Wakil Presiden Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin resmi membuka AICIS KE 20 di Surakarta

FEBI News I Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin secara resmi membuka AICIS KE 20 di Surakarta. Setelah sebelumnya beberapa sambutan dari Dirjen Pendidikan Islam dan Menteri Agama. AICIS ke 20 kali ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama dan UIN Raden Mas Said selaku pelaksana. Dekan FEBI M. Rahmawan Arifin, M.Si mendukung penuh perhelatan konferensi Islam terbesar ini.

Wakil Presiden RI sebelum membuka secara resmi, memberikan arahan terkait AICIS untuk dilakukan secara sempurna. Menurutnya AICIS ke 20 ini bisa mewujudkan Fiqh Islam menjadi solusi sebagai sumbangan pemikiran untuk mengatasi pandemi Covid 19 dan kemaslahatan semua orang.

Prof. Ali Ramdani selaku Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama berikan sambutan pertama, menurutnya AICIS kali ini dilaksanakan secara hybrid yaitu secara luring di The Sunan Hotel Surakarta, serta secara daring melalui zoom dan aplikasi AICIS Onetouch. Diikuti oleh 10 Pembicara Kunci, 470 pembicara pada parallel session, 9 pembicara Book Discussion, dan 10 Pembicara On Stage Discussion. Dihadiri dan diikuti oleh 23 Negara. AICIS kali ini mengusung tema: Islam in a Changing Global Context: Rethingking Fiqh Reactualization and Public Policy.

Sambutan Spesial disampaikan oleh Menteri Agama RI  Yaqut Kholil Qoumas, bahwa AICIS merupakan acara bergengsi untuk para ilmuan. Selaku Menteri Agama ia mengapresiasi dan berikan penghargaan kepada para panitia pelaksana. Menurutnya, AICIS ini menjadi bentuk nyata moderai beragama, karena dikaji oleh berbagai kalangan, termasuk para Guru Besar, Peneliti bukan hanya dari Agama Islam, tapi dari Agama lainnya. Gus Yaqut berharap mampu berikan kontribusi terbaik kepada pemerintah Indonesia, dan berdampak secara signifikan terhadap dunia. ‘Dakwah Islam harus dilakukan secara harmonis, dengan salah satu capaian penting adalah dipakainya nilai-nilai Islam oleh seluruh masyarakat, bukan sekedar berpindahnya identitas agama seseorang kedalam Agama Islam’.

Hari Santri Nasional 2021: FEBI-HEBITREN-Pegadaian Syariah kuatkan Digital Marketing di Pesantren Ad-Dhuhaa

FEBI News | Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Jum’at (22/10/2021) tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta lakukan kegiatan edukasi digital marketing di Pondok Pesantren Ad-Dhuhaa Gentan Sukoharjo. Kegiatan ini dalam rangka program kolaborasi peningkatan Ekonomi dan Bisnis Pesantren yang dilakukan beberapa lembaga, yaitu Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya, FEBI UIN Raden Mas Said dan Pegadaian Syariah Surakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua HEBITREN Solo Raya Kiai MIftahul Huda, S.Ag, ustadz Heru Utomo, M.Pd selaku pimpinan Pondok Ad-Dhuhaa, serta Fauzi selaku kepala Pegadaian Solo. Tim Dosen dari FEBI adalah Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Moh. Irsyad, Lc. ME, serta Lailaturahmah, SE. Dengan moderator seorang Alulmni FEBI sekaligus pemilik bisnis kuliner yaitu Khomarudin Ahmad, ME. Hadir pula  puluhan peserta yang berasal dari para santriwan dan asatidz pondok.

Ustadz Heru Utomo, M.Pd sebagai pimpinan pondok pesantren Ad-Dhuhaa menyambut baik agenda kegiatan ini, bahkan meminta kepada FEBI UIN RM Said untuk menjadwalkan pelatihan intensif bagi  para santri dalam bidang digital marketing, branding, dan digitalisasi program-program pondok lainnya. Menurutnya, santri saat ini harus mempunyai kemampuan digital untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketua HEBITREN Surakarta Kiai Miftahul Huda menguatkan motivasi kepada para santri agar cakap secara akademik berupa pandai ngaji, baca kitab, pandai secara spiritual dengan mengamalkan ibadah, dzikir, dan pandai secara entrepreneurship yaitu semangat berwirausaha sejak muda, “jangan ada rasa malu jika ingin menjadi pedagang sukses” pungkasnya.

