ooooooooooooooooo

Praktisi Startup MR EPPLE Bimbing Mahasiswa FEBI Bangun Bisnis melalui Inkubasi

Workshop Inkubasi Dorong Startup Mahasiswa Berkembang

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 April 2026. Aula SBSN Lantai 1 dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Tema yang diangkat adalah Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Inkubasi bisnis mahasiswa di lingkungan kampus. Mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain itu, diskusi interaktif juga terlihat sepanjang sesi kegiatan. Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis mahasiswa dapat berjalan lebih terarah. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan yang praktis. Tidak hanya teori bisnis yang diperkenalkan kepada peserta. Sebaliknya, pengalaman nyata dari praktisi bisnis juga dibagikan secara langsung. Oleh karena itu, mahasiswa dapat memahami dinamika dunia startup sejak dini.

Inkubasi Bisnis dan Konsep Struktur 4 Kaki Meja

Materi utama disampaikan oleh Marcellino Radiktya Kesdu. Ia merupakan Co-Founder sekaligus CMO dari MR EPPLE. Dalam sesi tersebut, konsep dasar Inkubasi bisnis dijelaskan secara komprehensif. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep Struktur 4 Kaki Meja dalam bisnis. Konsep ini menggambarkan fondasi utama dalam membangun usaha. Menurut Marcellino, struktur bisnis harus disusun secara kuat dan seimbang. “Bisnis yang kuat harus memiliki fondasi yang jelas dan terstruktur,” ujar Marcellino. Ia menegaskan bahwa banyak startup gagal karena struktur bisnis belum dipahami. Oleh sebab itu, pendekatan Inkubasi bisnis sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan fungsi Business Model Canvas atau BMC. Alat ini digunakan untuk memetakan model bisnis secara sederhana. Dengan demikian, strategi bisnis dapat dirancang secara lebih sistematis.

Memahami Fungsi BMC dalam Proses Inkubasi

Dalam pemaparannya, Marcellino menjelaskan berbagai fungsi penting BMC. Pertama, BMC membantu memetakan struktur bisnis secara jelas. Selain itu, proses perencanaan bisnis dapat dilakukan dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, kelemahan bisnis juga dapat diidentifikasi sejak awal. Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat. Selain itu, komunikasi bisnis dengan stakeholder menjadi lebih efektif. Karena itu, BMC sering digunakan dalam proses Inkubasi startup. Pendekatan ini membuat strategi bisnis lebih mudah dipahami oleh tim. Selanjutnya, mahasiswa juga diajak menganalisis ide bisnis mereka sendiri. Melalui proses tersebut, pemahaman tentang Inkubasi semakin diperkuat. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan melahirkan entrepreneur muda yang adaptif. Lebih dari itu, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat budaya inovasi mahasiswa. Dengan adanya program Inkubasi, startup mahasiswa diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-04-06 at 16.03.49 (1)www

Yudha Mei Lukmana Kenalkan INAmikro dalam Workshop Inkubasi FEBI

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar Workshop Inkubasi Bisnis.

Kegiatan ini mengusung tema “Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif.”

Workshop dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026.

Aula SBSN Lantai 1 menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem Inkubasi bisnis mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami strategi membangun usaha yang berkelanjutan.

Selain itu, workshop juga menjadi ruang belajar bagi calon entrepreneur muda.

Peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi diskusi dan pemaparan materi.

Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis mahasiswa di lingkungan kampus dapat berjalan lebih sistematis.

Di sisi lain, kegiatan ini memperlihatkan komitmen FEBI dalam menumbuhkan budaya kewirausahaan.

Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide bisnis yang inovatif.

Selain itu, mereka juga didorong memahami tantangan dunia usaha sejak dini.

Inkubasi Bisnis melalui Program INAmikro

Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Udha Mei Lukmana.

Ia merupakan perwakilan dari PT MikroBisnis Digital Sejahtera.

Perusahaan tersebut dikenal melalui program inovasi JAKmikro.

Dalam pemaparannya, Udha memperkenalkan program INAmikro kepada peserta.

