Sukses Buat Asesor LAMEMBA Terkesan dan Kagum saat Asesmen Lapangan Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah

Asesmen Lapangan Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah telah dimulai

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) untuk dua program studi yang digelar secara bersamaan pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Dua asesor dari LAMEMBA hadir dalam kesempatan tersebut. Mereka adalah Dr. Tri Lestari, SE., M.Sc. Ak., Ph.D. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten dan Dr. Aas Nurasyiah, M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

FEBI Sukses Buat Asesor LAMEMBA hadir, Keduanya mengaku bersyukur sejak pertama kali memasuki lingkungan FEBI. Menurut mereka, ada banyak hal menarik yang bisa dilihat sekaligus dipelajari dari FEBI UIN Raden Mas Said. Mulai dari kelengkapan sarana dan prasarana, karya-karya mahasiswa yang menghiasi dinding fakultas, hingga suasana ruang yang tenang dan sejuk di setiap sudutnya.

Dibaca juga : Dr. Zakky Fahma Auliya, M.M. Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Fenomena TikTok Shop di Disertasi

Senada dengan itu, Dr. Aas Nurasyiah menyampaikan rasa kagumnya terhadap suasana akademik yang kental dan lingkungan yang mendukung pembelajaran. Ia menambahkan bahwa keberadaannya sebagai asesor di FEBI kali ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan akan terus dikenang. Bahwa FEBI Sukses Buat Asesor LAMEMBA terkesan.

Pelaksanaan asesmen ini menjadi bagian dari langkah strategis FEBI dalam menjaga standar mutu akademik dan akreditasi. Kehadiran dua asesor yang memberikan apresiasi tinggi menambah semangat seluruh sivitas akademika.

Dengan lingkungan yang inspiratif, manajemen yang solid, serta visi yang kuat dalam pengembangan ekonomi dan bisnis Islam, FEBI terus meneguhkan posisinya sebagai fakultas unggulan yang layak menjadi panutan.

pembukan-asesmen-lamemba-febi-uin-surakarta

Pembukaan Asesmen Lapangan: Rektor UIN Surakarta Tekankan Pentingnya Scientific Vision

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) untuk dua program studi secara bersamaan yang digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Asesmen ini menghadirkan asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), yaitu Dr. Tri Lestari, SE., M.Sc. Ak., Ph.D. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten dan Dr. Aas Nurasyiah, M.Si. (Univ. Pendidikan Indonesia Bandung)

Dalam sambutannya, Dr. Tri Lestari menyatakan bahwa asesmen kali ini menjadi momen penting. Ini adalah kali pertamanya ia melakukan asesmen terhadap dua prodi sekaligus dalam satu kunjungan. Menurutnya, metode ini akan menjadi model baru yang mengarah pada sistem cluster asesmen berkelanjutan.

Dibaca juga : FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan Yangzhou Polytechnic College Tindaklanjuti MoU dengan Rencana Program Double Degree

Rektor UIN Surakarta juga menekankan pentingnya setiap program studi memiliki Scientific Vision. Visi ini menjadi pembeda dan kekuatan akademik yang membedakan satu prodi dari yang lain. Tanpa visi ilmiah yang kuat, sebuah prodi berisiko kehilangan arah dalam pengembangan keilmuan (Tekankan Pentingnya Scientific Vision).

Dalam refleksi yang menyentuh, ia menafsirkan Surat Al-‘Ashr dan mengaitkannya dengan pentingnya prodi untuk terus bergerak maju. “Jangan sampai kita menjadi golongan yang merugi,” tegasnya Rektor UIN Surakarta. Menurutnya, akreditasi bukan hanya soal penilaian administratif, tapi juga momentum evaluasi dan pembaruan nilai-nilai akademik.

FEBI memanfaatkan momen ini sebagai ajang tahadduts bin-ni’mah, yaitu menyampaikan rasa syukur atas capaian yang telah diraih. Berbagai inovasi disampaikan kepada asesor, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, kerja sama dengan mitra industri, hingga pembaruan sistem digitalisasi akademik.

