Asah Skill Bisnis, FEBI Optimalkan Unit JUFE melalui Exit Meeting

Asah Skill Bisnis, FEBI Optimalkan Unit JUFE melalui Exit Meeting

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan pertemuan penting pada Rabu (8/7). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan dengan dihadiri oleh jajaran dekanat serta pengelola laboratorium. Manajemen melaksanakan exit meeting JUFE FEBI sebagai bentuk pertanggungjawaban kepengurusan periode lama kepada pengurus baru. Acara ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi seluruh performa bisnis dan pengelolaan laboratorium mahasiswa. Agenda tersebut membuktikan komitmen kuat pihak fakultas dalam menjaga tata kelola yang bersih.

Selanjutnya, rapat ini dipimpin langsung oleh Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin, yang menegaskan pentingnya akuntabilitas. Agenda utama yang dibahas meliputi penyerahan laporan keuangan serta berita acara serah terima unit. Tidak hanya itu, laporan stock opname mengenai barang persediaan dan aset kafe juga diperiksa secara detail. Oleh karena itu, semua transaksi kas baik tunai maupun nontunai lewat QRIS dicatat dengan sangat rapi. Langkah strategis ini diambil agar proses transisi manajemen laboratorium berjalan tanpa hambatan.

Penguatan Tata Kelola Melalui Exit Meeting JUFE FEBI

“Kami berkomitmen untuk selalu menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi yang tinggi pada setiap unit laboratorium,” ujar Prof. Rahmawan Arifin. Ungkapan langsung dari Dekan tersebut menegaskan bahwa kafe ini bukan sekadar tempat bisnis komersial semata. Berita acara serah terima unit disahkan secara resmi dalam pertemuan ini demi keberlanjutan program. Selain laporan keuangan, daftar inventaris lama dan baru dipaparkan secara gamblang di hadapan peserta. Di samping itu, evaluasi mendalam terkait kelebihan dan kekurangan operasional kafe turut menjadi catatan penting.

Sementara itu, pihak fakultas juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kapasitas para mahasiswa magang. Reward menarik berupa upgrading materi, ilmu baru, serta kegiatan outbound disiapkan bagi para peserta. Pembagian shift dan jadwal magang baru ikut disusun untuk mengoptimalkan kinerja operasional ke depan. Melalui skema tersebut, keterlibatan aktif mahasiswa dapat diarahkan menuju atmosfer kerja profesional yang nyata. Hasilnya, kualitas lulusan FEBI akan semakin siap bersaing di dunia industri modern.

Evaluasi Total dan Lampiran Stock Opname Kafe

Pada sesi akhir, dilakukan pencocokan fisik terhadap seluruh lampiran stock opname yang tersedia. Dana kas yang dipegang kini telah diserahterimakan secara utuh kepada pengelola laboratorium yang baru. Proses penyerahan aset disaksikan oleh Wakil Dekan serta Kepala Laboratorium, Mohamad Irsyad, M.E. Pengawasan ketat ini dilakukan agar tidak ada selisih data pada persediaan barang. Dengan demikian, pelaksanaan exit meeting JUFE FEBI ini berhasil meletakkan standar baru bagi pengelolaan laboratorium yang profesional.

Exit Meeting Rolassan FEBI Dorong Transparansi

Exit Meeting Rolassan: FEBI Dorong Transparansi

SURAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Exit Meeting pengurus unit laboratorium The Rolassan. Agenda penting ini dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Pimpinan. Pimpinan fakultas beserta pengelola laboratorium berkumpul untuk melakukan serah terima jabatan. Melalui pertemuan ini, terlihat jelas bagaimana FEBI berkomitmen penuh menjaga kualitas pembelajaran praktis mahasiswa. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan laboratorium terus bergerak ke arah yang lebih profesional.

