Kupas Transport Economics, Dr. Nur Zaimah Beri Kuliah Umum di FEBI

Kupas Transport Economics, Dr. Nur Zaimah Beri Kuliah Umum di FEBI

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan kuliah tamu internasional pada Selasa (30/6/2026). Mengangkat tema Transport Economics, acara ini membedah dinamika sistem transportasi modern secara komprehensif. Kuliah umum ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, baik di SmartClassRoom F.203 maupun melalui Zoom. Melalui forum ini, para peserta diajak langsung memahami tantangan nyata sektor ekonomi publik. Acara ini dipandu langsung oleh Dr. Dita Andraeny, S.E., M.Si. selaku moderator.

Urgensi Analisis Sektor Transport Economics

Perkembangan infrastruktur global saat ini menuntut pemahaman lintas disiplin ilmu yang mendalam. Oleh karena itu, materi Transport Economics menjadi sangat relevan bagi mahasiswa ekonomi Islam. Sektor transportasi bukan sekadar alat mobilitas, melainkan urat nadi perekonomian suatu negara. Selanjutnya, pemahaman regulasi yang tepat akan membantu mahasiswa dalam menganalisis kebijakan publik secara kritis. Hubungan antara efisiensi transportasi dan pertumbuhan ekonomi global dikupas secara tajam dalam sesi ini.

“Ekosistem transportasi yang efisien merupakan kunci utama dalam mendorong keadilan distribusi ekonomi masyarakat,” ujar Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah selaku narasumber utama.

Kolaborasi Global Melalui Kelas Inovatif

Suasana kelas terasa sangat hidup karena mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi interaktif. Pertanyaan kritis mengenai regulasi perbankan partisipatif yang menyokong infrastruktur juga turut didiskusikan. Selain itu, integrasi teknologi SmartClassRoom membuat proses belajar daring dan luring berjalan tanpa hambatan. Pada akhirnya, wawasan internasional ini diharapkan mampu mencetak lulusan FEBI yang berdaya saing global. Komitmen FEBI dalam menghadirkan praktisi dunia luar terbukti meningkatkan kualitas akademis kampus secara signifikan.

Penutupan Sesi Kuliah Interaktif

Sebelum acara berakhir, antusiasme peserta masih terlihat tinggi saat sesi tanya jawab berlangsung. Berbagai pandangan baru dari narasumber berhasil membuka cakrawala berpikir mahasiswa mengenai tantangan masa depan. Kemudian, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi foto bersama secara virtual dan berhadapan langsung. Kuliah visiting lecturer ini sukses membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk menyerap ilmu global. Kegiatan edukatif serupa akan terus digalakkan demi mendukung visi internasionalisasi fakultas.

Menggandeng Jemaah Masjid, FEBI UIN Surakarta Sukses Luncurkan Program Bank Sampah

Menggandeng Jemaah Masjid, FEBI UIN Surakarta Sukses Luncurkan Program Bank Sampah

KARTASURAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Workshop Bank Sampah Masjid Lestari di Masjid An-Nur Keputren, Kartasura (29/6). Kegiatan pengabdian masyarakat ini digagas untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Melalui pendekatan ecotheology, masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat peradaban hijau. Langkah nyata ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat luas dalam mengelola sisa pembuangan rumah tangga sehari-hari.

Menggagas Circular Economy Berbasis Keumatan

Acara yang dipandu oleh Dr. Arif Muannas, M.Sc. ini dihadiri oleh perwakilan jamaah dari lima masjid di wilayah Kartasura. Selanjutnya, para peserta diajak memahami konsep circular economy atau ekonomi sirkular yang dipaparkan oleh Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah daru Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS). Oleh karena itu, sampah tidak lagi dibuang begitu saja, tetapi diputar kembali menjadi sumber pendapatan baru bagi umat. “Masjid harus menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan karena kebersihan adalah bagian integral dari keimanan kita,” tegas Dekan FEBI UIN Raden Mas Said saat memberikan sambutan.

