisnis pesantren, serta penjelasan Indogrosir dalam hal bisnis retail mini market modern”. Ungkap Kyai Pimpinan Pondok Al-Hikmah tersebut. HEBITREN dan FEBI UIN Raden Mas Said berkomitmen melakukan kolaborasi yang intens untuk mengembangkan bisnis pesantren di Soloraya, tujuan utama agar pondok pesantren bisa mandiri dalam bidang ekonomi dan mampu berikan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said ikuti Workshop Nasional AFEBIS

FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta mengirimkan delegasi untuk mengikuti kegiatan Workshop Nasional yang diadakan oleh AFEBIS (Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) dengan tema “Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di PTKIN Se-Indonesia Menuju World Class University”. Acara ini dilaksanakan pada 29-30 Oktober 2021 di Hotel IBIS STYLE Braga Bandung.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam se Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta diwakili oleh Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Woro Retnaningsih, M.Pd selaku Wakil Dekan II dan Anim Rahmayati, M.Si selaku Kaprodi Akuntansi Syariah.

Adapun serangkaian kegiatan AFEBIS ini adalah Pembukaan yang dipandu oleh Ketua Umum AFEBIS Ahmad Wira, Ph.D, dan Sekretaris Jenderal AFEBIS Dr. Anton Bawono. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dirjen Pendis Prof. Ali Ramdani dan Direktur Insfrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS Dr. Sutan Emir Hidayat. Selanjutnya dipandu oleh Prof. Nur Rianto Al’Arif Sesi I (Rapat Pleno I) Pleno AFEBIS : Perumusan naskah akademik nomenklatur prodi-prodi ekonomi dan gelar akademik lulusan FEBI di lingkungan PTKIN. Sesi II (Rapat Pleno II) Pleno AFEBIS : Perumusan rekomendasi rancang bangun model kurikulum MKBM FEBI di PTKIN. Sesi III (Plenary Session) Institutional Benchmarking dan penguatan kompetensi lulusan FEBI di lingkungan PTKIN Sesi IV (Plenary Session) Kurikulum Perguruan Tinggi dan pembangunan ekonomi : pengalaman di Thailand dan Somalia.

Laksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, FEBI dampingi HEBITREN Soloraya dalam Pengembangan Bisnis Mini Market Pesantren

FEBI News| Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam bersama HEBITREN Soloraya gelar acara Kolaborasi Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Pesantren di Pondok Pesantren Darul Qur’an Ngrampal Sragen. Acara dilaksanakan pada Kamis (11/11/2021) di Pendopo Pondok Darul Qur’an Sragen. Hadir dalam acara ini Ketua HEBITREN Soloraya KH. Miftahul Huda, Ustadz Zakky selaku Ketua Yayasan beserta Ustadz Bambang Tri Wahyudi selaku pengasuh Pondok Darul Qur’an Sragen dan Tim Dosen FEBI Asep Maulana Rohimat, M.S.I. Hadir sebagai peserta 50 perwakilan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren se Kabupaten Sragen.

Dalam Acara kali ini, HEBITREN Soloraya mengundang tim Indogrosir untuk menyampaikan presentasi terkait program bisnis retail yang mereka kelola. Untuk diketahui bahwa HEBITREN Soloraya membuat program pengembangan bisnis retail untuk Pondok Pesantren, dengan harapan agar kebutuhan sehari-hari pondok bisa dikelola secara mandiri dan menguntungkan pihak pondok.

Ketua HEBITREN Soloraya, KH. Miftahulhuda menyampaikan dukungan dan dorongan kepada para pimpinan Pondok untuk tidak segan mengelola bisnis Pesantren sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Pondok tersebut, dengan catatan pondok tidak hilang jatidirinya sebagai lembaga pendidikan agama yang kuat. “Pondok harus tampil didepan dalam mengelola kebutuhan sehari-hari sebagai potensi bisnis.” Ungkapnya.

Sebagai Perwakilan tim Dosen FEBI UIN Raden Mas Said, Asep Maulana Rohimat, M.S.I berikan sambutan dan pengantar dalam acara ini. Ia menyampaikan bahwa FEBI sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki tiga program pokok, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ketiga program tersebut sangat tepat dilakukan secara kolaborasi bersama HEBITREN Soloraya dan semua stake holder terkait, salah satu bentuknya adalah pengajaran teori-teori bisnis Islam modern kepada para pengelola bisnis pesantren, kemudian penelitian potensi-potensi bisnis yang khas dimiliki oleh pondok pesantren, setelahnya adalah pendampingan pengembangan bisnis kepada pondok pesantren sebagai bentuk dari pengabdian masyarakat.