Langkah strategis ini dilakukan demi memperkuat prinsip akuntabilitas dan transparansi di lingkungan kampus. Nilai-nilai tersebut sangat krusial bagi keberlanjutan sebuah unit media pembelajaran. Oleh karena itu, seluruh komponen tata kelola laboratorium harus dipertanggungjawabkan secara jelas dan terbuka. Segala bentuk teori praktis dikonkretkan langsung melalui pengalaman nyata di lapangan. Evaluasi mendalam pun dilakukan agar performa unit ini semakin meningkat pada periode berikutnya.

Capaian Strategis dan Kolaborasi Unit Bisnis

“Pencapaian Rolassan telah terbukti melalui kolaborasi apik bersama sektor retail dan jasa,” ujar Dekan FEBI, Prof. Dr. Rahmawan Arifin.

Keberhasilan kolaborasi ini dijalankan demi memperluas jaringan serta memberikan pengalaman kerja nyata bagi peserta magang. Selain membahas capaian, pengawasan keuangan juga diperketat demi menjaga kepercayaan publik. Pemasukan dari sistem tunai (cash) maupun QRIS dilaporkan secara mendetail dalam rapat. Pengawasan yang ketat ini diapresiasi oleh seluruh jajaran pimpinan yang hadir. Segala proses bisnis yang berjalan diatur sedemikian rupa agar tetap sesuai regulasi.

Manajemen Aset Melalui Exit Meeting yang Transparan

Selanjutnya, manajemen aset menjadi fokus utama berikutnya dalam agenda Exit Meeting ini. Pemeriksaan sisa produk dilakukan melalui stock opname yang sangat teliti. Data barang persediaan dilampirkan sebagai wujud laporan pertanggungjawaban yang valid. Di samping itu, dana tunai dipegang dan diserahterimakan secara langsung kepada pengelola baru. Penyerahan ini disaksikan oleh Wakil Dekan, Kepala Laboratorium, hingga Dosen Pamong. Kehadiran para saksi memastikan seluruh proses peralihan berjalan dengan lancar.

Keberlanjutan Inovasi Laboratorium FEBI

Pada akhirnya, estafet kepengurusan ini melibatkan peran aktif dari laboran hingga peserta magang batch lama. Sinergi yang kuat antar lini diharapkan mampu membawa The Rolassan mencapai target yang lebih tinggi. Keterlibatan aktif dari seluruh sivitas akademika tentu sangat berarti bagi perkembangan inovasi ini. FEBI UIN Raden Mas Said akan terus berinovasi untuk melahirkan lulusan yang siap kerja. Mari bersama-sama mengawal ruang pembelajaran yang profesional, transparan, dan akuntabel ini.

Gelar Penyusunan Modul Terbaru, FEBI UIN Raden Surakarta Hadapi Tantangan Industri 2026

Gelar Penyusunan Modul Terbaru, FEBI UIN Surakarta Siap Hadapi Tantangan Industri 2026

SURAKARTA, 7 Juli 2026Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah strategis hari ini. Langkah ini diambil demi meningkatkan mutu pembelajaran mahasiswa secara berkelanjutan. Melalui workshop penyusunan modul praktikum keprodian 2026, standardisasi kurikulum berbasis kompetensi kerja mulai dirancang. Acara ini dihadiri oleh jajaran dekanat, kepala program studi, sekretaris program studi, serta tim penyusun modul.

Pentingnya Transformasi Kurikulum bagi Mahasiswa

Oleh karena itu, penyelarasan teori dan praktik di laboratorium menjadi fokus utama dalam agenda besar ini. Kurikulum yang adaptif sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan dunia kerja modern. Penyusunan modul yang komprehensif dipandang sebagai kunci utama dalam memandu mahasiswa mencapai kompetensi terbaiknya. Melalui langkah nyata ini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi dinamika industri syariah yang terus berkembang pesat. Proses penulisan panduan ini dirancang secara matang agar mudah dipahami oleh seluruh civitas akademika.

“Workshop ini bukan sekadar rutinitas akademik semata,” ujar Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta saat membuka acara. “Kami ingin memastikan setiap mahasiswa mendapatkan panduan praktikum terbaik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.”