Penerapan Program Bank Sampah Keputren Ecotheo Farm

Selain itu, diperkenalkan pula program Bank Sampah Masjid Lestari yang terintegrasi langsung dengan program Keputren Ecotheo Farm. Sistem ini dirancang sedemikian rupa agar masyarakat dapat menyetorkan sampah kering yang telah dipilah dari rumah masing-masing. Dengan demikian, setiap botol plastik yang dikumpulkan oleh jamaah di rumah bisa berubah menjadi berkah ekonomi yang bernilai tinggi. Program ini dikelola secara profesional oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) demi menjamin transparansi serta keberlanjutan manfaatnya

Antusiasme Warga dalam Sesi Diskusi

Sementara itu, sesi tanya jawab yang interaktif berhasil memantik antusiasme dan komitmen yang tinggi dari seluruh perwakilan jamaah. Berbagai pertanyaan kritis mengenai teknis penyetoran dan bagi hasil tabungan didiskusikan secara mendalam bersama seluruh fasilitator. Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi nyata yang akan segera diimplementasikan di lingkungan masjid masing-masing. Penanggung jawab acara, Zulfikar Ali Ahmad, S.E., M.Sc., memastikan bahwa pendampingan berkala akan terus dilakukan oleh pihak kampus.

FEBI UIN Surakarta Gelar Review Kurikulum Berstandar Internasional bersama Dr. Nur Zaimah dari Malaysia

FEBI UIN Surakarta Gelar Review Kurikulum Berstandar Internasional bersama Dr. Nur Zaimah dari Malaysia

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda penting pada Selasa, 7 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil melalui acara review kurikulum yang mengusung tema “Islamic Economics Discourses for Business School Programs”. Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Struktur kurikulum berjalan kini dievaluasi secara menyeluruh demi menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, standardisasi internasional menjadi fokus utama dalam perbaikan ini.

Komitmen FEBI dalam Mengembangkan Review Kurikulum Ekonomi Islam

Selanjutnya, pemaparan materi dipimpin langsung oleh Wakil Dekan 1, Dr. Arif Muanas, S.E., M.Sc. Beliau menjelaskan rencana integrasi diskursus baru yang lebih relevan bagi mahasiswa. Review kurikulum ini dilakukan untuk memvalidasi mata kuliah lama dan baru secara objektif. Melalui langkah ini, kualitas lulusan diharapkan dapat bersaing di kancah global. Acara yang dipandu oleh Dr. Moh Rifqi Khairul Umam sebagai moderator ini berlangsung sangat interaktif.

“Peninjauan berbasis standar internasional ini sangat krusial bagi masa depan fakultas kita,” ujar Dekan FEBI dalam sambutannya.

Hadirkan Perspektif Global Melalui Komparasi Internasional

Di sisi lain, FEBI juga menghadirkan pakar internasional untuk memberikan evaluasi mendalam. Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah diundang sebagai reviewer utama dalam forum ini. Beliau membagikan perspektif global yang komprehensif, termasuk melakukan komparasi dengan kurikulum di Turki. Kehadiran beliau memberikan validasi penting terhadap arah pengembangan akademik fakultas. Dengan demikian, standar pendidikan yang diterapkan akan semakin diakui secara luas.

Sinergi dan Finalisasi Masukan Teknis Mata Kuliah

Sementara itu, sesi diskusi dan finalisasi masukan berjalan dengan dinas antara tim kurikulum. Tanya jawab teknis penyesuaian mata kuliah dilakukan untuk menyempurnakan struktur yang ada. Kurikulum dirancang sedemikian rupa demi masa depan akademik yang gemilang. Gagasan-gagasan segar dari seluruh peserta diakomodasi dengan baik dalam sesi ini. Pada akhirnya, kolaborasi erat ini melahirkan rancangan pendidikan yang jauh lebih adaptif.

Sebagai penutup, naskah hasil review kurikulum ditandatangani secara fisik oleh Dekan dan Dr. Nur Zaimah. Berita acara resmi berhasil disepakati sebagai bukti komitmen bersama. Momentum bersejarah tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pimpinan. Melalui momentum ini, FEBI UIN Raden Mas Said siap melangkah menuju pusat keunggulan ekonomi Islam dunia.