Sebagai pembicara terakhir dari Pegadaian,   menyampaikan materi tentang pentingnya tabungan emas dan potensi bank sampah yang bisa dikelola oleh santri dan pesantren. Semua bisnis tersebut bisa dikelola menggunakan aplikasi digital yaitu pegadaian digital. Jika sudah menggunakan aplikasi ini, maka akan banyak keuntungan didapat oleh santri. “Santri Harus Kaya, Santri Siaga Jiwa Raga”

Tabungan Emas untuk Santri, FEBI dan Pegadaian Syariah kolaborasi Kembangkan Ekonomi Pesantren

FEBI News | Dalam rangka peringatan hari Santri tahun 2021, serangkaian acara roadshow edukasi ekonomi syariah dilakukan oleh tim Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara kali ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Mahasiswa Darussalam Kartasura Sukoharjo. Acara digelar hari ini Kamis (21/10/2021) dengan dihadiri 50 peserta perwakilan dari pengurus pondok beserta santriwan santriwati.

Menjadi sebuah event yang sangat bermakna, karena acara ini diselenggarakan bersama Pegadaian syariah Surakarta. Hadir mewakili Pegadaian Ali Mustaat selaku Vice President /deputi bisnis pegadaian area Surakarta beserta Kepala Pegadaian Syariah Surakarta. Para pembicara ini menekankan pentingnya bagi para santri untuk menabung emas, sebagai investasi masa depan yang aman tidak terdampak inflasi. Untuk menabung emas ini bisa juga dilakukan dengan cara mengelola bank sampah.

Dekan FEBI Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si menyampaikan sambutan sekaligus memberikan motivasi kepada para asatidz Pengurus Pondok dan para santri, bahwa pondok pesantren harus bisa mengembangkan ekonomi, hal ini penting karena jika ekonominya bisa berkembang, maka pondok akan lebih sejahtera dan mensejahterakan umat.

Acara ini dihadiri pula oleh KH. Aminudin Ihsan, Lc., MA selaku pengasuh pondok pesantren Darussalam. Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih. Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Moh. Irsyad, Lc. M.E selaku dosen pendamping serta Lailaturohmah, SE selaku panitia pelaksana. Moderator acara dipandu oleh Khomarudin Ahmad, M.E

Sharia Economic Competition 3.0: Ajang Bagi Ekonom Muda Untuk berkarya dan berinovasi di Era Digital

FEBI News| FRESH FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menggelar serangkaian lomba Sharia Economic Competition 3.0 yang terdiri dari lomba poster, business plan, dan essay. Acara ini diikuti oleh beberapa mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Puncak dari acara ini ialah presentasi babak final oleh 5 finalis terbaik berdasarkan hasil akumulasi nilai dari dewan juri pada Senin (17/10). Diselenggarakannya acara seperti ini bertujuan untuk mewadahi ide-ide inovatif para mahasiswa untuk berperan dalam membumikan ekonomi Islam melalui digitalisasi.

Diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Sidiq Dwi Prasetyo, acara ini pun digelar. Saat presentasi, para peserta finalis lomba begitu antusias, kritis, dan percaya diri saat menjawab pertanyaan dari dewan juri. Namun, dalam sebuah kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Adapun pemenang lomba poster yaitu Rizky Andrean (IAIN Pekalongan), Aji Tri Laksono (UIN RMS), dan Titi Sulistyani (UIN RMS). Pemenang lomba essay yaitu Siti Irmawati (PKN-STAN), Jihan Ariska (UIN RMS), dan Ade Krisna (Untidar). Sedangkan pemenang lomba business plan yaitu Raudotul Islamiyah (UIN SMH Banten), M. Ainuroziqin (UB), dan Ananda Rizki (Unpad). Barakallah kepada para pemenang lomba SEC 3.0.

Di penghujung acara, terdapat sesi penyerahan hadiah secara simbolis kepada para pemenang lomba yang diwakili oleh panitia. Acara ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan prestasi dan kreativitas mahasiswa untuk mengembangkan ekonomi syariah guna mewujudkan bangsa yang maju, unggul, dan berkompeten di bidang ekonomi syariah pada era digitalisasi di Indonesia.

Redaktur : Annisa Fitri Marhamah/KJF

FRESH FEBI Dorong Generasi Millenial tingkatkan Peran Digitalisasi Ekonomi Islam

FEBI News| FRESH FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta telah sukses menggelar acara Seminar Nasional Ekonomi Islam dengan tema “Peran Pemuda Milenial dalam Meningkatkan Digitalisasi Ekonomi Syariah di Indonesia” pada hari Sabtu (16/10/2021). Acara yang digelar secara online dan offline ini berhasil menggait kurang lebih sejumlah 240 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa, baik di dalam maupun luar kampus. Dilaksanakannya acara seperti ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai digitalisasi ekonomi Islam agar mereka mampu berperan aktif untuk mengembangkannya.