Asesmen lapangan ini menandai langkah strategis FEBI dalam mewujudkan visi sebagai fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Dengan Tekankan Pentingnya Scientific Vision, FEBI optimis akan terus menjadi pelopor dalam pendidikan ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia.

bumida-1600x900

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta dan Yangzhou Polytechnic College Tindaklanjuti MoU dengan Rencana Program Double Degree

Surakarta, 12 Mei 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta semakin memperluas jejaring internasionalnya melalui kerja sama lanjutan dengan Yangzhou Polytechnic College, Provinsi Jiangsu, Republik Rakyat Tiongkok. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua institusi pada tahun 2024 lalu.

Dalam kerja sama strategis ini, FEBI dan Yangzhou Polytechnic College menyepakati pelaksanaan program double degree antara Program Studi S1 Bisnis Digital UIN Raden Mas Said dan program Bachelor of Commerce di Yangzhou Polytechnic College.

Melalui skema ini, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital yang terpilih akan menjalani studi semester 3, 4, dan 5 di kampus mitra di Tiongkok. Setelah menyelesaikan seluruh proses akademik sesuai kurikulum yang telah diselaraskan, mahasiswa akan berhak memperoleh dua gelar sekaligus: Sarjana Ekonomi dari UIN Raden Mas Said dan Bachelor of Commerce dari Yangzhou Polytechnic College.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi program studi di lingkungan FEBI. “Program double degree ini merupakan langkah nyata FEBI dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi global, adaptif terhadap dinamika digital, dan memiliki pengalaman internasional yang konkret,” ujar Dekan FEBI, Prof. Dr. M Rahmawan Arifin, M.Si. dalam keterangannya.

Program ini juga dirancang untuk membuka peluang kolaborasi lain seperti pertukaran dosen, seminar internasional, serta pengembangan kurikulum berbasis global. Kedua institusi berkomitmen untuk memulai implementasi akademik perdana program double degree ini pada tahun ajaran 2025/2026.

Langkah ini selaras dengan visi UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun internasional, khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis digital berbasis nilai-nilai keislaman dan keberlanjutan.

Dr. Zakky Fahma Auliya Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Fenomena TikTok Shop di Disertasi

Dr. Zakky Fahma Auliya, M.M. Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Fenomena TikTok Shop di Disertasi

Yogyakarta – Sebuah capaian membanggakan diraih oleh Ketua Jurusan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKS) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Dr. Zakky Fahma Auliya, S.E., M.M. Resmi Sandang Gelar Doktor setelah menyelesaikan Ujian Terbuka Promosi Doktor di Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis, 31 Juli 2025.

Dalam disertasinya, Dr. Zakky mengangkat tema yang sangat relevan. Judulnya adalah “Dinamika Sosial dan Psikologis dalam Keputusan Pembelian: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen pada Platform TikTok Shop di Indonesia.”

Penelitian ini membahas faktor sosial dan psikologis yang memengaruhi keputusan pembelian di TikTok Shop. Ia menemukan bahwa komunitas digital dan kepercayaan terhadap influencer berperan besar dalam mendorong konsumen melakukan transaksi. Selain itu, impulsivitas dan kenyamanan platform juga turut memengaruhi perilaku belanja.

Dibaca juga : FEBI MOA dengan BAZNAS dan LAZ Solo

Ujian terbuka berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari para penguji. Hasil penelitian Dr. Zakky dinilai memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu ekonomi digital.

FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta menyambut gembira pencapaian ini. Keberhasilan Dr. Zakky menjadi bukti bahwa dosen-dosen FEBI terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan riset. Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan zaman.

Selamat kepada Dr. Zakky Fahma Auliya atas pencapaian luar biasa ini Resmi Sandang Gelar Doktor. Semoga ilmu dan pengabdiannya memberi manfaat yang luas bagi dunia akademik dan masyarakat.

FEBI MOA dengan BAZNAS dan LAZ Solo

FEBI MOA dengan BAZNAS dan LAZ Solo

Surakarta, 30 Juli 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan beberapa Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari Solo.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (30/7/2025) di Ruang Rapat FEBI. Tujuan utamanya adalah membangun kerja sama strategis untuk mendukung regenerasi mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf.

Penandatanganan MOA dihadiri oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., pimpinan program studi, serta perwakilan dari BAZNAS dan LAZ. Dalam sambutannya, Prof. Rahmawan menyampaikan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga zakat.