Gelar Diskusi Dosen, FEBI UIN Surakarta Hadirkan Dr. Nur Zaimah Kupas Ekonomi Sirkular

Gelar Diskusi Dosen, FEBI UIN Surakarta Hadirkan Dr. Nur Zaimah Kupas Ekonomi Sirkular

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar agenda internasional bergengsi pada Senin, 29 Juni 2026. Acara bertajuk Visiting Lecturer Batch 2 ini resmi dibuka oleh Dekan FEBI di Aula Lantai 1 Gedung F. Membawa semangat global, forum ilmiah ini menghadirkan pakar luar negeri untuk memperluas cakrawala akademik bersama. Agenda utama diisi melalui Diskusi Dosen interaktif yang diikuti oleh seluruh dosen tetap dan tidak tetap FEBI.

Melalui atmosfer akademik yang hangat, tema “Circular Economy in Sarawak, Malaysia” dikupas secara mendalam. Dr. Ika Yoga, S.E., M.M. selaku moderator memandu jalannya presentasi dengan sangat dinamis dan interaktif. Profil impresif narasumber, Dr. Nur Zaimah Binti Ubaidillah dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) diperkenalkan secara lugas di hadapan para peserta. Antusiasme tinggi sangat terasa saat ruang aula mulai dipadati oleh seluruh hadirin sejak pagi hari. Transformasi menuju ekonomi berkelanjutan kini menjadi fokus utama yang terus digalakkan oleh institusi.

Sinergi Akademik dalam Diskusi Dosen Berkelanjutan

Selanjutnya, gagasan mengenai pengelolaan sumber daya yang efisien di Sarawak dipaparkan secara komprehensif oleh narasumber. Konsep ekonomi sirkular dinilai sangat relevan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang diajarkan di kampus. “Implementasi circular economy memerlukan sinergi kuat antara regulasi pemerintah, kesadaran masyarakat, dan inovasi akademik yang konsisten,” ujar Dr. Nur Zaimah. Oleh karena itu, keterlibatan aktif perguruan tinggi sangat dinantikan guna melahirkan solusi lingkungan yang konkret. Sesi tanya jawab pun berlangsung seru karena memicu pemikiran kritis dari berbagai sudut pandang.

Di sisi lain, penerapan model ekonomi ini diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi kurikulum masa depan. Gagasan-gagasan segar yang inovatif didiskusikan secara mendalam agar dapat diimplementasikan dalam riset-riset dosen ke depan. Kolaborasi internasional seperti ini diyakini akan semakin memperkuat posisi FEBI di kancah global. Selain itu, materi ini sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri hijau modern.

Komitmen FEBI UIN Surakarta Menuju Green Economy

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan cendera mata kepada narasumber. Momentum berharga ini diabadikan secara resmi oleh tim dokumentasi sebagai simbol eratnya kerja sama lintas negara. Melalui keberhasilan agenda Diskusi Dosen ini, FEBI semakin mantap melangkah sebagai pelopor edukasi ekonomi berkelanjutan. Langkah nyata ini diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut pada kolaborasi riset berikutnya. Mari dinantikan bersama dampak positif dari transformasi akademik yang luar biasa ini bagi masa depan.

PkM FEBI UIN Surakarta Sukses Gelar FGD Bank Sampah Masjid Lestari Bareng Bank Syariah Sragen dan KORREM

PkM FEBI UIN Surakarta Sukses Gelar FGD Bank Sampah Masjid Lestari Bareng Bank Syariah Sragen dan KORREM

SURAKARTA – Dalam upaya nyata mewujudkan ekosistem ekonomi hijau yang inklusif, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta telah mengambil langkah strategis. Langkah penting ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Akselerasi Program Bank Sampah Masjid Lestari” pada Jumat, 25 Juni 2026, bertempat di Gedung FEBI. Pertemuan ini secara khusus dirancang untuk merumuskan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi langsung dengan inklusi keuangan syariah.

Sinergi Lintas Sektor untuk SDGs

Kegiatan Forum Group Discussion ini merupakan implementasi nyata dari SDGs Poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. FEBI UIN Surakarta menghadirkan dua pilar penting sebagai mitra strategis dalam diskusi ini, yaitu manajemen Bank Syariah Sragen dan perwakilan dari Komunitas Relawan Resik-Resik Masjid (KORREM). Melalui kolaborasi ini, diharapkan aksi penyelamatan lingkungan yang bermula dari masjid juga dapat memberikan dampak kesejahteraan ekonomi yang nyata bagi jemaah.