Sinergi Pemimpin dalam Penyusunan Modul Keprodian

Selain itu, keberhasilan agenda ini didukung penuh oleh sinergi kuat antar-lini di lingkungan fakultas. Seluruh wakil dekan, ketua prodi, dan tim penyusun saling memberikan masukan konstruktif demi kesempurnaan modul. Kerja keras mereka mencerminkan komitmen tinggi dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang inklusif dan bermutu. Gagasan-gagasan cemerlang dari para ahli tersebut kemudian dituangkan dalam draf panduan yang aplikatif. Dengan demikian, kualitas lulusan FEBI diharapkan dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Dampak Jangka Panjang Panduan Praktikum Terbaru

Pada akhirnya, hasil akhir dari penyusunan modul ini akan langsung diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang. Evaluasi berkala tetap akan dilakukan agar materi praktikum selalu relevan dengan tren ekonomi global. Melalui dukungan doa dan apresiasi dari khalayak luas, FEBI siap melangkah lebih maju. Dokumen akademik ini diproyeksikan menjadi acuan utama laboratorium dalam jangka panjang. Mari kita kawal bersama transformasi pendidikan ini demi masa depan generasi bangsa yang gemilang.

Cegah Pengangguran, FEBI UIN Surakarta Garap Penyusunan Internship

Cegah Pengangguran, FEBI UIN Surakarta Garap Penyusunan Internship

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mengambil langkah strategis guna menyiapkan lulusan yang kompeten di dunia kerja. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Internship Job/PPL Berkelanjutan di Aula Gedung F FEBI pada Senin, 6 Juli 2026. Acara penting ini dihadiri oleh jajaran dosen FEBI yang berkomitmen menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri masa kini. Melalui program ini, mahasiswa diajak untuk merasakan langsung atmosfer profesional yang sesungguhnya di dunia kerja.

Langkah Strategis Penyusunan Internship Menuju Link and Match

Workshop penyusunan internship ini dibuka langsung secara resmi oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Rahmawan Arifin. Sistem baru ini dirancang secara terstruktur dan dijadwalkan secara penuh selama enam bulan penuh. Inspirasi kurikulum ini diadopsi dari model pembelajaran kedokteran serta program magang sukses di Binus dan UGM. Oleh karena itu, konsep link and match dinilai sangat krusial untuk mengurangi angka pengangguran. Dengan demikian, relevansi kurikulum fakultas dengan kebutuhan pasar global akan semakin kuat dan berdampak positif.

“Sistem internship ini sengaja kami bedah demi mempersiapkan mahasiswa yang benar-benar siap kerja dan mampu membangun jejaring,” ujar Prof. Dr. Rahmawan Arifin saat memberikan sambutan.

Manfaat Luar Biasa Bagi Mahasiswa dan Mitra Industri

Melalui skema magang selama satu semester ini, mahasiswa akan mendapatkan keuntungan berupa portofolio, softskill, pengalaman nyata, hingga kompensasi profesional. Sebanyak 30 perusahaan mitra kerja juga telah digandeng untuk menyukseskan program berkelanjutan ini. Selanjutnya, para mahasiswa dipastikan akan belajar langsung mengenai penyusunan laporan, strategi marketing, hingga pelayanan konsumen secara riil. Manfaat ini tentu menjadi jembatan karir yang sangat berharga ketika mereka lulus nanti.

Transformasi Akademik dan Peningkatan Kinerja Utama Kampus

Bagi pihak fakultas, penyusunan internship terstruktur ini membawa pengaruh besar pada lonjakan Indikator Kinerja Utama (IKU). Kemampuan berwirausaha mahasiswa diprediksi akan meningkat seiring dengan meluasnya pengenalan publik terhadap nama besar UIN. Selain itu, status akreditasi institusi akan semakin terangkat melalui penguatan industrial engagement yang masif ini. Di sisi lain, sistem penilaian program ini juga diselaraskan dengan standar Outcome-Based Education (OBE). Meskipun aplikasi khusus masih dikembangkan, optimisme tinggi tetap diusung demi masa depan generasi bangsa