Program ini merupakan singkatan dari Indonesia Mikro.

INAmikro dirancang sebagai program pendampingan bagi pelaku usaha mikro di Indonesia.

Melalui program tersebut, pelaku usaha diberikan edukasi dan bimbingan bisnis.

Dengan demikian, usaha mikro dapat berkembang secara bertahap.

Selain itu, pendekatan Inkubasi juga diterapkan dalam proses pendampingan tersebut.

“INAmikro hadir untuk membantu pengusaha mikro berkembang dan naik kelas,” ujar Udha Mei Lukmana.

Ia menambahkan bahwa banyak pelaku usaha mikro memiliki potensi besar.

Namun demikian, potensi tersebut sering belum didukung sistem bisnis yang kuat.

Karena itu, program Inkubasi dan pendampingan menjadi sangat penting.

Mendorong Mahasiswa Memahami Ekosistem Inkubasi

Materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi mahasiswa.

Peserta tidak hanya memahami teori bisnis.

Sebaliknya, mereka juga belajar tentang realitas pengembangan usaha mikro.

Selain itu, diskusi interaktif juga dilakukan sepanjang sesi kegiatan.

Mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi bisnis.

Dengan demikian, wawasan kewirausahaan mahasiswa semakin berkembang.

Pada saat yang sama, konsep Inkubasi bisnis semakin dipahami secara praktis.

Program INAmikro menjadi contoh nyata penerapan pendampingan usaha.

Melalui pendekatan tersebut, usaha mikro dapat berkembang menjadi usaha kecil menengah.

Oleh sebab itu, mahasiswa diajak melihat peluang besar di sektor UMKM.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri.

Dengan adanya workshop ini, semangat kewirausahaan di lingkungan FEBI semakin tumbuh.

Pada akhirnya, Inkubasi bisnis diharapkan mampu melahirkan lebih banyak startup mahasiswa.

Melalui langkah tersebut, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus mendorong lahirnya entrepreneur muda yang inovatif.

WhatsApp Image 2026-04-06 at 16.02.07 (1)

Marcellino Radiktya Kesdu Bagikan Strategi Inkubasi untuk Mencetak CEO Muda

FEBI News Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mendorong lahirnya entrepreneur muda melalui kegiatan Workshop Inkubasi Bisnis.

Kegiatan bertajuk “Shaping Future Entrepreneurs: Akselerasi Startup Mahasiswa melalui Inkubasi Bisnis Kreatif” ini digelar pada Senin, 6 April 2026.

Workshop diselenggarakan di Aula SBSN Lantai 1 FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Program ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam memperkuat ekosistem Inkubasi bagi mahasiswa.

Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mempercepat pertumbuhan startup mahasiswa berbasis inovasi.

Mahasiswa dari berbagai program studi tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan pemaparan materi.

Atmosfer ruang aula terasa hidup sejak kegiatan dibuka.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami konsep dasar pengembangan bisnis secara sistematis.

Dengan demikian, proses Inkubasi bisnis mahasiswa dapat berjalan lebih terarah dan terukur.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga didorong untuk berani mengembangkan ide bisnis kreatif sejak bangku kuliah.

Inkubasi sebagai Strategi Penguatan Startup Mahasiswa

Sebagai narasumber utama, hadir Marcellino Radiktya Kesdu.

Ia dikenal sebagai Co-Founder dan CMO MR EPPLE.

Dalam sesi pemaparan, Marcellino menjelaskan pentingnya struktur dasar bisnis bagi startup mahasiswa.

Menurutnya, banyak ide bisnis gagal berkembang karena tidak memiliki fondasi yang jelas.

Materi utama yang disampaikan adalah konsep Struktur 4 Kaki Meja sebagai struktur dasar bisnis.

Konsep ini membantu mahasiswa memahami elemen penting dalam menjalankan usaha.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada fungsi Business Model Canvas (BMC).

BMC dijelaskan sebagai alat strategis untuk memetakan model bisnis secara sederhana.

“BMC membantu kita memetakan bisnis secara jelas dan terstruktur,” ujar Marcellino.