Siapkan Mahasiswa Mandiri bermental Pejuang, FEBI kunjungi Pondok Pesantren Darul Latief Ar Rosyid Banyuwangi

FEBI News| Dalam rangka penyelenggaraan Kegiatan Benchmarking, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Darul Latief Ar Rosyid Banyuwangi.

Pesantren Darul Latief Ar Rosyid merupakan pesantren yang dirintis dan dikelola dari nol oleh seorang Kyai lulusan Pesantren Gontor dan lulusan Al-Azhar Mesir. Terdiri dari lima tingkatan pendidikan mulai dari Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Madrasah Diniyah. Dari kelima tingkat pendidikan tersebut, pesantren ini memiliki jumlah santri sebanyak 400 lebih santri yang dididik oleh 54 pengajar (ustadz dan ustadzah). Dalam hal sistem pendidikan yang diterapkan di pesantren, meskipun Pak Kyai Rosyid berasal dari latar  pendidikan Gontor dan Al Azhar, namun beliau tetap menyesuaikannya dengan nilai-nilai lokal dan budaya sekitar. Sehingga, keberadaan pesantren dapat diterima oleh masyarakat dengan tangan terbuka.

Kegiatan Benchmarking ke pesantren ini diikuti oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E.. M.Si.,  Wakil Dekan 2 Dr.Hj. Woro Retnaningsih,M.Pd, pengelola Pesmadin (Pesantren Mahasiswa Diniyah FEBI) Ust. Nur Hidayah Al Amin, M.E.Sy. disertai oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi, perwakilan Dosen dan perwakilan dari tenaga kependidikan FEBI.

Agenda dibuka oleh Dekan FEBI Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin. S.E.. M.Si. Dalam sambutan dan pembukaannya, ia menyampaikan bahwa Pesantren Darul Latief Ar Rosyid ini didirikan dengan komitmen kemandirian sang pendiri yaitu kyai Rosyid, yang dengan komitmen kemandirian ini diharapkan akan menjadi ruh bagi para santri ke depan. Beliau juga menyampaikan bahwa Kyai Rosyid adalah putra dari keluarga yang mapan yang merupakan salah satu anggota DPR RI. Namun, beliau memilih melepas dari kemapanan keluarga dan mendedikasikan dirinya untuk mengabdi kepada umat.

Dr. M. Rahmawan Arifin menegaskan, bahwa kemandirian dan perjuangan merupakan hal penting dalam mendidik anak didik sebagai bekal kehidupan, hadirnya FEBI di lingkungan pesantren Darul Latief Ar Rosyid ini bertujuan untuk menggali sekaligus mencontoh kemandirian Pak Kyai Rosyid dalam membangun pesantren dan mendidik santri, agar dapat kita tularkan dan terapkan kepada mahasiswa dan santri PESMADIN di FEBI.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan oleh Bapak Kyai Fakhir Ahmad Rosyid, Lc. Dimana beliau menyampaikan bahwa Pondok pesantren ini didirikan dengan tujuan awal untuk memenuhi cita cita orang tua. Dengan harapan bahwa pesantren ini dapat menjadi tempat pendidikan agama bagi masyarakat sekaligus dapat membantu masyarakat sekitar yang kurang mampu. Beliau melanjutkan, bahwa awal pendirian dan pendanaan pondok pesantren Darul latief Ar Rosyis bersumber dari zakat mal keluarga besar. Dan dalam organisasi kepengurusan pesantren, ia melepaskan peran keluarga  besar agar pesantren bebas dari adanya KKN, sehingga beliau fokus memperbanyak pemberdayaan orang luar dan masyarakat sekitar, serta pemberdayaan alumni dan lulusan pesantren. Karena menurut beliau, untuk menjadi seorang ustadz dan kyai itu bukan karena keturunan, melainkan dilakukan dengan sistem kaderisasi dan pendidikan. Yang mana, hal ini sejalan dengan tujuan mendirikan pesantren, dimana pesantren didiran bukan untuk kepentingan dan keuntungan keluarga, melainkan untuk kepentingan dan kebutuhan umat.

Selanjutnya, acara diakhiri  dengan melakukan kunjungan di lingkungan pesantren, dari mulai ruang kelas, masjid, dapur santri, asrama, kantin santri, penginapan tamu, hingga sawah dan tanah yang dimiliki pesantren.