Workshop Inkubasi Dorong Startup Mahasiswa Berkembang
FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 April 2026. Aula SBSN Lantai 1 dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Tema yang diangkat adalah Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Inkubasi bisnis mahasiswa di lingkungan kampus. Mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain itu, diskusi interaktif juga terlihat sepanjang sesi kegiatan. Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis mahasiswa dapat berjalan lebih terarah. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan yang praktis. Tidak hanya teori bisnis yang diperkenalkan kepada peserta. Sebaliknya, pengalaman nyata dari praktisi bisnis juga dibagikan secara langsung. Oleh karena itu, mahasiswa dapat memahami dinamika dunia startup sejak dini.
Inkubasi Bisnis dan Konsep Struktur 4 Kaki Meja
Materi utama disampaikan oleh Marcellino Radiktya Kesdu. Ia merupakan Co-Founder sekaligus CMO dari MR EPPLE. Dalam sesi tersebut, konsep dasar Inkubasi bisnis dijelaskan secara komprehensif. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep Struktur 4 Kaki Meja dalam bisnis. Konsep ini menggambarkan fondasi utama dalam membangun usaha. Menurut Marcellino, struktur bisnis harus disusun secara kuat dan seimbang. “Bisnis yang kuat harus memiliki fondasi yang jelas dan terstruktur,” ujar Marcellino. Ia menegaskan bahwa banyak startup gagal karena struktur bisnis belum dipahami. Oleh sebab itu, pendekatan Inkubasi bisnis sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan fungsi Business Model Canvas atau BMC. Alat ini digunakan untuk memetakan model bisnis secara sederhana. Dengan demikian, strategi bisnis dapat dirancang secara lebih sistematis.
Memahami Fungsi BMC dalam Proses Inkubasi
Dalam pemaparannya, Marcellino menjelaskan berbagai fungsi penting BMC. Pertama, BMC membantu memetakan struktur bisnis secara jelas. Selain itu, proses perencanaan bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, kelemahan bisnis juga dapat diidentifikasi sejak awal. Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat. Selain itu, komunikasi bisnis dengan stakeholder menjadi lebih efektif. Karena itu, BMC sering digunakan dalam proses Inkubasi startup. Pendekatan ini membuat strategi bisnis lebih mudah dipahami oleh tim. Selanjutnya, mahasiswa juga diajak menganalisis ide bisnis mereka sendiri. Melalui proses tersebut, pemahaman tentang Inkubasi semakin diperkuat. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan melahirkan entrepreneur muda yang adaptif. Lebih dari itu, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat budaya inovasi mahasiswa. Dengan adanya program Inkubasi, startup mahasiswa diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan.