Dibaca juga : Mazawa FEBI UIN Surakarta Ikuti Webinar BWI: Bahas Kunci Sukses Wakaf Produktif

“Kerja sama ini bukan hanya implementasi tridarma perguruan tinggi. Tapi juga langkah nyata menyiapkan SDM amil yang profesional dan berintegritas,” tegas beliau.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa akan mendapat akses ke program magang, pelatihan amil muda, dan peluang riset kolaboratif. Lembaga zakat juga diharapkan dapat memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan lapangan.

Selain itu, FEBI MOA dengan BAZNAS dan LAZ Solo ini membuka jalan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat dan wakaf. FEBI berkomitmen menyiapkan lulusan yang siap pakai dan mampu menjawab tantangan dunia zakat dan wakaf yang terus berkembang.

kolaborasi BWI dengan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta

Mazawa FEBI UIN Surakarta Ikuti Webinar BWI: Bahas Kunci Sukses Wakaf Produktif

Surakarta, 24 Juli 2025 — Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta turut ambil bagian dalam webinar nasional bertema “Kunci Sukses Pengelolaan Wakaf Produktif”. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Kamis, 24 Juli 2025 pukul 13.30 WIB.

Acara dipandu oleh Dr. K.H. Agus Priyatno, M.M., Ketua Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi BWI. Narasumber utama adalah Ustazah Bannasari, S.Ag., Direktur Wakaf Orbit Adora Relief International. Ia memaparkan praktik wakaf produktif bertaraf internasional dan bagaimana membangun ekosistem wakaf yang berkelanjutan.


Strategi Wakaf Produktif Menurut BWI

Webinar membahas enam poin utama dalam strategi pengelolaan wakaf produktif:

  1. Integrasi Ekosistem Wakaf Nasional
    Mendorong sinergi antara BWI, Kemenag, Kemenkeu, dan KNEKS.
  2. Literasi dan Edukasi
    Edukasi masif untuk kampus, pesantren, dan masyarakat umum.
  3. Regulasi dan Tata Kelola
    Revisi UU Wakaf dan pedoman teknis wakaf uang.
  4. Penguatan SDM Nazhir
    Pelatihan khusus dan sistem akreditasi lembaga.
  5. Digitalisasi Wakaf
    Pemanfaatan platform seperti SatuWakaf, SAMAWI, dan IIWCP.
  6. Kolaborasi Stakeholder
    Kerja sama antara pemerintah, sektor keuangan syariah, masyarakat sipil, dan dunia usaha.

Peran Mazawa FEBI dalam Literasi Wakaf

Dosen dan mahasiswa Mazawa FEBI UIN Raden Mas Said mengikuti sesi ini secara aktif. Mereka belajar langsung dari pengalaman Wakaf Orbit, lembaga nazhir wakaf bertaraf internasional. Kolaborasi dan profesionalisme menjadi poin penting yang perlu diadopsi oleh SDM wakaf masa depan.

“Kami melihat Wakaf Orbit sebagai role model. Mahasiswa Mazawa perlu dibekali wawasan kolaboratif dan literasi digital agar siap menjadi pengelola wakaf yang andal,” ujar salah satu dosen Mazawa.

Meskipun UIN Surakarta belum menjadi nazhir institusional, Prodi Mazawa telah membekali mahasiswanya untuk mampu berperan strategis dalam ekosistem wakaf nasional.

Urban Farming FEBI UIN Surakarta

Urban Farming Bukan Sekadar Gaya Hidup, Tapi Solusi Ekonomi Masa Kini

Surakarta, Kamis, 24 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Praktik Nyata Urban Farming dan Ketahanan Ekonomi Pangan”. Kegiatan Urban Farming sebagai Solusi Ekonomi Masa Kini berlangsung di lingkungan kampus FEBI dengan suasana yang penuh antusiasme.

Kegiatan dibuka dengan sesi Pusat Edukasi. Narasumber utama, Bapak Agus Mudjiyono, menyampaikan materi tentang cara menanam hingga merawat tanaman hidroponik. Beliau adalah praktisi hidroponik yang telah berpengalaman dalam pembinaan komunitas urban farming di berbagai daerah.