Ia menambahkan bahwa perencanaan bisnis akan menjadi lebih mudah dengan pendekatan tersebut.

Lebih lanjut, konsep ini juga membantu menemukan kelemahan bisnis sejak awal.

Dengan demikian, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Tidak hanya itu, komunikasi dengan stakeholder juga menjadi lebih mudah dilakukan.

Karena itu, strategi Inkubasi bisnis mahasiswa perlu didukung dengan pemahaman BMC yang kuat.

Mendorong Ekosistem Inkubasi dan Inovasi Mahasiswa

Workshop ini tidak sekadar memberikan materi teoritis.

Sebaliknya, mahasiswa diajak berpikir kritis terhadap model bisnis mereka.

Diskusi interaktif juga dilakukan sepanjang sesi kegiatan.

Melalui proses ini, berbagai ide bisnis mahasiswa mulai dipetakan secara lebih sistematis.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang belajar praktis bagi calon entrepreneur muda.

Program ini juga menunjukkan bahwa Inkubasi bisnis bukan sekadar konsep akademik.

Sebaliknya, Inkubasi merupakan proses nyata dalam membangun startup yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memahami tantangan dunia bisnis sejak dini.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan memperkuat budaya inovasi di lingkungan FEBI.

Lebih dari itu, workshop ini menjadi langkah strategis mencetak entrepreneur muda berbasis kreativitas.

Ke depan, program Inkubasi di FEBI diharapkan mampu melahirkan lebih banyak startup mahasiswa.

Dengan demikian, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus berperan aktif membangun ekosistem kewirausahaan kampus.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13 (3)eeeeeeeeeeeeee

Bangun Mental Wirausaha, Alumni Sukses FEBI Hani Wahyu Nugroho Berbagi Inspirasi di Career Development Program (CDP) KE-61

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menghadirkan program penguatan karier mahasiswa. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Career Development Program (CDP) yang menjadi bagian dari rangkaian pelepasan Wisuda ke-61.

Program ini dirancang untuk membekali calon wisudawan menghadapi dunia profesional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan lulusan FEBI. Oleh karena itu, para peserta akan memperoleh wawasan strategis tentang pengembangan karier.

Kegiatan Career Development Program (CDP) dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 April 2026. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan akan diselenggarakan di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta.

Selain menjadi bagian dari seremoni akademik, program ini menjadi ruang pembelajaran bersama. Para calon wisudawan diajak memahami realitas dunia kerja secara lebih luas. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan masa depan dengan lebih matang.

Career Development Program (CDP) Bekali Mindset Entrepreneur

Pada kegiatan ini, FEBI menghadirkan narasumber inspiratif, Hani Wahyu Nugroho, S.E. Ia akan menyampaikan materi bertema Entrepreneurial Mindset for Graduates. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini.

Melalui Career Development Program (CDP), para calon lulusan diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan. Selain itu, mereka juga didorong untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Hal ini menjadi bagian dari visi FEBI dalam mencetak lulusan unggul.

Dalam paparannya, Hani Wahyu Nugroho menegaskan pentingnya kesiapan mental dan visi. Ia menjelaskan bahwa lulusan harus memiliki pandangan masa depan yang jelas.

“Seorang lulusan harus memiliki visi yang kuat. Tanpa visi, langkah akan mudah goyah,” ujarnya.

Selain itu, mental yang tangguh juga harus dipersiapkan sejak awal. Dunia profesional penuh tantangan yang tidak selalu mudah dihadapi. Oleh sebab itu, karakter pantang menyerah perlu terus dilatih.

Tiga Bekal Penting bagi Calon Lulusan

Dalam sesi materi, tiga bekal utama akan ditekankan kepada para peserta. Ketiga hal tersebut dianggap penting untuk menghadapi dunia kerja.

Pertama, lulusan harus memiliki visi yang kuat. Visi akan menjadi arah dalam menentukan tujuan karier. Dengan visi yang jelas, setiap langkah akan lebih terarah.