“Kita mempertemukan dua kekuatan hebat hari ini untuk mencapai target-target SDGs 2030,” jelas Ketua Tim PkM FEBI UIN Raden Mas Said, Dr. Arif Muannas. Beliau menambahkan, “KORREM memiliki basis aksi nyata di lapangan, sementara Bank Syariah Sragen membawa keahlian manajemen keuangan syariah. Kolaborasi ini memastikan adanya dampak positif terhadap lingkungan dan pengentasan kemiskinan lewat ekonomi sirkular yang berjalan secara masif serta akuntabel.”

Inovasi Integrasi Tabungan Syariah

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam Forum Group Discussion ini adalah pemaparan skema integrasi tabungan wadiah (titipan) oleh Bank Syariah Sragen. Skema tersebut dapat diadopsi oleh pengurus Bank Sampah Masjid Lestari. Dengan sistem inovatif ini, jemaah yang menyetorkan sampah kering ke masjid dapat langsung melihat nilai rupiahnya terkonversi menjadi saldo tabungan syariah. Hal ini disambut antusias oleh KORREM, sebab selama ini aksi bersih-bersih masjid menghasilkan potensi sampah anorganik cukup besar yang kini memiliki wadah penyaluran jelas dan bernilai guna.

Komitmen Berkelanjutan FEBI

Agenda FGD ini dibuka oleh Prof. Rahmawan Arifin selaku Dekan FEBI UIN Surakarta, yang juga memaparkan rencana program PkM FEBI tahun 2026. Pengembangan Bank Sampah Masjid Lestari di Kartasura menjadi salah satu program utama. Melalui sinergi antara akademisi, praktisi keuangan syariah, dan komunitas sosial ini, FEBI UIN Surakarta optimis gerakan ini mampu menjadi motor penggerak kelestarian lingkungan hidup sekaligus kemandirian ekonomi umat. Sebagai tindak lanjut, beberapa poin kesepakatan kerja sama lanjutan serta timeline pemetaan masjid percontohan telah dihasilkan dalam pertemuan ini. FEBI UIN Surakarta berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, aktif dalam pengabdian masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kurasi Pusat Studi Awal Penguatan Akademik FEBI UIN Surakarta

Kurasi Pusat Studi: Awal Penguatan Akademik FEBI UIN Surakarta

SURAKARTA — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta kembali membuat gebrakan strategis. Agenda kurasi pusat studi hari kedua sukses dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Juni 2026 di Ruang Aula FEBI. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen FEBI ini berjalandengan hangat dan penuh dengan diskusi konstruktif. Acara ini dirancang untuk memetakan potensi riset secara mendalam dan komprehensif. Melalui kegiatan ini, keterlibatan publik secara tidak langsung ikut mendukung kemajuan ekosistem akademik nasional. Sinergi ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat luas.

Evaluasi Mendalam Berbasis Brainstorming Intensif

Agenda penting tersebut diawali dengan paparan urgensi pelaksanaan kurasi oleh pimpinan fakultas. Selanjutnya, seluruh pengelola pusat studi diarahkan untuk melakukan brainstorming secara mendalam. Pengolahan data lama dan pemetaan aspek baru dibahas secara detail. Pusat studi kemudian dibagi ke dalam tiga kluster ruang rapat yang berbeda. Pemisahan ini dilakukan agar fokus pembahasan evaluasi masa depan dapat dirumuskan secara tajam.

“Kurasi ini adalah komitmen nyata kami untuk memastikan bahwa setiap pusat studi di FEBI tidak hanya produktif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman,” tegas Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, S.E., M.Si., saat memberikan sambutan.