Dua Dosen UIN Lampung Teliti Ecotheologi di FEBI UIN Surakarta

Dua Dosen UIN Lampung Bedah Implementasi Ecotheologi di FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta

SURAKARTAFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta menerima kunjungan strategis dari UIN Raden Intan Lampung. Kunjungan pada Senin, 6 Juli 2026 ini bertujuan untuk melakukan penelitian mengenai implementasi ecotheologi. Dekan FEBI, Prof. Rahmawan Arifin, menyambut hangat kedatangan tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. E. Evi Ekawati, M.Si. Kolaborasi antarperguruan tinggi Islam ini diharapkan mampu membawa dampak nyata bagi tata kelola kampus yang ramah lingkungan. Kehadiran para akademisi luar daerah tersebut menjadi bukti nyata bahwa FEBI UIN Surakarta diakui sebagai pusat pembelajaran yang inklusif.

Sinergi Standar IFRS dan Nilai Keagamaan

Penelitian kolaboratif tersebut berfokus pada pengembangan model pelaporan keuangan berkelanjutan (Sustainability Financial Reporting). Model pelaporan ini dirancang khusus untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan mengintegrasikan nilai Islam dan standar internasional. Instrumen keuangan yang dikaji mengombinasikan prinsip ecotheologi serta International Financial Reporting Standard (IFRS). Melalui pendekatan inovatif ini, transparansi laporan tidak hanya diukur dari angka, melainkan juga dari kontribusi pelestarian alam. Oleh karena itu, standardisasi baru ini diproyeksikan mampu meningkatkan reputasi global kampus-kampus Islam di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta yang bersedia menjadi objek penelitian penting ini,” ujar Dr. E. Evi Ekawati, M.Si. selaku Ketua Tim Peneliti.

Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan Tinggi

Selanjutnya, pengumpulan data di lapangan akan dilaksanakan secara berkala untuk menyempurnakan formulasi model. Agenda akademik komprehensif ini dijadwalkan berlangsung sejak 25 April hingga 1 Oktober 2026 mendatang. Dukungan penuh berupa izin akses data dan fasilitas diskusi telah disiapkan oleh pihak dekanat FEBI. Dengan demikian, seluruh proses analisis diharapkan dapat berjalan lancar demi kemajuan mutu pendidikan tinggi. Pada akhirnya, luaran riset ini diyakini mampu menjadi acuan regulasi keuangan yang ramah lingkungan di tingkat nasional.

Riset CIDEP Paparkan Potensi Pasar Tempo Doeloe Kartasura Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Riset CIDEP Paparkan Potensi Pasar Tempo Doeloe Kartasura Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Center for Innovation and Digital Entrepreneurship (CIDEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Public Expose. Kegiatan ini membahas tentang hasil penelitian potensi ekonomi kreatif Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci Kartasura. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (3/7/2026) di Pendopo Aula Kelurahan Kartasura. Acara ini dihadiri oleh Dekan FEBI, perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, penggagas pasar, serta masyarakat Kartasura. Sinergi ini dihadirkan untuk merumuskan arah pengembangan kawasan wisata berbasis budaya. Langkah ini memicu optimisme baru bagi kemajuan ekonomi masyarakat sekitar kampus. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendorong ekonomi berkelanjutan melalui program prioritas Pemberdayaan Ekonomi Umat dan integrasi Ekoteologi.

Sinergi Pentahelix dan Potensi Kuliner Tradisional

Penelitian ini dilakukan oleh tim FEBI yang terdiri dari Asep Maulana Rohimat, Adelia Nindy Fitriani, Mamudou Bah, dan Lisa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menyusun strategi dan memetakan potensi Pasar Tempo Doeloe menuju destinasi ekonomi kreatif berkelanjutan. Keberadaan Pasar Gunung Kunci ini merupakan hasil kolaborasi pentahelix yang kuat. Sinergi ini melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah, dan paguyuban PAKUNCARA. Public Expose ini mengumumkan bahwa ada 44 UMKM aktif per Juni 2026. Mayoritas pedagang menyajikan kuliner tradisional Nusantara yang memikat. Kuliner jadul tersebut berhasil memperkuat identitas budaya pasar kita.