Kedua, mental yang tangguh harus dimiliki oleh setiap lulusan. Tantangan dan persaingan kerja akan semakin kompleks. Karena itu, ketahanan mental menjadi kunci keberhasilan.

Ketiga, pemahaman terhadap dunia kerja perlu dipersiapkan sejak dini. Dunia kerja memiliki dinamika yang berbeda dari dunia kampus. Oleh karena itu, adaptasi yang cepat sangat dibutuhkan.

Materi tersebut akan disampaikan secara interaktif kepada peserta. Dengan demikian, pengalaman belajar yang lebih bermakna dapat dirasakan.

Mempersiapkan Lulusan sebagai Leader dan Job Creator

Melalui kegiatan ini, lulusan FEBI diharapkan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja. Sebaliknya, mereka juga didorong menjadi pencipta peluang usaha.

Program ini juga dirancang untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Selain itu, sinergi antara akademisi dan praktisi akan terus diperkuat.

Salah satu panitia kegiatan menyampaikan bahwa program ini sangat penting bagi mahasiswa. Ia menilai kegiatan ini mampu membuka wawasan karier calon lulusan.

“Kami ingin lulusan FEBI tidak hanya siap bekerja. Mereka juga harus siap memimpin dan menciptakan peluang,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Career Development Program (CDP), FEBI berharap lulusan mampu menghadapi tantangan masa depan. Mereka diharapkan hadir sebagai pemimpin, inovator, dan pencipta lapangan kerja bagi masyarakat.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13WWW

Wisuda ke-61 FEBI UIN Surakarta Luluskan 121 Mahasiswa dan Siap jadi CEO dan Job Creator

FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali mencatatkan pencapaian akademik membanggakan. Pada Wisuda ke-61, sebanyak 121 wisudawan dan wisudawati resmi diluluskan. Seluruh lulusan meraih predikat kelulusan sangat memuaskan.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan akademik mahasiswa FEBI. Selain itu, keberhasilan ini mencerminkan komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Oleh karena itu, berbagai program penguatan kompetensi terus dikembangkan.

Salah satu upaya strategis tersebut adalah melalui Career Development Program (CDP). Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia profesional. Dengan demikian, lulusan FEBI diharapkan mampu bersaing secara global.

Pada kesempatan ini, para wisudawan tidak hanya merayakan kelulusan. Mereka juga diajak untuk menatap masa depan dengan optimisme. Karena itu, Career Development Program (CDP) terus menjadi bagian penting dalam ekosistem pengembangan mahasiswa FEBI.

Komitmen FEBI Melalui Career Development Program (CDP)

Sebagai fakultas yang berorientasi pada pengembangan karier lulusan, FEBI secara aktif menghadirkan Career Development Program (CDP). Program ini bertujuan memperkuat kesiapan profesional mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, berbagai pembekalan karier diberikan kepada calon wisudawan. Materi yang disampaikan meliputi pengembangan soft skills, wawasan dunia kerja, dan penguatan jaringan profesional.

Selain itu, kegiatan tersebut juga melibatkan alumni dan praktisi industri. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas. Pengalaman praktis pun dapat dipelajari secara langsung.

Program ini juga dirancang agar lulusan mampu menjadi inovator ekonomi syariah. Oleh sebab itu, penguatan karakter kepemimpinan turut menjadi fokus utama. Nilai kolaborasi dan integritas terus ditanamkan.

Rincian Lulusan FEBI pada Wisuda ke-61

Pada Wisuda ke-61, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta meluluskan 121 mahasiswa. Seluruh lulusan berasal dari empat program studi di lingkungan fakultas.

Adapun rincian lulusan adalah sebagai berikut. Program Studi Akuntansi Syariah meluluskan 56 mahasiswa. Selanjutnya, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah meluluskan 31 mahasiswa.

Program Studi Perbankan Syariah meluluskan 28 mahasiswa. Sementara itu, Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf meluluskan 6 mahasiswa.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi kualitas akademik FEBI. Selain itu, jumlah lulusan mencerminkan keberhasilan proses pendidikan yang telah dijalankan.