Turut hadir Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., yang memberikan sambutan dan mendampingi peserta selama sesi berlangsung. Dalam arahannya, Prof. Rahmawan menekankan pentingnya pembelajaran langsung yang aplikatif. Urban farming, menurutnya, adalah solusi nyata menghadapi krisis pangan dan ekonomi.

Dibaca juga : FEBI Gelar Pusat Edukasi Urban Farming dan Ketahanan Ekonomi Pangan

Sesi utama berisi praktik langsung. Peserta mempelajari tahapan menanam dengan sistem hidroponik. Mereka belajar menyiapkan media tanam, memilih bibit, merakit instalasi, serta merawat tanaman secara berkala.

Civitas akademika FEBI terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya memperhatikan, tetapi juga langsung mencoba secara berkelompok. Instalasi hidroponik sederhana disiapkan di area kampus sebagai media praktik.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Saya jadi paham bahwa hidroponik bisa dilakukan di rumah, bahkan bisa jadi usaha sampingan,” ujar salah satu peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FEBI untuk memperkuat literasi ekonomi hijau. Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan yang bisa langsung diterapkan di masyarakat.

Melalui urban farming, FEBI ingin mendorong peserta agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Hidroponik bukan sekadar tren, tetapi peluang untuk masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Urban Farming Bukan Sekadar Gaya Hidup, Tapi Solusi Ekonomi Masa Kini

Urban Farming FEBI UIN Surakarta

FEBI Gelar Pusat Edukasi Urban Farming dan Ketahanan Ekonomi Pangan

Surakarta, Selasa 22 Juli 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Urban Farming dan Ketahanan Ekonomi Pangan”. Acara berlangsung pada Selasa, 22 Juli 2025, di Aula FEBI. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat literasi ekonomi hijau di kalangan civitas akademika FEBI.

Acara dibuka oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau menyampaikan pentingnya inovasi dalam pertanian modern. Menurutnya, Urban Farming dan Ketahanan Ekonomi Pangan adalah langkah konkret mulai dari cara kerja ekosistem, pentingnya sumber pangan lokal, hingga bagaimana menjaga lingkungan agar tetap lestari (green metric).

Kegiatan diawali dengan sesi Pusat Edukasi. Narasumber utama yang bernama Agus Mudjiyono, seorang praktisi spesialist hydroponik menyampaikan materi berjudul “Mengapa Harus Menanam Hidroponik?”. Materi ini menyoroti pentingnya hidroponik sebagai metode tanam efisien dan berkelanjutan. Tanpa memerlukan tanah luas, hidroponik bisa dilakukan di rumah atau area terbatas.

Dibaca juga : Langitkan Doa dan Menggapai Asa Lewat Muqoddaman dan Doa Bersama Jelang Asesmen lapangan AKS dan ES

Selain sisi teknis, peserta juga diberikan wawasan tentang potensi bisnis hidroponik. Metode ini dinilai mampu menjadi peluang usaha yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. Peserta didorong untuk mulai mencoba dan menjadikannya sebagai bisnis mandiri.

Diskusi berjalan interaktif. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab. Banyak dari mereka tertarik untuk mengembangkan proyek hidroponik sederhana sebagai langkah awal.

Melalui kegiatan ini, FEBI Urban Farming dan Ketahanan Ekonomi Pangan menunjukkan komitmen dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan pertanian urban. Edukasi seperti ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk berpikir inovatif dan solutif, tidak hanya di bidang ekonomi syariah, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat berkelanjutan.

sidiq

Bersama Para Tokoh Nasional, Alumni FEBI ini Paparkan Ekonomi Islam Berkelanjutan di Universitas Indonesia

Depok, 22–26 Juli 2025Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) sukses menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) 2025 di Universitas Indonesia dengan mengusung tema:
“Resilience of Multi-Sector through Technology Transformation to Strengthen Inclusive and Sustainable Islamic Economic Growth.”

Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 200 kader ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting dalam penguatan ekosistem ekonomi Islam berkelanjutan berbasis teknologi.

Presidium FoSSEI Nasional Tegaskan Komitmen Generasi Muda dalam Ekonomi Islam

Dalam paparannya, Sidiq Dwi Prasetyo, Presidium Nasional FoSSEI sekaligus alumni Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, menegaskan urgensi peran generasi muda dalam dakwah ekonomi Islam.
“Ekonomi Islam adalah ilmu langit, tugas kita membumikannya,” ujarnya dengan penuh semangat.