“Melalui kegiatan Public Expose ini, kami berharap hasil penelitian menjadi referensi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si, selaku Dekan FEBI UIN Raden Mas Said.

Rekomendasi Strategis dan Penerapan Ekonomi Hijau

Selanjutnya, beberapa fasilitas publik dinilai masih memerlukan perhatian khusus. Alur pergerakan pengunjung dan sistem drainase disarankan untuk segera diperbaiki. Selain itu, konsistensi penggunaan seragam lurik harus ditingkatkan. Oleh karena itu, prinsip ekonomi hijau direkomendasikan dalam pengelolaan kawasan. Pengurangan kemasan plastik akan diterapkan demi pembangunan berkelanjutan. Penguatan branding juga menjadi fokus utama ke depan. Pasar Tempo Doeloe diharapkan terus berkembang sebagai wadah utama dalam menggerakkan perekonomian para pelaku usaha lokal secara konsisten dan berkelanjutan.

Yuk Intip Senam Pagi FEBI UIN Surakarta Bugar & Kompak Bersama!

Yuk Intip Senam Pagi FEBI UIN Surakarta: Bugar & Kompak Bersama!

SURAKARTA — Suasana ceria dan penuh energi menyelimuti lingkungan kampus pada Jum’at pagi yang sangat cerah (3/7). Seluruh tenaga kependidikan bersama jajaran pimpinan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta berkumpul bersama. Mereka tampak sangat antusias untuk mengikuti agenda rutin senam pagi yang diselenggarakan oleh pihak fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan di area selasar panggung FEBI yang cukup luas dan nyaman. Melalui aktivitas fisik ini, kebersamaan antarpegawai dapat terjalin dengan sangat erat dan harmonis.

Manfaat Senam Pagi Bagi Produktivitas Kerja

Gerakan demi gerakan diikuti oleh para peserta dengan iringan musik yang sangat membakar semangat. Selain menjaga kebugaran, senam pagi ini juga dirancang untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan seminggu terakhir. Tubuh yang sehat dan bugar tentu akan meningkatkan produktivitas serta kualitas pelayanan di lingkungan kampus. Pihak fakultas berharap agenda ini bisa memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus konsisten menerapkan gaya hidup sehat.

“Kegiatan senam pagi ini bukan sekadar olahraga biasa bagi kami semua,” ujar Dekan FEBI di sela acara. “Ini adalah momen penting untuk memperkuat sinergi dan menjaga kesehatan mental seluruh tim pelayanan FEBI.”

Komitmen FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta

Oleh karena itu, kenyamanan dan kesehatan para staf selalu menjadi prioritas utama bagi pihak manajemen fakultas. Aspek kesehatan kerja ini dinilai sangat berpengaruh terhadap atmosfer akademik yang positif di lingkungan kampus. Hubungan yang cair antara pimpinan dan staf juga sengaja dibangun melalui kegiatan non-formal seperti ini. Dengan demikian, koordinasi kerja kedepannya diharapkan dapat berjalan lebih fleksibel, cepat, dan juga optimal.

Acara olahraga bersama ini kemudian diakhiri dengan sesi ramah tamah yang penuh dengan kehangatan. Kudapan sehat telah disediakan oleh panitia untuk dinikmati bersama oleh seluruh peserta yang hadir. Senyum kepuasan terpancar jelas dari wajah setiap pegawai setelah mereka menyelesaikan seluruh rangkaian gerakan olahraga. Komitmen untuk terus maju bersama senantiasa ditanamkan demi kemajuan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.

Gebrakan Baru FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Menuju Kampus Bebas Korupsi

Gebrakan Baru FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Menuju Kampus Bebas Korupsi

SURAKARTA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi bergerak melakukan gebrakan baru. Pimpinan FEBI bersama Tim OKH Rektorat langsung menggelar rapat strategis tindak lanjut pembangunan Zona Integritas (ZI). Langkah cepat ini diambil setelah fakultas resmi ditunjuk sebagai pilot project Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Pertemuan penting ini berlangsung dengan penuh optimisme di Ruang Rapat Pimpinan. Sinergi seluruh sivitas akademika sangat dibutuhkan agar program besar ini dapat berjalan dengan sukses.