Apresiasi bagi Lulusan Terbaik

Pada kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Penilaian didasarkan pada IPK tertinggi, masa studi cepat, dan usia kelulusan termuda.

Empat mahasiswa berhasil meraih penghargaan tersebut. Mereka menjadi representasi prestasi akademik FEBI.

Lulusan terbaik tersebut adalah Zilda Natasha Putri dari Perbankan Syariah dengan IPK 3,81. Masa studinya tercatat empat tahun dua bulan.

Selanjutnya, Muhammad Dzaki Abu Bakar dari Akuntansi Syariah meraih IPK 3,80. Masa studinya juga empat tahun dua bulan.

Aisyah Khatulistyowati dari Manajemen Bisnis Syariah memperoleh IPK 3,80. Ia menyelesaikan studi dalam empat tahun dua bulan.

Sementara itu, Difa Arum Luhiyani dari Manajemen Zakat dan Wakaf meraih IPK 3,78. Masa studinya empat tahun empat bulan.

Salah satu pimpinan FEBI menyampaikan apresiasi kepada para lulusan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras mahasiswa.

“Prestasi ini menunjukkan kualitas lulusan FEBI yang terus berkembang,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa Career Development Program (CDP) akan terus diperkuat. Program tersebut diharapkan mampu menghubungkan lulusan dengan dunia profesional.

Dengan demikian, lulusan FEBI tidak hanya unggul secara akademik. Mereka juga siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah Indonesia.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13 (1)eee

Kolaborasi Alumni dan Kampus : Berkontribusi Nyata melalui Hibah Alumni di Career Development Program (CDP) Ke-61

FEBI News – Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.Alumni calon wisudawan ke-61 memberikan hibah untuk mendukung Career Development Program (CDP).

Dana hibah sebesar Rp6.000.000 telah diserahkan kepada pihak fakultas.
Kontribusi tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan mahasiswa. Program Career Development Program (CDP) menjadi salah satu agenda penting bagi calon wisudawan FEBI.
Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja.

Selain itu, program ini juga menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi mahasiswa.
Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjadi pemimpin dan pencipta lapangan kerja.

Penyerahan hibah tersebut disambut positif oleh sivitas akademika FEBI.
Dukungan alumni dinilai memperkuat keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

Tidak hanya itu, kontribusi ini menunjukkan ikatan kuat antara alumni dan almamater.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa hubungan akademik terus terjaga dengan baik.

Melalui hibah ini, pelaksanaan Career Development Program (CDP) diharapkan berjalan lebih optimal.
Mahasiswa pun dapat memperoleh pengalaman yang lebih bermakna.

Career Development Program (CDP) sebagai Bekal Lulusan

Pelaksanaan Career Development Program (CDP) menjadi bagian penting dalam rangkaian pelepasan wisuda. Program ini dirancang untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan memperoleh wawasan karier yang relevan.
Materi yang diberikan juga mencakup pengembangan soft skill dan leadership.

Selain itu, peserta akan mendapatkan inspirasi langsung dari praktisi profesional.
Pengalaman praktis tersebut menjadi nilai tambah bagi calon wisudawan.

Program ini juga dirancang agar mahasiswa lebih percaya diri memasuki dunia profesional.
Dengan demikian, lulusan FEBI diharapkan mampu bersaing secara global.

Dana hibah dari alumni akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan tersebut.
Beberapa kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi melalui dukungan ini.

Salah satu perwakilan alumni menyampaikan harapannya terhadap program ini.
Ia menilai kegiatan ini penting bagi masa depan mahasiswa.

“Kami berharap hibah ini dapat mendukung pelaksanaan Career Development Program (CDP) secara maksimal,” ujarnya.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi calon wisudawan.”

Menguatkan Tradisi Kolaborasi Alumni dan Kampus

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus membangun tradisi kolaborasi bersama alumni.
Kontribusi alumni menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan kegiatan akademik.