Berawal dari sambutan yang disampaikan oleh Sidiq Dwi Prasetyo selaku Ketua Panitia, acara seminar nasional ini pun dimulai dengan antusias. Tema besar seminar nasional ini disampaikan oleh Ketua Umum MES Surakarta, Ibrahim F. Wijaya, S.E., M.Sc., Ph.D. Pembicara menyampaikan bahwa generasi millenial jangan ragu berimajinasi untuk menghasilkan ide-ide inovatif guna mengembangkan dan mengatasi permasalahan ekonomi Islam, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital. Selain itu, trust masyarakat mengenai ekonomi Islam merupakan kunci kejayaan ekonomi Islam sehingga harus terus diupayakan. Setelah penyampaian materi, ada sesi ice breaking dan sharing time dengan peserta yang membuat acara menjadi lebih seru dan menyenangkan.

Meski ada beberapa kendala teknis, keseluruhan acara ini tetap berjalan dengan baik dan lancar. Dengan terselenggarakannya acara ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan motivasi generasi milenial untuk terus berinovasi dan bisa berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah pada era digitalisasi di Indonesia saat ini.

Redaktur : Annisa Fitri Marhamah/KJF

FEBI ciptakan Iklim Ekonomi Islam dalam seluruh Kegiatan akademik

FEBI News| Sebagai wujud komitmen civitas akademika FEBI UIN RM Said Surakarta dalam pengembangan Ekonomi Islam. Pada hari Selasa-Rabu 13-14 oktober 2021 bertempat di Aula FEBI, diadakan Pendidikan Dasar Ekonomi Islam bagi Dosen dan Karyawan. Acara ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dasar ekonomi Islam bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan ini sebagai wujud keinginan keluarga besar FEBI untuk menciptakan iklim ekonomi Islam dalam seluruh kegiatan akademik di lingkungan FEBI. Sebagai penyelenggara Pendidikan ekonomi Islam, maka semangat dan worldview ekonomi Islam menjadi semangat dan dasar utama dalam pengelolaan fakultas. Semangat ekonomi Islam yang mengedepankan asas keadilan dan kemaslahatan menjadi fondasi utama pelaksanakan kegiatan akademik dilingkungan FEBI UIN RM Said Surakarta.

Dalam sambutannya, dekan FEBI UIN RM Said Dr. M. Rahmawan Arifin menyatakan bahwa latar belakang dosen dan karyawan yg beragam, menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan latar belakang yang cukup beragam ini, maka diperlukan pengenalan serta pemahaman Ekonomi Islam yang cukup bagi seluruh civitas akademika FEBI UIN RM Said Surakarta. Kegiatan ini menjadi awal ikhtiar fakultas dalam menciptakan miliu ekonomi Islam dalam seluruh kegiatan akademik di FEBI.

Kegiatan Pendidikan dasar Ekonomi Islam ini menghadirkan 2 pembicara yang merupakan akademisi dan aktifis ekonomi Islam. Narasumber pertama bapak Priyonggo Suseno, S.E., M.Sc. yang merupakan dosen Universitas Islam Indonesia sekaligus Ph.D Candidate dalam bidang keuangan Islam di INCIEF The Global University of Islamic Finance Kuala Lumpur Malaysia. Dalam materinya beliau menyampaikan bagaimana agama Islam menjadi pondasi utama dalam aktifitas ekonomi. Secara lugas beliau juga menyampaikan bagaimana teori-teori muamalah Islam mampu dijelaskan dalam logika dan teori ekonomi modern.

Pada hari kedua, materi disampaikan oleh bapak Akhmad Akbar Susamto, S.E., M.Phil., Ph.D. yang merupakan Doktor di bidang Ekonomics Australian National University dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Beliau membuka wawasan peserta tentang Framework Islamic Economic yang selama ini masih belum baku. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa tujuan utama Ekonomi Islam adalah untuk membebaskan masyarakat dari permasalahn ekonomi secara Islam, atau yang biasa disebut maslahah dengan kerangka Maqashid Syariah. Dalam akhir materi beliau menegaskan bahwa Indonesia merupakan Pusat Laboratorium Ekonomi Islam Dunia, maka menjadi tantangan bagi kita untuk mampu mewujudkan dan merealisasikannya.