Hasil Rapat Komitmen Bersama Pimpinan dan Satgas

Oleh karena itu, penyusunan Satuan Tugas (Satgas) dan lini masa kerja langsung dirumuskan dalam agenda tersebut. Langkah konkret ini diawali dengan penandatanganan komitmen bersama serta pembuatan SK Satgas secara legal. Rapat perdana ini juga fokus merancang program kerja yang berdampak langsung pada lingkungan perkuliahan. Selain itu, koordinasi intensif berupa workshop dan seminar akan terus digalakkan bersama pihak OKH Rektorat. Komitmen ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi kini sedang diutamakan di setiap lini pelayanan.

“Penunjukan ini adalah amanah besar bagi kita semua,” ujar Dekan FEBI UIN Raden Mas Said saat memberikan pengarahan. “Melalui rapat ini, kita menyatukan visi untuk menghadirkan pelayanan kampus yang bersih, akuntabel, dan berbasis inovasi modern.”

Enam Area Perubahan Melalui Inovasi Layanan

Selanjutnya, implementasi ZI WBK ini akan berfokus pada enam area perubahan utama. Area tersebut meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, hingga penguatan akuntabilitas serta pengawasan kampus. Peningkatan kualitas dan inovasi layanan juga menjadi poin penting yang langsung menyentuh kebutuhan harian mahasiswa. Dokumen mutu pun akan ditinjau secara berkala oleh ahli eksternal dari Saintek Bandung. Pada akhirnya, standardisasi ini dilakukan demi memastikan kenyamanan dalam mengakses seluruh layanan akademik.

Program Unggulan Berkelanjutan untuk Mahasiswa

Sebagai wujud nyata, beberapa program unggulan ramah lingkungan dan digitalisasi siap diluncurkan dalam waktu dekat. Kebijakan zero plastic dengan membawa tumbler mandiri akan segera diterapkan di lingkungan kerja FEBI. Tidak hanya itu, sistem pengumpulan file skripsi kini dialihkan secara digital dalam bentuk soft copy di perpustakaan. Program modern seperti optimalisasi SIMETA, EDOM (GKM), hingga pembuatan podcast edukatif juga terus dimatangkan. Terakhir, sertifikasi profesi bagi dosen, tendik, dan mahasiswa akan difasilitasi guna mendongkrak daya saing global.

FEBI UIN Surakarta Bedah Riset Filantropi

Perkuat Akreditasi Global, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta Bedah Instrumen Riset Sosio-Ekonomi Kontemporer

Urgensi Riset Filantropi Islam Global

Sukoharjo – Kesadaran masyarakat dunia terhadap sistem ekonomi yang berkeadilan sosial kini semakin meningkat secara signifikan di berbagai negara. Menjawab fenomena tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengkajian teori pada Selasa, 30 Juni 2026. Agenda ilmiah ini diselenggarakan di Aula Bangsal Mangkunegaran dengan melibatkan para dosen serta seluruh civitas akademika. Melalui forum strategis ini, ekosistem filantropi Islam berkelanjutan dibedah secara mendalam demi menghasilkan instrumen penelitian yang bereputasi global. Anda tentu dapat merasakan bagaimana urgensi riset ini akan berdampak langsung pada penguatan instrumen sosial keagamaan kita. Acara prestisius ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan 2 FEBI, Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si. Oleh karena itu, langkah awal ini menjadi pijakan penting kampus dalam menembus batas riset internasional.