Melalui hibah ini, semangat kebersamaan semakin terasa di lingkungan fakultas.
Mahasiswa aktif dapat merasakan dukungan nyata dari para seniornya.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat budaya berbagi di lingkungan kampus.
Nilai solidaritas akademik pun semakin ditanamkan kepada mahasiswa.

Program Career Development Program (CDP) menjadi simbol kesiapan lulusan FEBI menghadapi masa depan.
Kegiatan ini dirancang untuk membangun mindset profesional dan kewirausahaan.

Dengan adanya dukungan alumni, program tersebut dapat dilaksanakan secara lebih maksimal.
Mahasiswa pun dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas.

Ke depan, FEBI berharap kontribusi alumni dapat terus berkembang.
Kolaborasi antara kampus dan alumni diharapkan semakin kuat.

Akhirnya, hibah ini menjadi bukti nyata kepedulian alumni terhadap almamater.
Semangat tersebut diharapkan mampu menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya.

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.11.13 (4)dd

Sambut Wisuda ke-61, FEBI UIN Surakarta Gelar Career Development Program (CDP)

FEBI News – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya mencetak lulusan unggul. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Career Development Program (CDP) bagi wisudawan ke-61.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelepasan wisuda mahasiswa FEBI. Program tersebut dirancang untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dunia profesional. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan semangat kewirausahaan kepada para lulusan.

Acara dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Para wisudawan dan wisudawati diwajibkan hadir sebagai bagian dari agenda resmi fakultas.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dilepas sebagai alumni. Namun demikian, mereka juga dibekali wawasan strategis menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, program ini dirancang secara inspiratif dan edukatif.

Tema yang diangkat adalah Entrepreneurial Mindset for Graduates: Mencetak Lulusan FEBI sebagai Leader dan Job Creator. Tema ini menegaskan arah pengembangan lulusan FEBI sebagai pemimpin dan pencipta lapangan kerja.

Selain itu, suasana kegiatan dirancang interaktif. Dengan demikian, para peserta diharapkan dapat merasakan pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna.

Inspirasi Karier dalam Career Development Program (CDP)

Dalam Career Development Program (CDP) ini, FEBI menghadirkan narasumber inspiratif. Narasumber yang akan berbagi pengalaman adalah Hani Wahyu Nugroho, S.E.

Beliau dikenal sebagai praktisi yang memiliki pengalaman di bidang bisnis dan pengembangan karier. Oleh karena itu, kehadiran beliau diharapkan memberi wawasan praktis bagi para wisudawan.

Dalam sesi tersebut, peserta akan mendapatkan perspektif mengenai dunia kerja dan kewirausahaan. Selain itu, narasumber akan membagikan pengalaman perjalanan kariernya.

Hani Wahyu Nugroho menyampaikan bahwa lulusan harus memiliki pola pikir progresif.

“Lulusan hari ini tidak hanya mencari pekerjaan. Mereka juga harus mampu menciptakan peluang bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bagi para wisudawan. Dengan demikian, lulusan FEBI diharapkan siap menghadapi dinamika ekonomi modern.

Selain itu, nilai kepemimpinan juga akan ditekankan selama sesi diskusi berlangsung. Karena itu, peserta didorong untuk aktif bertanya dan berdiskusi.

Membangun Generasi Leader dan Job Creator

Pelaksanaan kegiatan ini disambut antusias oleh civitas akademika FEBI. Kehadiran wisudawan dalam kegiatan ini menjadi simbol kesiapan mereka memasuki fase baru kehidupan.

Di sisi lain, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara fakultas dan alumni. Hal tersebut penting untuk membangun jejaring profesional di masa depan.

Selain itu, penyelenggaraan program ini menunjukkan keseriusan FEBI dalam menyiapkan lulusan berkualitas. Program ini juga dirancang agar mahasiswa memahami arah karier secara lebih jelas.

Dengan demikian, lulusan FEBI tidak hanya dibekali ilmu akademik. Mereka juga didorong memiliki keberanian berinovasi di dunia kerja.

Lebih lanjut, Career Development Program (CDP) diharapkan menjadi momentum refleksi bagi para wisudawan. Momentum ini juga menjadi titik awal perjalanan profesional mereka.