Ia menekankan bahwa Temilnas bukan sekadar kompetisi ilmiah, melainkan ruang inkubasi pemikiran strategis, ukhuwah kader, dan konsolidasi dakwah ekonomi Islam.

Tokoh Nasional Soroti Transformasi Digital sebagai Pilar Ekonomi Islam Masa Depan

Temilnas 2025 semakin bernas dengan kehadiran para tokoh nasional, antara lain:

  • Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.DDean & CEO Asian Development Bank Institute (Keynote Speaker)
  • Umar Aditiawarman, Ph.D – Pakar Ekonomi Islam dan Teknologi
  • Dr. Fadlu Imansyah, S.E., M.M. – Akademisi dan Konsultan Bisnis Syariah
  • Irfan Farullian – Praktisi Keuangan Syariah
  • Bondan Margono – Aktivis Ekonomi Digital dan Syariah

Para pembicara sepakat bahwa transformasi digital lintas sektor adalah kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi Islam yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tantangan global.

FoSSEI: Kolaborasi Lintas Generasi untuk Ekonomi Islam yang Adil dan Relevan

Temilnas FoSSEI 2025 menjadi forum strategis bagi konsolidasi gerakan ekonomi Islam nasional. FoSSEI menegaskan pentingnya sinergi antara nilai-nilai syariah, literasi digital, dan pembangunan ekonomi multisektor.

Acara ini bukan hanya ruang akademik, tetapi juga menjadi:

  • Sarana konsolidasi kader ekonomi Islam lintas kampus dan angkatan
  • Ajang pemantapan nilai intelektualitas dan spiritualitas
  • Pilar kolaborasi generasi muda dan tokoh nasional

“Kami berharap Temilnas ini menjadi titik tolak bagi sistem ekonomi Islam yang lebih adil secara syariah, relevan dengan kemajuan teknologi, inklusif secara sosial, dan berkelanjutan secara ekonomi,” tutup Presidium FoSSEI.

WhatsApp Image 2025-07-25 at 15.46.57

Langitkan Doa dan Menggapai Asa Lewat Muqoddaman dan Doa Bersama Jelang Asesmen lapangan AKS dan ES

Sukoharjo, 25 Juli 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar Muqoddaman beserta doa bersama di Aula Gedung F, kegiatan Muqoddaman dan Doa Bersama guna mensukseskan acara AL kedepan. Kegiatan Muqoddaman dan Doa Bersama merupakan bentuk ikhtiar menjelang Asesmen Lapangan Program Studi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah.

Doa bersama diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Suasana berlangsung khidmat dan penuh harap. Seluruh peserta memanjatkan doa agar proses asesmen berjalan lancar dan mendapatkan hasil terbaik.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, sivitas akademika FEBI berkumpul untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan memanjatkan doa bersama agar seluruh proses asesmen berjalan dengan lancar, diberikan kemudahan, serta menghasilkan capaian terbaik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum membangun semangat kebersamaan dan keyakinan bahwa ikhtiar batiniah merupakan bagian penting dalam meraih mutu pendidikan yang unggul. FEBI berkomitmen untuk terus melangkah maju, menyatukan kekuatan lahir dan batin dalam upaya menjaga integritas akademik dan peningkatan kualitas prodi.

Dibaca juga : SPI UIN Raden Mas Said Monitoring dan Dampingi Review Kegiatan FEBI

Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, menyampaikan bahwa asesmen lapangan bukan hanya soal administrasi. Ia menegaskan, asesmen menjadi momen penting untuk menilai kualitas dan capaian prodi khususnya Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah.

“Kami berikhtiar secara maksimal dan memohon doa. Semoga diberi kemudahan, kelancaran, serta hasil yang berkah,” ujar beliau.

Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan seluruh sivitas akademika FEBI. Doa menjadi penguat spiritual dalam menyambut proses penilaian eksternal.

Dengan kesiapan dan dukungan semua pihak, FEBI UIN Raden Mas Said optimis menghadapi asesmen. Prodi Akuntansi Syariah dan Ekonomi Syariah diharapkan dapat meraih hasil terbaik demi peningkatan mutu dan reputasi akademik.