Bedah Perspektif Multilevel Riset Diaspora

Diskusi yang dimoderatori oleh Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E. ini membedah topik intensi donasi dari perspektif makro, meso, dan mikro. Fenomena ini dikaji secara khusus melalui bukti empiris diaspora Muslim Indonesia yang menetap di Korea Selatan. Narasumber utama, Dovvy Kurniawan dari Human Initiative South Korea, dihadirkan untuk membagikan data lapangan yang valid. “Potensi dana sosial sangat besar jika pengelolaan dilakukan secara transparan dan berbasis digital adaptif,” ungkap Dovvy secara langsung. Selanjutnya, analisis deduktif digunakan peserta untuk merumuskan indikator kuantitatif yang relevan dengan dinamika kontemporer saat ini. Di sisi lain, keterlibatan diaspora membuktikan bahwa batas geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi aksi kemanusiaan global. Kita diajak untuk melihat bagaimana kontribusi nyata para perantau mampu menggerakkan roda ekonomi umat secara berkelanjutan.

Dampak Akademik Bagi Ekosistem Kampus Hijau

Pengembangan instrumen riset ini diproyeksikan akan membawa dampak jangka panjang bagi mutu publikasi ilmiah di lingkungan FEBI. Kemudian, metodologi yang tajam diharapkan dapat diimplementasikan oleh para dosen dalam menyusun latar belakang skripsi maupun penelitian hibah. Proses berpikir terstruktur ini melatih civitas akademika agar tidak instan dalam mengambil kesimpulan ilmiah atas fenomena sosial. Dengan demikian, FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta sukses memperkuat posisinya sebagai kiblat pengembangan keilmuan ekonomi syariah. Hasil akhir dari FGD ini dipastikan menjadi rujukan berharga bagi perbaikan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Penguatan ekosistem filantropi ini menuntut keterlibatan aktif kita semua demi mewujudkan kemandirian ekonomi sosial Islam yang inklusif.

FGD FEBI UIN & Diaspora Korea Selatan

Perkuat Aksi Kemanusiaan Lintas Negara, FEBI UIN Surakarta Gelar Kajian Riset Bersama Diaspora Korea Selatan

Aksi Kemanusiaan Lintas Negara

Sukoharjo– FGD pengkajian riset kemanusiaan resmi digelar oleh FEBI UIN Raden Mas Said. Acara ini berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 di Aula Bangsal Mangkunegaran. Kajian ini difokuskan pada penguatan peran diaspora Indonesia di korea selatan. Anda tentu menyadari pentingnya solidaritas global dalam menghadapi krisis kemanusiaan saat ini. Selanjutnya, kolaborasi strategis ini diarahkan untuk mempertajam instrumen penelitian para akademisi kampus. Langkah awal ini sangat esensial bagi kemajuan arah riset kampus ke depannya.

Sinergi Diaspora korea selatan

Kegiatan akademik ini dibuka oleh Wakil Dekan 2 FEBI, Dr. Indah Piliyanti. Kemudian, sesi inti dipandu secara apik oleh Rizky Nur Ayuningtyas Putri, M.E. Narasumber utama acara ini adalah Dovvy Kurniawan dari Human Initiative South Korea. Beliau memaparkan pengalaman nyata diaspora saat mengelola program kemanusiaan di sana. “Kolaborasi akademisi dan praktisi sangat dibutuhkan untuk memperkuat aksi nyata di lapangan,” ujar Dovvy. Oleh karena itu, teori yang dikaji harus selalu relevan dengan kebutuhan global. Praktik dari korea selatan menjadi contoh ideal bagi pengembangan instrumen keilmuan kita.

Harapan Riset Sivitas Akademika

Selain itu, diskusi ini dihadiri oleh para dosen dan sivitas akademika FEBI. Antusiasme peserta terlihat jelas dari dinamisnya proses tanya jawab yang berlangsung interaktif. Metode deduktif diterapkan peserta untuk membedah fenomena kemanusiaan umum menjadi instrumen riset spesifik. Pemahaman baru ini diharapkan mampu memicu inovasi penelitian yang lebih berdampak nyata. Akhirnya, sinergi berkelanjutan ini diyakini akan melahirkan solusi praktis bagi permasalahan masyarakat luas. Karya akademik sivitas FEBI kelak akan semakin diakui di kancah riset internasional.