FEBI & Bank Indonesia siap kembangkan Ekonomi Pesantren di Solo Raya

FEBI News | Tim Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Program Kolaboratif Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Pesantren. Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren al-Hikmah Gatak Sukoharjo pada Jumat (15/10/2021). Program ini merupakan kerjasama antara tiga lembaga yaitu FEBI UIN Raden Mas Said, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo dan HEBITREN (Himpunan Bisnis dan Ekonomi Pesantren) Koordinator Wilayah Solo Raya.

Hadir dalam kegiatan ini, Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, Wakil Dekan 2 Dr. Hj. Woro Retnaningsih, M.Pd. Dosen FEBI Asep Maulana Rohimat, M.S.I, Mohamad Irsyad, M.E., serta staf TU FEBI Laila, hadir juga Pengurus HEBITREN Solo Raya yang dipimpin oleh Kyai Miftahul Huda (Ketua HEBITREN Solo Raya) dari Ponpes Al Hikmah Kyai Sarwoko dari Ponpes Kyai Ageng Selo dan Kyai Muzamil dari Ponpes Hidayatullah. Sebagai pemateri adalah Perwakilan dari K33 Distribution Bapak Hari Sumarsono, serta para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren al-Hikmah

Kegiatan diawali dengan sambutan dari KH. Miftahul Huda selaku perwakilan dari HEBITREN. Dalam sambutannya, Kyai Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah ini berharap dengan kerjasama antara berbagai, dapat menguatkan ekosistem perekonomian pondok pesantren di Solo Raya. Ia juga berharap dengan hadirnya FEBI mampu mendukung keberadaan HEBITREN dan dapat melakukan pendampingan kegiatan HEBITREN dengan baik.

Menurut Dekan FEBI dalam sambutannya menyatakan bahwa program kolaboratif antara berbagai pihak sangat penting untuk dilaksanakan guna mengembangkan ekosistem dan perekonomian di pesantren. Beliau juga menyampaikan, bahwa FEBI dalam hal ini berperan sebagai fasilitator yang sekiranya FEBI bisa berikan dan bisa hadirkan di setiap program HEBITREN. Namun demikian, dalam pengembangan dan pengelolaan bisnis yang dijalankan, FEBI menyerahkan sepenuhnya kepada HEBITREN dan pihak pesantren.

Setelah sambutan, Kegiatan dilanjutkan ke acara inti yang dimoderatori oleh Khomaruddin Akhmad, M.E. dengan narasumber dari K33 Distribusi Solo yang diwakili oleh Hari Sumarsono selaku Managing director. Dalam materi yang disampaikan, beliau menyampaikan adanya potensi besar untuk mengembangkan ekosistem perekonomian pesantren. K33 Distribusi Solo optimis dengan turut andil dalam mensupport pengadaan barang dan produk yang dibutuhkan. Lebih lanjut, pembicara memaparkan terdapat empat faktor yang dibutuhkan dalam pengembangan HEBITREN, yaitu, pertama, membangun dan mengembangkan sistem. Kedua, organisasi, memiliki misi, visi dan tujuan yang jelas. Ketiga, memiliki manajemen dan SOP yang tertata. Keempat, SDM yang berkualitas. Keempat faktor ini harus diperhatikan dan diperkuat HEBITREN dalam proses perkembangannya, agar HEBITREN dapat berjalan dengan baik dan sustainable. (Irsyad)


temukan Novelty dengan Mudah: Konsorsium Dosen FEBI gelar Diskusi Penulisan karya Ilmiah

FEBI News| Unit Konsorsium Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar kegiatan dikusi yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom meeting dan febiTV pada hari Selasa 12 Oktober 2021. Kegiatan kali ini mengangkat tema “ Membuat Novelty untuk Karya Publikasi” dengan harapan dapat mendorong peningktan kualitas publikasi dosen khususnya dalam memenuhi salah satu aspek penting karya ilmiah yaitu “novelty atau kebaruan”. Untuk membedah tema tersebut, kegiatan diskusi dosen kali ini menghadirkan narasumber yang telah banyak mempublikasikan karya ilmiahnya tidak hanya pada berbagai jurnal bereputasi tetapi juga dalam bentuk karya ilmiah buku yang diterbitkan secara internasional, yaitu bapak Bayu Arie Fianto, Ph.D dan dimoderatori oleh Bapak Agus Setiawan, MEI.

Mengawali kegiatan diskusi, rangkaian acara dimulai dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Dekan FEBI Bapak Dr. M. Rahmawan Arifin, SE, MSi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa FEBI terus berupaya membangun atmosfer akademik bagi para dosen dan melalui kegiatan-kegiatan ilmiah juga diharapkan semakin sejalan dengan tantangan baru yaitu transformasi lembaga dari IAIN menjadi UIN sehingga berbagai unsur termasuk SDM terus semakin mendukukng transformasi tersebut.