Rencana Aksi Kolaborasi Strategis Masa Depan

Setelah istirahat, diskusi dilanjutkan dengan merumuskan rencana aksi kolaborasi yang konkret. Hal-hal penting terkait tindak lanjut program kerja disepakati oleh seluruh peserta. Hasil kurasi ini diproyeksikan akan menjadi kompas baru bagi arah penelitian fakultas. Oleh karena itu, inovasi yang lahir dari sini dipastikan mengalir langsung ke masyarakat.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian acara resmi ditutup oleh MC dan panitia dengan optimisme tinggi. Implementasi hasil perumusan akan segera dijalankan oleh seluruh pengelola sektor terkait. Langkah nyata ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi nyata kampus di tingkat nasional.

FEBI UIN Surakarta Gelar Kegiatan Pra Kurasi Pusat Studi Demi Transformasi Sosial

FEBI UIN Surakarta Gelar Kegiatan Pra Kurasi Pusat Studi Demi Transformasi Sosial

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta membuat gebrakan historis dengan menggelar kegiatan Pra Pelaksanaan Kurasi Pusat Studi pada Rabu (24/6). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar fakultas untuk bertransformasi dari sekadar teaching faculty menjadi pusat penggerak perubahan nyata. Melalui momentum ini, dunia akademik kini dirancang untuk lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tiga pusat studi baru resmi dibentuk demi mengintegrasikan kepakaran lintas ilmu dengan kebutuhan riil di lapangan.

Oleh karena itu, transformasi yang diselaraskan dengan agenda nasional Kementerian Agama ini tidak hanya menjadi milik dosen melainkan juga milik masyarakat. Acara yang berpusat di Ruang Aula Gedung F FEBI ini dibuka dengan paparan mendalam mengenai arah baru riset institusi. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menegaskan bahwa inovasi tersebut harus membawa nilai maqashid syariah. Dengan demikian, setiap riset yang lahir dari kampus di bawah naungan Kementerian Agama ini dipastikan memiliki nilai guna tinggi.

Urgensi Kurasi Pusat Studi dalam Hilirisasi Riset

“Pusat studi dibentuk untuk memecah sekat-sekat program studi dan menyatukan para pakar untuk berkolaborasi,” ujar Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si. Beliau juga menambahkan, “Tema yang dihasilkan harus bisa apply dengan masyarakat, sehingga ada outcome nyata yang dirasakan.”

Selain itu, proses kurasi pusat studi diproyeksikan mampu mendobrak batas-batas akademik tradisional demi mendongkrak reputasi lembaga di kancah nasional. Melalui integrasi ini, sekat antar-program studi resmi dilebur untuk menciptakan kolaborasi riset yang lebih inklusif dan solutif.

Tiga Pilar Strategis Penggerak Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, institusi telah menyiapkan tiga pilar utama yang memiliki fokus gerakan berbeda namun tetap saling berkesinambungan. Ketiga pilar tersebut adalah:

  • Center of Sustainable Workplace and Social Change (CSWSC) yang berfokus pada konsep lingkungan kerja berkelanjutan.
  • Center for Innovation and Digital Entrepreneurship (CIDEP) yang diorientasikan untuk mengakselerasi wirausahawan muda berbasis digital.
  • Center for Rural Economic Development Studies yang memfokuskan diri pada perumusan cetak biru ekonomi pedesaan.

Pada akhirnya, seluruh perwakilan pusat studi melanjutkan agenda diskusi intensif di ruangan terpisah setelah sesi pembukaan selesai. Pematangan konsep, kesiapan teknologi, orisinalitas masalah mitra, serta kesesuaian dengan roadmap universitas menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut. Melalui persiapan yang matang ini, sebuah jembatan multidimensi sedang dibangun untuk menghubungkan dunia akademik dengan kepentingan masyarakat luas.

Kolaborasi FEBI UIN Surakarta dan Bank Syariah Sragen Perkuat Program Bank Sampah

Kolaborasi FEBI UIN Surakarta dan Bank Syariah Sragen Perkuat Program Bank Sampah

SRAGEN — FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta terus memperkuat kontribusi nyatanya. Kontribusi ini diwujudkan dalam pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), FEBI berkunjung ke Bank Syariah Sragen. Kunjungan strategis ini bertujuan mematangkan koordinasi Sragen Masjidpreneur FEST 2026. Agenda penting ini bertempat di Rumah Komunitas Bank Syariah Sragen pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Fokus utamanya adalah pengembangan program “Kampung Organik Berbasis Komunitas”. Program tersebut mengintegrasikan inovasi Bank Kompos dan Bank Sampah.