Pada akhirnya, FEBI berharap setiap lulusan mampu membawa nilai keilmuan dan integritas. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan menjadi pemimpin dan pencipta peluang di tengah masyarakat.

Karena itu, seluruh wisudawan dan wisudawati diimbau hadir tepat waktu. Acara ini tidak dipungut biaya dan bersifat wajib bagi peserta.

Melalui kegiatan ini, FEBI menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul. Generasi tersebut diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan umat.

WhatsApp Image 2026-03-05 at 11.00.31

Menguatkan Ekonomi Masyarakat Kartasura : FEBI UIN Surakarta Bekali Pedagang Pasar Tempoe Doeloe Ilmu Akuntansi UMKM

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmen pemberdayaan masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) digelar pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan ini menghadirkan pelatihan akuntansi bagi pelaku UMKM. Peserta berasal dari pedagang Pasar Tempoe Doeloe Gunung Kunci Kartasura.

Selain itu, kegiatan disambut langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Sambutan pembuka diberikan untuk menguatkan semangat kolaborasi akademisi dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha kecil.

“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat dan dampak nyata bagi pelaku UMKM,” ujar Prof. Rahmawan Arifin, M.Si.

Selanjutnya, beliau juga menekankan bahwa penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama. Akademisi dan pelaku usaha saling bertukar pengalaman serta pengetahuan praktis.

Dengan demikian, keberadaan FEBI tidak hanya hadir di ruang kelas. Namun, manfaatnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Materi Akuntansi Produksi untuk UMKM

Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri dari FEBI. Materi disampaikan secara sistematis dan aplikatif.

Para pemateri adalah Wahyu Pramesti, M.Si., Sayekti Endah Retno Meilani, S.E., M.Si., serta Ning Karnawijaya, M.S.I.

Dalam sesi utama, peserta dikenalkan pada kertas kerja perhitungan biaya produksi. Materi tersebut menjadi fokus penting dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI).

Selain itu, peserta juga diberikan panduan praktis menghitung Harga Pokok Produksi (HPP). Perhitungan tersebut mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, serta overhead produksi.

Selanjutnya, pemateri menjelaskan cara menentukan harga jual yang menguntungkan. Materi disampaikan melalui contoh kasus usaha sederhana.

Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memahami proses perhitungan secara bertahap.

Para peserta juga terlihat antusias selama pelatihan berlangsung. Pertanyaan dan diskusi aktif mewarnai sesi pembelajaran.

Oleh sebab itu, materi tidak hanya bersifat teoritis. Namun, juga disesuaikan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan.

Pentingnya Perhitungan HPP yang Akurat

Dalam sesi penutup, pemateri menekankan pentingnya perhitungan Harga Pokok Produksi. Perhitungan tersebut menjadi dasar penentuan harga jual produk.

“Perhitungan HPP yang akurat adalah fondasi harga jual yang sehat,” jelas Wahyu Pramesti.

Selanjutnya, beliau juga mengingatkan risiko kesalahan perhitungan biaya. Harga yang terlalu rendah dapat menggerus keuntungan secara perlahan.

Namun demikian, masalah tersebut sering tidak disadari oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, penggunaan kertas kerja perhitungan menjadi sangat penting.

Para peserta juga dianjurkan menggunakan kertas kerja tersebut secara konsisten. Perhitungan harus dilakukan pada setiap periode produksi.

Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memantau keuntungan usaha secara lebih akurat.

Selain itu, pelatihan ini juga memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang pada kegiatan berikutnya.

Akhirnya, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (FEBI) menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi. Ilmu pengetahuan dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

WhatsApp Image 2026-03-02 at 10.05.39

Sinergi Ormawa FEBI Diperkuat untuk Dorong Prestasi Mahasiswa

Penguatan Peran Ormawa dalam Pengembangan Mahasiswa

FEBI NewsFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat peran Ormawa sebagai estafet penggerak kegiatan mahasiswa. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat penguatan sinergi organisasi mahasiswa.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026. Rapat berlangsung di Aula FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Selain itu, kegiatan dihadiri oleh seluruh perwakilan Ormawa di lingkungan FEBI. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi organisasi mahasiswa.