Setelah pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan inti diskusi yang dipandu oleh moderator. Sebelum narasumber memparkan secara khusus tentang tema diskusi yaitu novelty dalam karya ilmiah, narasumber mengawali materi dari paparan umum berkaitan dengan naskah publikasi diantaranya pengalaman beliau membuat beberapa karya publikasi dari disertasi, enam unsur penting dalam naskah publikasi mulai dari motivasi, riset gap, hingga story dari naskah publiksi, kemudian dilanjutkan dengan lima unsur didalam menulis artikel mulai dari originalitas hingga kesimpulan dan implikasinya. Paparan materi kemudian dilanjutkan dengan deskripsi contoh implementasi dalam karya ilmiah. Secara khusus berkaitan denan aspek “novelty” narasumber memberikan paparan dan contoh bahwa dalam sebuah karya ilmiah, bisa dibangun dengan beberapa novelty, baik novelty dilihat dari topik secara umum, datanya, metodenya atau dari unsur yang lain. Kegiatan diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diskusi sangat antusias memberikan respon dan pertanyaan kepada narasumber baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui kolom chat. Setelah berakhir sesi tanya jawab, kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. (Usnan)

Mahasiswa Akuntansi siap Bantu Pulihkan Ekonomi yang Terdampak Resesi

FEBI News| HMPS AKS gelar webinar nasional yang bertema “bisakah akuntan milenial berperan dalam pemulihan ekonomi?”. Webinar ini dilaksanakan pada 10 Oktober 2021 pukul 09.00 WIB dengan pembicara Dr. Edy Supriyono, S.E., M.Si., Akt., CA. Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai kampus,

Pada materinya, Dr. Edi Supriyono memberikan data-data terkait resesi yang dialami Indonesia. Beliau juga menjelaskan peran penting yang harus disiapkan akuntan milenial dalam menghadapi tantangan yang ada di era digitalisasi ini. Beliau berpesan kepada akuntan milenial agar harus tahan terhadap godaan duniawi yang sering terjadi terhadap profesi akuntan. Berbicara mengenai akuntan tidak terlepas dari yang namanya Agency Theory yang sudah termaktub dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 135. Oleh karena itu, sebagai akuntan milenial kita wajib mempelajarinya.

Tujuan diadakannya webinar nasional ini yaitu agar mahasiswa yang berkembang di era milenial mengetahui pemulihan ekonomi di Indonesia. Harapan kedepannya semoga mahasiswa lebih aktif dalam bidang ekonomi agar dapat memperbaiki ekonomi di masa mendatang.

Redaktur : Beni Suci/KJF

Grand Opening Sekolah Pasar Modal Syariah hadirkan BEI, Kepala OJK dan Miss Ellen May

FEBI News| Laboratorium FEBI bekerja sama dengan KSPM UIN Raden Mas Said Surakarta sukses gelar grand opening sekolah pasar modal dengan tema “Become a Smart Young Investor to Reach Financial Freedom”. Acara dilaksanakan pada Jum’at (8/10/2021) melalui media Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan serangkaian dari kegiatan pratikum Pasar Modal Syari’ah yang wajib diikuti oleh mahasiswa FEBI semester tiga.

Mengembangkan pengetahuan pasar modal sekaligus meningkatkan minat mahasiswa berinvestasi merupakan tujuan dari diadakannya kegiatan ini. Dalam kesempatan kegiatan kali ini, dihadirkan beberapa petinggi dalam bidang pasar modal, diantaranya Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (Bp. M. Wira Adibrata), Kepala Kantor OJK Solo (Bp. Eko Yunianto), Founder & CEO Emtrade (Ms. Ellen May). Dengan dihadirkannya mereka sebagai keynote acara, diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal.

Meskipun diselenggarakan secara online, secara keseluruhan acara berjalan dengan baik dan lancar berkat kerjasama yang dinamis antara Lab FEBI dengan pengurus KSPM. Antusisme juga ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa yang hadir dan juga aktif dalam sesi tanya jawab. Dengan diadakannya kegiatan ini semoga bisa menjadi awal kerjasama yang lebih baik lagi baik dari pihak Lab FEBI, Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Emtrade serta tentunya dapat meningkatkan minat mahasiwa dalam dunia pasar modal sehingga dapat menjadi agen perbaikan ekonomi Indonesia yang maju.

Redaktur: Shafina Hanif/KJF