Program Bank Sampah ini dikomandoi oleh Dr. Arif Muannas, S.E., M.Sc. Gerakan lingkungan ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2025 lalu. Tim FEBI berdialog langsung dengan Direktur Bank Syariah Sragen, Bapak Fakhrudin. Mereka menyepakati integrasi program lingkungan dengan produk keuangan syariah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah sampah menjadi klaster ekonomi baru. Masyarakat lokal akan dibimbing untuk mengelola sampah secara produktif.

Selaras dengan Program Prioritas Kementerian Agama

Langkah progresif dari FEBI UIN Surakarta ini tidak berdiri sendiri. Program ini selaras dengan agenda prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia. Kemenag RI saat ini gencar mengaselerasi program Kampung Zakat. Selain itu, Kemenag fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Umat. Melalui program PkM, FEBI mengimplementasikan visi besar Kemenag tersebut. Komunitas masyarakat kini dijadikan episentrum transformasi sosial dan ekonomi. Edukasi ekologis juga menjadi pilar penting dalam gerakan ini.

Masyarakat diajak mengonversi sampah menjadi tabungan investasi syariah. Pola pemberdayaan ini meningkatkan literasi keuangan syariah di daerah. Kemenag RI mendukung penuh gerakan ekonomi hijau (Green Economy) ini. Sinergi ini diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan berbasis kelestarian lingkungan.

Komitmen Kolaborasi Jangka Panjang

Pertemuan penting ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FEBI Surakarta. Turut hadir Dr. Zakky Fahma Aulia, S.E., M.Si. Hadir pula Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Rizki Nur Ayuningtyas Putri. Mereka siap mengawal implementasi program Bank Sampah di lapangan. Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menekankan bahwa sinergi ini memiliki visi jangka panjang.

“Kolaborasi ini bukanlah kolaborasi terakhir dengan Bank Syariah Sragen,” tegas Prof. M. Rahmawan Arifin.

Selanjutnya, berbagai program kemitraan baru akan terus diinisiasi. Integrasi akademik dan sektor keuangan diharapkan membawa dampak luas. Program Bank Sampah ini diproyeksikan menjadi pilot project nasional. Kampung Organik yang mandiri dan berkah kini siap diwujudkan.

Perkuat Kolaborasi, FEBI UIN Surakarta Hadiri Koordinasi Sragen Masjidpreneur Fest 2026

Perkuat Kolaborasi, FEBI UIN Surakarta Hadiri Koordinasi Sragen Masjidpreneur Fest 2026

SRAGENFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi memperkuat sinergi demi menyukseskan Sragen Masjidpreneur Fest 2026. Sejalan dengan visi besar Kementerian Agama Republik Indonesia dalam pemberdayaan umat, langkah ini diawali lewat kehadiran pimpinan kampus di Sragen pada hari Jum’at, 19 Juni 2026. Kehadiran tersebut menjadi komitmen nyata institusi untuk terlibat dalam pengembangan ekosistem ekonomi berbasis masjid di wilayah Sragen. Melalui kolaborasi ini, FEBI berharap dapat membawa dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Sinergi Program Masjidpreneur untuk Umat

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, seperti perwakilan BAZNAS Sragen dan Direktur Bank Syariah Sragen. Program Masjidpreneur sendiri merupakan inisiatif yang sukses menjaring ratusan masjid sejak tahun lalu. Oleh karena itu, FEBI UIN Surakarta menyambut baik perluasan kolaborasi pada tahun ini. Penguatan ekonomi umat dinilai memerlukan keterlibatan aktif dari akademisi, praktisi, serta masyarakat.

“Kami siap berkontribusi penuh untuk menyukseskan program Sragen Masjidpreneur 2026,” ujar Dekan FEBI, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si.