Rapat dipimpin oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni FEBI, Dr. Ika Yoga, S.E., M.M. Kegiatan juga didampingi jajaran tenaga kependidikan.

Hj. Imamah Mar’ati Sholihah, S.S., M.Pd. hadir sebagai Ketua Tim Tata Usaha FEBI. Selain itu, turut mendampingi Wibowo Isa, S.Sos., M.E. serta M. Yusuf Perkasa Wibowo, S.E., M.M.

Dalam kesempatan tersebut, sinergi antara fakultas dan Ormawa ditekankan sebagai kunci pengembangan mahasiswa. Oleh karena itu, koordinasi lintas organisasi dinilai sangat penting.

“Kami berharap organisasi mahasiswa mampu menjadi ruang tumbuh kreativitas dan prestasi mahasiswa FEBI,” ujar Dr. Ika Yoga.

Program Kerja Ormawa Disampaikan secara Kolaboratif

Selanjutnya, masing-masing Ormawa memaparkan rencana program kerja tahun 2026. Program tersebut mencerminkan dinamika serta inovasi organisasi mahasiswa.

DEMA FEBI menyoroti optimalisasi fasilitas fakultas. Podcast mahasiswa akan dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan publikasi kegiatan.

Kemudian, SEMA FEBI menyiapkan program penguatan kapasitas kelembagaan. Program tersebut meliputi Training of Senator dan Public Hearing mahasiswa.

Selain itu, Election Class juga akan diselenggarakan bersama narasumber dari Komisi Pemilihan Umum Surakarta. Program ini dirancang untuk memperkuat literasi demokrasi mahasiswa.

HMPS Manajemen Bisnis Syariah menghadirkan berbagai kegiatan akademik dan kreativitas mahasiswa. Beberapa program unggulan meliputi Forum Ketua Kelas dan Gallery Inspiration.

Selain itu, terdapat program Network Alumni dan Business Talkshow Series. Program kewirausahaan mahasiswa juga direncanakan melalui Sahara Coins dan Barakah Coins.

Sementara itu, HMPS Akuntansi Syariah menyiapkan kompetisi akademik. Program tersebut meliputi COMPAC, ACT Olimpiade, serta seminar sertifikasi profesi.

Namun demikian, kegiatan kreatif juga akan dikembangkan melalui program bakat mahasiswa. Program tersebut meliputi kompetisi poster digital dan kegiatan sosial mahasiswa.

Sinergi Ormawa Diharapkan Mendorong Prestasi

Di sisi lain, HMPS Manajemen Zakat dan Wakaf menyoroti tantangan penguatan organisasi. Tantangan tersebut meliputi branding program studi dan penguatan budaya akademik.

Sebagai langkah solusi, program PICU telah dirancang. Program tersebut bertujuan mempercepat peningkatan kapasitas mahasiswa.

Selanjutnya, HMPS Ekonomi Syariah merencanakan program Eksyar Peduli UKT. Program ini berfokus pada solidaritas mahasiswa serta peningkatan kualitas akademik.

Adapun HMPS Perbankan Syariah akan menyelenggarakan Islamic Banking Fair. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah mahasiswa.

Dengan demikian, forum rapat ini menjadi momentum strategis bagi Ormawa. Program kerja mahasiswa akan diselaraskan dengan arah pengembangan fakultas.

Selain itu, sinergi yang terbangun diharapkan memperkuat ekosistem organisasi mahasiswa.

“Kolaborasi yang kuat akan melahirkan inovasi dan prestasi mahasiswa,” ujar salah satu peserta forum.

Akhirnya, komitmen bersama telah ditegaskan melalui rapat ini. Program kerja Ormawa diharapkan berjalan kolaboratif dan berdampak nyata.

Dengan demikian, FEBI terus mendorong organisasi mahasiswa menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang progresif.