Implementasi Nyata Pengabdian Masyarakat

Selanjutnya, FEBI UIN Surakarta juga membagikan pengalaman sukses mereka dalam mengelola program pemberdayaan masyarakat terdahulu. Contoh nyata yang dipaparkan adalah pengelolaan Pasar Tempoe Dulu Gunung Kunci dan Car Free Day Kartasura. Program-program tersebut telah terbukti mampu menghidupkan pelaku usaha kecil di sekitar lingkungan kampus. Maka dari itu, skema pengabdian tersebut akan diadaptasikan dalam pendampingan manajemen masjid di Sragen.

Harapan Baru Ekonomi Berbasis Masjid

Secara umum, keterlibatan FEBI diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih terstruktur bagi para finalis masjidpreneur. Kompetensi akademik dan riset dari kampus akan dipadukan dengan program taktis dari Bank Syariah Sragen. Jadi, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kemandirian ekonomi umat. Dukungan dari semua pihak tentu akan menjadi energi tambahan bagi keberhasilan program mulia ini.

Dr. Farida FEBI UIN Surakarta Siap Dobrak Sekat Konvensional Lewat Pembelajaran Digital

Dr. Farida: FEBI UIN Surakarta Siap Dobrak Sekat Konvensional Lewat Pembelajaran Digital

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah besar untuk merombak total mutu akademik demi masa depan mahasiswa. Perubahan ini diselaraskan langsung dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia melalui integrasi sistem pembelajaran digital secara menyeluruh. Agenda besar ini diwujudkan secara konkrit dalam workshop kurikulum  yang dilaksanakan di aula gedung A pada hari kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan seluruh dosen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta. Langkah strategis tersebut sengaja diinisiasi untuk memastikan bahwa setiap kompetensi lulusan dapat bersaing langsung di pasar industri global.

Urgensi Menatap Fenomena Pendidikan Global

Perubahan peta dunia kerja saat ini memaksa perguruan tinggi keagamaan untuk bergerak lebih lincah dan tidak boleh tertinggal. Menjawab tantangan tersebut, FEBI secara deduktif melihat regulasi penjaminan mutu nasional sebagai peluang emas untuk meluncurkan standardisasi kompetensi mutakhir. Kurikulum baru ini dirancang dengan metode backward design, di mana capaian lulusan ditentukan terlebih dahulu sebelum mata kuliah dibentuk. Pendekatan ini dipastikan mampu memayungi kebutuhan eksternal yang kompleks agar dapat disusun menjadi rencana studi harian yang taktis.

Kesiapan Kerja Lewat Ekosistem Pembelajaran Digital

“Kita tidak bisa lagi bertahan dengan metode ceramah kuno,” tegas Dr. Farida Nurhasanah, M.Pd., selaku narasumber utama kegiatan tersebut. Beliau mengimbau agar pemanfaatan kecerdasan buatan dan Learning Management Systems (LMS) dioptimalkan guna mendukung pembelajaran digital yang interaktif. Berkat transformasi ini, simulasi kasus bisnis riil kini dapat diakses dan dipelajari dengan mudah dari mana saja. Melalui ekosistem baru ini, mahasiswa tidak lagi sekadar mendengarkan ceramah teori yang menjemukan di dalam ruang kelas.

Langkah Konkrit Menuju Akreditasi Multinasional

Langkah progresif ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak reputasi lembaga secara masif, baik di tingkat nasional maupun wilayah regional. Selain mengejar predikat Unggul dari LAM, standardisasi kurikulum ini diselaraskan langsung dengan indikator penilaian internasional kelas dunia seperti AUN-QA. Seluruh instrumen evaluasi akademik dirombak total demi menjamin penguasaan keterampilan abad ke-21 yang nyata oleh para mahasiswa. Kualitas sebuah kampus tidak lagi diukur dari kemegahan gedung, melainkan dari daya saing nyata para lulusannya.

Proses evaluasi menyeluruh terhadap draf kurikulum lama sedang diselesaikan oleh jajaran program studi agar transisi berjalan mulus. Dengan demikian, kualitas akademik institusi diharapkan dapat meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. Kesuksesan akselerasi ini tentu membutuhkan partisipasi aktif serta komitmen kuat dari seluruh mitra pembelajar. Mari bersama-sama menyongsong era baru pendidikan tinggi Islam yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan adaptif.